Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Progressive of Cognitive and Ability

Pendidikan Orang Tua terhadap Pernikahan Dini Akibat Pemalsuan Umur Desiyanto, Jatim; Fajar, Ainul; Risqi, Rukmania; Mawaddah
Progressive of Cognitive and Ability Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.243 KB) | DOI: 10.56855/jpr.v1i2.41

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendidikan orang tua terhadap pernikahan dini akibat pemalsuan umur di Desa Pangelen Kec, Sampang. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan studi kasus instrumental yang melibatkan empat informan di desa pangelen kec, Sampang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Fenomena pernikahan dini terjadi di Desa Pangelen yang pertama dipengaruhi oleh faktor orang tua yang mendukung anaknya menikah karena dikhawatirkan tidak mendapatkan jodoh, dan pemalsuan umur dalam pernikahan tidak dilakukan melainkan dengan melaksanakan pernikahan secara siri, atau menikah secara agama dan faktor yang kedua yaitu kondisi lingkungan seperti budaya masyarakat yang sudah menjadi tradisi melangsungkan pernikahan diusia dini; 2) Dampak yang ditimbulkan akibat pernikahan dini yaitu putus sekolah dan memberikan pengaruh negatif terhadap lingkungan dan teman yang lain; 3) Pendidikan orang tua terhadap fenomena pernikahan dini memiliki pengaruh yang kuat dimana pasangan melakukan pernikahan dini berasal dari orang tua yang berpendidikan rendah.
desiyanto, jatim Tradisi “Jhuduen” Dalam Sistem Kekerabatan (Studi Kasus Di Desa Pangtonggal Kabupaten Pamekasan Madura) Jatim Desiyanto; Ainul Fajar
Progressive of Cognitive and Ability Vol. 2 No. 3 (2023)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jpr.v2i3.397

Abstract

Tradisi merupakan sebuah adat atau kebiasaan yang sudah turun-temurun dilestarikan oleh masyarakat, begitu pula dengan tradisi perjodohan “jhuduen” di kalangan masyarakat Madura. Penelitian studi kasus ini bertujuan untuk mendeskripsikan tujuan dari tindak “jhuduen” serta alur tindak “jhuduen” di Desa Pangtonggal Kabupaten Pamekasan. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif yang melibatkan empat informan di Desa Pangtonggal Kabupaten Pamekasan, hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat atau orang tua beranggapan bahwa perjodohan dalam sistem kekerabatan merupakan sebuah tradisi yang tidak bisa dihilangkan disebabkan pernikahan antar anggota keluarga diyakini dapat memelihara, mempertahankan serta melestarikan hubungan-hubungan kekerabatan yang sudah terjalin sebelumnya yang didasari oleh faktor sosial, ekonomi, komunikasi serta keyakinan para leluhur. Alur dari tindak “jhuduen” dimulai dari: (1). “pangadhek” atau disebut (perantara)  mengenalkan anaknya ke orang tua calon tunangannya; (2). “masang ngin-angin” (mengikat pembicaraan); (3).“nacer” (pemberian tanda/simbol); (4). Proses lamaran “tunangan” dilakukan setalah ada izin dari sesepuh dari kedua calon pasangan.  Namun dengan demikian tradisi perjodohan di kalangan masyarakat Madura sudah mulai berkurang untuk daerah perkotaan, akan tetapi untuk daerah pedesaan tradisi ini masih sangat membudaya.
Bahasa Inggris Syamsudin, Adi; Desiyanto, Jatim; Ubaidillah, Ubaidillah; Jamaliyah, Imamatul
Progressive of Cognitive and Ability Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jpr.v4i2.1329

Abstract

Character education is very important to build students' personality, especially in the era of globalization which is full of moral problems. At SMKN 1 Omben Sampang, the Khotmil Quran program aims to internalize Islamic values and build students' religious character. To understand the implementation of the program in a vocational school, this research uses qualitative methodology and case studies. Participatory observation, interviews, and documentation studies are the methods used to collect data. The results show that the program helps foster students' characters, especially in terms of discipline, responsibility, and religious awareness. As a result, there are still some issues that need to be addressed. These include uneven student involvement and the need for more organized program management. This program has the potential to be an effective model of Islamic values-based character education in vocational schools by optimizing the implementation strategy and increasing the involvement of all parties.