Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

KNIGHT’S TOUR PADA PAPAN CATUR UKURAN 3×n DENGAN ATAU TANPA SATU KOTAK DIREMOVED Nicko Nicko; Mariatul Kiftiah; Fransiskus Fran
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 7, No 2 (2018): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.034 KB) | DOI: 10.26418/bbimst.v7i2.24812

Abstract

Knight’s Tour pada papan catur                          adalah urutan langkah bidak kuda catur pada setiap kotak pada papan catur berukuran , sehingga tidak ada kotak yang dikunjungi lebih dari satu kali. Knight’s Tour pada papan ukuran  dengan atau tanpa satu kotak diremoved adalah urutan langkah bidak kuda catur menggunjungi setiap kotak pada papan catur  sehingga tidak ada kotak yang dikunjungi lebih dari satu kali. Tujuan meremoved satu kotak agar setiap papan catur berukuran  dapat dikunjungi oleh bidak kuda catur dan memuat solusi Knight’s Tour. Aturan permainan Knight’s Tour yang digunakan yaitu menggunakan langkah bidak kuda catur pada umumnya yaitu langkah “L”. Kotak yang telah dikunjungi dinomori sesuai urutan bidak kuda catur menggunjungi setiap kotak. Secara matematis solusi dari permainan Knight’s Tour berkaitan dengan teori graf. Kotak-kotak dianggap sebagai simpul (node) dan urutan langkah bidak kuda catur mengunjungi setiap kotak dianggap sebagai sisi (edge). Jika dihubungkan maka akan membentuk suatu  lintasan Hamilton atau sirkuit Hamilton. Kata Kunci : Knight’s Tour, lintasan Hamilton, sirkuit Hamilton.
PERBANDINGAN BIAYA DISTRIBUSI DENGAN MENGGUNAKAN SOLUSI AWAL DARI MASALAH BIAYA DISTRIBUSI DENGAN MDM, KSAM DAN VAM Felicia Yulita Kartika Sari; Helmi Helmi; Fransiskus Fran
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 10, No 4 (2021): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v10i4.49543

Abstract

Mengalokasikan sejumlah produk yang terdapat pada sumber sedemikian sehingga memenuhi seluruh kebutuhan pada lokasi permintaan menjadi target dalam permasalahan transportasi. Biaya distribusi adalah satu faktor penting dalam dunia bisnis untuk memaksimumkan keuntungan dengan menekan ongkos kirim. Berbagai metode dikembangkan untuk menyelesaikan permasalahan transportasi seperti Vogel’s Approximation Method (VAM), Karagul-Sahin Approximation Method (KSAM), dan Maximum Difference Method (MDM). Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan VAM, KSAM, dan MDM dalam menghasilkan biaya distribusi minimum pada beberapa kasus dengan kondisi seimbang dan tidak seimbang serta ukuran kasus yang berbeda. Kasus transportasi seimbang terjadi ketika besar persediaan dan permintaan sama sedangkan pada kasus tidak seimbang, persediaan lebih besar daripada permintaan atau sebaliknya. Solusi awal permasalahan distribusi didapatkan dengan terlebih dahulu membuat tabel transportasi dari data yang sudah dikumpulkan. Selanjutnya, tabel transportasi yang diperoleh digunakan untuk mencari biaya distribusi menggunakan VAM, KSAM, dan MDM. Berdasarkan hasil perhitungan, ketiga metode tersebut menghasilkan biaya distribusi yang lebih rendah dibandingkan biaya yang dikeluarkan perusahaan. Hasil VAM menghasilkan biaya yang paling minimum pada seluruh kasus. Hasil KSAM cenderung mendekati hasil VAM pada 3 kasus yang terdiri dari kasus seimbang dan tidak seimbang. Hasil MDM cenderung mendekati VAM pada kasus tidak seimbang.Kata Kunci: biaya distribusi,kasus distribusi seimbang, kasus distribusi tidak seimbang
STRUKTUR DAN SIFAT- SIFAT Q-ALJABAR Esi Sari; Helmi Helmi; Fransiskus Fran
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 8, No 4 (2019): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.446 KB) | DOI: 10.26418/bbimst.v8i4.35880

Abstract

Aljabar abstrak merupakan bagian dari ilmu matematika yang mempelajari struktur aljabar. Pada umumnya struktur aljabar yang dibahas memenuhi sifat asosiatif seperti halnya pada grup, akan tetapi terdapat struktur aljabar yang tidak mensyaratkan sifat asosiatif didalamnya, salah satunya adalah Q-aljabar. Suatu himpunan merupakan Q-aljabar apabila himpunan tersebut tak kosong dan memuat konstanta  yang dilengkapi dengan operasi biner  serta memenuhi aksioma – aksioma tertentu. Pada penelitian ini mengkaji tentang struktur dan sifat- sifat yang berlaku pada Q-aljabar. Berdasarkan penelitian diperoleh bahwa suatu Q-aljabar yang memenuhi sifat asosiatif merupakan grup. Untuk setiap p-radical merupakan ideal pada Q-aljabar, sedangkan tidak semua G-bagian merupakan ideal pada Q-aljabar. Jika fungsi  merupakan homomorfisma Q-aljabar maka  merupakan ideal. Kata Kunci : Q-aljabar,G-bagian, ideal, homomorfisma
TRANSFORMASI GIVENS DAN PENERAPANNYA Dwi Oktaviana; Evi Noviani; Fransiskus Fran
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 9, No 1 (2020): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.188 KB) | DOI: 10.26418/bbimst.v9i1.38900

Abstract

Transformasi Givens merupakan transformasi linear yang menggunakan matriks rotasi Givens. Matriks rotasi Givens dibentuk dari perluasan matriks rotasi pada dimensi dua. Matriks tersebut merupakan sebuah matriks yang ortogonal dan banyak digunakan dalam aljabar numerik. Dua di antara penerapan transformasi Givens yang dibahas pada penelitian ini yaitu pembentukan dekomposisi QR dari sebarang matriks dan penentuan nilai eigen dari matriks persegi. Dekomposisi QR dari sebuah matriks adalah sebuah dekomposisi A = QR, dengan Q adalah sebuah matriks persegi yang ortogonal dan R adalah sebuah matriks segitiga atas. Nilai eigen yang diperoleh dengan menggunakan transformasi Givens adalah nilai pada entri diagonal utama dari matriks segitiga atas A yang telah ditransformasi dengan matriks rotasi Givens.Kata Kunci: rotasi Givens, dekomposisi QR, nilai eigen
PEWARNAAN HARMONIS PADA GRAF LILI DAN GRAF PERTEMANAN Robiandi Robiandi; Nilamsari Kusumastuti; Fransiskus Fran
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 10, No 3 (2021): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v10i3.47409

Abstract

Pewarnaan titik adalah pemberian warna pada titik-titik graf G sedemikian sehingga untuk setiap dua titik  u,v ∈ V(G) yang bertetangga mendapat warna berbeda. Misalkan G graf tak berarah dengan  u,v ∈V(G) dan  (u,v) ∈ E(G). Jika titik u diwarnai dengan warna a dan titik v diwarnai dengan warna b, maka pasangan warna yang terbentuk saat u dan v bertetangga dinotasikan dengan (a,b). Berdasarkan fakta pada graf tak berarah, sisi (u,v) = (v,u)  sehingga untuk setiap warna a,b pasangan warna (a,b)= (b,a). Pewarnaan harmonis pada graf sederhana G  adalah pewarnaan titik sedemikian hingga setiap pasang warna muncul maksimum satu kali. Bilangan kromatik harmonis pada graf G adalah minimum banyaknya warna yang diperlukan untuk mewarnai semua titik G dengan pewarnaan harmonis. Pada penelitian ini dibahas tentang pewarnaan harmonis pada graf lili (ln) dan graf pertemanan (Fn). Graf lili adalah graf yang dibentuk dari penggabungan graf bintang (S1,n) dan graf lintasan (Pn). Graf pertemanan dibentuk dari n salinan (digandakan sebanyak n  kali) graf sikel (C3). Bilangan kromatik harmonis diperoleh dengan mencari pola pewarnaan harmonis pada setiap graf. Dari penelitian diperoleh bilangan kromatik harmonis pada graf lili adalah 2n + 3 untuk setiap  bilangan asli dengan n ≥ 2. Bilangan kromatik harmonis pada graf pertemanan adalah 2n + 3 untuk setiap n bilangan asli dengan n ≥ 2.Kata Kunci: pewarnaan titik, pasangan warna, bilangan kromatik harmonis.
RADIUS, DIAMETER DAN CENTER DARI GRAF FUZZY BERARAH Ayu Fitriani; Mariatul Kiftiah; Fransiskus Fran
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 8, No 3 (2019): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v8i3.34218

Abstract

Sebuah graf fuzzy adalah himpunan tak kosong  dengan sepasang fungsi dari  dan  sedemikian sehingga untuk setiap  di , . Penelitian ini menggunakan kasus khusus dimana , untuk setiap  dan . Penelitian ini menentukan nilai radius, diameter dan center pada graf fuzzy berarah dan mengkaji pengaruh arah pada graf terhadap hasil dari radius, diameter dan center. Pada graf fuzzy roda berarah  terbentuk 14 graf berdasarkan arah keluar dari simpul pusat  , dimana untuk 1 arah keluar terbentuk 4 graf, untuk 2 arah keluar terbentuk 6 graf dan untuk 3 arah keluar terbentuk 4 graf. Radius, diameter dan center dari graf fuzzy roda berarah diperoleh dengan menggunakan teori eksentrisitas. Radius, diameter yang diperoleh adalah berupa nilai dengan interval tertutup . Center berupa graf trivial, graf kosong dan graf terhubung dan arah mempengaruhi radius, diameter dan center pada graf fuzzy roda berarah  hasil radius, diameter dan center ada yang berbeda untuk 1 arah keluar, 2 arah keluar dan 3 arah keluar dari simpul pusat dari graf roda. Kata kunci : graf roda, eksentrisitas, graf fuzzy
BILANGAN KROMATIK LOKASI PADA GRAF BAYANGAN DAN GRAF MIDDLE DARI GRAF BINTANG Novia Kristefany Kabang; Yundari Yundari; Fransiskus Fran
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 9, No 2 (2020): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (888.48 KB) | DOI: 10.26418/bbimst.v9i2.39977

Abstract

Pewarnaan graf merupakan cara untuk memberi warna pada semua titik atau sisi pada suatu graf, dengan syarat kedua titik atau sisi yang bertetangga harus memiliki warna yang berbeda. Salah satu pengembangan teori yang berhubungan dengan pewarnaan graf adalah pewarnaan lokasi dan bilangan kromatik lokasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan bilangan kromatik lokasi dari graf bintang , graf bayangan dari graf bintang , dan graf middle dari graf bintang  dengan  Bilangan kromatik lokasi dicari dengan menerapkan pewarnaan lokasi pada ,  dan  Selanjutnya, dicari kelas warna dan kode warna untuk semua titik di ,  dan . Jika setiap titik memiliki kode warna yang berbeda, maka graf tersebut dikatakan memenuhi pewarnaan lokasi. Bilangan kromatik lokasi untuk graf  dinotasikan dengan . Berdasarkan penelitian ini, diperoleh ,  , dan  . Kata kunci: Pewarnaan lokasi, kelas warna, kode warna.
BILANGAN DOMINASI EDGE-VERTEX DAN VERTEX-EDGE PADA GRAF LINTASAN, CYCLE, CENTIPEDE DAN MASING-MASING MIDDLE GRAPHNYA Evi Utami; Evi Noviani; Fransiskus Fran
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 8, No 3 (2019): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.414 KB) | DOI: 10.26418/bbimst.v8i3.34096

Abstract

Sebuah himpunan ,  adalah himpunan dominasi pada graf  jika semua simpul yang tidak berada pada himpunan  bertetangga sedikitnya dengan satu simpul dari  dan kardinalitas minimum dari  disebut bilangan dominasi . Ada banyak jenis bilangan dominasi yang telah dikembangkan diantaranya bilangan dominasi edge-vertex dan bilangan dominasi vertex-edge. Sebuah himpunan  adalah himpunan dominasi edge-vertex jika untuk semua simpul pada  ada sisi  sedemikian sehingga  mendominasi  dan kardinalitas minimum dari  disebut bilangan dominasi edge-vertex . Sebuah himpunan  adalah himpunan dominasi vertex-edge jika untuk semua sisi pada  ada simpul  sedemikian sehingga  mendominasi  dan kardinalitas minimum dari  disebut bilangan dominasi vertex-edge . Hasil dari penelitian diperoleh bilangan dominasi edge-vertex pada graf lintasan, cycle dan centipede serta pada middle graph dari graf tersebut yaitu , , , ,  dan . Bilangan dominasi vertex-edge pada graf lintasan, cycle dan centipede serta pada middle graph dari graf tersebut yaitu , , , ,  dan .  Kata Kunci: bilangan dominasi, edge-vertex, vertex-edge, graf lintasan, cycle, centipede
PEMODELAN MATEMATIS UNTUK PERSAMAAN BEDA POTENSIAL LISTRIK Resti Julia Susanti; Evi Noviani; Fransiskus Fran
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 8, No 4 (2019): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.934 KB) | DOI: 10.26418/bbimst.v8i4.35881

Abstract

Pada penelitian ini, permasalahan beda potensial listrik pada sebuah muatan listrik positif yang diukur pada sebarang titik  terhadap titik asalnya yakni titik (x0, y0) dimodelkan ke dalam persamaan diferensial. Model untuk persamaan beda potensial listrik diperoleh dengan menggunakan konsep-konsep yang mendasari elektrostatis yaitu persamaan medan listrik, fluks listrik, hukum Coulomb dan hukum Gauss. Dengan melambangkan potensial listrik sebagai V, rapat muatan sebagai σ, dan konstanta listrik sebagai ε0, beda potensial listrik dapat dituliskan ke dalam bentuk persamaan Poisson . Misalkan titik asal muatan listrik tersebut adalah titik , maka dengan menggunakan konsep fungsi delta, diperoleh persamaan diferensial untuk beda potesial listrik.Kata Kunci: persamaan beda potensial listrik, fungsi delta, listrik statis.
MINIMUM SPANNING TREE PADA JARINGAN FIBER OPTIC DI UNIVERSITAS TANJUNGPURA Neno Juli Triami; Yundari Yundari; Fransiskus Fran
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 9, No 1 (2020): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.585 KB) | DOI: 10.26418/bbimst.v9i1.38909

Abstract

Jaringan fiber optic merupakan suatu jaringan kabel yang dapat mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu lokasi ke lokasi lainnya dengan kecepatan tinggi. Dibandingkan dengan kabel lainnya, kabel fiber optic ini cenderung lebih tahan lama, lebih cepat dalam mengirim sinyal cahaya. Namun demikian, harganya relatif lebih mahal dari kabel yang lainnya. Oleh karena itu diperlukan cara untuk meminimalisir jaringan pada jaringan fiber optic, salah satu caranya dapat menggunakan minimum spanning tree. Pada saat ini, di Universitas Tanjungpura sudah menggunakan jaringan fiber optic untuk akses internet dari satu unit ke unit yang lainnya. Dalam penelitian ini dibahas mengenai penerapan beberapa algoritma sebagai alternatif untuk mendapatkan MST pada jaringan fiber optic di Universitas Tanjungpura. Hasil penelitian menunjukkan jika menggunakan algoritma Kruskal, algoritma Prim, dan algoritma Sollin diperoleh  panjang jaringan kabel yaitu 4310 meter sedangkan sebelum menggunakan MST diperoleh panjang kabel sebesar 8765 meter. Selanjutnya, untuk jaringan fiber optic yang terbentuk dari algoritma Kruskal dan algoritma Prim menghasilkan jaringan yang sama, namun untuk algoritma Sollin berbeda. Perbedaannya terletak pada akses dari Fakultas Hukum ke Rumah Sakit Untan dan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis ke Fakultas Kedokteran. Kata Kunci : algoritma Kruskal, algoritma Prim, algoritma Sollin