Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Guided Imagery Relaxation Effectively Lowers Blood Pressure in Hypertension Patients Aliando, Indra; Kayubi, Kayubi; Asyari, Hasim
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v7i2.1203

Abstract

Introduction: Hypertension is a leading risk factor for cardiovascular diseases and is prevalent in various age groups. Effective interventions are needed to manage hypertension, particularly in primary healthcare settings. This study explores the effect of guided imagery relaxation on reducing blood pressure in hypertensive patients at Puskesmas Babadan, Indramayu. Objectives: This study aimed to determine the effectiveness of guided imagery relaxation in lowering systolic and diastolic blood pressure in hypertensive patients. Methods: A pre-experimental design was used involving 30 hypertensive patients from Puskesmas Babadan. Participants underwent a guided imagery relaxation intervention for 15 minutes daily over one week. Blood pressure was measured before and after the intervention. Data were analyzed using paired t-tests to assess changes in blood pressure. Results: The results showed a significant reduction in both systolic and diastolic blood pressure after the intervention. The mean systolic blood pressure decreased from 152.3 mmHg to 140.5 mmHg (p = 0.000), while diastolic blood pressure decreased from 94.6 mmHg to 88.1 mmHg (p = 0.001). Conclusions: Guided imagery relaxation was effective in lowering blood pressure in hypertensive patients. This non-pharmacological approach may be a valuable complementary therapy in managing hypertension in primary healthcare settings. Further research is recommended to explore the long-term effects and the integration of this technique into routine healthcare practices.
EFEKTIVITAS EDUKASI KESEHATAN DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN TENTANG INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS) DI MTs N 3 INDRAMAYU Hasni, Nafisah Itsna; Sohiburoyyan, Robieth; Supriatun, Evi; Asyari, Hasim
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 13, No 1 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v13i1.2580

Abstract

Remaja memiliki keinginan yang tinggi untuk dapat diterima sebagai anggota kelompok teman sebaya. Salah satu hal yang perlu diperhatikan terkait dengan pergaulan remaja adalah interaksi remaja dengan lawan jenis. Perilaku remaja yang berisiko melakukan hubungan seksual tidak aman dipengaruhi oleh banyak sebab, salah satunya adalah pemahaman yang kurang mengenai masalah seksual dan Infeksi Menular Seksual. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas edukasi kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan remaja terkait Infeksi Menular Seksual (IMS) di MTs N 3 Indramayu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan one group pretest–posttest design, dengan jumlah sampel sebanyak 40 siswa, yang dipilih dengan menggunakan Teknik Simple Random Sampling. Edukasi kesehatan dilakukan dalam dua kali pertemuan. Berdasarkan hasil analisis data, disimpulkan bahwa edukasi kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan mengenai Infeksi Menular Seksual (IMS) siswa-siswi MTs N 3 Indramayu.
Effect of Deep Breathing Relaxation and Progressive Muscle Relaxation on Blood Pressure Asyari, Hasim; Rohaedi, Slamet; Marsono, Marsono; Hasni, Nafisah Itsna; Darmawati, Irma
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 5 (2024): May
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i5.6896

Abstract

Hypertension, characterized by diastolic pressure exceeding 90 mmHg and systolic pressure surpassing 140 mmHg, poses a significant health challenge often addressed through pharmacological antihypertensive therapy. This research endeavors to evaluate the impact of complementary interventions, specifically deep breathing relaxation and progressive muscle relaxation, on reducing blood pressure among hypertensive patients within the operational domain of the Kertasemaya Community Health Center in the Indramayu Regency in 2023. Adopting a Quasi-Experimental Design with a Pretest-Posttest and Control Group paradigm, the study engaged a cohort of 70 respondents stratified into intervention and control groups. The intervention group underwent a combined therapy of deep breathing relaxation and progressive muscle relaxation, followed by a meticulous post-test for final observations. Meanwhile, the control group underwent an initial blood pressure measurement (pre-test), a relaxation period of 15-30 minutes, and concluded with a post-test for final measurements. The study revealed a statistically significant influence (p=0.013) on average blood pressure within the intervention group compared to the control group. This disparity was observed both before and after the implementation of deep breathing relaxation and progressive muscle relaxation techniques among hypertensive respondents. These findings underscore the potential efficacy of non-pharmacological interventions in mitigating hypertension and enhancing patient well-being. The combination of deep breathing relaxation and progressive muscle relaxation emerges as a highly effective strategy in reducing blood pressure among hypertensive individuals. This integrative therapeutic approach showcases promising potential for promoting cardiovascular well-being, offering a valuable non-pharmacological avenue for hypertension management
Geber Madu Ayu, Gerakan Bersama Memajukan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Kabupaten Indramayu Indra Ruswadi; Nengsih Yulianingsih; Hasim Asyari; Masliha Masliha
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 2 No. 3 (2022): September : Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v2i3.439

Abstract

The Integrated Service Post, known as Posyandu, is the front line in health services and other multifunctional services. However, at this time its existence has not been seen optimally, this is due to the lack of Posyandu implementers and managers in understanding the existence of Posyandu, so that reports on Posyandu activities that should be carried out in stages have not been carried out optimally, besides that there is still an assumption that Posyandu belongs to Health people. The objectives of the service activities are: Understanding Geber Madu Ayu, Joint Movement for Advancing Posyandu in Indramayu Regency. Methods: lectures, discussions and simulations. The results of the activity: All management of the Posyandu, Village Working Group, District Pokjanal and District Posyandu Pokjanal understand the importance of the Joint Movement to Promote Integrated Service Posts (Posyandu) in Indramayu Regency. Conclusion: The Joint Movement to establish a posyandu in Indramayu has been received and received a good response from stakeholders. Suggestion: Posyandu administrators at every level should increase their commitment to advancing posyandu by involving related elements, ranging from academics, business people, communities and media as well as advocating for regional/government heads.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG DIABETES MELLITUS DENGAN KEPATUHAN MENJALANI PENGOBATAN PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI KECAMATAN KERTASEMAYA TAHUN 2021 Priyanto Priyanto; Nengsih Yulianingsih; Hasim Asyari
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2022): Maret: Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v2i1.337

Abstract

Prevalensi diabetes di dunia semakin meningkat dari tahun ke tahun. WHO memperkirakan jumlah penderita diabetes di Indonesia akan meningkat secara signifikan dari 8,4 juta pada tahun 2000 menjadi sekitar 21,3 juta pada tahun 2030 (Perkeni, 2006). Prevalensi penyakit diabetes melitus di Provinsi Jawa Barat menempati urutan terbesar  kedua setelah hipertensi yaitu  sebesar  16,53%.  Diabetes mellitus merupakan penyakit metabolik yang disebabkan kelenjar pankreas tidak dapat memproduksi hormone insulin secara kuat. Insulin berpengaruh besar dalam proses metabolisme  glukosa  menjadi energi.  Pasien  diabetes  mellitus  yang  tidak  menjalani pengobatan dengan baik dapat berakibat fatal terhadap kesehatannya, yaitu hiperglikemia yang dapat menyebabkan koma diabetikum bahkan kematian. Pengetahuan tentang Diabetes Mellitus sangat penting diketahui oleh pasien Diabetes Mellitus sehingga ia dapat menjalani pengobatan dengan patuh. Kepatuhan menjalani pengobatan dengan baik dapat mencegah  komplikasi  akibat   Diabetes  Mellitus.  Penelitian  ini  ingin  mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan tentang Diabetes Mellitus dengan kepatuhan menjalani pengobatan pada pasien Diabetes Mellitus di Kecamatan Kertasemaya Kabupaten Indramayu.
DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA DENGAN SELF ASSESSMEN SADARI BERBASIS APLIKASI ANDROID PADA DINAS KESEHATAN KABUPATEN INDRAMAYU Nurohmat Nurohmat; Hasim Asyari; Marsono Marsono; Moh.Ali Fikri
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2022): November: Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v2i3.476

Abstract

Kanker payudara (Carcinoma mammae) merupakan keganasan yang tumbuh di jaringan payudara, sama seperti halnya jenis kanker lainnya, seringkali tidak terdeteksi dan baru disadari oleh penderitanya saat sudah terlanjur masuk stadium lanjut. Kanker Payudara adalah penyebab utama kematian kedua pada wanita saat ini, menempati posisi tertinggi (bersama kanker paru-paru). Untuk penambahan jumlah kasus terbanyak, sebanyak 16,5% atau 65.858 kasus baru kanker payudara telah terdeteksi dan kasus ini merupakan yang terbanyak di Indonesia. Adapun angka kematian akibat kanker ini menempati posisi kedua, dengan jumlah kasus sebanyak 22.430 atau 9,6% dari seluruh total kematian akibat kanker. Faktor pencetus kanker umumnya tidak diketahui, dihubungkan dengan riwayat keluarga kanker payudara, menstruasi dini atau kemungkinan faktor risiko lainnya. Sulit untuk memastikan, salah satu dari kita bisa beresiko, terutama saat kita berusia 40 ke atas. Salah satu cara paling mudah untuk mendeteksi kanker payudara adalah dengan periksa payudara sendiri (SADARI) (Indria Desanti & Sunarsih, 2010). Lantas, kapan gerakan SADARI harus dilakukan dan bagaimana caranya? Hal ini seringkali menjadi kendala karena ketidaktahuan dan kekhawatiran akibat ketidaksiapan menerima vonis bila dirinya mengalami kanker. Dengan adanya bantuan teknologi informasi, segala proses pengolahan data dalam sistem bisa dilakukan di berbagai tempat yang berbeda sehingga bisa lebih efektif dan efisien. Oleh sebab itu, maka kami mengembangkan suatu sistem yang diharapkan dapat membantu masyarakat dapat melakukan deteksi dini secara sederhana, untuk mengenali tanda dan gejala kanker payudara melalui pemeriksaan payudaya sendiri (SADARI) menggunakan aplikasi berbasis android. Dengan adanya sistem ini diharapkan dapat mengetahui mengenai tanda dan gejala yang mengarah pada indikasi kanker payudara menggunakan aplikasi berbasis android, yang didalamnya dapat memberikan informasi tentang pengetahuan kanker payudara dan Sadari, mengenal cara pemeriksaan payudara sendiri, menggunakan daftar tilik yang sudah terintegrasi dalam aplikasi, sehingga secara dini dapat melakukan deteksi secara sederhana terhadap indikasi keganasan untuk dapat ditindaklanjuti segera pada fasilitas esehatan terdekat
The Influence of Adolescent Resilience on Premarital Sexual Behavior Hasim Asyari; Lisna Anisa Fitriana; Marsono; Kayubi
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 2 (2025): February
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i2.10186

Abstract

Adolescent resilience to premarital sexual behavior refers to the ability of individuals (adolescents) to face and overcome the pressure of premarital sexual behavior in everyday life in a healthy and productive way, namely the ability to adapt to situations by providing responses to improve themselves. Adolescents' permissive attitude towards premarital sexual behavior is associated with low levels of reproductive health knowledge, higher exposure to pornographic media, strong negative group influences, weak parental roles, low religious beliefs and negative environmental influences. This study aims to analyze and explain the relationship between the characteristics of D3 nursing students in Indramayu Regency, internal and external factors, and adolescent resilience to premarital sexual behavior, and to identify the most dominant types of variables. This type of research is an explanatory study with a cross-sectional approach. The respondents were D3 nursing students at both universities in Indramayu Regency totaling 175 respondents. Data were collected using a survey instrument. Data analysis: The analytical approach to this study used univariate techniques, bivariate techniques using the chi-square test, and multivariate techniques using multiple logistic regression tests. This study shows intermediate results, in the univariate test of survey recapitulation of 175 respondents, the majority are: female 140 people (80%), have studied MK Kep. Maternity 113 people (64.6%), live with parents 120 people (68.6%), have high low resilience levels 88 people (50.3%), have good knowledge 119 people (68%), have a permissive attitude 75 people (42.9%), have a strong understanding of religious norms 107 people (61.1%), strong role of parents 118 people (67.4%), positive role of peers 126 people (72%), positive influence of pornographic media 104 people (59.4%) and positive environmental influence 117 people (66.9%)