Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN APLIKASI Azotobacter chroococcum TERHADAP PERTUMBUHAN STEK TANAMAN TIN (Ficus carica L.) Saniar Fauza; T. Sabrina; Hamidah Hanum
Jurnal Pertanian Tropik Vol. 3 No. 1 (2016): JURNAL PERTANIAN TROPIK
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.781 KB) | DOI: 10.32734/jpt.v3i1.2961

Abstract

Perbanyakan tanaman tin umumnya dilakukan dengan stek batang atau cabang. Pertumbuhan stek dipengaruhi oleh faktor luar dan faktor dari dalam. Faktor luar diantaranya media tanam dan faktor dalam yaitu kandungan hormon, salah satu bakteri fiksasi N2 non simbiotik yang dapat mensekresi hormon pertumbuhan tanaman yaitu bakteri Azotobacter chroococcum. Penelitian dilakukan untuk menentukan komposisi media tanam dan aplikasi Azotobacter chroococcum dalam pengembangan pembibitan stek tanaman tin (Ficus carica L.). Penelitian telah dilaksanakan di desa Gampong Raya Dagang Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh dari bulan November 2014 sampai dengan Juni 2015. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial, Faktor pertama yaitu media tanam (M) terdiri dari enam komposisi : (top soil + pasir + Pupuk kandang sapi), (top soil + pasir + kompos jerami C/N<20),(top soil + pasir + kompos jerami C/N>20), (top soil + pasir + zeolit 5g), (top soil + pasir + kompos jerami C/N<20 + 5g zeolit), (top soil + pasir + kompos jerami C/N>20 + 5g zeolit), Faktor kedua yaitu aplikasi bakteri Azotobacter chroococcum (A) terdiri dari : (tanpa aplikasi A.chroococcum) dan (aplikasi A.chroococcum). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara komposisi media tanam dan aplikasi A.chroococcum berpengaruh nyata terhadap pH media, kadar N daun dan berat kering daun, dan tidak berpengaruh nyata terhadap panjang cabang, jumlah ruas,waktu munculnya tunas , karbon organik dan N total media. Komposisi media tanam top soil + pasir + kompos jerami C/N>20 + 5g zeolit + 5ml A.chroococcum dapat memberikan efek yang lebih baik terhadap pertumbuhan tanaman tin dibandingkan dengan komposisi media lain.
Pengaruh Zat Pengatur Tumbuh Organik terhadap Pertumbuhan Benih Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) yang Bersumber dari Hasil Panen Petani Marlina Marlina
Savana Cendana Vol 8 No 01 (2023): Savana Cendana (SC) - January 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.827 KB) | DOI: 10.32938/sc.v8i01.1997

Abstract

The study aims to determine the effect of Growth Regulatory Substances (GRS) on the growth of tomato seeds of farmers' harvests. The research method used a completely randomized design non-factorial with three replications. The factors studied were Organic Growth Regulators consisting of bean sprout extract, onion extract and young coconut water with a concentration of 50% each. The variables observed were growth potential, germination rate, growth speed, growth synchronously, and seed vigor. The results showed that young coconut water with a concentration of 50% gave the best results at the rate of growth potential with a percentage of 95.83% and seed vigor with a percentage of 91.66%, while the best germination was found in onion extract with a percentage of 83.33%, while the best growth uniformity was found of bean sprout extract with a percentage of 75.00%. However, it can be concluded that organic PGR did not significantly affect the growth rate of tomato seeds.
Analisis pemasaran usaha kelapa gongseng di Desa Cot Puuk Kecamatan Gandapura Kabupaten Bireuen (studi kasus UD. Industri Kelapa Gongseng Inkego) Dian Ramdhani; T.M. Nur; Saniar Fauza
Jurnal Sains Pertanian Vol 7 No 2: Juni 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Almuslim Bireuen Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jsp.v7i2.2011

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1) pola saluran pemasaran Kelapa Gongseng di Desa Cot Puuk Kecamatan Gandapura Kabupaten Bireuen, 2) Untuk mengetahui efisiensi pemasaran Kelapa Gongseng di Desa Cot Puuk Kecamatan Gandapura Kabupaten Bireuen. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan metode kombinasi kualitatif dan kuantitatif yang merupakan pendekatan dalam penelitian dan menghubungkan antara metode penelitian kuantitatif dengan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran pemasaran kelapa gongseng di Desa Cot Puuk Kecamatan Gandapura Kabupaten Bireuen Sebanyak dua Saluran yaitu: saluran pemasaran I (produsen - pedagang pengecer - konsumen akhir), dan saluran II (produsen - Agen - pedagang pengecer - konsumen akhir). Saluran pemasaran Kelapa Gongseng yang memiliki tingkat nilai efisiensi terkecil dan paling efisien adalah saluran pemasaran I sebesar 10,09 % dengan biaya pemasaran sebesar Rp.655,81/kg dan nilai efisiensi terbesar pada saluran pemasaran II sebesar 11,37% dengan biaya pemasaran sebesar Rp.682,48/kg.
Analisis usaha ayam pedaging di Desa Meunasah Capa Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen (Studi kasus usaha ternak ayam broiler Bapak Zemmy) Rasti Widyanings; Elfiana Elfiana; Saniar Fauza
Jurnal Sains Pertanian Vol 7 No 3: Oktober 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Almuslim Bireuen Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jsp.v7i3.2212

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keuntungan yang diperoleh dan kelayakan usaha pada usaha pemotongan ayam pedaging di Desa Meunasah Capa Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen. Metode analisa data yaitu menggunakan analisis biaya, keuntungan dan B/C rasio. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa keuntungan yang diperoleh pada usaha pemotongan ayam pedaging milik Bapak Zemmy di Desa Meunasah Capa Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen sebesar Rp.415.323.790/tahun dengan total biaya yang dikeluarkan sejumlah Rp.3.688.676.210/tahun. Berdasarkan perhitungan prospek pengembangan (B/C), yaitu perbandingan total Keuntungan dengan total biaya produksi yang lebih besar dari satu, yaitu memiliki angka perbandingan 0,11, atau 0,11 > 0, maka dapat disimpulkan bahwa usaha pemotongan ayam pedaging milik Bapak Zemmy di Desa Meunasah Capa Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen dapat dikatakan memiliki prospek untuk dikembangkan.
EKSPLORASI SERANGGA PADA TANAMAN BAWANG MERAH YANG DITUMPANGSARIKAN DENGAN CABAI MERAH (STUDI KASUS DI KECAMATAN GRONG GRONG KABUPATEN PIDIE) Amar, Aidil; Fridayati, Diah; Marlina, Marlina; Fatmala, Nanda; Fauza, Saniar; Irwansyah, Irwansyah
JURNAL AGRITA Vol 6, No 1 (2024): June
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agri.v6i1.4152

Abstract

Intercropping is a method that is widely used by farmers, this is because this method allows farmers to plant not just one type of plant but more. There are many advantages of this tumpeng sari system, such as increased plant production and optimal use of land. In plants, a diversity of insects appear that live and visit because of the influence of this tumpeng sari system. The aim of the research was to describe the types of insects found on shallot plants intercropped with red chilies. The purposive sampling survey method was used in the research, which was practically carried out on a stretch of land with red onions intercropped with red chilies. The research shows the results that insects trapped in shallot fields intercropped with chilies consist of 10 orders and 47 families, the order Araneae, the order Blatodea, the order Coleoptera, the order Dermaptera, the order Hemiptera, the order Diptera, the order Hymenoptera, the order Isoptera, the order Lepidoptera, the order Mantodea, while for There are two natural enemies of parasitoids, namely the order Hymenoptera, Diptera, for predatory insects the order found is the order Mantodea, order Orthoptera, order Lepidoptera, order, Hymenoptera, order Hemiptera, order Diptera, order Dermaptera, order Coleoptera order Araneae, while the order herbivorous insects found were the order Orthoptera, order Hemiptera, order Diptera, order Lepidoptera, order Coleoptera, a group of parasitoid insects with the highest number of individuals from the families Ichneumonidae and Braconidae, a group of predatory insects with the highest number of individuals from the family Reduviidae, and formicidae, a group of herbivorous insects with the highest number of individuals. high number of individuals from the Orthoptera family
Analisis pemasaran usaha kelapa gongseng di Desa Cot Puuk Kecamatan Gandapura Kabupaten Bireuen (studi kasus UD. Industri Kelapa Gongseng Inkego) ramdhani, dian; Nur, T.M.; Fauza, Saniar
Jurnal Sains Pertanian Vol. 7 No. 2: June 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Almuslim Bireuen Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jsp.v7i2.2011

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1) pola saluran pemasaran Kelapa Gongseng di Desa Cot Puuk Kecamatan Gandapura Kabupaten Bireuen, 2) Untuk mengetahui efisiensi pemasaran Kelapa Gongseng di Desa Cot Puuk Kecamatan Gandapura Kabupaten Bireuen. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan metode kombinasi kualitatif dan kuantitatif yang merupakan pendekatan dalam penelitian dan menghubungkan antara metode penelitian kuantitatif dengan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran pemasaran kelapa gongseng di Desa Cot Puuk Kecamatan Gandapura Kabupaten Bireuen Sebanyak dua Saluran yaitu: saluran pemasaran I (produsen - pedagang pengecer - konsumen akhir), dan saluran II (produsen - Agen - pedagang pengecer - konsumen akhir). Saluran pemasaran Kelapa Gongseng yang memiliki tingkat nilai efisiensi terkecil dan paling efisien adalah saluran pemasaran I sebesar 10,09 % dengan biaya pemasaran sebesar Rp.655,81/kg dan nilai efisiensi terbesar pada saluran pemasaran II sebesar 11,37% dengan biaya pemasaran sebesar Rp.682,48/kg.
Analisis Kesejahteraan Analisis Tingkat kesejahteraan Pengrajin Anyaman Tepas Bambu diDesa Buket Teukuh kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen Hayati, Miftahul; Saniar, Saniar Fauza
Jurnal Sains Pertanian Vol. 8 No. 1: February 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Almuslim Bireuen Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jsp.v8i1.2485

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui bagaimana tingkat kesejahteraan pengrajin anyaman bambu dalam memproduksi tepas di Desa Buket Teukueh.Penelitian ini menggunakan data kuantitatif dan data kualitatif.Perolehan data dengan menggunakan instrumen pendekatan kuantitatif untuk menjawab rumusan masalah yang pertama. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengrajin bambu di Desa Buket Teukueh yang berjumlah 207 orang. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 21 orang.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan Wawancara dan Observasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Indikator kependudukan sebagian besar pengrajin anyaman tepas di Desa Buket Teukueh memiliki kesejahteraan dengan kriteria tinggi yaitu 16 responden (76,19%). Kondisi ini menunjukkan bahwa mayoritas anggota keluarga memiliki usia produktif. Indikator akses pendidikan merupakan memiliki kesejahteraan dengan kriteria tinggi yaitu 21 responden (100%). Akses untuk mendapatkan pendidikan sangat mudah di akses bagi keluarga pengrajin tepas bambu. Indikator Kondisi tempat tinggal, sebagian besar responden memiliki kesejahteraan tinggi yaitu 16 responden (76,20). Indikator perumahan dan tempat tinggal, mayoritas yaitu 15 orang (71,42%) responden pengrajin anyaman tepas memiliki tingkat kesejahteraan tinggi. Indikator tingkat kemiskinan, terdapat 11 (52,38%) responden yang memiliki kesejahteraan tinggi. Indikator pendapatan.Terdapat 9 (43%) responden yang memiliki kesejahteraan sedang. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga pengrajin anyaman tepas di Desa Buket Teukueh sudah terpenuhi untuk kebutuhan pendidikan.
Analisis Faktor-Faktor Sosial Ekonomi Petani Padi Di Desa Ujong Blang Kecamatan Kuala Kabupaten Bireuen nia andina; Elfiana
Jurnal Sains Pertanian Vol. 8 No. 1: February 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Almuslim Bireuen Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jsp.v8i1.2502

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi petani padi di Di Desa Ujong Blang Kecamatan Kuala Kabupaten Bireuen, untuk mengetahui Kendala apa yang di hadapi petani padi dalam meningkatkan kondisi sosial ekonomi di Desa dan untuk mengetahui bagaimana upaya pemerintah dalam menangani kondisi sosial ekonomi para petani padi. Sampel penelitian diperoleh dengan metode teknik probability sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 56 orang. Instrumen pengumpul data merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan data. Karena berupa alat, maka instrumen dapat berupa kuesioner (angket terbuka/angket tertutup), pedoman wawancara, foto dari kamera dan lainnya. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa luas lahan usahatani yang memiliki luas antara 0,4-1000 m2 yaitu 41 orang atau 73,2 %, yang luas >1.000-3000 m2 yaitu 13 orang atau 23,2 %, yang luasnya >3000-5000 m2 yaitu 2 orang atau 3,6 %. Rata-rata upah tenaga kerja berkisar antara Rp 0 – Rp 1.333.333 dengan persentase sebesar 53,57%. Terdapat tenaga kerja juga mendapat upah yang sama dengan tenaga kerja diluar keluarga tetapi upahnya tidak sebanyak tenaga kerja di luar keluarga, sedangkan tenaga kerja diluar keluarga diberikan upah berbeda yaitu antara Rp. 1.333.333 – Rp. 2.000.000 dan Rp. 2.000.000- Rp. 4.000.000, sesuai pekerjaan yang diemban. Rata-rata tingkat pendidikan petani padi Desa Ujong Blang masih rendah yakni lama pendidikan berkisar 0-6 tahun dengan persentase 44,64 % atau setingkat tamat SD. Adapun kriteria perhitungan indikator tingkat pendidikan yaitu antara lama masa sekolah yang pertama 0-6 tahun atau tingkat SD, lalu 7-9 tahun atau tingkat SMP dan 10-12 tahun atau tingkat SMA.
Pengaruh Lama Fermentasi Dan Pengunaan Kapang Rhizopus Oligosporus Dan Khamir Saccharomyces Cerevisiae Terhadap Virgin Coconut Oil (VCO) saniar fauza; Fauza, Saniar; Hakim, Syahirman
Jurnal Sains Pertanian Vol. 8 No. 2: June 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Almuslim Bireuen Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jsp.v8i2.2615

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk membuat minyak kelapa murni (VCO) dengan menggabungkan bakteri kapang dan khamir secara fermentasi dan menganalisa kadar air, PH yang terkandung dalam minyak kelapa murni (vco) yang di hasilkan. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Oktober tahun 2023, Penelitian ini bertempat di labolatorium MIPA Universitas Almuslim. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah adalah Rancangan Acak lengkap (RAL) dengan menggunakan dua faktor. Faktor I yaitu jenis ragi, terdiri dari 2 konsentrasi (ragi roti dan ragi tempe) dan faktor II yaitu lama fermentasi, terdiri dari 3 tahap (24 jam, 36 jam, dan 48 jam) sehingga diperoleh 6 kombinasi perlakuan dan di lakukan pengulangan sebanyak 3 kali sehingga di proses 18 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada masing-masing jenis ragi, apabila semakin lama fermentasinya maka rendemen VCO semakin menurun. Enzim yang dihasilkan akan digunakan untuk mengkonversi gula menjadi etanol. Pada masing-masing jenis ragi, apabila semakin lama fermentasinya maka rendemen VCO semakin menurun.Hal ini dikarenakan tingginya kadar air dalam minyak dapat memicu reaksi hidrolisis yang menyebabkan penurunan mutu minyak menyatakan bahwa semakin tinggi kandungan air pada minyak maka akan semakin besar pula kemungkinan minyak tersebut terhidrolisis menjadi gliserol dan asam lemak bebas. Nilai pH dari produk VCO pada semua variabel menunjukan nilai terbesar pada ragi tempe pada lama fermentasi 24, 36, 48 jam dengan nilai PH 6 dan nilai terendah pada fermentasi di tunjukan pada lama fermentasi 24, 36 dan 48 jam Hal tersebut dipengaruhi oleh senyawa penyusun VCO yang berupa senyawa asam lemak dengan komponen utamanya berupa sehingga nilai pH dari VCO adalah <7.
Pengaruh Lama Fermentasi Dan Pengunaan Kapang Rhizopus Oligosporus Dan Khamir Saccharomyces Cerevisiae Terhadap Virgin Coconut Oil (VCO) saniar fauza; Fauza, Saniar; Hakim, Syahirman
Jurnal Sains Pertanian Vol. 8 No. 2: June 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Almuslim Bireuen Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jsp.v8i2.2615

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk membuat minyak kelapa murni (VCO) dengan menggabungkan bakteri kapang dan khamir secara fermentasi dan menganalisa kadar air, PH yang terkandung dalam minyak kelapa murni (vco) yang di hasilkan. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Oktober tahun 2023, Penelitian ini bertempat di labolatorium MIPA Universitas Almuslim. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah adalah Rancangan Acak lengkap (RAL) dengan menggunakan dua faktor. Faktor I yaitu jenis ragi, terdiri dari 2 konsentrasi (ragi roti dan ragi tempe) dan faktor II yaitu lama fermentasi, terdiri dari 3 tahap (24 jam, 36 jam, dan 48 jam) sehingga diperoleh 6 kombinasi perlakuan dan di lakukan pengulangan sebanyak 3 kali sehingga di proses 18 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada masing-masing jenis ragi, apabila semakin lama fermentasinya maka rendemen VCO semakin menurun. Enzim yang dihasilkan akan digunakan untuk mengkonversi gula menjadi etanol. Pada masing-masing jenis ragi, apabila semakin lama fermentasinya maka rendemen VCO semakin menurun.Hal ini dikarenakan tingginya kadar air dalam minyak dapat memicu reaksi hidrolisis yang menyebabkan penurunan mutu minyak menyatakan bahwa semakin tinggi kandungan air pada minyak maka akan semakin besar pula kemungkinan minyak tersebut terhidrolisis menjadi gliserol dan asam lemak bebas. Nilai pH dari produk VCO pada semua variabel menunjukan nilai terbesar pada ragi tempe pada lama fermentasi 24, 36, 48 jam dengan nilai PH 6 dan nilai terendah pada fermentasi di tunjukan pada lama fermentasi 24, 36 dan 48 jam Hal tersebut dipengaruhi oleh senyawa penyusun VCO yang berupa senyawa asam lemak dengan komponen utamanya berupa sehingga nilai pH dari VCO adalah <7.