Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Kejadian Abortus Pada Ibu Hamil Terhadap Frekwensi Seksual Di RSUD Kardinah Tegal Purwanti, Sri; Nasrawati, Nasrawati; Rahayu, Sri
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 3 No 1 (2024): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol3.Iss1.1152

Abstract

Frekwensi seksual merupakan salah satu kebutuhan bagi pasangan suami istri pada awal pernikahan dan mempengaruhi kesehatan seksual pada awal kehamilan seorang ibu. Alasan terbesar untuk penurunan hubungan seksual pada trimester pertama adalah ketakutan akan aborsi (39,45%). Abortus dapat terjadi bila frekwensi seksual tidak terkontrol, dari permasalahan tersebut peneliti akan menganalisis hubungan frekwensi seksual dengan terjadinya abortus pada ibu abortus di Rumah Sakit Umum Daerah Kardinah. Dengan desain penelitian yang digunakan ialah case control. Sampel penelitian adalah ibu hamil yang mengalami abortus dan tidak mengalami abortus yang berjumlah 112 orang Perbandingan sampel kasus kontrol 1:1 (56:56). Instrumen pengumpulan data berupa lembar pengisian. Analisis data mengunakan uji chi square dan OR. Hasil Penelitian: Dari 126 ibu hamil, jumlah kejadian abortus pada ibu hamil di Rumah Sakit RSUD Kardinah Tegal sebanyak 56 orang (44,4%). Dari 112 ibu hamil, frekwensi seksual pada ibu hamil di Rumah Sakit Umum Daerah Kardinah Tegal dalam kategori tidak berisiko sebanyak 73 ibu hamil (65,2%). disimpulkan bahwa ada hubungan frekwensi seksual dengan terjadinya abortus pada ibu abortus di Rumah Sakit Umum Kardinah Tegal tahun 2023 (X2=28,679; pvalue=0,000). Ibu hamil yang frekwensi seksualnya dalam kategori berisiko akan berisiko 11,96 kali mengalami abortus dibandingkan ibu yang frekwensi seksualnya tidak berisiko (OR=11,96; 95%CI= 4,397-32,509).
Penilaian Edukasi Bidan dan Kepatuhan Ibu Hamil melakukan Antenatal Care terhadap Pencegahan Preeklampsia Sarita, Sultina; Nirmawati, Nirmawati; Nasrawati, Nasrawati
Kisi Berkelanjutan: Sains Medis dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2026): Januari-Maret
Publisher : PT Karya Inovasi Berkelanjutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction and Method Preeclampsia is a pregnancy complication that can lead to maternal and fetal morbidity and mortality. This condition is characterized by an increase in blood pressure accompanied by proteinuria occurring after 20 weeks of gestation. This study was a quantitative observational study with a cross-sectional design. The population consisted of 107 third-trimester pregnant women in the working area of BLUD UPTD Puskesmas Perumnas, Kendari City. A sample of 52 respondents was selected. Data was collected using questionnaires and analyzed using the Chi-square test. Result Among the 52 respondents, midwife education assessment was predominantly in the "poor" category (23 respondents; 44.2%), maternal adherence to Antenatal Care (ANC) was mostly "non-adherent" (29 respondents; 55.8%), and preeclampsia prevention efforts were largely in the "not performing" category (30 respondents; 57.7%). Data analysis revealed a significant relationship between midwife education assessment and preeclampsia prevention efforts (Χ2 = 8.649 > Χ2 table = 5.99 p = 0.013 ≤ 0.05). Furthermore, a significant relationship was found between maternal adherence to ANC and preeclampsia prevention efforts (Χ2 = 5.882 > Χ2 table = 3.841 p = 0.016 ≤ 0.05). Conclusion and Recommendation There is a significant relationship between midwife education assessment and maternal adherence to ANC with preeclampsia prevention efforts in the working area of BLUD UPTD Puskesmas Perumnas, Kendari City. Midwives are encouraged to enhance their health education delivery by utilizing accessible and simplified language, particularly regarding preeclampsia prevention. Furthermore, future studies should incorporate additional variables—such as family support, educational attainment, and access to digital health platforms (e.g., pregnancy-related mobile applications)—which may significantly influence adherence levels and the overall effectiveness of preeclampsia prevention efforts.  Contribution to the Sustainable Development Goals (SDGs) This research directly contributes to SDG 3 (good health and well-being), specifically target 3.1, which aims to reduce the maternal mortality ratio. These findings support national health priorities by strengthening the role of primary healthcare (Puskesmas) in early preeclampsia detection and management by optimizing midwife-led education and maternal adherence to antenatal care.