Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Optimalisasi Gerakan Remaja Sehat: Pencegahan dan Penanggulangan Anemia melalui Intervensi Gizi Prautami, Erike Septa; Harwanto, Fatria; Lumbantoruan, Santa Maria
JPM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): October 2025
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/jpm.v6i2.2759

Abstract

Adolescence is a transitional phase from childhood to adulthood, marked by physical, psychological, and psychosocial changes. One of the most common health issues faced by adolescents, especially adolescent girls, is anemia. The low level of knowledge among adolescent girls about anemia and the underutilization of available land are the primary problems addressed in this community service activity. The aim of this program is to increase adolescent girls' knowledge about nutrition and anemia, as well as to utilize unused land to establish a dragon fruit garden. The purpose of this community service activity is to increase the knowledge of young women regarding anemia, utilize the existing land to create a dragon fruit garden where dragon fruit can be used to prevent anemia and install posters and distribute leaflets about nutrition and anemia. The methods used include socialization, education, training, and practical implementation of a dragon fruit garden using a drip irrigation system. The results of the activity showed a significant improvement in the participants' knowledge. Initially, 53 participants were categorized as having poor knowledge, but after the educational intervention, this number dropped to zero. Additionally, the number of participants with good knowledge increased from 2 to 48. Therefore, this activity has had a positive impact in raising awareness and enhancing adolescent girls' understanding of the importance of nutrition and anemia prevention.
IDENTIFIKASI JAMUR PENYEBAB PENYAKIT PASCAPANEN PADA BIJI JAGUNG DAN KACANG TANAH DI WAKTU PENYIMPANAN Anggraini, Selviana; Lumbantoruan, Santa Maria; Ansiska, Paisal; Sridanti, Irma Lisa; Vajri, Indri Yanil
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 21 No 2 (2023): Jurnal Agroqua
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/ja.v21i2.4047

Abstract

  Pathogens that cause plant diseases do not only attack when it was in the field until harvesting, these attacks continue until the agricultural product was stored and consumed. The agricultural products could be stored for a long period after harvesting. During storage, there were several constraints were found in the form of decreased quality due to postharvest disease which it was caused by several pathogens such as fungi, bacteria, and viruses. Fungi were a group of pathogens that were often found as a cause of postharvest disease in agricultural commodities. The method used in this study was a blotter, then it would be continued by isolation and purification and also identification of the pathogen under a microscope. The results of the identification of fungi that cause postharvest diseases in corn and peanut seeds were found in four pathogenic fungi, namely Aspergillus niger, Aspergillus flavus, Penicillium sp, and Fusarium sp.
Karakter Morfo-agronomi Tanaman Cabai Merah (Capsicum annum L.) Fase Awal Vegetatif pada Kondisi Stres Jenuh Air Siaga, Erna; Meihana, Mei; Lumbantoruan, Santa Maria; Sakagami, Jun-Ichi; Lakitan, Benyamin
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 29 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18343/jipi.29.2.236

Abstract

Vegetable cultivation in tropical riparian wetland is currently suboptimal due to unpredictability of water dynamics. Chili pepper is a fruity vegetable that is often cultivated in tropical riparian wetland but is often constrained by conditions of excessive water saturation, such as shallow water tables, waterlogging and submergence in the transition period (dry to rainy season). The aim of this research was to study the morpho-agronomy of varieties of chili peppers under waterlogging stress during the early vegetative stage. A Plot Design was used in this experiment. The main plot consisted of (1) control (field capacity, regularly watering) and (2) waterlogging (simulated by adding water to the growing substrate until a thin layer of water was visible above the substrate surface during four days, followed by a seven-day recovery time during seven days). The subplot consisted of three chili pepper varieties, namely Laris, Romario, and Takanotsume (Japanese variety). Results of this study revealed that waterlogging stress significantly affected root length, number of leaves, total leaf area, chlorophyll content (SPAD), root fresh weight, shoot fresh weight, root dry weight, and shoot dry weight after stress and after recovery time. Meanwhile, chili pepper varieties were only significantly affected the total leaf area and chlorophyll content (SPAD). The total dry weight of Romario and Takanotsume before stress, after stress and after recovery did not significantly increase under waterlogging stress, whereas the total dry weight of Laris was precisely increased, indicating that vegetative growth is continuing. The Laris was categorized as one of chili pepper varieties that had medium tolerance to waterlogging stress at the early vegetative stage. Keywords: Capsicum annum L., soil plant analyses development, total dry weight, waterlogging
SOSIALISASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN MOL ORGANIK BAKTERI FOTOSINTESIS UNTUK KESUBURAN TANAH DALAM MENDUKUNG PERTANIAN BERKELANJUTAN Lumbantoruan, Santa Maria; Paulina, Maria; Sari, Kiky Nurfitri; Prawanto, Andika
JURNAL UNIV.BI MENGABDI Vol 2 No 1 (2023): Jurnal UNIV.BI Mengabdi : Juni
Publisher : LPPM UNIVERSITAS BINA INSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/mengabdi.v2i1.1973

Abstract

Tujuan pegabdian ini dilakukan untuk melakukan sosialisasi mengenai pembuatan MOL bakteri fotosintesis untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia dan untuk meningkatkan kesuburan tanah. Sosialisasi ini juga dilakukan untuk mengenal bagaimana karakteristik tanah dengan tingkat kesuburan tinggi. Penggunaan pupuk kimia yang berlebihan akan berdampak pada berkurangnya kesuburan tanah dan menurunkan kualitas tanah. Penerapan ini dilakukan untuk mendukung pertanian berkelanjutan. Pengabdian ini melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Mojorejo, Kecamatan Selupu Rejang, Curup Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Metode pegabdian dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi dan demontrasi pembuatan MOL bakteri fotosintesis bersama kelompok wanita tani (KWT). Hasil yang diperoleh adalah mol bakteri fotosintesis yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan budidaya tanaman. Bakteri fotosintetik (PSB) sebagai kelompok mikroba yang mampu melakukan fotosintesis dengan menggunakan Bacteriochlorophyll. Hal ini dikarenanakan bakteri fotosintetik berperan penting dalam proses seperti penyerapan nutrisi tanaman, pertumbuhan dan perkembangan, serta ketahanan stres dan membangun interaksi tanaman dan mikroorganisme lain dalam agroekosistem dalam mendukung pertanian berkelanjutan.
PEMBEKALAN SKILL URBAN FARMING BAGI KORBAN PENYALAHGUNAAN NAPZA (KPN) PADA IPWL YAYASAN KARUNIA INSANI MUSI RAWAS Lumbantoruan, Santa Maria; Rudiansyah, Rudiansyah; Heirina, Anna; Loso, Sugito; Murtini, Sri; Anggraini, Selviana; Neksidin, Neksidin
JURNAL UNIV.BI MENGABDI Vol 3 No 2 (2024): Jurnal UNIV.BI Mengabdi : Desember
Publisher : LPPM UNIVERSITAS BINA INSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/mengabdi.v3i2.2397

Abstract

Urban farming merupakan pertanian yang diterapkan di perkotaan dengan pemanfaatan lahan terbatas. Pemanfaatan urban farming disinyalir dapat meningkatkan ketahanan pangan dengan memberdayakan masyarakat yang memiliki lokasi perumahan yang sempit. Pengabdian ini di lakukan pada masyarakat yang pernah mengikuti rehabilitasi akibat terpapar oleh Narkotika, Psikotropika, dan bahan Adiktif lainnya (Napza). Metode pelaksanaan pengabdian ini terdiri dari penyulahan dan praktik langsung. Dalam pelaksanaan pengabdian ini dilakukan penyuluhan terkait pelaksanaan metode urban farming yang dapat dilakukan dengan mudah di rumah/tempat tinggal masyarakat korban penyalahgunaan Napza. Penyuluhan ini terkait tentang pentingnya peranan urban farming dapat meningkatkan ketahanan pangan. Penyulahan ini juga membahas tentang penerapan hiroponik. Hidroponik sederhana yang dapat dan mengurangi limbah plastik dan juga limbah styfoam. Metode selanjutnya pengabdian ini adalah melaksanakan praktik langsung pembuatan budidaya ikan dalam ember dan hidroponik sederhana dari bahan botol plastik juga stryfoam. Hasil pengabdian ini terlaksana budidaya ikan dalam ember, hidroponik sederhana dan nutrisi tanaman hidroponik. Pelaksanaan yang diikuti oleh warga binaan IPWL antusias mendengarkan dan ingin menerapkan langsung urban farming setelah keluar dari program rehabilitasi, sehingga mereka lebih produktif dan jauh dari godaan pengaruh Napza. Pegabdian merupakan kolaborasi Agroekoteknologi dan Ilmu perikanan. Pegabdian ini melibatkan mahasiswa untuk meningkatkan jiwa sosial di masyarakat dan penerapan ilmu selama di perkuliahan
POTENSI PEMANFAATAN LIMBAH AIR CUCIAN BERAS PADA TANAMAN PAKCOY (BRASSICA RAPA L.) Paulina, Maria; Lumbantoruan, Santa Maria; Septiani, Aella
Jurnal Agroteknologi dan Pertanian (JURAGAN) Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Agroteknologi dan Pertanian (JURAGAN) Oktober 2020
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/juragan.v1i1.26

Abstract

Pakcoy as a type of vegetable that we often encounter on the market. This plant can be cultivated easily, and can be consumed directly or processed into complementary vegetables in meatballs, chicken noodles, and other types of food. Excessive use of chemical fertilizers will cause soil damage in the long term. Reducing chemical fertilizers can be done by giving rice washing water, because usually when washing rice, the water used is just thrown away. In fact, this rice washing water waste has the potential as liquid organic fertilizer. The purpose of this study was to determine the effect of rinsing rice washing water on the growth and yield of pakcoy plants. The research design used a randomized block design (RAK) with a single factor, namely the rice washing water rinse, namely C0 = control, C1 = the first rinse of rice washing water, C2 = the second rinse of rice washing water, and C3 = the third rinse of rice washing water. The parameters observed were plant height, number of leaves, plant diameter, fresh root weight, and total fresh weight. The results showed that rice washing water rinse had no significant effect on all observed parameters. However, C3 treatment has the greatest value for all observations compared to the control treatment, C1, or C2.
POTENSI PEMANFAATAN MIKORIZA UNTUK MENINGKATKAN KETAHANAN PANGAN Lumbantoruan, Santa Maria; Herlina, Herlina; Az-zahra, Risma Chantrika
Jurnal Agroteknologi dan Pertanian (JURAGAN) Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Agroteknologi dan Pertanian (JURAGAN) Oktober 2020
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/juragan.v1i1.33

Abstract

This study aims to examine the mycorrhizal potential for food security in Indonesia. The analysis is based on literature review using secondary data as a source of information. Food productivity has an important role in the lives of many people. Meanwhile, on the one hand, we are faced with immeasurable human growth and land functions that have begun to shift to settlements over time. One way to increase food in Indonesia is to empower marginal lands. Indonesia has a marginal land area that has not been optimized due to problems with the soil, poor nutrients and poor water management. Of course, to overcome this, it is necessary to have an agricultural cultivation approach so that these lands can be utilized. One of the approaches to agricultural cultivation is the application of biological fertilizers, namely mycorrhizae. From several literature studies, it is found that mycorrhizae can increase plant production by increasing nutrient uptake in marginal lands.
KAJIAN POTENSI DAN KENDALA PERTANIAN KABUPATEN MUSI RAWAS lumbantoruan, santa maria
Jurnal Agroteknologi dan Pertanian (JURAGAN) Vol 3 No 1 (2022): JURAGAN (JURNAL AGROTEKNOLOGI DAN PERTANIAN) April 2022
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/juragan.v2i2.75

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi pertanian dan kendala pada sektor pertanian di Musi Rawas. Sektor pertanian sebagai potensi utama perekonomian masyarakat menjadikan sektor ini memiliki peran untuk kesejahteraan masyarakat secara umum, namun potensi ini harus dikelola agar berkesinambungan, sedangkan kendala harus dibenahi agar kemajuan dibidang pertanian bisa terus dilakukan. Pertanian musirawas memiliki potensi yang baik di Sumatera Selatan. Komoditas pangan unggulan yaitu di Musi Rawas terdiri dari 6 yaitu jagung, padi ladang, ketela rambat, kacang hijau, ketela pohon dan padi sawah dan komoditi karet dan sawit sebagai komoditi unggulan perkebunan. Kabupaten Musi Rawas memberikan Kontribusi tertinggi Domestik bruto yang berasal dari pertanian sebesar 31,55 %. Namun dalam proses pengembangan sektor pertanian ini mengalami kendala dalam pengelolaannya yaitu minimnya petani milleniall/muda yang akan melanjutkan sistem pertanian ini. Kondisi ini juga berpengaruh pada peranan teknologi yang tidak bisa diterapkan dikarenakan kurangnya wawasan petani di sebabkan rendahnya pendidikan para petani yang dominan lulusan sekolah dasar. Penggunaan pupuk yang masih berfokus pada pupuk dan pestisida anorganik mengakibatkan biaya yang dikeluarkan oleh petani tidak sedikit. Kondisi pertanian yang tidak berkelanjutan juga tidak bisa diterapkan apabila tidak dilakukannya pemupukan yang berimbang antar pupuk organik dan anorganik. Salah satu program yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala ini adalah melakukan Penyuluhan dan pemberian wawasan agar petani dapat melakukan dan menerapkan pertanian berkelanjutan dengan menggunakan pupuk yang berimbang.
OPTIMALISASI PEMILIHAN VARIETAS DAN DOSIS PUPUK NPK PADA BUDIDAYA CAISIN (Brassica juncea L.) TERAPUNG DI LAHAN RAWA LEBAK Siaga, Erna; Lumbantoruan, Santa Maria; Anggraini, Selviana; Paulina, Maria
Jurnal Agroteknologi dan Pertanian (JURAGAN) Vol 3 No 2 (2022): JURAGAN (JURNAL AGROTEKNOLOGI DAN PERTANIAN) Oktober 2022
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/juragan.v2i1.97

Abstract

Kondisi banjir pada lahan rawa lebak pada musim penghujan sekitar 3-6 bulan memiliki potensi dikembangkan untuk praktik budidaya sayuran terapung terutama sayuran daun seperti caisin, Brassica juncea L.. Faktor penting yang perlu diperhatikan dalam budidaya caisin terapung diantaranya yaitu pemilihan varietas dan dosis pupuk yang digunakan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendapatkan varietas dan dosis pupuk NPK yang terbaik pada budidaya caisin terapung di lahan rawa lebak padi pada periode banjir. Penelitian dilaksanakan di lahan rawa lebak petani, Desa Pelabuhan Dalam, Pemulutan, Sumatera Selatan pada Januari-Maret 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu Varietas Caisin yang terdiri atas Espana, Shinta dan Tosakan. Faktor kedua yaitu dosis pupuk NPK yang terdiri atas T1 (2.5 g tanaman-1), T2 (5 g tanaman-1), dan T3 (7.5 g tanaman-1). Komposisi media tanam yang digunakan yaitu tanah, pupuk kendang ayam dan sekam padi dengan perbandingan 1:1:1 (v:v:v). Media dicampur secara merata dan diisikan ke dalam polibag ukuran 30 cm x 30 cm. Hasil menunjukkan bahwa pada budidaya caisin terapung, nilai SPAD masing-masing varietas caisin menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata, sedangkan pemupukan NPK dosis 7.5 tanaman-1 menunjukkan nilai SPAD tertinggi namun berbeda tidak nyata dengan pemupukan NPK dosis 5.0 g tanaman-1. Hasil panen caisin varietas Espana dan Tosakan menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata, sedangkan perbedaan dosis pupuk NPK yang diberikan memberikan hasil yang berbeda nyata antar dosis. Budidaya caisin memberikan hasil terbaik pada kombinasi antara penggunaan Varietas Espana dan dosis pupuk NPK 7.5 g tanaman-1.
RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK MIKORIZA PADA KONDISI MUKA AIR TANAH DANGKAL DI FASE VEGETATIF AWAL Siaga, Erna; Meihana, Mei; Lumbantoruan, Santa Maria
Jurnal Agroteknologi dan Pertanian (JURAGAN) Vol 5 No 2 (2024): JURAGAN (JURNAL AGROTEKNOLOGI DAN PERTANIAN) OKTOBER 2024
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/juragan.v5i2.203

Abstract

Pada akhir musim penghujan lahan rawa lebak memiliki potensi untuk praktik budidaya tanaman hortikultura seperti budidaya cabai merah. Salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan yaitu teknik budidaya dan penggunaan pupuk yang dapat meningkatkan sifat fisik, kimia dan biologi tanah lahan rawa lebak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi mikoriza terhadap pertumbuhan tanaman cabai merah fase vegetatif pada kondisi muka air tanah dangkal. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Percobaan Program Studi Agroteknologi Fakultas Ilmu Tanaman dan Hewani pada Desember 2022-Februari 2023. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan yaitu aplikasi mikoriza yang terdiri atas dosis pupuk mikoriza 10 g/ tanaman (M1) dan pupuk mikoriza 20g/ tanaman (M2) pada kondisi muka air tanah dangkal (permukaan air tanah 10 cm dibawah permukaan media tanam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk mikoriza 10 g/ tanaman dan pupuk mikoriza 20g/ tanaman pada kondisi muka air tanah dangkal memberikan hasil yang tidak berbeda nyata terhadap jumlah daun,panjang tajuk, panjang akar, dan berat kering tanaman cabai. Pemberian mikoriza 10 g/ tanaman memberikan efek terbaik pada peningkatan pada hasil panjang tajuk , jumlah daun, berat basah dan berat kering tanaman cabai sedangkan pemberian mikoriza 20 g/ tanaman memberikan dampak terbaik pada peningkatan paramater luas daun dan panjang akar tanaman cabai.