Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN APLIKASI Azotobacter chroococcum TERHADAP PERTUMBUHAN STEK TANAMAN TIN (Ficus carica L.) Saniar Fauza; T. Sabrina; Hamidah Hanum
Jurnal Pertanian Tropik Vol. 3 No. 1 (2016): JURNAL PERTANIAN TROPIK
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.781 KB) | DOI: 10.32734/jpt.v3i1.2961

Abstract

Perbanyakan tanaman tin umumnya dilakukan dengan stek batang atau cabang. Pertumbuhan stek dipengaruhi oleh faktor luar dan faktor dari dalam. Faktor luar diantaranya media tanam dan faktor dalam yaitu kandungan hormon, salah satu bakteri fiksasi N2 non simbiotik yang dapat mensekresi hormon pertumbuhan tanaman yaitu bakteri Azotobacter chroococcum. Penelitian dilakukan untuk menentukan komposisi media tanam dan aplikasi Azotobacter chroococcum dalam pengembangan pembibitan stek tanaman tin (Ficus carica L.). Penelitian telah dilaksanakan di desa Gampong Raya Dagang Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh dari bulan November 2014 sampai dengan Juni 2015. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial, Faktor pertama yaitu media tanam (M) terdiri dari enam komposisi : (top soil + pasir + Pupuk kandang sapi), (top soil + pasir + kompos jerami C/N<20),(top soil + pasir + kompos jerami C/N>20), (top soil + pasir + zeolit 5g), (top soil + pasir + kompos jerami C/N<20 + 5g zeolit), (top soil + pasir + kompos jerami C/N>20 + 5g zeolit), Faktor kedua yaitu aplikasi bakteri Azotobacter chroococcum (A) terdiri dari : (tanpa aplikasi A.chroococcum) dan (aplikasi A.chroococcum). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara komposisi media tanam dan aplikasi A.chroococcum berpengaruh nyata terhadap pH media, kadar N daun dan berat kering daun, dan tidak berpengaruh nyata terhadap panjang cabang, jumlah ruas,waktu munculnya tunas , karbon organik dan N total media. Komposisi media tanam top soil + pasir + kompos jerami C/N>20 + 5g zeolit + 5ml A.chroococcum dapat memberikan efek yang lebih baik terhadap pertumbuhan tanaman tin dibandingkan dengan komposisi media lain.
Pengaruh Zat Pengatur Tumbuh Organik terhadap Pertumbuhan Benih Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) yang Bersumber dari Hasil Panen Petani Marlina Marlina
Savana Cendana Vol 8 No 01 (2023): Savana Cendana (SC) - January 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.827 KB) | DOI: 10.32938/sc.v8i01.1997

Abstract

The study aims to determine the effect of Growth Regulatory Substances (GRS) on the growth of tomato seeds of farmers' harvests. The research method used a completely randomized design non-factorial with three replications. The factors studied were Organic Growth Regulators consisting of bean sprout extract, onion extract and young coconut water with a concentration of 50% each. The variables observed were growth potential, germination rate, growth speed, growth synchronously, and seed vigor. The results showed that young coconut water with a concentration of 50% gave the best results at the rate of growth potential with a percentage of 95.83% and seed vigor with a percentage of 91.66%, while the best germination was found in onion extract with a percentage of 83.33%, while the best growth uniformity was found of bean sprout extract with a percentage of 75.00%. However, it can be concluded that organic PGR did not significantly affect the growth rate of tomato seeds.
Analisis pemasaran usaha kelapa gongseng di Desa Cot Puuk Kecamatan Gandapura Kabupaten Bireuen (studi kasus UD. Industri Kelapa Gongseng Inkego) Dian Ramdhani; T.M. Nur; Saniar Fauza
Jurnal Sains Pertanian Vol 7 No 2: Juni 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Almuslim Bireuen Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jsp.v7i2.2011

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1) pola saluran pemasaran Kelapa Gongseng di Desa Cot Puuk Kecamatan Gandapura Kabupaten Bireuen, 2) Untuk mengetahui efisiensi pemasaran Kelapa Gongseng di Desa Cot Puuk Kecamatan Gandapura Kabupaten Bireuen. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan metode kombinasi kualitatif dan kuantitatif yang merupakan pendekatan dalam penelitian dan menghubungkan antara metode penelitian kuantitatif dengan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran pemasaran kelapa gongseng di Desa Cot Puuk Kecamatan Gandapura Kabupaten Bireuen Sebanyak dua Saluran yaitu: saluran pemasaran I (produsen - pedagang pengecer - konsumen akhir), dan saluran II (produsen - Agen - pedagang pengecer - konsumen akhir). Saluran pemasaran Kelapa Gongseng yang memiliki tingkat nilai efisiensi terkecil dan paling efisien adalah saluran pemasaran I sebesar 10,09 % dengan biaya pemasaran sebesar Rp.655,81/kg dan nilai efisiensi terbesar pada saluran pemasaran II sebesar 11,37% dengan biaya pemasaran sebesar Rp.682,48/kg.
Analisis usaha ayam pedaging di Desa Meunasah Capa Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen (Studi kasus usaha ternak ayam broiler Bapak Zemmy) Rasti Widyanings; Elfiana Elfiana; Saniar Fauza
Jurnal Sains Pertanian Vol 7 No 3: Oktober 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Almuslim Bireuen Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jsp.v7i3.2212

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keuntungan yang diperoleh dan kelayakan usaha pada usaha pemotongan ayam pedaging di Desa Meunasah Capa Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen. Metode analisa data yaitu menggunakan analisis biaya, keuntungan dan B/C rasio. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa keuntungan yang diperoleh pada usaha pemotongan ayam pedaging milik Bapak Zemmy di Desa Meunasah Capa Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen sebesar Rp.415.323.790/tahun dengan total biaya yang dikeluarkan sejumlah Rp.3.688.676.210/tahun. Berdasarkan perhitungan prospek pengembangan (B/C), yaitu perbandingan total Keuntungan dengan total biaya produksi yang lebih besar dari satu, yaitu memiliki angka perbandingan 0,11, atau 0,11 > 0, maka dapat disimpulkan bahwa usaha pemotongan ayam pedaging milik Bapak Zemmy di Desa Meunasah Capa Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen dapat dikatakan memiliki prospek untuk dikembangkan.
Pengaruh Lama Pengomposan Jerami Padi Sebagai Bahan Pembawa Terhadap Populasi Azospirillum sp Fauza, Saniar; Munawar; Marlina
Jurnal Sains Pertanian Vol. 9 No. 1: February, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Almuslim Bireuen Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jsp.v9i1.3061

Abstract

Bakteri Azospirillum sp, merupakan salah satu bakteri penambat nitrogen bebas yang bersifat non simbiotik, bakteri ini hidup di daerah perakaran tanaman dan berkembang biak membentuk koloni terutama pada daerah perpanjangan akar dan pangkal bulu akar. Bakteri ini dapat dimanfaatkan sebagai pupuk hayati yang membantu penambatan nitrogen di udara. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan aplikasi bakteri pemfikasi nitrogen adalah bahan pembawa atau carrier. Bahan pembawa berperan menjaga viabilitas dan efektivitas mikroba dalam pupuk hayati sebelum diaplikasikan. Bahan pembawa yang sering digunakan yaitu kompos. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lama pengomposan jerami padi terhadap populasi bakteri Azospirillum sp. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari empat perlakuan yaitu lama pengomposan jerami padi 1 minggu, 2 minggu, 3 minggu dan 4 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan lama pengomposan jerami padi satu minggu menghasilkan jumlah populasi tertinggi yaitu 21,13x106 CFU/g, dan Kandungan C/N terbaik 25,11 yaitu pada perlakuan dengan lama pengomposan 4 minggu.
Chemical Analysis of Kawista Fruit-Based Rujak Seasoning as a Traditional Local Fruit Food Product Hayati, Masrura; Afrinanda, Cut; Fauza, Saniar
Jurnal Sains Pertanian Vol. 9 No. 1: February, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Almuslim Bireuen Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jsp.v9i1.3131

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas kimia dan sensori bumbu rujak berbasis buah kawista (Limonia acidissima) sebagai inovasi pangan tradisional berbasis bahan lokal. Kawista dipilih karena kandungan bioaktifnya, seperti flavonoid, tanin, asam organik, dan gula alami, yang berkontribusi pada cita rasa khas serta manfaat kesehatan. Parameter kimia yang dianalisis meliputi kadar air, total gula, total asam, dan pH, sedangkan parameter sensori mencakup uji hedonik terhadap rasa, aroma, tekstur, dan warna. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor, yakni jenis gula merah (aren, kelapa, tebu) dan konsentrasi kawista (2%, 4%, 6%, 8%, 10%, 12%). Hasil menunjukkan bahwa gula aren memberikan stabilitas terbaik pada kadar gula, pH, dan tekstur, serta menghasilkan nilai hedonik tertinggi, khususnya pada konsentrasi kawista 8%. Sebaliknya, gula tebu menunjukkan performa terendah, terutama pada konsentrasi tinggi, akibat ketidakstabilannya terhadap asam organik. Studi ini menegaskan potensi gula aren sebagai bahan utama dalam pengembangan bumbu rujak berbasis kawista. Penelitian ini mendukung diversifikasi pangan berbasis buah lokal, sekaligus memberikan peluang inovasi produk tradisional yang mampu bersaing di pasar lokal dan global. This study aims to analyze the chemical and sensory qualities of rujak seasoning based on kawista fruit (Limonia acidissima) as an innovative traditional food product utilizing local ingredients. Kawista was selected for its bioactive compounds, such as flavonoids, tannins, organic acids, and natural sugars, which contribute to its unique flavor and health benefits. The chemical parameters analyzed included moisture content, total sugar, total acidity, and pH, while sensory parameters encompassed hedonic tests for taste, aroma, texture, and color. The research employed a Randomized Block Design with two factors: types of palm sugar (aren, coconut, and cane) and kawista concentrations (2%, 4%, 6%, 8%, 10%, 12%). Results showed that aren sugar provided the best stability in sugar content, pH, and texture, and achieved the highest hedonic values, particularly at 8% kawista concentration. Conversely, cane sugar exhibited the lowest performance, especially at higher concentrations, due to its instability against organic acids. This study underscores the potential of aren sugar as the primary ingredient in developing kawista-based rujak seasoning. It supports the diversification of local fruit-based foods and provides opportunities for innovative traditional products to compete in local and global markets.
EKSPLORASI SERANGGA PADA TANAMAN BAWANG MERAH YANG DITUMPANGSARIKAN DENGAN CABAI MERAH (STUDI KASUS DI KECAMATAN GRONG GRONG KABUPATEN PIDIE) Amar, Aidil; Fridayati, Diah; Marlina, Marlina; Fatmala, Nanda; Fauza, Saniar; Irwansyah, Irwansyah
JURNAL AGRITA Vol 6, No 1 (2024): June
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agri.v6i1.4152

Abstract

Intercropping is a method that is widely used by farmers, this is because this method allows farmers to plant not just one type of plant but more. There are many advantages of this tumpeng sari system, such as increased plant production and optimal use of land. In plants, a diversity of insects appear that live and visit because of the influence of this tumpeng sari system. The aim of the research was to describe the types of insects found on shallot plants intercropped with red chilies. The purposive sampling survey method was used in the research, which was practically carried out on a stretch of land with red onions intercropped with red chilies. The research shows the results that insects trapped in shallot fields intercropped with chilies consist of 10 orders and 47 families, the order Araneae, the order Blatodea, the order Coleoptera, the order Dermaptera, the order Hemiptera, the order Diptera, the order Hymenoptera, the order Isoptera, the order Lepidoptera, the order Mantodea, while for There are two natural enemies of parasitoids, namely the order Hymenoptera, Diptera, for predatory insects the order found is the order Mantodea, order Orthoptera, order Lepidoptera, order, Hymenoptera, order Hemiptera, order Diptera, order Dermaptera, order Coleoptera order Araneae, while the order herbivorous insects found were the order Orthoptera, order Hemiptera, order Diptera, order Lepidoptera, order Coleoptera, a group of parasitoid insects with the highest number of individuals from the families Ichneumonidae and Braconidae, a group of predatory insects with the highest number of individuals from the family Reduviidae, and formicidae, a group of herbivorous insects with the highest number of individuals. high number of individuals from the Orthoptera family
Analisis pemasaran usaha kelapa gongseng di Desa Cot Puuk Kecamatan Gandapura Kabupaten Bireuen (studi kasus UD. Industri Kelapa Gongseng Inkego) ramdhani, dian; Nur, T.M.; Fauza, Saniar
Jurnal Sains Pertanian Vol. 7 No. 2: June 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Almuslim Bireuen Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jsp.v7i2.2011

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1) pola saluran pemasaran Kelapa Gongseng di Desa Cot Puuk Kecamatan Gandapura Kabupaten Bireuen, 2) Untuk mengetahui efisiensi pemasaran Kelapa Gongseng di Desa Cot Puuk Kecamatan Gandapura Kabupaten Bireuen. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan metode kombinasi kualitatif dan kuantitatif yang merupakan pendekatan dalam penelitian dan menghubungkan antara metode penelitian kuantitatif dengan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran pemasaran kelapa gongseng di Desa Cot Puuk Kecamatan Gandapura Kabupaten Bireuen Sebanyak dua Saluran yaitu: saluran pemasaran I (produsen - pedagang pengecer - konsumen akhir), dan saluran II (produsen - Agen - pedagang pengecer - konsumen akhir). Saluran pemasaran Kelapa Gongseng yang memiliki tingkat nilai efisiensi terkecil dan paling efisien adalah saluran pemasaran I sebesar 10,09 % dengan biaya pemasaran sebesar Rp.655,81/kg dan nilai efisiensi terbesar pada saluran pemasaran II sebesar 11,37% dengan biaya pemasaran sebesar Rp.682,48/kg.
Analisis Kesejahteraan Analisis Tingkat kesejahteraan Pengrajin Anyaman Tepas Bambu diDesa Buket Teukuh kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen Hayati, Miftahul; Saniar, Saniar Fauza
Jurnal Sains Pertanian Vol. 8 No. 1: February 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Almuslim Bireuen Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jsp.v8i1.2485

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui bagaimana tingkat kesejahteraan pengrajin anyaman bambu dalam memproduksi tepas di Desa Buket Teukueh.Penelitian ini menggunakan data kuantitatif dan data kualitatif.Perolehan data dengan menggunakan instrumen pendekatan kuantitatif untuk menjawab rumusan masalah yang pertama. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengrajin bambu di Desa Buket Teukueh yang berjumlah 207 orang. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 21 orang.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan Wawancara dan Observasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Indikator kependudukan sebagian besar pengrajin anyaman tepas di Desa Buket Teukueh memiliki kesejahteraan dengan kriteria tinggi yaitu 16 responden (76,19%). Kondisi ini menunjukkan bahwa mayoritas anggota keluarga memiliki usia produktif. Indikator akses pendidikan merupakan memiliki kesejahteraan dengan kriteria tinggi yaitu 21 responden (100%). Akses untuk mendapatkan pendidikan sangat mudah di akses bagi keluarga pengrajin tepas bambu. Indikator Kondisi tempat tinggal, sebagian besar responden memiliki kesejahteraan tinggi yaitu 16 responden (76,20). Indikator perumahan dan tempat tinggal, mayoritas yaitu 15 orang (71,42%) responden pengrajin anyaman tepas memiliki tingkat kesejahteraan tinggi. Indikator tingkat kemiskinan, terdapat 11 (52,38%) responden yang memiliki kesejahteraan tinggi. Indikator pendapatan.Terdapat 9 (43%) responden yang memiliki kesejahteraan sedang. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga pengrajin anyaman tepas di Desa Buket Teukueh sudah terpenuhi untuk kebutuhan pendidikan.
Analisis Faktor-Faktor Sosial Ekonomi Petani Padi Di Desa Ujong Blang Kecamatan Kuala Kabupaten Bireuen nia andina; Elfiana
Jurnal Sains Pertanian Vol. 8 No. 1: February 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Almuslim Bireuen Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jsp.v8i1.2502

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi petani padi di Di Desa Ujong Blang Kecamatan Kuala Kabupaten Bireuen, untuk mengetahui Kendala apa yang di hadapi petani padi dalam meningkatkan kondisi sosial ekonomi di Desa dan untuk mengetahui bagaimana upaya pemerintah dalam menangani kondisi sosial ekonomi para petani padi. Sampel penelitian diperoleh dengan metode teknik probability sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 56 orang. Instrumen pengumpul data merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan data. Karena berupa alat, maka instrumen dapat berupa kuesioner (angket terbuka/angket tertutup), pedoman wawancara, foto dari kamera dan lainnya. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa luas lahan usahatani yang memiliki luas antara 0,4-1000 m2 yaitu 41 orang atau 73,2 %, yang luas >1.000-3000 m2 yaitu 13 orang atau 23,2 %, yang luasnya >3000-5000 m2 yaitu 2 orang atau 3,6 %. Rata-rata upah tenaga kerja berkisar antara Rp 0 – Rp 1.333.333 dengan persentase sebesar 53,57%. Terdapat tenaga kerja juga mendapat upah yang sama dengan tenaga kerja diluar keluarga tetapi upahnya tidak sebanyak tenaga kerja di luar keluarga, sedangkan tenaga kerja diluar keluarga diberikan upah berbeda yaitu antara Rp. 1.333.333 – Rp. 2.000.000 dan Rp. 2.000.000- Rp. 4.000.000, sesuai pekerjaan yang diemban. Rata-rata tingkat pendidikan petani padi Desa Ujong Blang masih rendah yakni lama pendidikan berkisar 0-6 tahun dengan persentase 44,64 % atau setingkat tamat SD. Adapun kriteria perhitungan indikator tingkat pendidikan yaitu antara lama masa sekolah yang pertama 0-6 tahun atau tingkat SD, lalu 7-9 tahun atau tingkat SMP dan 10-12 tahun atau tingkat SMA.