Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pengaruh Konsentrasi dan Lama Perendaman GA3 terhadap Dormansi Benih Melon ME 515: Penelitian Siti Nurhasanah; Annisa Khoiriyah; Farmia, Asih
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.777

Abstract

The availability of quality melon seeds is often constrained by the physiological nature of dormancy that appears after the harvest process. Dormancy breaking carried out by the seed industry has so far not been fully effective in ensuring timely seed availability. Therefore, this study is needed to develop a more efficient and applicable dormancy breaking method on an industrial scale. This study aims to determine the effect of various concentrations and duration of soaking of gibberellin (GA3) solution on dormancy breaking of melon (Cucumis melo L.) ME 515 variety seeds. The study was conducted at CV Everfresh and continued at the Polbangtan Yoma Seed Technology Laboratory. This study used a non-factorial Completely Randomized Design (CRD) with 10 treatments. The concentration of gibberellin solution consisting of G0 (aquades), G1 (2.5%), G2 (5%), and G3 (7.5%). Duration of soaking; (P0) dipped, (P1) soaked for 30 minutes, and (P2) soaked for 60 minutes. Observation variables: germination power, maximum growth potential, growth speed, growth simultaneity, shoot length, and root length. The results of this study indicate that gibberellin treatment is able to break dormancy faster and improve the growth performance of melon seeds of ME 515 variety in the observation variables of growth simultaneity, shoot length, and root length.
Kajian Perlakuan Pematahan Dormansi Menggunakan Berbagai Zat Pengatur Tumbuh pada Benih Padi Varietas Segreng Handayani Wahyudi, Surya; Aziza, Elea Nur; Wijayanto, Budi; Khoiriyah, Annisa
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 32 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian Juli
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v32i1.290

Abstract

Varietas padi merah lokal Segreng Handayani, yang berasal dari Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, merupakan salah satu jenis padi yang bernilai fungsional tinggi bagi kesehatan. Namun demikian, benih varietas ini menunjukkan gejala after-ripening, yaitu dormansi fisiologis yang memerlukan penyimpanan kering selama periode tertentu untuk mengaktifkan kembali kemampuan berkecambah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik dormansi pada benih Segreng Handayani serta mengevaluasi efektivitas beberapa metode pematahan dormansi menggunakan perlakuan zat pengatur tumbuh (ZPT). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Benih Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor, yaitu jenis ZPT, dengan empat ulangan. Perlakuan yang diuji meliputi auksin 2 ml/L, KNO₃ 3%, GA₃ 10 ppm/L, ekstrak tauge 200 ml/L, dan air kelapa 450 ml/L. Parameter yang diamati meliputi daya berkecambah, potensi tumbuh maksimum, keserempakan tumbuh, indeks vigor, dan kecepatan tumbuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan KNO₃ 3% selama 24 jam memberikan hasil terbaik dalam mempercepat pematahan dormansi benih, dengan peningkatan signifikan pada seluruh parameter vigor sejak minggu pertama. Sementara itu, dormansi alami pada benih Varietas Segreng Handayani mulai terurai secara signifikan pada minggu ketiga setelah penyimpanan. Temuan ini menunjukkan bahwa perlakuan KNO₃ dapat digunakan sebagai metode praktis dan efisien dalam mempercepat pematahan dormansi fisiologis benih padi merah lokal.
Komparasi Efisiensi Pemasaran Kapulaga Asosiasi Dan  Non Asosiasi Di Desa Kramat Kecamatan Kranggan  Kabupaten Temanggung Nugraha, Bramastya Ardhi; Khoiriyah, Annisa; Prayoga, Adi
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2025.009.03.22

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) saluran pemasaran kapulaga, (2) besarnya margin pemasaran, farmer’s share, dan keuntungan terhadap biaya pemasaran kapulaga, (3) saluran pemasaran kapulaga paling efisien di Desa Kramat, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung. Penelitian menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif yang dilaksanakan dari bulan Oktober 2023 sampai April 2024. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja karena Desa Kramat merupakan sentra produksi kapulaga. Data penelitian diperoleh dari hasil observasi, wawancara menggunakan kuesioner serta data pendukung dari instansi terkait. Teknik pengampilan sampel petani menggunakan sampling jenuh sebanyak 60 orang yang terdiri dari 30 anggota Gapoktan Desa Kramat dan 30 anggota Asosiasi Petani Kapulaga Kranggan sedangkan pengambilan sampel lembaga pemasaran dilakukan secara purposive sebanyak 5 orang terdiri dari 1 pengepul asosiasi, 2 pengepul desa, dan 2 pengepul kecamatan. Pengolahan data menggunakan Microsoft Excel 2019. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat 3 saluran pemasaran kapulaga, yakni saluran I (petani - pengepul asosiasi – konsumen), II (petani -pengepul desa B - pengepul kecamatan B - konsumen) dan saluran III (petani - pengepul desa A - pengepul kecamatan A - pengepul kecamatan B - konsumen), (2) margin pemasaran saluran I sebesar Rp11.000/Kg, saluran II sebesar Rp16.500/Kg, dan saluran III sebesar Rp12.500/Kg. Farmer’s share saluran pemasaran I, II dan III secara berurutan sebesar 90,91%, 77%, dan 76,75%. Sedangkan rasio keuntungan terhadap biaya saluran I sebesar 18, saluran II sebesar 3,45, dan saluran III sebesar 2,83, (3) saluran pemasaran kapulaga yang paling efisien di Desa Kramat adalah saluran I atau saluran pemasaran melalui Asosiasi Petani Kapulaga Kranggan
Morphological Diversity of F1 Ornamental Chili Generation from Single Cross Hybridization Aziza, Elea Nur; Anam, Khoirul; Khoiriyah, Annisa
AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy (SAFE-Network)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29165/ajarcde.v8i3.508

Abstract

Ornamental chilli (Capsicum annuum L.) belongs to the Solanaceae family and is highly popular for its aesthetic value. Ornamental chilli plants are edible, with attractive plant architecture and fruit shapes, as well as varying levels of spiciness. The most preferred traits in ornamental chilli plants include compact size (suitable for potted plants), diverse and unique fruit shapes and colors, and upright fruit orientation. This study aims to investigate the morphological diversity in the F1 generation resulting from a single cross-hybridization between two ornamental chilli varieties, namely the Medusa Pepper, known for its compact growth habit, and the Black Pearl Pepper, characterized by purple-coloured fruits and leaves. Analysis of the qualitative data shows that the F1 generation shares a high degree of morphological similarity with the female parent, Black Pearl Pepper, with a similarity value exceeding 75%, while it exhibits no significant resemblance to the male parent, Medusa Pepper, with a similarity value of 0%. The F1 generation from the single cross demonstrates limited morphological variation, with all observed traits being largely influenced by dominant characteristics, including fruit color, plant habit, and leaf color.
Analisis Preferensi Konsumen Terhadap Minat Beli Produk Wedang Herbal: (Studi Kasus CV X Kabupaten Magelang) Khoirima, Siva; Khoiriyah, Annisa; Prayoga, Adi
Jurnal Ilmiah Manajemen, Bisnis dan Kewirausahaan Vol. 5 No. 2 (2025): Juni : Jurnal Ilmiah Manajemen, Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurimbik.v5i2.1186

Abstract

This study aims to determine consumer preferences for Wedang Herbal products and to identify attributes that influence purchasing interest based on consumer preferences. This research method is descriptive quantitative using a sampling technique carried out by non-probability sampling with a purposive sampling type. This study used 50 respondents with the criteria for respondents required are someone who has bought it and prospective consumers who will buy Wedang Herbal at CV X Magelang Regency. The data analysis method used to determine consumer preferences is conjoint analysis while to determine consumer purchasing interest using multiple linear regression analysis with the SPSS application program analysis tool. The results of the analysis show that consumer preferences have a significant effect on purchasing interest in Wedang Herbal products, both simultaneously (F test) and partially (t test).
Strategi Optimalisasi Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) Di KWT Safinatunnajah Kecamatan Kaliwiro Qoni'ah Putri Surono; Sukadi Sukadi; Annisa Khoiriyah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1134

Abstract

Pekarangan Pangan Lestari merupakan kegiatan pemanfaatan lahan pekarangan secara berkelanjutan untuk meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas, dan pemanfaatan pangan. Produksi pangan belum memenuhi kebutuhan pangan keluarga karena kurangnya keterampilan bertani anggota KWT dan lahan yang digunakan luasnya belum sesuai dengan Petunjuk Teknis Kegiatan P2L. Keterbatasan sumber daya manusia dalam pelaksanaan kegiatan memerlukan pelatihan dan pendampingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan program P2L di KWT Safinatunnajah. Pendekatan penelitian dilakukan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan FGD, kemudian dilakukan analisis dengan metode SWOT dan QSPM. Hasil penelitian menunjukkan, KWT perlu melakukan pemberdayaan melalui perencanaan budidaya tanaman hortikultura dengan pembuatan kalender tanam sebagai upaya mitigasi cuaca dan serangan hama penyakit tanaman. Penerapan kalender tanam membantu mengelola risiko, menjaga produktivitas, dan membangun sistem ketahanan pangan terhadap perubahan iklim serta ancaman serangan hama penyakit sehingga kemiskinan dan keberhasilan Program P2L dapat terwujud dengan baik, mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan keluarga di tingkat rumah tangga.
Technology-Based Utilisation of Liquid Organic Fertiliser Derived from Herbal Medicine Waste and Rabbit Urine to Enhance Turmeric (Curcuma longa L.) Growth Annisa Khoiriyah; Elea Nur Aziza; Geraldo Adinugra Rimartin
AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy (SAFE-Network)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29165/ajarcde.v10i1.876

Abstract

The excessive use of synthetic fertilizers and pesticides in biopharmaceutical crop production has raised increasing concerns regarding environmental sustainability and food safety. This study investigated the potential of liquid organic fertilizer (LOF) derived from herbal medicine waste and rabbit urine as an alternative nutrient source for turmeric (Curcuma longa L.), focusing on plant growth, micronutrient uptake, and curcumin accumulation. A factorial randomized complete block design was implemented using varying concentrations of herbal medicine waste LOF (0–200 mL L?¹) and rabbit urine LOF (0–20 mL L?¹). Rhizome biomass, leaf iron (Fe) and boron (B) concentrations, and rhizome curcumin content were evaluated. The results demonstrated that moderate application rates of herbal medicine waste LOF (100 mL L?¹) combined with rabbit urine LOF (20 mL L?¹) effectively enhanced curcumin content without significantly increasing rhizome biomass. Elevated boron accumulation was observed at higher LOF concentrations. These findings highlight the potential of organic waste-derived LOF to improve turmeric quality while promoting sustainable and environmentally responsible cultivation practices. Contribution to Sustainable Development Goals (SDGs):SDG 2   : Zero Hunger SDG 12: Responsible Consumption and Production SDG 13: Climate ActionSDG 15: Life on Land
Pengendalian Penyakit Layu Fusarium dengan Kombinasi Pupuk KCl dan Trichoderma pada Jahe (Zingiber officinale) Annisa Khoiriyah; Heriyanto Heriyanto
Agriekstensia : Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 20 No. 1 (2021): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.447 KB) | DOI: 10.34145/agriekstensia.v20i1.1498

Abstract

ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengetahui takaran Trichoderma sp. dan pupuk KCl yang efektif untuk pengendalian penyakit layu Fusarium oxysporum pada tanaman jahe. Penyakit layu yang disebabkan oleh jamur patogen Fusarium oxysporum merupakan faktor penghambat produktivitas tanaman jahe. Penelitian dilakukan di Desa Argodadi, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, DIY dengan menggunakan rancangan faktorial yang disusun dalam rancangan acak kelompok lengkap terdiri 2 faktor yaitu Trichoderma sp dan pupuk KCl dengan 3 level takaran. Hasil penelitian menunjukan bahwa aplikasi 5 gram biomas Trichoderma sp/tanaman dan 5 gram pupuk KCl/tanaman efektif menurunkan persentase dan intensitas serangan penyakit layu Fusarium oxysoprum masing masing sebesar 8,87% dan 13,32%. Sedangkan aplikasi 5 gram biomas Trichoderma sp/tanaman dan 2,5 gram pupuk KCl/tanaman mampu meningkatkan tinggi tanaman dan jumlah anakan tanaman jahe. Kata kunci—Trichoderma sp., KCl, intensitas serangan ABSTRACT The research aims to investigate the dosage of Trichoderma sp and KCl fertilizer, which effectively control Fusarium oxysporum wilt disease of ginger. Wilt disease caused by the pathogenic fungus Fusarium oxysporum can cause significant losses to ginger production. The research was conducted in Argodadi, Sedayu, Bantul, DIY and arranged in factorial design in a complete randomized block design consisting of two factors, Trichoderma sp. and KCl fertilizes with three levels of dosage. The research results provide information that the application of 5 g Trichoderma sp. and KCL fertilizer could reduce the percentage and intensity of attack of Fusarium oxysporum effectively by 8,87% and 13,32%. Applying Trichoderma sp at the level of 5 g / plant biomass and 2.5 grams of KCl / plant could increase ginger’s plant height and the number of seedlings. Keywords— Trichoderma sp., KCl, intensity attack
Teknik Perbanyakan Sirih Merah dengan Kombinasi Media, Hormon, dan Jumlah Stek Elea Nur Aziza; Annisa Khoiriyah; Sari Megawati
Agriekstensia : Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 20 No. 1 (2021): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.525 KB) | DOI: 10.34145/agriekstensia.v20i1.1501

Abstract

ABSTRAK Sirih merah (Piper crocatum) merupakan tanaman obat yang dipercaya memiliki banyak khasiat sekaligus tanaman hias yang eksotis. Daun sirih merah mengandung flavonoid, polevenolad, tanin, dan minyak atsiri, yang secara empiris memiliki efek anti kejang, membasmi kuman, penghilang rasa nyeri dan menghilangkan bengkak. Perbanyakan sirih merah secara vegetatif yang dianggap paling mudah adalah stek. Namun tingkat keberhasilannya masih rendah. Kombinasi penggunaan media tanam, hormon atau vitamin tanaman, serta jumlah mata tunas diharapkan dapat menyelesaikan masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanggapan pertumbuhan stek sirih merah terhadap 12 perlakuan yang diujikan berupa kombinasi media tanam, hormon atau vitamin, dan jumlah mata tunas yang digunakan. Secara kualitatif dan visual, media M0 menunjukkan persentase keberhasilan yang lebih rendah dibandingkan media M1. Pada pengamatan selama 13 MST, perlakuan M1H2S1 memiliki rata-rata pertumbuhan tinggi tunas paling tinggi dibandingkan perlakuan lain. M1H2S1 merupakan kombinasi media campuran, Vitamin B1, dan menggunakan stek sebanyak satu mata tunas. Dari penelitian ini dapat disarankan bahwa penggunaan stek sebanyak satu mata tunas dapat digunakan untuk perbanyakan bibit sirih merah. Hal ini dapat menguntungkan karena produsen bibit sirih merah dapat menghemat jumlah kebutuhan mata tunas. Kata kunci: Stek, media tanam, dan vitamin B1. ABSTRACT Red betel (Piper crocatum) is a medicinal plant that has many benefits and is an ornamental plant with exotic leaf patterns and colours. Red betel leaf contains flavonoids, polevenolad, tannins, and essential oils. Empirically, the active substance can prevent anticonvulsants, eradicate germs, relieve pain, and eliminate swelling. Cuttings are well known as the most straightforward vegetative propagation of red betel, but the success rate is low. The combination of planting media, plant hormones or vitamins, and the correct number of cuttings are expected to solve this problem. This study aims to determine the growth response of red betel cuttings to 12 treatments tested (combination of soil media, hormones or vitamins, and the number of cuttings). Qualitatively and visually, M0 media showed a lower percentage of success than M1 media. At 13 WAP observations, the M1H2S1 treatment had the highest average shoot height growth compared to other treatments. The M1H2S1 is a combination of mixed media, Vitamin B1, and uses one bud cuttings. It is suggested that one cutting can be used for red betel seedlings propagation, so it can be beneficial for seed producers because they can save cuttings needs. Keywords: Cuttings, soil media, and B1 vitamin.
Integrasi Teknologi Penundaan Ekstraksi dan Tingkat Kemasakan Buah pada Produksi Benih Cabai Rawit Varietas JS CR 02 Rukha Heny Pramubinasih; Elea Nur Aziza; Agus Wartapa; Annisa Khoiriyah
Agriekstensia : Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 24 No. 2 (2025): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v24i2.3238

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penundaan ekstraksi dan tingkat kemasakan buah yang terbaik terhadap mutu benih dan pertumbuhan semai benih cabai rawit varietas JS CR 02. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Benih dan greenhouse Polbangtan Yogyakarta Magelang Jurusan Pertanian Kampus Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) 2 faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah waktu penundaan ekstraksi dan faktor kedua adalah warna buah. Analisis data menggunakan uji Analysis of Varian (ANOVA) dan uji lanjut dengan Uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan terbaik penundaan ekstraksi dan warna buah cabai rawit varietas JS CR 02 berpengaruh nyata terhadap mutu benih dan tidak berpengaruh nyata terhadap mutu pertumbuhan semai benih. Perlakuan terbaik terhadap mutu benih adalah perlakuan R2H3 (penundaan ekstraksi dua hari, warna buah merah tua) terhadap variabel bobot 1.000 butir, kecepatan tumbuh, keserempakan tumbuh, indeks vigor, dan daya berkecambah benih. Pertumbuhan semai benih terbaik dihasilkan dari tingkat kemasakan buah H3 (warna merah tua) terhadap variabel berat kering kecambah normal, tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar bibit, dan bobot kering bibit.