Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Menara Ilmu

ANALISIS SENYAWA KIMIA PADA BAKSO IKAN TETELAN MERAH TUNA DENGAN PENAMBAHAN JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus)DENGAN METODE GC-MS Rera Aga Salihat, Leffy Hermalena
Menara Ilmu Vol 12, No 2 (2018): Vol. XII No. 2 Januari 2018
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/mi.v12i2.520

Abstract

Tetelan merah tuna memiliki kelemahan yaitu berbau amis sehingga kurang disukai konsumen.Dengan diolah menjadi bakso diharapkan rasa amis ini dapat dihilangkan karena dalam prosespembuatan bakso ikan, diberikan perlakuan seperti pencucian, pengukusan, penambahanbumbu, dan lain-lain. Kebanyakan produk bakso belum mencukupi serat pangan (dietaryfiber), adapun standar kecukupan serat pangan yang dianjurkan yakni 25 gr/2000 kalori atau30 gr/2500 kalori/hari. Penambahan jamur tiram putih terhadap bakso ikan untukmeningkatkan kandungan nilai gizi terutama serat dan protein nabati serta untuk mendapatkantekstur yang kenyal. Penambahan jamur tiram putih sangat berpengaruh terhadap nilai gizi dandaya terima masyarakat. Hasil uji senyawa kimia dengan metoda GC-MS (GasChromatography-Mass Spectroscopy) menunjukkan pada formulasi yang diterima olehmasyarakat yaitu 70 (tetelan merah tuna) : 30 (jamur tiram putih) terdapat senyawa kimia yangdominan yaitu guiene, veridiflorol, patchoulenedanSeychellene.