Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Analisis Tingkat Adopsi Inovasi Petani pada Budidaya Kelengkeng dengan Pemboosteran Kreshna Awal Yudhistira; Siti Nurlaela; Suharno Suharno
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1162

Abstract

The cultivation of longan (Dimocarpus longan Lour) has significant economic potential, especially when supported by innovation in flowering induction techniques known as “Booster.” This study aims to analyze the level of innovation adoption among longan farmers in Dusun Timur, Kalurahan Selomartani, Yogyakarta, focusing on booster methods such as root injection, drip bore, and watering with chemical solutions. A qualitative descriptive method was used, involving purposive sampling of key informants including local farmers and agricultural stakeholders. Data were analyzed using SWOT, IFAS-EFAS, and QSPM matrices to identify internal and external factors influencing innovation adoption. However, barriers such as limited knowledge of modern boosters, high costs, and resistance to complex methods (e.g., bore technique) hinder broader adoption. The most influential strategies identified include pest control during fruiting and synchronized flowering scheduling. Overall, the innovation has been widely accepted due to its observable advantages, compatibility with local practices, and low complexity in some methods. Strengthening extension services and local training is essential to sustain and expand this innovation.
Karakter Kualitatif Kacang Panjang (Vigna sinensis L.) Calon Varietas KP 03 di CV Everfresh Anisa Chintami Putri Kinasih; Suharno Suharno; Sari Megawati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1950

Abstract

Kacang panjang merupakan salah satu tanaman sayuran yang disukai oleh masyarakat, dimana memiliki nilai gizi yang tinggi seperti sayuran lainnya. Kacang panjang mengandung protein sebesar 2,7 % pada polong muda, 4,1 % daun, dan 22,3 % biji kering. Pengembangan varietas unggul memiliki peluang besar untuk mendukung peningkatan produktivitas tanaman di Indonesia, terutama pada budidaya kacang panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan deskripsi varietas dan penciri khusus dari tanaman kacang panjang calon varietas KP 03. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan satu faktor terdiri dari 4 perlakuan varietas. Varietas tersebut adalah KP 03 yang merupakan calon varietas atau galur harapan yang diuji, dan tiga varietas yang telah dilepas sebagai pembanding, yaitu varietas Pangeran Anvi (PT Agri Makmur Pertiwi), Janges (CV Everfresh), dan Guarda (PT East West Seed Indonesia). Analisis untuk data kualitatif yang telah diperoleh dari penelitian ini dilakukan dengan pengamatan deskriptif menggunakan acuan PPU (Panduan Pelaksanaan Uji) Keunikan, Keseragaman, dan Kestabilan tanaman kacang panjang. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat karakter unggul yang dijadikan sebagai penciri khusus tanaman, yaitu warna sekunder bunga dan warna antosianin pada batang tanaman kacang panjang calon varietas KP 03.
Pengaruh Karakteristik Petani Terhadap Respons Dalam Pengolahan Limbah Kubis (Brassica Oleracea Var. Capitata L.) Di Desa Sumberejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang Dian Ayu Sumartin; Ina Fitria Ismarlin; Suharno Suharno
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6, No 2, Juni 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/atjpm.v6i2.5995

Abstract

Petani kubis di Desa Sumberejo, Kecamatan Ngablak saat musim panen raya tiba cenderung meninggalkan dan membiarkan sisa panen tanaman kubis yaitu daun (rempelan) kubis di lahan sampai menumpuk. Permasalahan limbah hasil pertanian masih menjadi kendala di tingkat petani dan perlu adanya kesadaran diri petani untuk pengelolaan teknologi guna memanfaatkan limbah kubis. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis dekriptif dan regresi linier berganda untuk mengetahui karakteristik petani yang memengaruhi respons terhadap pengolahan limbah sayur. Responden penelitian sebanyak 54 orangdiambil dengan teknik propotional random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Pendidikan Nonformal dan Kekosmopolitan berpengaruh signifikan terhadap respons petani dalam pengolahan limbah sayur dengan nilai Pendidikan Non Formal nilai thitung sebesar 3.184 dan nilai signifikansi 0.003 ( < 0,05) dan Kekosmopolitan dengan nilai thitung sebesar 2.102 dan nilai signifikansi 0.041 ( < 0.05). Sebaliknya, variabel usia, pengalaman bertani, akses informasi, dan partisipasi kelompok tani tidak menunjukkan pengaruh signifikan secara statistik. Temuan ini memberikan manfaat tentang pemahaman mendalam mengenai karakteristik petani yang memengaruhi teknologi pengolahan limbah, serta dapat menjadi dasar program penyuluhan dan pelatihan yang tepat sasaran. Respons petani terhadap pengolahan limbah sayur dipengaruhi oleh beberapa karateristik yaitu Pendidikan Nonformal dan Kekosmopolitan yang berpengaruh secara signifikan.
Aplikasi Dosis Pupuk NPK 16-16-16 dan POC Terhadap Produktivitas Benih Padi Foundation Seed (FS) Varietas Segreng Handayani Sabil Yusra Dilamin; Nicky Oktav Fauziah; Suharno
Jurnal Greenation Pertanian dan Perkebunan Vol. 4 No. 2 (2026): (JGPP) Jurnal Greenation Pertanian dan Perkebunan (Mei 2026)
Publisher : Greenation Publisher & Yayasan Global Research National

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jgpp.v4i2.647

Abstract

Varietas Segreng Handayani merupakan varietas unggulan yang dimiliki Kabupaten Gunungkidul, namun petani belum memiliki dosis pemupukan terbaik. Penelitian bertujuan mengetahui dosis antara pupuk NPK dan POC terhadap produktivitas padi gogo varietas Segreng Handayani. Penelitian dilaksanakan bulan Oktober 2025 sampai Februari 2026 di Desa Mulusan, Kecamatan Paliyan, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 faktor. Faktor 1 dosis pupuk NPK 16-16-16 (0, 100, 150, 200 kg ha-1) dan faktor 2 dosis POC XSALAK (0, 15, 20 l ha-1), menghasilkan 12 kombinasi dengan 3 ulangan 36 unit percobaan. Parameter yang diamati yaitu berat jerami basah, gabah kering panen (GKP) ha-1, dan gabah kering simpan (GKS) ha-1. Data dianalisis dengan ANOVA dan uji lanjut DMRT 5% menggunakan Excel dan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi pengaruh nyata pada kombinasi pupuk NPK 0 kg ha-1 dan POC 20 l ha-1 terhadap berat jerami basah 356,67 g. Sementara itu, pengaruh nyata mandiri pupuk NPK 150 kg ha-1 terhadap gabah kering panen (GKP) 4,84 t ha-1 dan gabah kering simpan (GKS) 4,36 t ha-1. Pengaruh nyata mandiri POC XSALAK 20 l ha-1 terhadap gabah kering panen (GKP) sebesar 4,60 t ha-1.
Pengaruh Sinar Lampu LED Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Edamame Suharno Suharno; Isna Tustiyani; Cristina Yulaika; Ulya Nailus Sa’adah
Agroteknika Vol 9 No 3 (2026): TERBITAN AKAN DATANG
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v9i3.457

Abstract

Tanaman edamame merupakan tanaman hari panjang yang berasal dari daerah subtropis. Daerah tropis seperti Indonesia, memiliki penyinaran sinar matahari yaitu 12 jam per hari. Perlakuan lama penyinaran lampu LED diduga akan meningkatkan produktivitas edamame. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji interaksi antara perlakuan lama penyinaran dan jenis lampu terhadap pertumbuhan dan hasil edamame. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui lama penyinaran dan jenis lampu terbaik untuk menghasilkan karakter pertumbuhan dan produksi edamame terbaik. Percobaan ini dilakukan pada bulan Juni 2024 – Oktober 2024, di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor dan 6 ulangan. Faktor pertama yaitu lama penyinaran lampu LED yang terdiri dari 12, 14, dan 16 jam. Faktor kedua yaitu jenis lampu yang terdiri dari 10 W dan 20 W. Hasil percobaan menunjukkan bahwa tidak terlihat adannya interaksi antara lama penyinaran dan jenis lampu pada parameter pengamatan. Lama penyinaran 16 jam berbeda signifikan terhadap bobot basah per tanaman.
PENERIMAAN PETANI TERHADAP TEKNOLOGI P3OPT TERINTEGRASI DISRUPTIVE AGRICULTURE TECHNOLOGY DALAM PROGRAM FORECASTING SMART ECO VILLAGE Nada Fa’izah Amatullah; Suharno Suharno; Siti Nurlaela
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.10877

Abstract

The use of technology in plant pest and disease management has become an important strategy to improve crop protection practices at the farmer level. The Forecasting Smart Eco Village (FSEV) program integrates Observation, Forecasting, and Control of Plant Pests and Diseases (P3OPT) with Disruptive Agriculture Technology (DAT) as an innovation in pest management systems. This study explores farmers’ acceptance of the innovation using the Technology Acceptance Model (TAM). A descriptive quantitative method was applied, involving all 40 farmers participating in the FSEV field school program in Sumbersari Village, Moyudan Subdistrict, Sleman Regency. Data were processed using SEM-PLS with SmartPLS 4 software. The findings indicate that all measurement indicators satisfied validity and reliability requirements. Structural testing demonstrates that perceived ease of use significantly influences farmers’ attitudes toward technology utilization, while these attitudes also contribute significantly to behavioral intention to continue using the technology. In contrast, perceived usefulness shows a positive direction but does not significantly affect attitudes or behavioral intention. The model explains 19.2% of variance in attitude toward use, 18.5% in behavioral intention, and 9.5% in perceived usefulness. These results suggest that operational simplicity plays a more decisive role in technology acceptance among farmers than perceived benefits. ABSTRAK Penerapan teknologi dalam pengendalian organisme pengganggu tanaman menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan efektivitas perlindungan tanaman di tingkat petani. Program Forecasting Smart Eco Village (FSEV) mengintegrasikan teknologi Pengamatan, Peramalan, dan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (P3OPT) dengan Disruptive Agriculture Technology (DAT) sebagai inovasi dalam sistem pengendalian OPT. Kajian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penerimaan petani terhadap inovasi tersebut melalui pendekatan Technology Acceptance Model (TAM). Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan seluruh populasi sebanyak 40 petani peserta sekolah lapang FSEV di Kalurahan Sumbersari, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman sebagai responden. Pengolahan data dilakukan menggunakan SEM-PLS berbantuan SmartPLS 4. Hasil analisis memperlihatkan seluruh indikator telah memenuhi persyaratan pengujian instrumen, baik validitas maupun reliabilitas. Secara struktural, persepsi kemudahan penggunaan terbukti memiliki pengaruh nyata terhadap sikap petani dalam menggunakan teknologi, kemudian sikap tersebut juga mendorong munculnya niat untuk terus memanfaatkan teknologi yang diterapkan. Sebaliknya, persepsi manfaat menunjukkan arah hubungan positif, namun belum memberikan pengaruh yang signifikan terhadap sikap maupun niat penggunaan. Model penelitian mampu menjelaskan variasi sikap penggunaan sebesar 19,2%, niat penggunaan 18,5%, dan persepsi manfaat 9,5%. Hasil ini mengindikasikan bahwa aspek kemudahan operasional teknologi lebih menentukan penerimaan petani dibandingkan persepsi manfaatnya.
Analyzing the Effect of Green HRM on Employee Performance: The Mediating Role of Artificial Intelligence Chintya Ones Charli; Pawirosumarto Suharno; Lusiana
Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan Vol. 13 No. 5 (2025): JIMKES Edisi September 2025
Publisher : LPPM Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37641/jimkes.v13i5.3693

Abstract

In the era of globalization and increasing environmental awareness, organizations are required to not only pursue productivity and profits but also ensure operational sustainability through Green Human Resource Management (GHRM) strategies. This study aims to evaluate the influence of green abilities and green motivation components on employee performance and examine the mediating role of Artificial Intelligence (AI) in strengthening this relationship. A survey was conducted on 175 Civil Servants (Pegawai Negeri Sipil/PNS) in West Sumatra, and quantitative approach was used, and a survey was conducted on 175 Civil Servants (Pegawai Negeri Sipil/PNS) in West Sumatra. The data were analyzed using Structural Equation Modeling with the Partial Least Squares (PLS) method. The results show that green abilities significantly influence AI utilization and employee performance, while green motivation directly improves performance but has no effect on AI utilization. The role of AI is also proven to be positive, having a direct impact on performance and serving as a mediator between green abilities and employee outcomes. Conversely, AI does not mediate the relationship between green motivation and performance in a statistically significant manner. These findings emphasize the importance of building environmental competencies through green training and integrating AI-based solutions to support sustainable performance in the public sector.
WEWENANG DEWAN PENGAWAS KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI (KPK) TERHADAP KINERJA KPK DALAM MELAKSANAKAN TUGAS DAN WEWENANG BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 19 TAHUN 2019 DALAM PERSPEKTIF SIYASAH DUSTURIYAH Chandra Dimuka Suharno; Yana Sutiana; Budi Tresnayadi
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 4 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Juni 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i4.1297

Abstract

Pembentukan Dewan Pengawas KPK melalui Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 dimaksudkan untuk memperkuat pengawasan dan meningkatkan akuntabilitas lembaga antikorupsi. Namun, kewenangan Dewan Pengawas yang luas, khususnya dalam pemberian izin penyadapan, penggeledahan, dan penyitaan, menimbulkan persoalan terhadap independensi dan efektivitas kinerja KPK. Penelitian ini menganalisis kedudukan Dewan Pengawas dari perspektif hukum tata negara dan siyāsah dustūriyyah. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa kewenangan Dewan Pengawas berpotensi menimbulkan intervensi dan tidak sepenuhnya sejalan dengan prinsip kemaslahatan dan pengawasan ideal.
Optimalisasi Produktivitas Benih Padi Kelas Stock Seed pada Berbagai Varietas dan Sistem Tanam Ivana Ayu Permatasari; Suharno; Nicky Oktav Fauziah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/vvhp7r70

Abstract

Penurunan produksi benih padi kelas Stock Seed (SS) di Indonesia menjadi ancaman serius, sehingga membutuhkan penggunaan varietas unggul dan sistem tanam yang tepat untuk meningkatkan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh varietas dan sistem tanam terhadap produktivitas benih padi kelas Stock Seed (SS). Penelitian dilaksanakan pada November 2025 hingga Februari 2026 di lahan sawah irigasi, Kabupaten Sleman, menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama terdiri atas varietas Inpari 32, Inpari 42, dan Cakrabuana, sedangkan faktor kedua meliputi sistem tanam Tegel, Jajar Legowo, dan Larik. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas dan sistem tanam berpengaruh terhadap beberapa parameter pertumbuhan dan hasil tanaman padi, sedangkan interaksi kedua faktor hanya terjadi pada parameter berat gabah kering. Varietas Inpari 32 dan Inpari 42 menghasilkan produktivitas lebih tinggi dibandingkan varietas Cakrabuana. Sistem tanam Larik memberikan produktivitas tertinggi sebesar 6,23 ton/ha karena memiliki populasi tanaman lebih banyak per satuan luas. Namun, kepadatan populasi pada sistem tanam Larik berpotensi meningkatkan kelembapan yang dapat memicu penyakit patah leher (neck blast).
Peningkatan Produktivitas dan Mutu Benih Mentimun (Cucumis sativus L.) Hibrida TJS-A01 dengan Teknik Pemangkasan Pucuk dan Pemeliharaan Cabang Cristiani Pereira Carlos; Suharno; Sari Megawati; Ari Wibowo
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/s1q5jq29

Abstract

Mentimun merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak dikonsumsi masyarakat di Indonesia. Tugas Akhir ini bertujuan untuk mengetahui interaksi serta pengaruh teknik pemangkasan pucuk dan pemeliharaan cabang terhadap produktivitas dan mutu benih mentimun (Cucumis sativus L.) Hibrida TJS-A01. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2025 hingga April 2026 di Teaching Factory Celeban dan Laboratorium Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial 4 × 3 Faktor yang diuji meliputi pemeliharaan cabang (C0, C1, C2, C3) dan pemangkasan pucuk (P0, P1, P2). Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf nyata 5% dan 1%, kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi nyata antara pemangkasan pucuk dan pemeliharaan cabang terhadap umur berbunga, diameter buah, panjang buah, bobot buah per tanaman, dan kadar air benih. Kombinasi C2P2 menghasilkan diameter buah tertinggi (59,77 mm), panjang buah tertinggi (12,02 cm), dan bobot buah per tanaman tertinggi (511,33 g). Perlakuan C1P1 menghasilkan kadar air benih terendah sebesar 5,31%. Sementara itu, umur panen, jumlah biji per buah, bobot benih per tanaman, bobot 1.000 butir, kemurnian fisik, dan daya berkecambah tidak berbeda nyata antar perlakuan. Secara umum, kombinasi pemeliharaan dua cabang produktif dan pemangkasan pucuk pada ruas ke-6 (C2P2) memberikan respons terbaik terhadap komponen produksi mentimun hibrida TJS-A01.