Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : SOCIETAL

Respon Pasangan Usia Subur (PUS) Terhadap Progaram Keluarga Berencana ( KB) di Desa Mantobua Kecamatan Lohia Kabupaten Muna Usnia Usnia; Suharty Roslan; Dewi Anggraini
SOCIETAL Vol 9, No 1 (2022): Edisi April
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah  bagaimana respon pasangan usia subur (PUS) terhadap program keluarga berencana (KB)  di Desa Mantobua Kecamatan  Lohia  Kabupaten Muna dan apa yang menjadi kendala dalam pelaksanaan  program Keluarga Berencana (KB) di Desa Mantobua  Kecamatan Lohia Kabupaten Muna. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui  respon pasangan usia subur (PUS)  terhadap program keluarga berencana (KB) di Desa Mantobua Kecamatan Lohia Kabupaten Muna dan untuk mengetahui apa yang menjadi kendala dalam pelaksanaan program keluarga berencana (KB) di Desa Mantobua Kecamatan Lohia Kabupaten Muna. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Mantobua Kecamatan Lohia Kabupaten Muna. Sumber data penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder, data primer yaitu data melalui kegiatan observasi dan wawancara guna menjawab permasalahan penelitian dan data sekunder yaitu data yang berupa catatan-catatan dan keadaan geografis. Untuk teknik pengambilan data digunakan purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kualitatif yaitu data disajikan dengan menjelaskan dan menggambarkan keadaan yang sesungguhnya yang terjadi di lokasi. Penelitian menggunakan tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa respon pasangan usia subur (PUS) terhadap program keluarga berencana (KB) terbagi menjadi dua yaitu menerima program keluarga berencana (KB), dan menolak program keluarga berencana (KB). Berdasarkan hasil penelitian dilapangan bahwa lebih banyak pasangan usia subur (PUS) menolak adanya program KB dibandingkan yang menerima. Sedangkan yang menjadi kendala dalam pelaksanaan program keluarga berencana (KB) yaitu pengetahuan masyarakat, tingkat pendidikan masyarakat, tingkat ekonomi masyarakat dan usia. Jika dilihat dari pengetahuan masyarakat yang dimiliki oleh pasangan usia subur (PUS) yaitu masih rendah, dari segi pendidikan yaitu masih kurangnya tingkat pendidikan yang dimiliki oleh pasangan usia subur (PUS) dan masih ada pasangan usia subur hanya tamatan sekolah dasar, dari segi ekonominya yaitu pendapatan yang di peroleh masih sangat rendah, dan dari segi usia yaitu banyaknya pasangan usia subur (PUS) yang berusia mudah sehingga tidak mau mengikuti program KB karena takut dengan efek samping dari penggunaan program keluarga berencana (KB).
EKSISTENSI OJEK ONLINE DI KELURAHAN KAMBU KECAMATAN KAMBU KOTA KENDARI Indra Wijaya; Suharty Roslan; Ratna Supiyah
SOCIETAL Vol 9, No 1 (2022): Edisi April
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi ojek online tetap eksis dan untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi ojek online di kelurahan kambu, kecamatan kambu. Hasil penelitian ojek online tetap eksis di kelurahan kambu karena kepraktisan bekerja sebagai driver transportasi online salah satu nya Gojek, bisa dijadikan sebagai kerja sampingan dan mendapatkan penumpang lebih mudah dengan cara menghidupkan aplikasi. Kenyamanan pelayanan yang baik wajib diberikan driver kepada pelanggan. Keungulan dalam mengambil keputusan atas dasar penggunaan sebuah produk jasa yaitu seindividu, pengetahuan, sikap, pembelajaran, kelompok usia, gaya hidup, motivasi dan keterlibatan  budaya, sosial dan pemasaran produk  harga, merk, layanan jasa sudah terjamin. Fitur promo dengan harga yang diberlakukan ojek online terjangkau oleh masyarakat. Dari segi Kondisi Ekonomi keberadaan transportasi online ternyata membuat resah driver ojek pangkalan karena transportasi Online dinilai mengurangi pendapatan. Pendapatan driver setelah bergabung dengan grab penghasilan yang didapat sudah cukup bahkan melebihi untuk kebutuhan sehari-hari. Pengeluaran keuangan driver ojek masyarakat Kelurahan Kambu yang bekerja menjadi driver ojek online cukup besar. Dan kondisi sosial pendidikan formal  tidak  menjadi kriteria utama bagi para driver ojek online sendiri. Kemampuan menggunakan ojek online  memberikan kepuasan sesuai dengan yang diharapkan. Dengan hadirnya ojek online mampu menjadi pilihan pekerjaan bagi masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan sehingga dapat mencukupi kebutuhan keluarga.
DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP KONDISI SOSIAL KEHIDUPAN MASYARAKAT DI KELURAHAN LAIWORU KECAMATAN BATALAIWORU KABUPATEN MUNA Dedi Dedi; Suharty Roslan; Sarmadan Sarmadan
SOCIETAL Vol 8, No 2 (2021): Edisi Oktober
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui Dampak Covid-19 Terhadap interaksi sosial pada Masyarakat Di Kelurahan Laiworu Kecamatan Batalaiworu Kabupaten Muna dan untuk mengetahui Dampak Covid-19 Terhadap Kondisi Ekonomi Masyarakat di Kelurahan Laiworu Kecamatan Batalaiwoiru Kabupaten Muna. Jenis penelitian ini adalah teknik deskriptif kualitatif dengan cara mengumpulkan data melalui pengamatan (observasi), wawancara (interview) dan dokumentasi. Data penelitian yang dihimpun selanjutnya diolah dan dianalisis, analisis data dilakukan dari awal hingga akhir penelitian. Komponen­komponen analisis data mencakup reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan secara interaktif. Adapun Informan dalam penelitian ini adalah masyarakat dan pemerintah daerah yang terdampak covid 19. Dampak positif dan negatif covid 19 terhadap interksi sosial masyaraka yaitu : a. dampak positif adalah memiliki banyak waktu bersama keluarga, kehidupan agama,  membiasakan pola hidup sehat. b. dampak negatif yaitu ruang gerak masyarakat terbatas, tingginya angka kriminalitas serta pendidikan dan dampak covid-19 terhadap kondisi ekonomi masyarakat yaitu : a dampak positif adalah terbukanya usaha-usaha. b. dampak negatifnya adalah Berkurangnya pendapatan masyarakat, lapangan pekerjaan terbatas, pengeluaran lebih besar selama pendemi dan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja)
RELASI GENDER PADA PENGASUHAN ANAK DI BESA BIWINAPADA KECAMATAN SIOMPU KABUPETENA BUTON SELATAN Amnia Amnia; Suharty Roslan; Dewi Anggraini
SOCIETAL Vol 9, No 1 (2022): Edisi April
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi proses pengasuhan orang tua terhadap anak di Desa Biwinadapa Kecamatan Siompu Kabupaten Buton Selatan; untuk mengetahui relasi gender pada proses pengasuhan anak di Desa Biwinapada Kecamatan Siompu Kabupaten Buton Selatan. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Biwinapada Kecamatan Siompu Kabupaten Buton Selatan. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis model interaktif menggunakan tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi proses pengasuhan orang tua terhadap anak terdiri dari beberapa faktor yaitu faktor pendidikan orang tua, pendidikan mereka cuman tamatan SD, karena masalah ekonomi, sehinnga mereka memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolah. Faktor lingkungan, orang tua selalu menyediakan lingkungan yang aman bagi anak-anaknya dan memantau aktivitas mereka. Faktor budaya, orang tua selalu mengikuti pengasuhan yang di berikan oleh orang tua dulu. Faktor hubungan suami istri, meskipun orang tua ada masalah tetapi mereka tidak pernah marahan di depan anak dan cepat baikan. Faktor aktivitas ibu, seorang ibu rumah tangga yang sibuk dengan aktivitasnya sehari-hari entah itu, mengurus rumah, berkebun, berdagang dan menyiapkan keperluan anak-anaknya. Sedangkan relasi gender pada pengasuhan anak di Desa Biwinapada, telah terjadi hubungan kerjasama antara ayah dan ibu. Beberapa pengasuhan antara ayah dan ibu yaitu melindungi anak, orang tua selalu memberikan rasa aman dan nyaman kepada anak mereka, termasuk melindungi dalam hal pengaruh lingkungan. Mengajarkan tanggung jawab, orang tua selalu mengajari anak-anaknya bertanggung jawab jika melakukan kesalahan, menghormati yang lebih tua dan mematuhi perintah orang tua. Merangsang mental dan emosional, orang tua sering mengajak anaknya berinteraksi, membuatnya aman agar si anak tidak merasa takut dan menguatkan mentalnya agar tidak cepat emosional. Mengajarkan disiplin, orang tua selalu mengajarkan disiplin kepada anaknya termasuk membuatkan jadwal harian dan mengenalkan waktu kepada anak-anak mereka. Mengajarkan anak mengambil resiko, orang tua selalu mengawasi anak-anaknya dalam mengambil resiko entah itu membahayakan atau tidak