Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

IMPLEMENTASI PROGRAM PELAYANAN RAMAH ANAK DI PUSKESMAS (PRAP) DALAM UPAYA MEWUJUDKAN KOTA LAYAK ANAK (KLA) DI BIDANG KESEHATAN DI PUSKESMAS MOKOAU KELURAHAN PADALEU KECAMATAN KAMBU, KOTA KENDARI arfa arfa; Suharty Roslan; Bakri Yusuf
Welvaart : Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 2, No 1 (2021): Edisi Juni
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4808.289 KB) | DOI: 10.52423/welvaart.v2i1.20048

Abstract

Tujuan penelitian ini, Untuk mengetahui Implementasi dan Faktor yang mempengaruhi Program Pelayanan Ramah Anak di Puskesmas (PRAP) Mokoau. Metode penelitian ini adalah Deskriptif Kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Implementasi PRAP di Puskesmas Mokoau. Pertama, Puskesmas Mokoau telah memiliki tenaga kesehatan yang dilatih Konvensi Hak Anak, hanya 1 (satu) orang, sehingga belum maksimal. Kedua, Puskesmas Mokoau dalam menyediakan Pusat Informasi Hak Anak atas Kesehatan, informasi dalam bentuk audio belum tersedia. Ketiga, Puskesmas Mokoau dalam menyediakan ruang tunggu/bermain bagi anak yang berjarak aman dari ruang   tunggu pasie telah dilaksanakan. Namun, belum memiliki matras. Keempat, Puskesmas Mokou dalam melaksanakan pelayanan penjangkauan kesehatan anak di Sekolah, berupa pemeriksaan kesehatan dan upaya untuk mendeteksi sedini mungkin penyakit yang dapat dialami oleh anak. Kelima, Puskesmas Mokou Menyelenggarakan Tata Laksana Kasus Kekerasan Terhadap Anak/Konseling (KTA), tenaga kesehatan telah menunjukan keterbukaan dalam menghadapi anak, yang disesuaikan  dengan umur dan berusaha memahami anak serta tidak menyalahkan anak dalam proses pertolongan kepada anak. Keenam, Puskesmas Mokoau dalam menyediakan Ruang ASI telah dimanfaatkan. Namun, tempat belum sediakan karena keterbatasan ruangan yang tidak memungkinkan. Ketujuh, di Puskesmas Mokoau telah Terdapat tanda peringatan “Dilarang Merokok” sebagai Kawasan Tanpa Rokok yang dipajang di depan pintu masuk Puskesmas Mokoau. Kedelapan, Penyediaan Sanitasi lingkungan di Puskesmas Mokoau sudah sesuai standar. Sedangkan, Faktor-Faktro Yang Mempengaruhi PRAP di Puskesmas Mokoau adalah faktaor yang mendukung kerjama lintas sektor, pendanaan, dan regulasi. Sedangkan, yang menghambat terdiri atas Sarana Prasarana yang kurang memadai, SDM yang belum mencukupi, dan kurangnya kesadaran masyarakat. Puskesmas Mokoau, dalam mewujudkan Pelayanan Ramah Anak di Puskesmas (PRAP) belum sepenuhnya terlaksana dengan baik sebagaimana yang diharapkan. Yang akhirnya, upaya untuk mewujudkan Kota Layak Anak (KLA) di Bidang Kesehatan baru berada pada tingkatan Madya khusus di Puskesmas Kota Kendari.
STRATEGI PEMBERDAYAAN PEREMPUAN TANI DALAM MENDUKUNG PERTANIAN BERKELANJUTAN (Studi Kasus di Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan) Syaifudin Suhri Kasim; Suharty Roslan; Ratna Supiyah; Megawati A. Tawulo; Sarpin
Welvaart: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 6 No. 1 (2025): EDISI JUNI
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/welvaart.v6i1.88

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemberdayaan perempuan tani dalam mendukung pertanian berkelanjutan di Kecamatan Konda. Fokus utama penelitian ini adalah mengidentifikasi bentuk-bentuk pemberdayaan, faktor-faktor pendukung dan penghambat, serta kontribusi perempuan tani terhadap praktik pertanian berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Informan penelitian terdiri dari perempuan tani aktif, tokoh masyarakat, serta aparat desa terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan tani dilakukan melalui peningkatan akses terhadap pelatihan pertanian ramah lingkungan, penguatan kelompok tani perempuan, pengembangan jaringan pemasaran hasil pertanian, serta peningkatan literasi keuangan dan teknologi. Faktor pendukung utama meliputi dukungan lembaga lokal, ketersediaan program pemberdayaan berbasis gender, dan keterbukaan komunitas terhadap perubahan. Adapun faktor penghambat yang ditemui adalah keterbatasan sumber daya, norma budaya patriarkal, dan akses yang tidak merata terhadap informasi dan teknologi. Kesimpulannya, strategi pemberdayaan yang berfokus pada peningkatan kapasitas, penguatan kelembagaan, dan perluasan akses pasar terbukti efektif dalam meningkatkan peran perempuan tani sebagai agen perubahan untuk mendukung pertanian berkelanjutan di Kecamatan Konda.
UPAYA ORANG TUA DI RUMAH DAN GURU DI SEKOLAH DALAM PENCEGAHAN KENAKALAN REMAJA DI KECAMATAN KADATUA KABUPATEN BUTON SELATAN Iis Dayanti; Suharty Roslan; Bakri Yusuf
Welvaart: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 5 No. 2 (2024): EDISI DESEMBER
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/welvaart.v5i2.28

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya orang tua dalam melindungi timbulnya kenakalan anak-anak dan upaya guru dalam melindungi timbulnya kenakalan remaja di kecamatan kadatua. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penentuan informan dalam Penelitian ini bersifat kualitatif dan menggunakan metode purposive sampling untuk menentukan informan penelitian. Sumber Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah primer dan sekunder; pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pengumpulan datanya mentah, transkip data, serta penyimpulan datanya sementara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Orang tua dapat mencegah kenakalan remaja dengan menciptakan lingkungan agamis, mendidik anak berperilaku baik, serta membangun keluarga harmonis yang memberikan pengawasan wajar. Memenuhi kebutuhan anak, memberikan bimbingan dalam pergaulan, serta mendengarkan dan memberi nasihat membantu menciptakan suasana positif dan produktif. 2) Guru berperan dalam mencegah kenakalan remaja dengan memberi teladan perilaku positif, menegakkan norma sekolah, serta membangun lingkungan belajar religius. Melalui layanan BK, pemantauan perilaku, serta pendekatan preventif dan kuratif, guru membina karakter siswa agar bertindak sesuai standar hukum dan sosial.
DAMPAK BANTUAN DINAS PERIKANAN DAN KELAUTAN TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN KELUARGA PEREMPUAN PENGELOLA IKAN ASAP (Studi Di Desa Malalanda Kecamatan Kulisusu Kabupaten Buton Utara) Elna Wati; Suharty Roslan; Sarpin
Welvaart: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 5 No. 2 (2024): EDISI DESEMBER
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/welvaart.v5i2.34

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan dan dampak Bantuan Dinas Perikanan dan Kelautan terhadap peningkatan pendapatan perempuan pengelola ikan asap di Desa Malalanda Kecamatan Kulisusu Kabupaten Buton Utara. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan Purposive Sampling adapun informan penelitian adalah perempuan penggelola ikan asap, dan Aparat-Aparat Desa Malalanda. Jenis dan sumber data yang digunakan pada penelitian yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, pengujian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa bantuan dari Dinas Perikanan dan Kelautan bagi perempuan pengelola ikan asap di Desa Malalanda berdampak besar pada kesejahteraan ekonomi dan sosial mereka. Penyediaan alat panggang dan gazebo membuat produksi lebih efisien, menghasilkan ikan asap berkualitas tinggi, serta memperluas akses pasar. Ini meningkatkan pendapatan keluarga dan memperkuat peran perempuan dalam ekonomi rumah tangga serta masyarakat. Selain itu dampak bantuan ini membuka peluang kerja bagi perempuan lain, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Secara sosial, perempuan menjadi lebih mandiri, percaya diri, dan aktif dalam komunitas. Dalam jangka panjang, pemberdayaan ini memperkuat ekonomi desa dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
PENGELOLAAN PROGRAM BANTUAN AIR BERSIH DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN AIR BAGI MASYARAKAT DI DESA WAKORUMBA KECAMATAN WAKORUMBA SELATAN KABUPATEN MUNA Linda Setiawati; Suharty Roslan; Amin Tunda
Welvaart: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 5 No. 2 (2024): EDISI DESEMBER
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/welvaart.v5i2.37

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan program bantuan air bersih dalam pemenuhan kebutuhan air pada masyarakat Desa Wakorumba. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan Purposive Sampling adapun informan penelitian adalah Sekertaris Desa, Pengelola dan 5 orang masyarakat. Jenis dan sumber data yang digunakan pada penelitian yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunkan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, pengujian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Pengelolaan program bantuan air bersih mencakup beberapa tahapan, yaitu perencanaan melalui analisis kebutuhan dan perumusan tujuan, pengorganisasian dengan pengelompokan sumber daya manusia sesuai potensi, pelaksanaan yang menentukan waktu dan cara kerja, pengawasan sejak awal hingga akhir program, serta evaluasi untuk menilai kekurangan dan perbaikan ke depan; dan 2) Penyediaan air bersih harus memenuhi tiga syarat utama: kuantitatif, kualitatif, dan kontinuitas. Syarat kuantitatif mencakup ketersediaan air baku yang cukup. Syarat kualitatif meliputi aspek fisik, kimia, biologis, dan radiologis, seperti air yang tidak berwarna, berbau, atau berasa. Syarat kontinuitas memastikan air tersedia secara berkelanjutan dengan debit stabil.
DINAMIKA PERUBAHAN SOSIAL EKONOMI DALAM KOMUNITAS PETANI DI KECAMATAN TINANGGEA KABUPATEN KONAWE SELATAN Tanzil; Ratna Supiyah; Suharty Roslan
Welvaart: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 6 No. 2 (2025): EDISI DESEMBER
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/welvaart.v6i2.98

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika perubahan sosial dan ekonomi dalam komunitas petani di Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan  meliputi wawancara mendalam dengan petani, observasi langsung dan dokumentasi. Pemilihan informan dalam penelitian ini dilakukan secara purposive. Untuk menganalisis data, digunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menujukan bahwa adanya kemampuan masyarakat petani untuk  beradaptasi dengan perubahan sosial dan ekonomi yang terjadi. Perubahan tersebut telah mendorong munculnya teknologi pertanian, kemudahan akses informasi, serta peningkatan pergerakan masyarakat dalam  penyebaran nilai-nilai dan berbagai kebiasaan baru. Walaupun demikian, dalam penelitian ini dijumpai fenomena adanya perbedaan kesiapan antar individu dengan kelompok untuk beradaptasi dengan perubahan. Perubahan yang terjadi tidak hanya mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, namun juga memunculkan tantangan yang dihadapi oleh kelompok masyarakat tertentu. Untuk itu, agar proses perubahan ini berjalan tidak menimbulkan dampak negatif dalam kehidupan masyarakat petani, diperlukan dukungan dari berbagai pihak melalui program pemberdayaan masyarakat. Pihak Pemerintah diharapkan dapat memperluas akses dalam bidang pendidikan dan pelatihan berbagai keterampilan sehingga kelompok masyarakat rentan tidak ketinggalan dalam perubahan tersebut. Disamping itu, kolaborasi antara warga masyarakat, lembaga-lembaga sosial, dan pemerintah perlu untuk terus ditingkatkan sehingga perubahan dapat mendorong peningkatan kesejahteraan komunitas petani.
KEBERHASILAN PERANTAU DALAM MENINGKATKAN KONDISI SOSIAL EKONOMI KELUARGA (Studi Di Desa Kontukowuna, Kecamatan Kontukowuna, Kabupaten Muna) Juhaepa; Suharty Roslan; Asmiati
Welvaart: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 6 No. 2 (2025): EDISI DESEMBER
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/welvaart.v6i2.121

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi pendorong dan penarik masyarakat Desa Kontukowuna merantau ke Malaysia dan untuk mengetahui bentuk keberhasilan perantau dalam meningkatkan kondisi sosial ekonomi keluarga.Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data primer dan data sekunder. Informan dipilih dengan teknik purposive sampling, sedangkan informan penelitian ini adalah para pekerja asal Desa Kontukowuna yang masih berada di Malaysia yang telah berkeluarga dan isteri mereka yang menetap di Desa Kontukowuna. Data dikumpulkan melalui video call terhadap perantau yang masih berada di Malaysia dan terhadap isteri mereka dilakukan wawancara langsung. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari tiga proses yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Faktor-faktor pendorong dan penarik masyarakat Desa Kontukowuna merantau ke Malaysia terbagi menjadi delapan yaitu: faktor ekonomi, dorongan mencukupi biaya pendidikan anak, faktor sosial, faktor pribadi dan psikologi, keterbatasan lapangan kerja, minimnya fasilitas dan infrastruktur, faktor peluang kerja dan upah yang lebih tinggi dan kesempatan investasi, adapun indikator keberhasilan perantau dalam meningkatkan kondisi sosial ekonomi keluarga adalah: dapat memenuhi kebutuhan pokok, perbaikan akses dan kualitas pendidikan anak, akumulasi aset dan investasi produktif, peningkatan status sosial dan mobilitas serta mengurangi tingkat kemiskinan.