Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Peran DP3KB dan Forum GenRe Kabupaten Bintan dalam Meningkatkan Kesadaran Remaja dan Orang Tua terhadap Pencegahan Pernikahan Dini Syahrul, Syahrul; Teguh Setiandika Igiasi; Jaya Hermawan
Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 01 (2026): Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat, January-March 2026
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pernikahan dini masih menjadi permasalahan sosial yang berdampak luas terhadap kesehatan, pendidikan, psikologis, dan ketahanan keluarga. Meskipun regulasi telah menetapkan batas usia minimal menikah, praktik pernikahan dini masih ditemukan sehingga memerlukan upaya preventif yang berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja serta orang tua mengenai pencegahan pernikahan dini, kesehatan reproduksi, perilaku berisiko remaja, serta pentingnya perencanaan kehidupan berkeluarga dan pendewasaan usia perkawinan. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan edukasi sosial melalui penyuluhan dan diskusi interaktif yang melibatkan remaja tingkat menengah pertama dan menengah atas serta orang tua di Kabupaten Bintan. Materi yang disampaikan mencakup perubahan masa pubertas, risiko pernikahan dini, kesehatan reproduksi, perilaku berisiko, peran keluarga, serta konsep keluarga berencana. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran peserta terhadap dampak pernikahan dini serta pentingnya kesiapan fisik, mental, sosial, dan ekonomi sebelum menikah. Remaja menunjukkan sikap yang lebih terbuka terhadap perencanaan masa depan dan orientasi pendidikan, sementara orang tua semakin memahami peran strategis keluarga dalam mendampingi dan mengarahkan remaja.
TANGGUNGJAWAB SOSIAL PERUSAHAAN DI BIDANG LINGKUNGAN HIDUP: KONSERVASI PENYU DI KABUPATEN KEPULAUAN ANAMBAS INDONESIA Siti Arieta; Meilanny Budiarti; Teguh Setiandika Igiasi
Journal of Management and Social Sciences Vol. 2 No. 1 (2023): Februari : Journal of Management and Social Sciences
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar Jl. Sumba no 46, Kota Makassar, Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jimas.v2i1.178

Abstract

Ancaman kepunahan spesies penyu diakibatkan oleh berlangsungnya tragedy of the commons serta kondisi anomie yang menyebabkan penyu dan telurnya menjadi objek ekonomi. Saat ini, perlindungan terhadap penyu mengamanatkan seluruh masyarakat berintegrasi untuk melakukan konservasi. Penelitian ini mengkaji tentang keterlibatan para aktor yang terlibat dalam upaya konservasi penyu di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan keterlibatan dan strategi para pemangku kepentingan dalam konservasi penyu di Kabupaten Kepulauan Anambas, dan berdasarkan temuan penelitian akan merekomendasikan arah kebijakan dalam membangun model pengelolaan konservasi penyu yang berkelanjutan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode campuran, yakni kualitatif melalui wawancara mendalam dan kuantitatif dengan penghitungan Social Return of Investment (SROI). Temuan penelitian menyatakan bahwa konservasi penyu di Kabupaten Kepulauan Anambas sudah dilakukan sevara kolaboratif dan mengalami perubahan positif yang signifikan. Pengetahuan akan keberlanjutan dan modal ekonomi serta modal sosial menjadi syarat utama yang harus dimiliki oleh pihak yang berpartisipasi dalam konservasi penyu. Premier Oil Indonesia merupakan satu-satunya stakeholder yang sukses menjalankan kegiatan konservasi penyu sebagai bagian dari tanggungjawab sosial perusahaan (CSR) sejak tahun 2014. Premior Oil Indonesia memiliki habitus kelas yang diakui oleh pemangku kepentingan lain, dan perusahaan ini menduduki posisi yang terligitimasi dalam struktur masyarakat Kepulauan Anambas. Meskipun kegiatan yang dilakukan oleh Premier Oil memperoleh kesuksesan, tantangan utama yang dihadapi adalah masih terdapat pihak-pihak yang tidak mendukung konservasi. Untuk mengantisipasi hal ini, peranan Pemerintah dan penegak hukum sudah cukup maksimal dalam menjalankan patroli, sosialisasi dan penegakan hukum kepada masyarakat.