Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

DETEKSI MOLEKULER VIRAL NERVOUS NECROSIS (VNN) PADA NENER IKAN BANDENG (Chanos chanos) DI BULELENG, PROVINSI BALI Anwar, Anwar; Safitri, Diah Ayu; Budiyati, Budiyati
Jurnal Salamata Vol 6, No 1 (2024): Juni
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/salamata.v6i1.14189

Abstract

Berbagai penyakit baru ditemukan merebak di Indonesia menjadi kendala dalam keberlangsungan usaha budidaya perikanan, termasuk budidaya nener bandeng yang penyebarannya telah menjangkau pasar nasional hingga pasar Asia. Dampak yang dapat timbul akibat infeksi penyakit pada budidaya ikan dapat ditekan dengan penerapan praktik cara budidaya ikan yang baik (CBIB) dan biosekuriti. Analisis resiko skala laboratorium perlu dilakukan sebelum proses distribusi, untuk mendeteksi infeksi Viral Nervous Necrosis (VNN) pada nener bandeng dari hatchery di wilayah Buleleng, Bali.  Data pada kajian ini di kumpulkan dari Laboratorium Pengujian Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (Balai KIPM) Denpasar selama rentang waktu 2022-2023. Metode molekuler yang digunakan untuk mendiagnosis VNN yaitu metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Metode analisis data yang digunakan yaitu penghitungan prevalensi. Berdasarkan data hasil analisis infeksi VNN, prevalensi VNN menunjukkan hasil nol atau tidak ada kasus positif nener terjangkit VNN. Sampel bandeng yang diperiksa tidak menunjukkan gejala klinis, yang mengindikasikan bahwa bandeng bukan merupakan inang spesifik penyebaran virus VNN. Prosedur biosekuriti yang dilakukan yaitu sterilisasi peralatan, sterilisasi lingkungan pemeliharaan, treatment biota, dan sterilisasi area pembenihan. Manajemen pakan dan lingkungan yang terkontrol menjamin kualitas benih yang dihasilkan berkualitas baik sehingga memenuhi standar ekspor. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa nener dari hatchery di Bali aman terjangkit VNN sebagai dampak dari penerapan prosedur biosekuriti yang baik.
Depresi dan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis Assakhya, Ahmad Fuda; Hartoyo, Mugi; Rahayu, Umi Margi; Supriyadi, Supriyadi; Budiyati, Budiyati
Borobudur Nursing Review Vol 5 No 2 (2025): Borobudur Nursing Review Vol 5 No 2 (July-December 2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bnur.14128

Abstract

Latar Belakang : Gagal Ginjal Kronik (GGK) merupakan salah satu penyakit yang membutuhkan terapi hemodialisis. Hemodialisis dapat berdampak pada kondisi psikologis pasien dan dapat menyebabkan depresi. Depresi yang tidak ditangani dapat menurunkan kualitas hidup pasien. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan depresi dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan metode analisis cross-sectional, dilakukan pada 42 sampel yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Skor depresi diukur menggunakan kuesioner BDI-II dan kualitas hidup pasien diukur menggunakan kuesioner KDQOL SF 36. Data penelitian dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata usia responden 54 tahun, berjenis kelamin perempuan (54,8%), tingkat pendidikan terakhir SMA (45,2%), mayoritas tidak bekerja (71,4%) dan lama menjalani hemodialisis >12 bulan (66,7%). Rata-rata responden tidak mengalami depresi (skor=9,93) dan mempunyai kualitas hidup baik (skor=69,97). Terdapat hubungan signifikan skor depresi dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSUD dr. Gondo Suwarno Kabupaten Semarang (p=0,001), dengan koefisien korelasi r = -0,489 yang menunjukkan kekuatan hubungan sedang dan arah hubungan negatif. Kesimpulan : Semakin menurun skor depresi, maka kualitas hidup pasien akan meningkat. Disarankan agar institusi pelayanan kesehatan tetap melakukan pengkajian dini mengenai depresi pada pasien GGK yang menjalani hemodialisis karena depresi berpengaruh terhadap kualitas hidup.