p-Index From 2021 - 2026
5.467
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Diglosia

KOGNISI ORANG INDONESIA TERHADAP KETERLAMBATAN: KAJIAN SEMANTIK KOGNITIF Icuk Prayogi; Sailal Arimi
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 4, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.422 KB)

Abstract

Keterlambatan adalah kejadian yang cukup populer di Indonesia, bukan hanya satu dua kejadian sehingga disebut fenomena, melainkan kejadian yang kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari orang Indonesia sehingga bisa disebut sebagai kebiasaan meskipun tidak semua orang atau sebagian besar orang selalu terlambat. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan mengungkapkan kognisi orang Indonesia terhadap keterlambatan. Agar dapat menjawab permasalahan dengan komprehensif, penelitian ini menggunakan dua pendekatan, yakni survei dan korpus bahasa. Data dari kedua metode tersebut kemudian dideskripsikan dan diinterpretasi dalam kaitannya dengan literatur yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa orang Indonesia mempunyai persepsi yang cenderung negatif terhadap keterlambatan Meskipun demikian, pada praktiknya keterlambatan adalah hal yang lumrah terjadi. Hasil analisis menunjukkan bahwa penutur bahasa Indonesia lebih peduli pada keharmonisan hubungan personal dan sosial daripada kemoderenan yang tersistem seperti waktu.Kata kunci: keterlambatan, survei, korpus, kognisi, waktu Unpunctuality is a notorius concept or lifestyle in Indonesia; it is not only a phenomenon, but it also happens pretty frequently in everyday life (albeit not everyone is always late) that it becomes a habit. This study aims to examine the actual cognition of Indonesian towards unpunctuality. This study employs two approaches, namely survey and corpus. The data were then analyzed descriptively and interpreted in relation to other relevant literature. The results of the study show that Indonesian people tend to perceive unpunctuality negatively. However, unpunctuality is something that commonly and normally happens in daily life of Indonesians. It seems that Indonesians are more concerned with the harmony of personal and social relations rather than systemized modernity concept like time.Keywords: unpunctuality, survey, corpus, perception, time