Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PEMBELAJARAN KOLABORATIF PADA MATEMATIKA UNTUK MEMBENTUK KARAKTER GENERASI Khoiriyah, Annisatul
JMPM: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 1 No 1: Maret
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/jmpm.v1i1.502

Abstract

Terwujudnya  karakter  generasi  yang  mampu  menghadapi  berbagai tantangan  merupakan  amanah  pendidikan  yang  dituangkan  dalam Kurikulum  2013.  Terbentuknya  karakter  yang  diharapkan  dapat diwujudkan  dengan  proses pembelajaran  yang  tepat.  Pembelajaran kolaboratif  yang  didasarkan  pada  konstruktivis  sosial  dapat mendorong terbentuknya  karakter  yang  diharapkan.  Pembelajaran kolaboratif  juga  memfasilitasi  terbentuknya  inisiatif, kreatifitas, kemampuan  berpikir  kritis,  dan  dialog  pada  siswa  ketika  membentuk pemahaman.  Pemahaman  yang kuat  akan  terbentuk  dengan  proses berpikir  secara hierarkis  yang  ditopang  oleh  argumen-argumen  yang kuat. Pola  pembentukan  pemahaman  demikian  diberikan  oleh pembelajaran  matematika.  Pembelajaran  matematika secara  khusus juga  mewujudkan  karakter  yang  melekat  pada  matematika.  Walhasil, pembelajaran  matematika dengan  proses  kolaboratif  yang berkesinambungan  akan mampu  membentuk  generasi  yang  memiliki kekuatan pemahaman dan karakter yang dibutuhkan.
Pengaruh Suhu dan Lama Penyimpanan terhadap Mutu Benih Jagung Manis (Zea Mays Saccharata Sturt): Penelitian Rivaldi, Rizki; Wijayanto, Budi; Khoiriyah, Annisa
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.762

Abstract

The deterioration of seeds is accelerated by improper storage temperatures. This research has the objective of: 1) Determine the best storage temperature for the quality of sweet corn seeds of the Nusa 1 variety. 2) To know the best storage time for the quality of sweet corn seeds of the Nusa 1 variety. 3) To determine the temperature intraction and length of storage time for the quality of sweet corn seeds of the Nusa 1 variety. This study applies a Divided Plot Design with the main plot being the temperature of the storage room consisting of the temperature of the cold storage room (13-23°C), refrigerator (6-7°C), and ordinary warehouse (28-30°C). A subplot is a storage time length consisting of 60 days, 90 days, and 120 days. The results of the data analysis showed that: 1) The temperature of the ordinary warehouse storage room showed the best quality of sweet corn seeds during storage. 2) The length of storage time of 60 days shows the best quality of sweet corn seeds during storage. 3) There is an interaction between temperature and storage time on the quality of sweet corn seeds.
Pengaruh Konsentrasi dan Lama Perendaman GA3 terhadap Dormansi Benih Melon ME 515: Penelitian Siti Nurhasanah; Annisa Khoiriyah; Farmia, Asih
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.777

Abstract

The availability of quality melon seeds is often constrained by the physiological nature of dormancy that appears after the harvest process. Dormancy breaking carried out by the seed industry has so far not been fully effective in ensuring timely seed availability. Therefore, this study is needed to develop a more efficient and applicable dormancy breaking method on an industrial scale. This study aims to determine the effect of various concentrations and duration of soaking of gibberellin (GA3) solution on dormancy breaking of melon (Cucumis melo L.) ME 515 variety seeds. The study was conducted at CV Everfresh and continued at the Polbangtan Yoma Seed Technology Laboratory. This study used a non-factorial Completely Randomized Design (CRD) with 10 treatments. The concentration of gibberellin solution consisting of G0 (aquades), G1 (2.5%), G2 (5%), and G3 (7.5%). Duration of soaking; (P0) dipped, (P1) soaked for 30 minutes, and (P2) soaked for 60 minutes. Observation variables: germination power, maximum growth potential, growth speed, growth simultaneity, shoot length, and root length. The results of this study indicate that gibberellin treatment is able to break dormancy faster and improve the growth performance of melon seeds of ME 515 variety in the observation variables of growth simultaneity, shoot length, and root length.
Kajian Perlakuan Pematahan Dormansi Menggunakan Berbagai Zat Pengatur Tumbuh pada Benih Padi Varietas Segreng Handayani Wahyudi, Surya; Aziza, Elea Nur; Wijayanto, Budi; Khoiriyah, Annisa
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 32 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian Juli
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v32i1.290

Abstract

Varietas padi merah lokal Segreng Handayani, yang berasal dari Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, merupakan salah satu jenis padi yang bernilai fungsional tinggi bagi kesehatan. Namun demikian, benih varietas ini menunjukkan gejala after-ripening, yaitu dormansi fisiologis yang memerlukan penyimpanan kering selama periode tertentu untuk mengaktifkan kembali kemampuan berkecambah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik dormansi pada benih Segreng Handayani serta mengevaluasi efektivitas beberapa metode pematahan dormansi menggunakan perlakuan zat pengatur tumbuh (ZPT). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Benih Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor, yaitu jenis ZPT, dengan empat ulangan. Perlakuan yang diuji meliputi auksin 2 ml/L, KNO₃ 3%, GA₃ 10 ppm/L, ekstrak tauge 200 ml/L, dan air kelapa 450 ml/L. Parameter yang diamati meliputi daya berkecambah, potensi tumbuh maksimum, keserempakan tumbuh, indeks vigor, dan kecepatan tumbuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan KNO₃ 3% selama 24 jam memberikan hasil terbaik dalam mempercepat pematahan dormansi benih, dengan peningkatan signifikan pada seluruh parameter vigor sejak minggu pertama. Sementara itu, dormansi alami pada benih Varietas Segreng Handayani mulai terurai secara signifikan pada minggu ketiga setelah penyimpanan. Temuan ini menunjukkan bahwa perlakuan KNO₃ dapat digunakan sebagai metode praktis dan efisien dalam mempercepat pematahan dormansi fisiologis benih padi merah lokal.
Komparasi Efisiensi Pemasaran Kapulaga Asosiasi Dan  Non Asosiasi Di Desa Kramat Kecamatan Kranggan  Kabupaten Temanggung Nugraha, Bramastya Ardhi; Khoiriyah, Annisa; Prayoga, Adi
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2025.009.03.22

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) saluran pemasaran kapulaga, (2) besarnya margin pemasaran, farmer’s share, dan keuntungan terhadap biaya pemasaran kapulaga, (3) saluran pemasaran kapulaga paling efisien di Desa Kramat, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung. Penelitian menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif yang dilaksanakan dari bulan Oktober 2023 sampai April 2024. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja karena Desa Kramat merupakan sentra produksi kapulaga. Data penelitian diperoleh dari hasil observasi, wawancara menggunakan kuesioner serta data pendukung dari instansi terkait. Teknik pengampilan sampel petani menggunakan sampling jenuh sebanyak 60 orang yang terdiri dari 30 anggota Gapoktan Desa Kramat dan 30 anggota Asosiasi Petani Kapulaga Kranggan sedangkan pengambilan sampel lembaga pemasaran dilakukan secara purposive sebanyak 5 orang terdiri dari 1 pengepul asosiasi, 2 pengepul desa, dan 2 pengepul kecamatan. Pengolahan data menggunakan Microsoft Excel 2019. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat 3 saluran pemasaran kapulaga, yakni saluran I (petani - pengepul asosiasi – konsumen), II (petani -pengepul desa B - pengepul kecamatan B - konsumen) dan saluran III (petani - pengepul desa A - pengepul kecamatan A - pengepul kecamatan B - konsumen), (2) margin pemasaran saluran I sebesar Rp11.000/Kg, saluran II sebesar Rp16.500/Kg, dan saluran III sebesar Rp12.500/Kg. Farmer’s share saluran pemasaran I, II dan III secara berurutan sebesar 90,91%, 77%, dan 76,75%. Sedangkan rasio keuntungan terhadap biaya saluran I sebesar 18, saluran II sebesar 3,45, dan saluran III sebesar 2,83, (3) saluran pemasaran kapulaga yang paling efisien di Desa Kramat adalah saluran I atau saluran pemasaran melalui Asosiasi Petani Kapulaga Kranggan
Morphological Diversity of F1 Ornamental Chili Generation from Single Cross Hybridization Aziza, Elea Nur; Anam, Khoirul; Khoiriyah, Annisa
AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy (SAFE-Network)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29165/ajarcde.v8i3.508

Abstract

Ornamental chilli (Capsicum annuum L.) belongs to the Solanaceae family and is highly popular for its aesthetic value. Ornamental chilli plants are edible, with attractive plant architecture and fruit shapes, as well as varying levels of spiciness. The most preferred traits in ornamental chilli plants include compact size (suitable for potted plants), diverse and unique fruit shapes and colors, and upright fruit orientation. This study aims to investigate the morphological diversity in the F1 generation resulting from a single cross-hybridization between two ornamental chilli varieties, namely the Medusa Pepper, known for its compact growth habit, and the Black Pearl Pepper, characterized by purple-coloured fruits and leaves. Analysis of the qualitative data shows that the F1 generation shares a high degree of morphological similarity with the female parent, Black Pearl Pepper, with a similarity value exceeding 75%, while it exhibits no significant resemblance to the male parent, Medusa Pepper, with a similarity value of 0%. The F1 generation from the single cross demonstrates limited morphological variation, with all observed traits being largely influenced by dominant characteristics, including fruit color, plant habit, and leaf color.
Analisis Preferensi Konsumen Terhadap Minat Beli Produk Wedang Herbal: (Studi Kasus CV X Kabupaten Magelang) Khoirima, Siva; Khoiriyah, Annisa; Prayoga, Adi
Jurnal Ilmiah Manajemen, Bisnis dan Kewirausahaan Vol. 5 No. 2 (2025): Juni : Jurnal Ilmiah Manajemen, Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurimbik.v5i2.1186

Abstract

This study aims to determine consumer preferences for Wedang Herbal products and to identify attributes that influence purchasing interest based on consumer preferences. This research method is descriptive quantitative using a sampling technique carried out by non-probability sampling with a purposive sampling type. This study used 50 respondents with the criteria for respondents required are someone who has bought it and prospective consumers who will buy Wedang Herbal at CV X Magelang Regency. The data analysis method used to determine consumer preferences is conjoint analysis while to determine consumer purchasing interest using multiple linear regression analysis with the SPSS application program analysis tool. The results of the analysis show that consumer preferences have a significant effect on purchasing interest in Wedang Herbal products, both simultaneously (F test) and partially (t test).