Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Strategi Pemilihan Supplier Bahan Baku dalam Mendukung Peningkatan Kinerja UMKM Bananas Food Nida An Khofiyah; Juhaeni Juhaeni; Yusuf Irfan; Supriyati Supriyati; Hasyrani Windyatri
ABDIKAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/abdikan.v4i3.6219

Abstract

Supplier selection is important in the production process, because raw materials greatly affect product results and production continuity. In Bananas Food Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) located in Bekasi Regency, the main problem faced is that there is no mechanism or system for selecting the right raw material suppliers to meet production needs. Bananas Food MSMEs have also not implemented a method in supplier selection, so they have more than one supplier. This research was conducted using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method. The criteria that are prioritized in supplier selection include availability, quality, and price and location. This study aims to determine the best supplier from several alternative suppliers. Based on the results of ranking the selection of banana raw material suppliers using the AHP method, determining supplier B as the best supplier for Bananas Food MSMEs with a weight value of 0.46, supplier C as the second alternative with a weight of 0.25, supplier D as the third alternative with a weight of 0.18, and supplier A as the fourth alternative with a weight of 0.11.
Pengenalan ISO 9001 di Perusahaan Manufaktur/Jasa Kepada Pelajar dan Mahasiswa untuk Persiapan Memasuki Dunia Kerja Supriyati Supriyati; Tri Ngudi Wiyatno; Adi Rusdi Widya; Nicky Putri
Jurnal Pelita Pengabdian Vol. 1 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37366/jpp.v1i1.1559

Abstract

Persaingan sumber daya manusia untuk berkompetisi di dunia industri semakin ketat karena setiap tahun jumlah siswa/siswi atau mahasiswa yang lulus dari sekolah/perguruan tinggi semakin banyak, namun tidak diimbangi dengan penambahan lapangan pekerjaan. Untuk membantu agar masyarakat dapat bersaing maka perlu pembekalan dasar-dasar ketika masyarakat umum terjun ke dunia industri. ISO 9001 menjadi salah satu tema pembekalan melalui webinar pengabdian kepada masyarakat melalui aplikasi zoom. Pembekalan ISO 9001 dapat menjadi bekal peserta webinar PKM, karena ISO 9001 merupakan sistem management mutu di setiap perusahaan yang wajib di terapkan karena menjadi salah satu persyaratan pelanggan. Pengabdian kepada masyarakat untuk kedepan di lakukan lebih fokus pada topik tertentu sehingga peserta dapat mengambil poin-poin materi yang di sampaikan
Edukasi Pentingnya Pangan Sehat untuk Anak Usia Dini bagi Orang Tua dan Guru di TK Insani 1, Bekasi Tantry Febrinasari; Andini Putri Riandani; Supriyati Supriyati
Jurnal Pelita Pengabdian Vol. 1 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37366/jpp.v1i2.2112

Abstract

Anak usia dini sedang mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Gizi merupakan salah satu faktor mutlak yang diperlukan oleh tubuh dan memegang peranan penting dalam menunjang tumbuh kembang serta kesehatan anak usia dini secara optimal. Setiap harinya anak usia dini memerlukan asupan gizi yang cukup dan seimbang. Orang tua dan guru sebagai lingkungan terdekat anak memiliki peran sangat sentral terhadap pemenuhan gizi anak yakni dengan memberikan pangan yang sehat sehingga asupan gizi yang dibutuhkan tercukupi dengan baik. Permasalahannya, pemahaman orang tua terhadap pentingnya memberikan asupan pangan yang sehat dan sesuai dengan kebutuhan anak usia dini masih sangat terbatas sehingga praktiknya cenderung tidak maksimal. Salah satu permasalahan yang sering terjadi di lingkungan anak usia dini adalah banyak orang tua yang kurang bijak dalam memberikan produk pangan kemasan atau junkfood yang minim gizi pada anak. Kegiatan seminar edukasi pentingnya pangan sehat bagi anak usia dini ini diadakan di TK Insani 1, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan para peserta seminar, yang merupakan orang tua murid dan guru, tentang pentingnya pangan sehat dan gizi seimbang anak usia serta mampu memahami konsep konsumsi berkesadaran/mindful consumption sehingga anak usia dini memiliki pola makan yang lebih sehat dengan gizi yang cukup dan seimbang untuk menunjang tumbuh kembang serta kesehatannya secara optimal.
Edukasi dan Praktik Pemilahan Sampah Menjadi Tiga Kategori di Rumah Asuh Anak Yatim dan Dhuafa Kabupaten Karawang Hana Silvia Hana; Supriyati Supriyati; Adi Rusdi Widya; Dana Nasihardani
Jurnal Pengabdian Pelitabangsa Vol. 7 No. 01 (2026): Jurnal Pengabdian Pelitabangsa - April 2026
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37366/jabmas.v7i01.7507

Abstract

Permasalahan pengelolaan sampah masih menjadi salah satu tantangan dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, termasuk di lingkungan panti asuhan. Rendahnya pengetahuan mengenai pengelompokan sampah menyebabkan sampah organik, anorganik, dan residu masih dibuang secara bercampur sehingga mengurangi efektivitas pengelolaan sampah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran penghuni Rumah Asuh Anak Yatim dan Dhuafa Yayasan Barokah Amanah Mustaqbal Kabupaten Karawang mengenai pentingnya pengelompokan sampah menjadi tiga kategori. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi observasi awal, penyuluhan, praktik langsung pemilahan sampah, penyediaan tempat sampah berdasarkan kategori, pemasangan media edukasi, serta pendampingan. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi terhadap partisipasi peserta, kemampuan dalam memilah sampah, serta wawancara dengan pengurus panti mengenai pelaksanaan program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti kegiatan dengan antusias, mampu memahami perbedaan sampah organik, anorganik, dan residu, serta dapat mempraktikkan pemilahan sampah sesuai kategorinya. Selain itu, tersedianya tempat sampah tiga kategori dan media edukasi mendukung terbentuknya kebiasaan awal dalam membuang sampah sesuai jenisnya di lingkungan panti. Kegiatan ini memberikan manfaat dalam meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus mendukung penerapan pengelolaan sampah yang lebih tertib dan berkelanjutan di lingkungan panti asuhan.
Pengenalan Psikotes pada Siswa SMK untuk Menghadapi Dunia Kerja Hasyrani Windyatri; Supriyati Supriyati; Adi Rusdi Widya; Wahana Aris Munandar; Muhamad Yusup
Jurnal Pengabdian Pelitabangsa Vol. 7 No. 01 (2026): Jurnal Pengabdian Pelitabangsa - April 2026
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37366/jabmas.v7i01.7547

Abstract

Persaingan dalam memasuki dunia kerja menuntut siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki kesiapan yang baik dalam menghadapi berbagai tahapan seleksi kerja, salah satunya psikotes. Berdasarkan hasil observasi awal, masih banyak terdapat siswa yang belum memahami jenis, prosedur, dan strategi dalam menghadapi psikotes sehingga diperlukan pendekatan secara teoritis dan praktis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kesiapan siswa dalam menghadapi psikotes sebagai bagian dari proses seleksi kerja. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi observasi dan perencanaan, persiapan alat dan bahan, penyampaian materi mengenai tahapan seleksi kerja dan jenis-jenis psikotes, simulasi Tes Kraepelin, serta evaluasi melalui diskusi dan tanya jawab. Peserta kegiatan berjumlah 21 siswa yang terdiri dari kelas 2 dan 3 SMK Jababeka Industri. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami prosedur dan strategi pengerjaan Tes Kraepelin serta memperoleh pengalaman langsung mengenai pelaksanaan psikotes. Meskipun demikian, simulasi masih menunjukkan kendala pada konsentrasi, ketelitian, konsistensi kecepatan pengerjaan, dan kemampuan bekerja di bawah tekanan waktu. Kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman dan kesiapan siswa dalam menghadapi proses seleksi kerja serta memberikan pengalaman praktis yang mendukung kepercayaan diri siswa. Kegiatan serupa disarankan dilakukan secara berkelanjutan dengan menambahkan simulasi jenis psikotes dan tahapan seleksi kerja lainnya
Penerapan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk Pemilihan Pemasok Bahan Baku: Studi Kasus: PT. XYZ Bekasi Farhan Hasbi Yaaloh; Supriyati Supriyati; Ghina Farhah Azizah
Jurnal Teknik Mesin, Industri, Elektro dan Informatika Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknik Mesin, Industri, Elektro dan Informatika
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jtmei.v5i2.6202

Abstract

The company faces problems with delays in raw material receipt, which impacts production processes and decreases productivity. The purchasing department struggles to determine the right supplier due to the large number of suppliers and criteria that must be considered. Previously, supplier evaluation was based solely on price without considering other criteria such as quality, delivery, location, and responsiveness. The company has not implemented a specific method for supplier selection. This research aims to identify the priority order of factors affecting supplier selection and establish an appropriate selection method. The research employs a quantitative descriptive method with an Analytical Hierarchy Process (AHP) approach. Data were collected through observation, interviews, and pairwise comparison questionnaires administered to decision-makers and operational employees selected using judgement sampling technique. The criteria evaluated include price, quality, delivery, location, and responsiveness. The results show that price criteria becomes the highest priority with a weight of 0.54 and Supplier B was selected as the best supplier with a value of 0.22, thereby serving as a reference for PT. XZY Bekasi in making objective and systematic supplier selection decisions.