Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENGUATAN LITERASI DIGITAL MENGGUNAKAN KIPIN SCHOOL DI SD KATOLIK EBAN 2 Jhon Enstein; Yonly A. Benufinit; Khatrin J.T. Neno; Viktorius P. Feka; Selfiana T.M.N. Lawa; Roswita L. Nahak
Pengabdian Masyarakat Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025): JURNAL PEMIMPIN - PENGABDIAN MASYARAKAT ILMU PENDIDIKAN - Edisi Juli 2025
Publisher : FKIP Universitas Citra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/pemimpin.v5i2.1781

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi aplikasi edukasi Kipin School 4.0 dalam penguatan literasi digital di SDK 2 Eban. Latar belakang pengabdian ini didasari oleh pentingnya literasi digital di era Revolusi Industri 4.0, terutama di daerah yang memiliki keterbatasan infrastruktur dan akses terhadap teknologi. Kipin School 4.0 merupakan aplikasi pembelajaran berbasis Android yang menyediakan materi sesuai Kurikulum, seperti buku digital, video pembelajaran, latihan soal, dan komik literasi. Metode yang digunakan adalah Observasi, Koordinasi, Sosialisasi dan Pemaparan Materi, Pelatihan dan pendampingan dengan subjek Guru dan Siswa kelas IV SDK 2 Eban. Pengumpulan data awal dilakukan melalui observasi dan wawancara. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa penggunaan Kipin School 4.0 mampu meningkatkan motivasi belajar dan keaktifan siswa dalam pembelajaran dari rumah serta membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan literasi digital. Guru dan siswa menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan kemampuan mengakses serta memanfaatkan konten digital untuk kegiatan belajar mengajar sehingga Aplikasi ini terbukti efektif sebagai media pembelajaran interaktif yang mendukung siswa dalam mengakses dan memahami materi secara mandiri dan menyenangkan.
PENINGKATAN KEMAMPUAN LITERASI SISWA MELALUI KEGIATAN MEMBACA DAN MENULIS RESENSI NOVEL DI SMP NEGERI SATU ATAP WELA PANDANG Agnes Maria Diana Rafael; Selfiana T.M. Ndapa Lawa; Viktorius P. Feka; Femberianus S. Tanggur; Roswita L. Nahak; Jhon Enstein; Radka B. Koli; Katrin T. Neno
Pengabdian Masyarakat Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026): JURNAL PEMIMPIN - PENGABDIAN MASYARAKAT ILMU PENDIDIKAN - Edisi Januari 2026
Publisher : FKIP Universitas Citra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca, kemampuan memahami unsur cerita, serta keterampilan menulis siswa melalui program literasi berbasis novel di SMP Negeri Satu Atap Wela Pandang. Kegiatan dilaksanakan selama dua minggu, yaitu pada 06–26 Oktober 2025, dengan empat tahapan utama: sosialisasi manfaat literasi kepada siswa, pendampingan sebagai instruktur dalam kegiatan membaca dan menulis, supervisi selama proses literasi berlangsung, serta evaluasi hasil kegiatan. Novel karya Tere Liye dipilih sebagai bahan bacaan karena memiliki alur yang runtut, penokohan yang kuat, serta mengandung nilai-nilai moral yang positif sehingga mudah dipahami oleh siswa dan mendukung pembentukan karakter. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan minat baca siswa, pemahaman terhadap unsur intrinsik cerita, serta kemampuan menulis melalui jurnal harian. Kegiatan ini juga menjadi respons terhadap kondisi darurat literasi di Nusa Tenggara Timur yang masih menghadapi keterbatasan fasilitas pendidikan dan rendahnya capaian kompetensi literasi. Dengan demikian, kegiatan PKM ini memberikan kontribusi positif dalam menumbuhkan budaya literasi di lingkungan sekolah dan perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
RELASI KEKERABATAN BAHASA UAB METO DAN BAHASA ROTE: KAJIAN LINGUISTIK HISTORIS KOMPARATIF Viktorius P. Feka; Selfiana Triyanti M. Ndapa Lawa; Valentinus S Taslulu
HINEF : Jurnal Rumpun Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): HINEF : JURNAL RUMPUN ILMU PENDIDIKAN (EDISI JANUARI 2026)
Publisher : FKIP Universitas Citra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/hinef.v5i1.1917

Abstract

Abstract. This study aims to describe the kinship relation between Uab Meto (UM) and Rote language (BR) through phonemic correspondences; the degree of kinship between UM and BR from a lexicostatistical perspective; and the margin of error and period of divergence between UM and BR from a glottochronological perspective. This research employs a qualitative-quantitative design. Data collection was conducted through structured interviews with the native speakers of UM and BR using the list of 200 basic words of Swadesh. The data collection techniques involved recording and taking notes. The informants of this study were the native speakers of UM and BR, consisting of four native speakers of UM and four native speakers of BR. The method of linguistic feature similarity was used to analyze the data, grouping descendant languages into more closely related language groups. This study employs the lexicostatistical technique, which classifies languages based on the percentage calculation of cognate or associated words, determining and calculating which word pairs are considered related. The glottochronological method was used to reconstruct the initial time of language divergence, in this case, between UM and BR. The results of the data analysis are presented both formally and informally. The findings indicate that UM and BR belong to the same language family, namely the Austronesian language family. This classification was based on lexicostatistical calculations, which showed a kinship level of 39%. Regarding phonemic correspondences, changes or alternations of phonemes—both vowels and consonants—between UM and BR generally occur due to articulation influences, such as changes in the place or manner of articulation. Meanwhile, based on the time of divergence calculation, UM and BR are predicted to have separated from a proto-language, that is, the Austronesian language, around 265–37 BCE (counted from the year 2025). Keywords: Language Kinship Relation; Uab Meto; Rote Language; Comparative-Historical Linguistics Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan relasi kekerabatan Uab Meto (UM) dan bahasa Rote (BR) melalui korespondensi fonemis; tingkat persentasi kekerabatan UM dan BR dari sisi leksikostatistik; dan jangka salah dan waktu pisah UM dan BR dari sisi glotokronologi. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif-kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara terstruktur terhadap informan penutur asli UM dan BR menggunakan daftar 200 kosakata dasar Swadesh. Teknik pengumpulan data adalah merekam dan mencatat hasil wawancara dengan para informan dengan rincian empat penutur asli UM dan empat penutur asli BR. Para informan merupakan gabungan laki-laki dan perempuan. Metode kesamaan ciri-ciri linguistik digunakan untuk menganalisis data berdasarkan pengelompokan bahasa turunan ke dalam suatu kelompok bahasa yang lebih dekat hubungannya. Penelitian ini mengadopsi teknik leksikostatistik, yang berfungsi untuk mengelompokkan bahasa berdasarkan perhitungan persentase kata kognat atau kata kerabat, menetapkan dan menghitung pasangan-pasangan mana yang merupakan kata berkerabat. Metode glotokronologi digunakan untuk merekonstruksi waktu awal terjadinya pemisahan suatu bahasa dalam hal ini UM dan BR. Hasil analisis data disajikan secara formal dan informal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa UM dan BR masuk dalam keluarga (family) bahasa yang sama, yakni keluarga bahasa Austronesia. Penggolongan ini dilakukan berdasarkan perhitungan leksikostatistik dengan tingkat kekerabatan 39%. Mengenai korespondensi fonemis, perubahan atau pertukaran fonem, baik vokal maupun konsonan antara UM dan BR pada umumnya terjadi karena pengaruh artikulasi, yaitu perubahan atau pertukaran tempat atau cara artikulasi. Sementara itu, berdasarkan perhitungan waktu pisah, UM dan BR diprediksi berpisah dari suatu bahasa proto, yakni bahasa Austronesia, sekisar tahun 265-37 sebelum masehi (dihitung dari tahun 2025).Kata Kunci: Relasi Kekerabatan Bahasa; Uab Meto; Bahasa Rote; Linguistik Historis Komparatif
KETERBATASAN APLIKASI GRAMMARLY DALAM MENGOREKSI TEKS REVIEW JURNAL INTERNASIONAL NON-SCOPUS MAHASISWA SEMESTER 3 UNIVERSITAS CITRA BANGSA Selfiana Triyanty Ndapa Lawa; Viktorius Paskalis Feka; Roswita Lioba Nahak
HINEF : Jurnal Rumpun Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): HINEF : JURNAL RUMPUN ILMU PENDIDIKAN (EDISI JANUARI 2026)
Publisher : FKIP Universitas Citra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/hinef.v5i1.1926

Abstract

Abstract. This study aims to analyse the limitations of the Grammarly application in correcting non-Scopus international journal review texts written by university students, particularly in terms of coherence and logical argumentation. This study employed a qualitative approach using descriptive analysis to provide an in-depth description of Grammarly’s limitations in analysing substantive linguistic aspects. The research subjects were third-semester students of the English Education Study Program at Citra Bangsa University who were enrolled in the Advanced Writing course. Purposive sampling was applied with the criterion that research subjects actively used Grammarly in completing non-Scopus international journal review assignments. The research instruments included students’ journal review documents, a manually assessed error analysis rubric, and interview guidelines. The results showed that Grammarly was effective in detecting technical and mechanical errors at the surface level of language, such as typographical errors, spacing issues, incomplete sentence structures, inappropriate word choices, and ambiguous sentences. However, Grammarly demonstrated significant limitations in identifying errors related to coherence, inter-sentential cohesion, and academic argument logic, including semantic contradictions and illogical cause-and-effect relationships. These findings indicate that Grammarly is not yet capable of replacing manual evaluation in assessing the substantive quality and academic argumentation of student writing. Therefore, the use of Grammarly should be combined with manual assessment to achieve a more comprehensive and in-depth evaluation of students’ academic writing quality. Keywords: Limitations, Grammarly, Academic review texts, International journal Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis keterbatasan aplikasi Grammarly dalam mengoreksi teks review jurnal internasional non-Scopus yang ditulis oleh mahasiswa, khususnya pada aspek koherensi dan logika argumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif untuk menggambarkan secara mendalam fenomena keterbatasan Grammarly dalam menganalisis aspek kebahasaan yang bersifat substansial. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester 3 Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Citra Bangsa yang sedang menempuh mata kuliah Advanced Writing. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria yakni mahasiswa yang secara aktif menggunakan Grammarly dalam menyusun tugas review jurnal internasional non-Scopus. Instrumen penelitian yang digunakan yakni dokumen hasil review jurnal mahasiswa, rubrik analisis kesalahan yang diperiksa secara manual, serta panduan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Grammarly merupakan aplikasi yang efektif dalam mendeteksi kesalahan teknis dan mekanis pada level permukaan bahasa, seperti kesalahan pengetikan huruf, penggunaan spasi, struktur kalimat yang tidak lengkap, pilihan kata yang kurang tepat, serta kalimat ambigu. Namun, Grammarly memiliki keterbatasan signifikan dalam mendeteksi kesalahan pada aspek koherensi, kohesi antar kalimat, serta logika argumen akademik, termasuk kontradiksi makna dan hubungan sebab-akibat yang tidak logis. Temuan ini menunjukkan bahwa Grammarly belum mampu menggantikan peran evaluasi manual dalam menilai kualitas substansi dan argumentasi akademik. Oleh karena itu, penggunaan Grammarly perlu dikombinasikan dengan penilaian manual agar kualitas tulisan akademik mahasiswa dapat dinilai secara lebih komprehensif dan mendalam. Kata Kunci: Keterbatasan, Grammarly, Teks Review, Jurnal Internasional
STRATEGI AKOMODASI KOMUNIKASI MASYARAKAT BEKAS PENGUNGSI TIMOR-TIMUR DI DESA MANUSAK Agnes Maria Diana Rafael; Viktorius P. Feka; Selfiana T. M. Ndapa Lawa
HINEF : Jurnal Rumpun Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): HINEF : JURNAL RUMPUN ILMU PENDIDIKAN (EDISI JANUARI 2026)
Publisher : FKIP Universitas Citra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/hinef.v5i1.1930

Abstract

Abstract. This paper examines the ways of accommodation made by former East Timorese refugees in Manusak Village when they communicate with other members of the community who are native residents of Kupang district and communicate using Kupang Malay Languages. The research method applied is descriptive-qualitative method. Data is collected by observation method or by recording technique and note taking technique. From the results of the discussion, the communication accommodation strategy for former East Timorese refugees who have settled in Manusak village is through communication convergence and divergence. Convergence and divergence of communication occurs when the community chooses to communicate with the aim of maintaining friendship, maintaining intimacy, respecting the interlocutor, and preserving culture. Keywords: Accommodation Communication, Convergence, Divergence Abstrak. Tulisan ini mengkaji cara akomodasi komunikasi yang dilakukan oleh masyarakat bekas pengungsi Timor-Timur di Desa Manusak pada saat mereka berkomunikasi dengan warga masyarakat lainnya yang merupakan warga asli kabupaten Kupang dan berkomunikasi menggunakan BMK. Metode penelitian yang diaplikasikan adalah metode deskriptif-kualitatif. Data dikumpulkan dengan metode observasi atau dengan teknik rekam dan teknik catat. Dari hasil pembahasan maka strategi akomodasi komunikasi warga bekas pengungsi Timor Timur yang telah menetap di desa Manusak adalah melalui konvergensi dan divergensi komunikasi. Konvergensi dan divergensi komunikasi terjadi dipilih oleh warga masyarakat tersebut pada saat berkomunikasi dengan tujuan untuk mempertahankan tali silaturahmi, menjaga keakraban, menghormati lawan bicara, dan melestarikan budaya.Kata Kunci: Akomodasi Komunikasi, Konvergensi, Divergensi
Relasi Alam Dan Manusia Pada Leksikon Baju Adat Mollo Selatan : Kajian Ekolinguistik: Nature-Human Interconnectedness in the Lexicon of Southern Mollo Traditional Attire: Exolinguistic Inquire Agnes Rafael; I Wayan Simpen; Viktorius P. Feka; Yosefina H. Jem
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 18 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/9p861y97

Abstract

One of the phenomena in wearing traditional South Mollo clothes is the Pilu pattern (head cover) for Usif (king) who resembles a deer, containing the philosophy of “Lus tae Nonoa on the head” a symbol of glory, power, and might. The Timor deer (Cervus Timorensis) is an endemic animal typical of TTS Regency, which is now almost extinct. One of the causes of the criticism of the Timor deer ecosystem is the reduction in the original habitat of the Timor deer, namely in the hills and mountains that have become residential areas and tourist attractions. Therefore, it is not surprising that there is a common thread between the extinction of several endemic animals that represent local wisdom of human relations with nature in South Mollo traditional clothes and the reduced use of lexicon of South Mollo traditional clothes in everyday life. This phenomenon serves as the foundation for examining the lexicons of elements and components forming South Mollo traditional dress, along with their philosophical meanings. This study applied a qualitative method with a phenomenological approach, gathering data through in-depth interviews and field observations. The results identified 27 lexicon[JW1]  on the traditional clothes of South Mollo and there are 10 meanings contained in the traditional clothes of South Molo, namely friendship and brotherhood maun uaf (betel fruit), maun of (betel leaf), and puah (betel nut), and los (betel leaf). chalk)); power (besimnasi/crocodile), might (besimnasi/crocodile), strength (lus/deer), simplicity (lus/deer), honesty (monk/gecko), consistency (pah/earth), life (pah/ground, oel/ water), warmth (heat/sun), and protection and dignity, (beti/blanket and tais/sarong
PELATIHAN MODUL AJAR BERBASIS PJBL: INTEGRASI PENDIDIKAN PERUBAHAN IKLIM  DALAM INTRAKURIKULER BAGI GURU-GURU DI SDI BARAI 2 Roswita Lioba Nahak; Radka Bodkova Koli; Selfiana T.M Ndapa Lawa; Viktorius Paskalis Feka; Agnes M.D Rafael; Khatrin J Taku Neno
Pengabdian Masyarakat Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026): JURNAL PEMIMPIN - PENGABDIAN MASYARAKAT ILMU PENDIDIKAN - Edisi Agustus 2026
Publisher : FKIP Universitas Citra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/160wnb07

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi 17 guru SDI Barai 2 Ende dalam menyusun modul ajar berbasis PjBL terintegrasi isu perubahan iklim dan mitigasi bencana longsor. Melalui pendekatan partisipatif dengan evaluasi kuantitatif, pelatihan ini mencakup workshop perancangan hingga penilaian produk. Hasil kegiatan membuktikan peningkatan signifikan nilai rata-rata tes dari 51,04 menjadi 85,88. Produk modul ajar yang dirancang dinyatakan sangat layak dengan skor 91,67%, efektif memperkuat pembelajaran kontekstual mitigasi bencana. 
AN ANALYSIS OF THE GENETIC RELATIONSHIP OFROTE AND SABU LANGUAGES Fander Wewo; Lanny I. D. Koroh; Viktorius P. Feka
HINEF : Jurnal Rumpun Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): HINEF : JURNAL RUMPUN ILMU PENDIDIKAN (EDISI AGUSTUS 2026)
Publisher : FKIP Universitas Citra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/xdn2df40

Abstract

This study is to determine the relationship, presentation, and time of separation between the Rote and Sabu languages. The theory used in this study is comparative historical linguistics using a 200-word Morrish Swadesh list. The analytical techniques employed in this study are lexical-statistical and glottochronological methods. The target population of this study consists of individuals from Rote and Sabu in Kupang City, with three participants from each language group. Data collection in this study was conducted by creating a Morrish Swadesh list and using recording techniques. The results of this study indicate that the kinship relationship between the Rote and Sabu languages is at the language family group level, as their relationship is only 16%. Meanwhile, the Rote and Sabu languages diverged in 2,282 BCE. The author's suggestion regarding this research is that readers understand and provide criticism of this research. For future researchers, further analysis is needed to find out the closest kinship sub-branch or the greater percentage of kinship between the Rote language and the Sabu language.