Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Rebranding Desain Kemasan Tombo Coffee untuk Meningkatkan Brand Awareness Arivianto, Rendy; Rahmawati, Anik
Jurnal Teknik Informatika dan Desain Komunikasi Visual Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Teknik Informatika dan Desain Komunikasi Visual
Publisher : Fakultas Komputer Dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/jtd.v4i2.03

Abstract

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara penghasil kopi terbaik di dunia dengan dua jenis utama, yaitu arabika dan robusta. Kopi robusta memiliki produksi yang lebih tinggi dan banyak dikembangkan di wilayah-wilayah potensial seperti Desa Tombo, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Desa ini menghasilkan kopi robusta yang khas dan menjadi komoditas unggulan yang diolah oleh pelaku usaha lokal, salah satunya Tombo Coffee. Usaha ini tidak hanya menyajikan minuman kopi seduh, tetapi juga memasarkan bubuk kopi kemasan. Namun, di tengah persaingan pasar kopi yang semakin ketat, Tombo Coffee menghadapi tantangan dalam memperkuat daya tarik produknya karena desain kemasan yang masih sederhana, yaitu menggunakan standing pouch dengan label stiker. Kondisi ini mengurangi nilai estetika dan daya saing produk di pasar yang lebih luas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis branding kemasan Tombo Coffee sebelum dan sesudah dilakukan rebranding. Strategi desain kemasan yang tepat diharapkan dapat meningkatkan daya tarik visual, memperkuat identitas merek, dan mendorong peningkatan brand awareness konsumen terhadap produk kopi lokal tersebut.
Rebranding Soklat Brew Batang dan Aplikasinya pada Media Promosi Kurniawan, Dedy; Rahmawati, Anik; Nilda Syah, Naziah
Jurnal Teknik Informatika dan Desain Komunikasi Visual Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Teknik Informatika dan Desain Komunikasi Visual
Publisher : Fakultas Komputer Dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/jtd.v4i2.04

Abstract

Soklat Brew is a chocolate beverage business formerly known as Chocolate Mas Mboy Semarang. The renaming represents an adaptive strategy in response to the evolving trends of contemporary beverage markets and aims to establish a more modern brand image. However, this name transformation has not yet been supported by a strong visual identity and consistent promotional strategies. This study aims to redesign the visual identity of Soklat Brew Batang using the Robin Landa method, which consists of the stages of orientation, analysis, concept development, design, and implementation. The outcome of this design process includes a new logo, tagline, and a comprehensive visual identity system applied across various promotional media, both digital and print such as packaging, merchandise, social media, and booth displays. All visual elements are compiled into a Graphic Standard Manual to ensure consistent brand application. Through this approach, Soklat Brew is expected to enhance its market competitiveness and broaden its market reach.
Perancangan Aplikasi Interaktif Berbasis Augmented Reality AR Dengan Tema Dinosaurus Untuk Anak Usia Dini Prasetya, Bima; Rahmawati, Anik
Jurnal Teknik Informatika dan Desain Komunikasi Visual Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Teknik Informatika dan Desain Komunikasi Visual
Publisher : Fakultas Komputer Dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/jtd.v4i2.06

Abstract

The advancement of digital technologi has led to the emergence of interactive learning media. One such innovation is Dinoland, an educational application utilizing augmented reality (AR) designed to introduce and foster children’s interest in dinosaurus and othe prehistoric subjects. The development process follows the glass box design methode, which includes four key stages: preparation, incubation, illumination and verification. Dinoland presents engaging educational content through 3D visual, child-friendly charcter, and interactive features that encourage user participation. Additionally, the application is supported by complementary tools such as puzzles, flashcards and educational calender. With these feature, Dinoland aims to be an effective and innovative learning medium that can be widely accessed through digital platforms like the google play store 
Integrasi Nilai Budaya Islami Dalam Motif Batik Pelo Ati Untuk Pemberdayaan Sosial dan Ekonomi Kreatif Komunitas Rifaiyah Tetha Agustina, Menik; Rahmawati, Anik; Anisah, Laelatul
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2025): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v4i4.2126

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keberdayaan Komunitas Batik Rifaiyah Desa Kalipucang Wetan melalui integrasi nilai budaya Islami dalam motif batik “Pelo Ati” sebagai inovasi seni Nusantara yang berdaya sosial dan ekonomi. Program ini dilatarbelakangi oleh permasalahan utama berupa belum optimalnya keberlanjutan seni batik Rifaiyah sebagai ruang ekspresi kreatif masyarakat, keterbatasan keterampilan inovasi produk, serta lemahnya aspek pemasaran digital. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan secara partisipatif melalui beberapa tahapan, meliputi sosialisasi, pelatihan keterampilan desain dan diversifikasi produk, penerapan teknologi dalam pembuatan kemasan dan promosi digital, pendampingan berkelanjutan, serta evaluasi hasil. Kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa lintas disiplin dari bidang Desain Komunikasi Visual, Psikologi, dan Teknik Industri. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan komunitas dalam berinovasi produk, mengelola media sosial, serta merancang strategi pemasaran digital. Komunitas Batik Rifaiyah berhasil menciptakan sepuluh produk baru berbasis motif Islami dengan kemasan kreatif dan membangun platform digital sebagai media promosi. Dampak kegiatan terlihat dari meningkatnya partisipasi generasi muda serta terwujudnya kolaborasi antara akademisi, masyarakat, dan pemerintah daerah. Program ini didanai oleh Kemendiktisaintek melalui skema pendanaan Program Inovasi Seni dan Nusantara (PISN) Tahun Anggaran 2025. Rekomendasi kegiatan ke depan adalah pembentukan Creative Hub Rifaiyah dan perluasan jejaring pemasaran digital agar keberlanjutan ekonomi kreatif berbasis nilai Islami dapat terus berkembang.
Analisis Semiotika Motif Batik Encim Sebagai Hasil Akulturasi Budaya Jawa, Tiongkok, dan Eropa Rahmawati, Anik
Jurnal Teknik Informatika dan Desain Komunikasi Visual Vol 5 No 1 (2026): Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknik Informatika dan Desain Komunikasi Visual
Publisher : Fakultas Komputer Dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/ywj71777

Abstract

Batik Encim Pekalongan merupakan artefak budaya yang secara visual merekam dinamika akulturasi antara masyarakat lokal Jawa dan peranakan Tionghoa di wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk membedah manifestasi akulturasi budaya tersebut melalui analisis tanda visual pada motif-motif utamanya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotika triadik Charles Sanders Peirce, yang membagi tanda ke dalam elemen representamen, objek (ikon, indeks, simbol), dan interpretan. Data penelitian terdiri dari lima spesimen kain Batik Encim pilihan yang mewakili keragaman motif flora dan fauna mitologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Batik Encim berfungsi sebagai sistem tanda hibrida; di mana ikonitas alam (flora-fauna) berpadu dengan indeksasi warna cerah yang mencerminkan keterbukaan sosial, serta simbolisme luhur yang membawa pesan harmoni dan keberuntungan. Temuan ini menegaskan bahwa akulturasi dalam Batik Encim bukan sekadar pengadopsian estetika asing, melainkan bentuk dialog visual yang melahirkan identitas budaya baru di Pekalongan. Analisis ini memberikan kontribusi pada pemahaman mengenai bagaimana kain tradisional mampu menjadi media komunikasi simbolis dalam menjembatani perbedaan budaya.