Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

 Edukasi Cerdas Digital Bagi Perempuan Muslim Daerah Transisi Mutimmatul Faidah; Najlatun Naqiyah; Mein Kharnolis
ABISATYA : Journal of Community Engagement Vol. 1 No. 1 (2023): ABISATYA: Journal of Community Engagement
Publisher : Center for Community Service and Science and Technology Marketing - The Institute for Research and Community Service Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abisatya.v1i1.20083

Abstract

Abstract Literasi digital penting diberikan kepada perempuan, tak terkecuali di daerah transisi. Transisi merujuk pada situasi desa yang bergeser dari sosial budaya pedesaan ke perkotaan dengan berbagai konsekuensinya. Tulisan ini bertujuan untuk memetakan aset dan potensi Perempuan muslim desa Sidorukun manyar, mendeskripsikan perencanaan aksi edukasi digital, dan mendeskripsikan pelaksanaan aksi dan evaluasi edukasi digital. Metode yang digunakan adalah model pemberdayaan Asset-based Community Development (ABCD). Literasi digital di kalangan perempuan daerah transisi masih minim, dibutuhkan intervensi berbagai pihak dengan beragam program edukasi dan sosialisasi digital. Perempuan daerah transisi sudah aktif di media sosial sebatas sebagai pengguna. Penipuan berbasis online dengan modus kencan online, jasa peminjaman uang, dan belanja online juga ditemukan. Kekerasan berbasis gender lebih banyak pada kasus visual dan verbal. Edukasi ini memberikan pemahaman ragam platform sosial media dan penggunaanya, kemampuan bersosial media dengan bijak, sigap dan tanggap dalam menghadapi berbagai modus penipuan online. Pelaksanaan aksi ini merekomendasikan perlunya aksi yang massif perluasan dan percepatan literasi digital perempuan dengan metode brainstorming, sharing session, dan diskusi.
Eksplorasi Desain Batik UNESA Berbasis Kangkung Air: Keberlanjutan dan Representasi Identitas Visual Institusi Deny Arifiana; Inty Nahari; Mein Kharnolis
BAJU: Journal of Fashion and Textile Design Unesa Vol 6 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batik, as an Indonesian cultural heritage, holds significant potential to support sustainable fashion, particularly through the exploration of nature-based motifs and the use of more environmentally responsible materials. However, its application as an institutional identity marker remains limited, especially in integrating sustainability values with the visual character of an institution. This study aims to develop a sustainable institutional batik design by adopting the stylization of water spinach (Ipomoea aquatica) as a symbol of ecological growth, combined with visual elements of Universitas Negeri Surabaya (Unesa). The Practice-Led Research method was employed across four stages: pre-design, design, realization, and presentation and evaluation. The study produced ten Unesa batik designs, from which three were selected as the best based on expert assessments using four criteria: functionality, cultural identity and expression, aesthetics, and creativity. The findings indicate that Batik Andaru Tirta UNESA effectively represents both the ecological character and institutional identity of the university. Future research may extend to material testing, the exploration of border motifs, and prototype refinement to support more sustainable production practices.