Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Analisis Jaringan Kerja Komunikasi BKKBN Dalam Sosialiasi Program Generasi Berencana (Genre) di Sulawesi Tenggara Harnina Ridwan; Juhaepa; Sarmadan
Jurnal Komunikasi, Masyarakat Dan Keamanan Vol 1 No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : LPPMP Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/komaskam.v1i1.3259

Abstract

Penelitian ini fokus mendeskripsikan jaringan kerja komunikasi yang terjadi pada kantor BKKBN dalam mensosialisasikan program generasi berencana. Melalui forum generasi berencana (genre) maka akan dilakukan persiapan-persiapan menuju bonus demografi pada tahun 2030 termasuk juga untuk wilayah Sulawesi Tenggra. Kehadiran Forum generasi berencana (Genre) di Sulawesi Tenggra dibawah asuhan BKKBN diharapkan dapat memberikan informasi kepada para remaja untuh dapat terhidar dari permasalahan yang tidak diinginkan dengan menerapkan jaringan kerja komunikasi organisasi yang tepat. Motede penelitian ini adalah kualitatif yang mendeskripsikan tentang jaringan kerja komunikasi yang terjadi pada kantor BKKBN dalam mensosialisasikan program generasi berencana melibatkan forum Gendre di Sulawesi Tenggara dengan pemilihan informan yakni orang-yang paling paham dengan inti permasalahan. Hasil penelitian menujukkan bahwa Jaringan kerja komunikasi yang terjadi pada kantor BKKBN dalam mensosialisasikan program generasi berencana sangat tergantung pada proses komunikasi, kemampuan komunikator dalam hal ini orang-orang yang bekerja di Forum Gendre dalam asuhan BKKBN untuk mendapatkan keakuratan pesan atau informasi bagi para remaja sebagai komunikan yang merupakan komponen yang sangat penting.
Pelatihan Peduli Kebersihan Lingkungan Secara Berkelanjutan di Kelurahan Wawanggu Kecamatan Kadia Kota Kendari Tanzil; Peribadi; Bauto, La Ode Monto; Rusli, Muhammad; Sarmadan; Umran, Laode Muh.
Indonesian Journal of Community Services Vol. 1 No. 1 (2022): May
Publisher : CV. Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47540/ijcs.v1i1.503

Abstract

The purpose of this community service activity is to increase public knowledge about the causes of unclean environmental problems in urban areas and to make efforts to prevent various problems related to environmental hygiene problems. The implementation of this service is carried out in two stages; first counseling/training. In the first stage, the instructor provides lessons to the trainees. The trainer encourages all participants to raise various environmental hygiene issues in their area. Furthermore, the trainer interacts directly with the residents to understand the problems they are facing. In this service, a Focus Group Discussion (FGD) was also held with government officials and community leaders in the Wawanggu village. With this activity, community groups that care about the realization of environmental cleanliness have been carried out. These community groups are trained to handle various environmental hygiene issues, for example using waste into a product that has economic value. This activity is integrated with the Work Program of the Neighborhood Association (RT) in the service activity area so that there is mutual strengthening between community members and village government officials.
Dinamika Perilaku Politik Perempuan Marjinal dalam Pemilihan Kepala Daerah : Studi di Kota Kendari Syaifudin Suhri Kasim; Sarmadan; Suryani BB; Asriani
PAMARENDA : Public Administration and Government Journal Vol. 4 No. 2 (2024): Edisi November
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan, FISIP - Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/pamarenda.v4i2.57

Abstract

Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana dan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku politik perempuan marjinal sehingga berdampak pada perilaku politik mereka di Kota Kendari. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam faktor sumber daya politik, sosial, ekonomi, dan budaya patriarki mempengaruhi perilaku politik mereka. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preferensi politik perempuan  marjinal dalam Pilkada langsung sangat dipengaruhi oleh akses terhadap sumber daya politik, faktor sosial, ekonomi, dan budaya patriarki. Mayoritas perempuan marjinal memilih calon yang dianggap mampu mendukung kebutuhan keluarga dan meningkatkan kesejahteraan komunitas. Sikap politik mereka juga terbentuk oleh pengalaman hidup, interaksi sosial, dan peran mereka dalam keluarga.  Kebijakan yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi perempuan marjinal, seperti peningkatan kesempatan kerja atau program pelatihan keterampilan, sering kali menarik perhatian mereka. Preferensi ini bukan hanya merupakan hasil dari kebutuhan mendesak, tetapi juga cerminan aspirasi perempuan  marjinal untuk meningkatkan taraf hidup keluarga dan lingkungannya.
Relasi Kekerabatan Bahasa Bugis dengan Bahasa Bajo di Sulawesi Tenggara Takwa, Takwa; Sarmadan
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 4 No 2: Juni (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v4i2.1280

Abstract

Bahasa merupakan salah satu aspek penting dalam identitas budaya suatu komunitas. Di Sulawesi Tenggara, Bahasa Bugis dan Bahasa Bajo merupakan dua bahasa yang digunakan oleh komunitas yang berbeda namun memiliki sejarah interaksi yang panjang. Memahami relasi kekerabatan antara kedua bahasa ini penting untuk mengungkap asal-usul, perkembangan, dan pengaruh timbal balik yang terjadi. Penelitian ini sangat urgen untuk melestarikan kekayaan bahasa daerah dan memperkuat identitas budaya komunitas terkait. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi relasi kekerabatan bahasa Bugis dan bahasa Bajo, dilihat dari persentase kekerabatan dan penetapan kata kerabat (pasangan identik, korespondensi fonemis, dan kemiripan secara fonetis). Metode statistik deskriptif digunakan untuk mengetahui tingkat kekerabatan kedua bahasa yang diteliti. Data yang dikumpulkan adalah data lisan berupa kosakata bahasa Bugis dan kosakata bahasa Bajo, masing-masing sebanyak 200 kata sesuai dengan jumlah kosakata dasar yang ditetapkan oleh Morris Swadesh. Sedangkan sumber datanya diperoleh dari empat orang informan yang dipilih/ditetapkan. Keempat informan tersebut, selanjutkan disodorkan atau diberikan kosakata dasar Morris Swadesh untuk diterjemahkan ke dalam bahasa daerah masing-masing, dua informan untuk bahasa Bugis dan dua informan untuk bahasa Bajo. Setelah mengetahui jumlah kata yang berkerabat, maka jumlah kata yang berkerabat itu dipersentasekan guna mengetahui tingkat kekerabatan bahasa Bugis dan bahasa Bajo. Penelitian ini menunjukkan bahwa bahasa Bugis dan bahasa Bajo memiliki tingkat kekerabatan sebesar 22,7%, yang secara linguistik menempatkan keduanya dalam tingkatan rumpun (stock) menurut klasifikasi Keraf. Meskipun tidak termasuk dalam kategori bahasa yang sangat dekat, relasi ini tetap mencerminkan adanya asal-usul yang serumpun dari rumpun Austronesia.
Kajian Identifikasi dan Revitalisasi Cerita Rakyat Etnik Tolaki Mekongga di Kabupaten Kolaka Sarmadan; Pageyasa, Wayan; Tundreng, Syarifuddin; Musliha; Razak , Abdul
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 4 No 2: Juni (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v4i2.1300

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serta merevitalisasi cerita rakyat etnik Tolaki Mekongga di Kabupaten Kolaka yang mengalami penurunan eksistensi di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda. Pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan tokoh adat, sesepuh masyarakat, dan pelaku budaya, serta dokumentasi dari sumber tertulis dan rekaman cerita. Hasil penelitian menunjukkan adanya sepuluh cerita rakyat yang masih dikenal dalam masyarakat dengan tingkat popularitas berbeda-beda. Dua cerita rakyat tergolong sangat populer (Konggaaha dan Asal Usul Gunung Mekongga), empat kategori populer, dua cukup populer, satu kurang populer, dan satu hampir punah. Penurunan minat generasi muda terhadap cerita rakyat disebabkan oleh terbatasnya akses terhadap media yang menarik, dominasi budaya populer modern, serta kurangnya integrasi cerita rakyat dalam kurikulum pendidikan. Oleh karena itu, strategi revitalisasi yang disarankan meliputi penyusunan buku antologi berbasis bahan ajar, digitalisasi cerita rakyat dalam bentuk video atau platform interaktif, serta integrasi dalam sistem pendidikan lokal. Penelitian ini menegaskan bahwa pelestarian cerita rakyat memerlukan kolaborasi antara masyarakat, lembaga pendidikan, dan pemerintah daerah dengan dukungan teknologi digital yang sesuai perkembangan zaman.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Modul Pembelajaran Bahasa Indonesia Berdiferensiasi Berbasis Kearifan Lokal Sarmadan; Alu, La; Saadillah, Andi
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 4 No 2: Agustus (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v4i2.641

Abstract

Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum terbaru yang dicanangkan pemerintah untuk menjawab tantangan dunia pendidikan saat ini yang salah satu tujuannya untuk meningkatkan kesadaran terhadap budaya lokal dalam konteks pembelajaran di Indonesia. Dalam rangka mendukung implementasi kurikulum ini, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan modul pembelajaran Bahasa Indonesia berdiferensiasi dan berbasis kearifan lokal. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang kebutuhan siswa dalam memahami dan mengapresiasi pembelajaran bahasa Indonesia, sambil memperkuat pengenalan terhadap budaya lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, sedangkan teknik pengumpulan data meliputi kuesioner, FGD, wawancara, dan analisis dokumen untuk mengevaluasi kebutuhan siswa dari berbagai latar belakang karakteristik budaya, potensi, bakat dan minat. Dengan mengintegrasikan keragaman tersebut, modul pembelajaran bahasa Indonesia berdiferensiasi dapat dikembangkan dengan memperhatikan kearifan lokal sebagai landasan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa membutuhkan modul pembelajaran yang disajikan dengan bahasa yang sederhana dan contoh konkret melalui integrasi dengan konteks budaya dimana hal tersebut dapat meningkatkan relevansi dan minat, pemahaman materi, dan kebanggaan akan warisan budaya mereka.
PERAN TENAGA PENDIDIK TAMAN PENITIPAN ANAK (TPA) DALAM PENGASUHAN ANAK (Studi Pada Tenaga Pendidik TPA Gading Preschool Di Kota Kendari) Wa Ode Uswatun Hasanah; Tanzil; Sarmadan
Welvaart: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 5 No. 1 (2024): EDISI JUNI
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/welvaart.v5i1.7

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan peran guru dalam menjaga anak di taman penitipan anak (TPA) gading preschool di kota Kendari. Selain itu, penelitian ini juga menyelidiki dan menjelaskan tantangan yang dihadapi oleh guru di TPA gading preschool tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Tujuannya adalah untuk mendapatkan pemahaman yang luas dan mendalam tentang fenomena yang dialami subjek penelitian, seperti perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dll., dengan menggunakan berbagai pendekatan alamiah. Hasil penelitian menunjukan peran seorang pengasuh daycare sangat penting dalam perkembangan dan pembentukan karakter anak-anak. Sebagian besar pengasuh daycare mempunyai kedekatan emosional dengan anak-anak yang mereka rawat. Tenaga pengasuh di TPA gading preschool selalu berusaha dalam membimbing anak agar dapat menjadi lebih baik, mengajarkan anak agar memahami keberagaman potensi anak, menjadi perantara dalam proses perkembangan dan belajar anak, memberikan dorongan kepada anak agar lebih semangat dalam berlajar, Dan dalam pengasuh di TPA gading preschool memiliki salah satu kendala yang sering dialami para tenaga pendidik adalah sulitnya menjaga konsentrasi dan motivasi belajar anak kurangnya kerja sama anatara pihak pengasuh dan orang tua anak dan fasilitas TPA yang kurang memadai, tenaga pendidik sulit menjaga konsentrasi dan motivasi belajar anak, anak-anak cenderung mudah bosan sehingga fokus mereka gampang sekli teralihkan.
DAMPAK PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) PT. VDNI TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT (Studi Di Desa Morosi Kecamatan Morosi Kabupaten Konawe) Bernesi Demma Dandan; Sarmadan; Megawati Asrul Tawulo
Welvaart: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 5 No. 1 (2024): EDISI JUNI
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/welvaart.v5i1.10

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana program Corporate Social Responsibility (CSR) diterapkan di Desa Morosi Kecamatan Morosi Kabupaten Konawe dan bagaimana hal itu berdampak pada masyarakat. Penelitian kualitatif adalah metode yang digunakan untuk melakukan penelitian. Ini adalah jenis penelitian yang mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap, kepercayaan, persepsi, dan pemikiran individu dan kelompok. Dalam penelitian ini, informan yang dipilih adalah masyarakat Desa Morosi, Kepala Desa Morosi, dan Humas PT.VDNI, karena metode purposive sampling digunakan. Data primer dan sekunder digunakan, dan metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan adanya program Corporate Social Responsibility (CSR PT. VDNI di Desa Morosi memberikan dampak terhadap kehidupan social ekonomi masyarakat. Dampak sosial ekonomi yaitu meningkatkan kesejahteraan masayarakat, meningkatkan standard pendidikan dan penyelesaian masalah lingkungan. Adapun dampak negatifnya yaitu memicu terjadinya konflik dimasyarakat yang dimana konflik yang terjadi di masyarakat tidak memberikan pengaruh yang signifikan hanya berdampak kecil dimasyarakat. Jadi kesimpulan dari penelitian ini adalah program Corporate Social Responsibility (CSR) PT.VDNI telah berdampak besar pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat setempat. Namun selain itu juga timbul dampak negatif tetapi tidak berpengaruh signifikan di masyarakat.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) BATU BATA MERAH DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN KELUARGA DI DESA KIAEA KECAMATAN PALANGGA KABUPATEN KONAWE SELATAN Edwin Munansah; Syaifudin Suhri Kasim; Sarmadan
Welvaart: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 5 No. 2 (2024): EDISI DESEMBER
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/welvaart.v5i2.16

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah batu bata merah dalam meningkatkan pendapatan keluarga di Desa Kiaea, Kecamatan Palangga, Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model deskriptif, informan dalam penelitian ini ditentkan dengan menggunakan teknik purposive sampling sehingga informan dalam penelitian ini terdiri dari pemilik usaha dan pekerja batu bata. Data dalampnelitian ini diperoleh melalui wawancara dan studi dokumen, data yang diperoleh kemudian dianalisis secara kualitatif dengan model interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi peningkatan pendapatan keluarga pengusaha batu bata merah di Desa Kiaea meliputi beberapa aspek utama. Strategi produk dilakukan dengan meningkatkan kualitas bahan baku, sementara strategi harga berfokus pada penyesuaian harga berdasarkan kualitas bahan yang dikembangkan. Strategi distribusi diterapkan melalui penyediaan jasa pengantaran, dan strategi promosi berkembang dengan pemanfaatan media sosial. Melalui langkah-langkah ini, para pengusaha mampu memperluas usaha, meningkatkan daya saing, serta secara signifikan menambah pendapatan keluarga mereka.
REHABILITASI SOSIAL KORBAN PENYALAHGUNAAN NAPZA DALAM MEWUJUDKAN KEBERFUNGSIAN SOSIAL (Studi Kasus Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kendari) Andriani; Sarmadan; Nada Kusuma
Welvaart: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 5 No. 2 (2024): EDISI DESEMBER
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/welvaart.v5i2.20

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Tahapan Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan NAPZA Dalam Mewujudkan Keberfungsian Sosial Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kendari. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitaif. Penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling sehingga yang menjadi informan adalah ketua rehabilitasi sosial, psikolog, konselor, dan warga binaan. Sumber data yang digunakan pada penelitian yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang di gunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan, pengolahan data, dan analisis data. Hasil penelitian ini yaitu Tahapan rehabilitasi sosial bagi korban penyalahgunaan Napza berperan penting dalam mewujudkan keberfungsian sosial mereka. Melalui tahapan-tahapan ini, korban penyalahgunaan Napza dapat mengembalikan fungsionalitas sosial mereka secara bertahap. Dari pengenalan program hingga pemberian kegiatan vokasional dan perbengkelan, setiap tahapan dirancang untuk membantu korban memahami konsekuensi dari penyalahgunaan Napza dan membangun kembali keterampilan sosial dan kehidupan sehari-hari yang positif. Dengan adanya dukungan dari konselor, psikolog, dan lembaga terkait, serta kerja sama dari korban sendiri, diharapkan bahwa melalui proses rehabilitasi ini, korban penyalahgunaan Napza dapat kembali menjadi anggota masyarakat yang produktif dan berfungsi dengan baik.