Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pendampingan Umkm Dalam Penggunaan Digital Marketing Pengelola Desa Wisata Perlang, Kabupaten Bangka Tengah Yusuf, Yusuf; Christianingrum, Christianingrum; Fauzi, Padlun
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4692

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan pada tahun 2024 oleh Universitas Terbuka dan Universitas Bangka Belitung ini, tepatnya beberapa waktu yang lalu memiliki tujuan untuk melakukan penyuluhan dan pendampingan kegiatan digital marketing pada komunitas UMKM pengelola Desa Wisata Perlang, Bangka Tengah, bentuk pendampingan yang dilakukan adalah pengembangan wisata dengan memberikan edukasi mengenai pengelolaan desa wisata dan memberikan pengarahan tentang pemanfaatan media sosial, penerapan manajemen pemasaran produk serta pelatihan digital marketing. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada tanggal 27 Juni dan 04 Oktober 2024 dengan menggunakan metode kolaboratif, dengan memperkenalkan tentang desa wisata dan juga mengenai penggunaan media sosial untuk branding dan marketing, pelatihan digital marketing dan juga peserta bersama narasumber langsung terjun ke lapangan untuk meninjau UMKM dan pengelola desa wisata sebagai bentuk pelatihan dan pemahaman terhadap kegiatan branding dan juga packaging produk-produk UMKM. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat mengenai digital marketing dengan peserta sebanyak 30 orang yang terdiri dari pengelola Desa Wisata dan juga masyarakat sekitar pelaku UMKM. Untuk pelaksanaan program ini telah berjalan dengan lancar dan kehadiran peserta mencapai 90%. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola potensi desa wisata mereka sehingga tercapailah branding yang maksimal untuk mendatangkan dan memperkenalkan Desa Wisata Perlang ke khalayak umum.
Transformasi Bumdes: Pelatihan Digital Marketing dan Pendampingan Laporan Keuangan untuk Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Christianingrum, Christianingrum; Yunita, Anggraeni; Manik, Jeanne Darc Noviayanti; Novyanti, Indah
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 16, No 4 (2025): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v16i4.24836

Abstract

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Rebo, Bangka, memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dengan mengoptimalkan sumber daya alam seperti pertanian dan perikanan, yang menjadi mata pencaharian utama penduduk. Program pengabdian berjudul Transformasi BUMDes: Pelatihan Digital Marketing dan Pendampingan Laporan Keuangan untuk Meningkatkan Kemandirian Ekonomi bertujuan untuk memperkuat manajemen BUMDes melalui pelatihan intensif dalam pemasaran digital, laporan keuangan, dan perencanaan bisnis. Program ini berfokus pada peningkatan kapasitas pengurus BUMDes untuk meningkatkan transparansi keuangan, merancang strategi bisnis yang efektif, dan memperluas akses pasar melalui platform digital. Hasil yang diharapkan meliputi tata kelola operasional yang lebih baik, laporan keuangan yang lebih akurat, serta peningkatan visibilitas dan penjualan produk. Perubahan ini akan berkontribusi secara signifikan pada perkembangan ekonomi desa, mendorong keberlanjutan dan kemandirian finansial jangka panjang. Kerjasama antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan BUMDes sangat penting untuk memastikan keberlanjutan program ini dan kesesuaian dengan tujuan pembangunan daerah. Pendampingan berkelanjutan akan membantu pengurus BUMDes untuk mengimplementasikan dan mempertahankan pengetahuan yang didapat, mendorong pertumbuhan dan pemberdayaan ekonomi Desa Rebo.
Peningkatan Life Skill Melalui Pelatihan Kewirausahaan dan Pembukuan Sederhana sebagai Upaya Job Preparation bagi Anak Panti Asuhan Yatim dan Dhuafa Christianingrum; Sumar; Muhammad Qomaruddin Ridwan
Jurnal Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i3.4116

Abstract

Abstrak Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang dihadapi oleh panti asuhan Yatim dan Dhuafa Muhammadiyah Belitung Timur. diketahui terdapat empat permasalahan utama yang dihadapi oleh pengurus serta anak-anak panti asuhan, yaitu: Keterbatasan Skill dalam Pembuatan Produk Kuliner, belum mampu melakukan pengemasan yang menarik, belum mengetahui cara pemasaran produk yang menarik serta belum mampu menyusun atau menggunakan aplikasi pembuatan laporan keuangan. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi oleh panti asuhan tersebut maka pengabdi merumuskan solusi yang perlu dilakukan untuk mengasah kemampuan para penghuni panti asuhan. Pelatihan kewirausahaan diwujudkan melalui pelatihan pembuatan produk yang bernilai jual sehingga bisa menambah pemasukan panti asuhan untuk kegiatan operasional. Pelatihan pencatatan keuangan sederhana dan pembekalan pencatatan keuangan menggunakan aplikasi, serta pemberian buku saku sebagai pedoman pencatatan keuangan sederhana dan pencatatan keuangan usaha dalam aplikasi smart phone. Pelatihan ini dilaksanakan sebagai upaya Peningkatan life skill dan Job Preparation bagi Penghuni panti setelah mereka meningggalkan panti nantinya. Kata Kunci: life skill, Job Preparation, Kewirausahaan, Kuliner, Laporan keuangan Abstract This activity was motivated by the problems faced by the Orphan orphanage and Dhuafa Muhammadiyah East Belitung. it is known that there are four main problems faced by the management and children of the orphanage, namely: Limited Skills in Making Culinary Products, not being able to do attractive packaging, not knowing how to market attractive products and not being able to compile or use financial report making applications. Based on the problems faced by the orphanage, the service provider formulates solutions that need to be done to hone the abilities of the orphanage residents. Entrepreneurship training is realized through training on making products that are of selling value so that they can increase the income of orphanages for operational activities. Simple financial recording training and financial recording debriefing using the application, as well as providing pocketbooks as a guide for simple financial recording and business financial recording in smart phone applications. This training is carried out as an effort to improve life skills and Job Preparation for nursing home residents after they leave the home later. Keywords: life skills, Job Preparation, Entrepreneurship, Culinary, Financial reports
Enhancing digital competence and entrepreneurial orientation in vocational education: Innovations for SMEs in West Java's fashion industry Asti Nur Aryanti; Suryana Suryana; Heny Hendrayati; Chairul Furqon; Hari Mulyadi; Christianingrum Christianingrum; Palupi Permata Rahmi; Shintia Permata; Jumadil Saputra
Jurnal Pendidikan Vokasi Vol. 14 No. 3 (2024)
Publisher : ADGVI & Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpv.v14i3.72376

Abstract

The creative economy is vital for Indonesia's economic growth, especially during a global slowdown. It boosts employment and export values, with culinary, crafts, and fashion leading the way. In 2022, fashion, culinary, and crafts had the highest export values. West  Java is a standout province in this industry. The UMKM Juara program aims to expand markets and digitalize MSMEs. Technology and digital tools are reshaping the business landscape, and the creative industry must embrace these advancements to succeed financially. The purpose of this study was to investigate the effect of digital innovation on business success as a mediator between digital entrepreneurship competence and digital entrepreneurship orientation. The methodology employed was descriptive verification with a quantitative approach. Data were collected using questionnaires. The sampling technique employed was non-probability sampling with purposive sampling, yielding a sample of 306 West Java UMKM Juara in the Fashion Subsector. SEM-AMOS was used to analyze the data in this research. The research findings revealed that digital entrepreneurship competence had a direct and positive effect on business success. Likewise, digital entrepreneurship orientation had a positive effect on business success. Digital innovation mediated digital entrepreneurship competence towards business success. However, digital innovation did not mediate digital entrepreneurship orientation on Business Success.  This findings can be used to improve vocational education curricula or strengthen training programs related to developing digital competencies among learners.
Digital Readiness, Agility, and Creativity as Drivers of Competitive Advantage in the Creative Industry Asti Nur Aryanti; Christianingrum Christianingrum
International Journal of Applied Business and International Management Vol 11, No 1 (2026): April 2026
Publisher : AIBPM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32535/ijabim.v10i3.4629

Abstract

This study examines the role of digital readiness in enhancing the competitiveness of creative industry MSMEs by analyzing its relationship with digital agility and digital creativity. It specifically investigates how digital readiness directly and indirectly influences digital competitiveness through the mediating roles of digital agility and digital creativity. Using a quantitative approach with Structural Equation Modeling (SEM), this study analyzes data from micro, small, and medium enterprises (MSMEs) operating in the creative industry sector, particularly the fashion, culinary, and craft subsectors, in West Java, Indonesia. The findings reveal that digital readiness significantly influences digital agility, digital creativity, and digital competitiveness. Digital agility positively affects both digital creativity and digital competitiveness, while digital creativity significantly contributes to strengthening digital competitiveness. The results also indicate that digital agility and digital creativity jointly mediate the relationship between digital readiness and digital competitiveness. These findings suggest that digital readiness serves as a fundamental capability that enables MSMEs to adapt quickly to digital transformation, stimulate creativity, and improve their competitiveness in digital markets. The integration of readiness, agility, and creativity forms a strategic synergy that supports the sustainability and competitive advantage of creative industry businesses. This study contributes to the literature by developing an integrated framework linking digital readiness, digital agility, and digital creativity to digital competitiveness within the MSME creative industry context. Practically, the findings offer insights for MSME managers and policymakers to strengthen digital infrastructure, develop digital competencies, and encourage innovative practices to improve competitiveness in the digital economy. Its novelty lies in proposing a comprehensive digital competitiveness model that positions digital agility and digital creativity as key mediating mechanisms linking digital readiness to competitive advantage in the creative industry.
Implementasi SmartKuliner Babel Berbasis Manajemen Usaha dan Pemasaran Digital pada Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) Pangkalpinang: Pengabdian Christianingrum Christianingrum; Nizwan Zukhri; Adi Widianto
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7756

Abstract

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner memiliki peran penting dalam perekonomian daerah, namun masih menghadapi berbagai permasalahan dalam pengelolaan usaha dan pemanfaatan teknologi digital. Kondisi tersebut juga ditemukan pada pelaku UMKM yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) Pangkalpinang, khususnya dalam pencatatan transaksi, pengelolaan stok bahan baku, perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), dan penyusunan informasi keuangan usaha yang masih dilakukan secara sederhana dan belum terintegrasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendukung penguatan manajemen usaha dan pemasaran digital melalui implementasi SmartKuliner Babel. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pemberdayaan partisipatif berbasis pemecahan masalah melalui tahapan identifikasi kondisi awal, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. SmartKuliner Babel dirancang sebagai sistem kasir dan manajemen usaha terintegrasi yang mengombinasikan aplikasi Mobile Point of Sale (POS) untuk pencatatan transaksi harian dengan dashboard manajemen berbasis web untuk memantau data penjualan, stok, dan informasi keuangan usaha. Integrasi sistem tersebut diarahkan untuk mendukung peralihan dari pengelolaan usaha yang sebelumnya dilakukan secara manual menuju pengelolaan yang lebih terstruktur dan berbasis data. Melalui penerapan teknologi yang disertai pelatihan dan pendampingan,
Akselerasi Kemandirian Ekonomi UMKM Hasil Perikanan Kota Pangkalpinang Melalui Inovasi Modified Atmosphere Packaging (MAP) dan Manajemen Pemmasaran Modern: Pengabdian Nizwan Zukhri; Christianingrum Christianingrum; Jeanne Darcnoviayanti Manik
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7757

Abstract

UMKM pengolahan hasil perikanan di Kota Pangkalpinang memiliki potensi ekonomi yang besar, namun masih menghadapi permasalahan berupa keterbatasan teknologi pengemasan dan pascapanen, pengendalian mutu, pengelolaan usaha, serta jangkauan pemasaran yang masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian usaha UMKM hasil perikanan melalui integrasi teknologi Modified Atmosphere Packaging (MAP) dengan penguatan manajemen usaha dan pemasaran modern. Kegiatan dilaksanakan bersama UPPKA/UP2K Mentari Ketapang, Kota Pangkalpinang, menggunakan pendekatan pemberdayaan partisipatif dan learning by doing. Program dirancang melalui lima tahapan, yaitu sosialisasi dan penyepakatan program, pelatihan, penerapan teknologi dan inovasi, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan program. Pada tahap implementasi awal, telah dilakukan sosialisasi mengenai manfaat teknologi MAP dan penggunaan kemasan yang baik serta penyerahan tiga set mesin MAP beserta regulator, satu tabung nitrogen, tiga set timbangan, dua set rak susun display, dan berbagai jenis bahan kemasan kepada mitra. Hasil tahap awal menunjukkan tersedianya akses mitra terhadap teknologi pengemasan yang sebelumnya belum dimiliki serta terbentuknya pemahaman awal mengenai pemanfaatan MAP dan kemasan dalam mendukung pengendalian mutu dan nilai tambah produk. Pelatihan operasional MAP, penguatan manajemen usaha, pemasaran digital, dan pendampingan selanjutnya dilakukan untuk mendorong adopsi teknologi secara mandiri. Dampak terhadap umur simpan, susut pascapanen, jangkauan pemasaran, pendapatan, dan peningkatan level keberdayaan belum dapat disimpulkan secara kuantitatif karena mitra masih berada pada tahap awal adaptasi teknologi. Evaluasi baseline–endline akan dilakukan setelah periode implementasi dan pendampingan yang memadai. Program ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi MAP dengan penguatan manajemen dan pemasaran memiliki potensi sebagai pendekatan pemberdayaan UMKM hasil perikanan yang berorientasi pada peningkatan mutu produk dan daya saing usaha.