Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Kinerja Jalan Pajjaiang Segmen Jl. Mannuruki Daya – Pintu 1 Gor Sudiang Bestari, Sufiati; Wong, Irwan Lie Keng; Yosep Kudu Rerung
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 6 No. 3 (2024): PCEJ Vol.6, No.3, September 2024
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/hqs5ek89

Abstract

Arus lalu lintas di Jalan Pajjaiang umumnya berasal dari pelaku lalu lintas “kommuter” lalu lintas dari arah Sudiang menuju Jalan Perintis Kemerdekaan dan begitupun arah sebaliknya. Jalan Pajjaiang dilalui trayek angkutan kota Sudiang - Daya dan Bus Mamminasata yang sering berhenti untuk penumpang naik atau turun. Penelitian ini bertujuan agar diketahui arus lalu lintas puncak, derajat kejenuhan, dan kecepatan kendaraan ringan. Metode yang digunakan mengacu pada Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI 2014). Hasil analisis diperoleh derajat kejenuhan sebesar 0,33 dari arah Jalan Mannuruki – Pintu 1 Gor Sudiang dan derajat kejenuhan 0,30 dari arah Pintu 1 Gor Sudiang - Jalan Mannuruki Daya. Nilai derajat kejenuhan yang diperoleh lebih kecil daripada ambang batas 0,85 yang ditetapkan PKJI 2014, berarti arus lalu lintas pada Jalan Pajjaiang segmen Jl. Mannuruki Daya - Pintu 1 Gor Sudiang dalam keadaan belum jenuh. Pembacaan grafik PKJI 2014 didapatkan kecepatan rata-rata kendaraan ringan VT = 56,9 km/jam dari arah Jl. Mannuruki dan VT = 56,1 km/jam dari arah Pintu 1 Gor Sudiang. Perhitungan kecepatan aktual rata-rata kendaraan ringan pada hari Senin diperoleh 39,40 km/jam untuk arah Jl. Mannuruki – Pintu 1 Gor Sudiang dan  41,44 km/jam untuk arah Pintu 1 Gor Sudiang - Jl. Mannuruki Daya. Perhitungan kecepatan aktual rata-rata kendaraan ringan sewaktu ada kegiatan pasar pada hari Minggu 31,72 km/jam dari arah Jl. Mannuruki Daya – Pintu 1 Gor Sudiang dan  29,52 km/jam dari arah Pintu 1 Gor Sudiang - Jl. Mannuruki Daya. Kecepatan hasil pembacaan grafik VT dan hasil perhitungan berbeda jauh. Karena jarak tempuh kendaraan ringan yang disurvei pada lokasi studi 200 m, kurang mewakili kecepatan ruang. Sedangkan grafik dalam PKJI diturunkan dari survei segmen sepanjang 300 m.
Analisis kinerja simpang empat Jl. Andi Tonro – Jl. Pacalaya – Jl. Abdul Rasyid Dg. Lurang Sufiati Bestari; Meti; Geraldo Fevriano Baso
PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pd.13.1.8511.74-80

Abstract

In Gowa Regency, near the border of Makassar City, there is an intersection of Jl. Andi Tonro - Jl. Pacalaya - Jl. Abdul Rasyid Dg. Lurang. The major road, Jl. Andi Tonro, is a 2/1 road, channeling traffic from Maros district towards Makassar. The minor roads, Jl. Pacalaya and Jl. Abdul Rasyid Dg. Lurang, only 4.5m wide, road type 2/2 TT respectively. The light-controlled, unsignalized intersection is heavily traveled by motorcycles Motorcyclists from the minor roads often scramble for road space on the major roads, creating extra conflicts at the intersection. The proportion of motorcycles to the total traffic flow of the entire intersection is 0.815. This study aims to determine the degree of saturation value that describes the performance of the studied intersection. The analysis of peak intersection traffic flow, intersection capacity, and degree of saturation values refers to the 2014 Indonesian Road Capacity Guidelines. Even though it is on the border of the city, the traffic behavior through this intersection still shows the characteristics of urban traffic, namely weekly periodic repetitive traffic flow patterns. Therefore, traffic surveys were conducted on Monday, Wednesday representing the normal weekday population: Monday through Thursday and the Saturday survey represents weekend days. Traffic flows entering the intersection site from the three arms were videoed with cameras. Each arm was captured with one camera. Traffic data from each arm per direction of movement per vehicle type was enumerated from the video recordings. The results of data processing were analyzed and obtained the afternoon peak traffic flow represented by weekday traffic. Degree of saturation (Dj) = 0.64. Traffic flow is not saturated. Clutter comes from motorcycles that dominate the traffic flow with a proportion of 0.815 and contra flow violations. Actions to reduce chaos, namely adding signs prohibiting contra flow on Andi Tonro Street. Installation of CCTV cameras that highlight on all four arms. Accompanied by the implementation of Electronic Traffic Law Enforcement in Gowa Regency so that motorcyclists will be forced to be disciplined.
Pengaruh Parkir Pada Badan Jalan Terhadap Kinerja Ruas Jalan Kajaolalido Angelo Samparaya; Wong, Irwan Lie Keng; Bestari, Sufiati
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 6 No. 4 (2024): PCEJ Vol.6, No.4, Desember 2024
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/vrjes982

Abstract

Parkir adalah keadaan tidak bergerak suatu kendaraan yang bersifat sementara. Kendaraan apa pun yang berhenti di tempat tertentu, baik ada rambu lalu lintas atau tidak, hanya untuk menaikkan dan menurunkan orang atau barang dianggap parkir. Untuk meminimalkan gangguan yang disebabkan oleh parkir di jalan (parking on street) terhadap lalu lintas merupakan hal penting yang harus dipertimbangkan dalam perencanaan parkir. Jalan Kajaolalido adalah salah satu jalan di Kota Makassar yang memiliki parkir di badan jalan. Pada sisi ruas jalan Kajaolalido memiliki tata guna lahan mixed land use, terdapat sekolah, lapangan olahraga, bank, rumah makan, dan kafe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh parkir pada badan jalan terhadap kinerja ruas jalan Kajaolalido. Adapun hasil yang diperoleh yaitu derajat kejenuhan pada kondisi jam puncak tertinggi terjadi pada hari Rabu dengan derajat kejenuhan yakni 0,43.  
Analisis Bangkitan Perjalanan Penduduk Pada Perumahan Griya Daya Permai Ferdyelia Paletey; Bungin, Erni Rante; Bestari, Sufiati
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 6 No. 4 (2024): PCEJ Vol.6, No.4, Desember 2024
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/8s5y3z60

Abstract

Sejalan dengan meningkatnya kepadatan penduduk, maka jumlah pergerakan semakin meningkat, Kota Makkasar sebagai salah satu tujuan masyarakat Indonesia timur sebagai pusat pendidikan, kesehatan, mencari lapangan kerja dan lain sebagainya. Perumahan Griya Daya Permai memiliki karakteristik penduduk dari segi strata sosial budaya, pekerjaan, maupun tingkat pendapatan yang baik. Bangkitan perjalanan yang dilakukan oleh sejumlah masyarakat Perumahan Griya Daya Permai akan menimbulkan kemacetan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik rumah tangga dan karakteristik perjalanan rumah tangga serta memodelkan bangkitan perjalanan di Perumahan Griya Daya Permai. Survei ini dilakukan dengan cara membagikan kuisioner dan wawancara langsung kepada kepala rumah tangga setiap unit rumah. Menganalisis data dengan metode regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi bangkitan perjalanan pada Perumahan Griya Daya Permai adalah jumlah anggota keluarga yang Kuliah/Sekolah (X4), jumlah pendapatan rata-rata (X5), dan jumlah Sepeda motor (X6), terhadap jumlah bangkitan (Y). Model persamaan bangkitan perjalanan di Perumahan Griya Daya Permai adalah Y = 0,239 + 0,136 X4 + 0,307 X5 + 0,310 X6, nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 65,6%.
Planning Evacuation Routes as Tsunami Disaster Mitigation in Coastal Makassar City Singgih, Hanna Mariani; Sufiati Bestari
Journal of Science and Education (JSE) Vol. 5 No. 1 (2024): Journal of Science and Education (JSE)
Publisher : CV. Media Digital Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58905/jse.v5i1.433

Abstract

The recent series of earthquakes can trigger tsunamis. Coastal areas are highly dynamic and therefore potentially subject to tsunami threats.  Makassar City is a coastal area. Therefore, Makassar City is vulnerable to hit by tsunami, as the increasing stress at the ends of the active plates around Sulawesi Island, which increases the potential for seabed earthquakes, which in turn can cause tsunamis. The absence of a tsunami disaster mitigation concept in the southern coastal area of Makassar city increases the chances of huge losses in the event of a tsunami. The purpose of this research is to map the tsunami disaster mitigation in the southern coastal area of Makassar City. The research method is observational spatial data input and direct observation in the field. All coordinate data and the latest earthquake became the main input in the SiTProS program, while spatial data used ArcGIS Map. The research study area is from The Rinra Hotel (Phinisi Point Mall) to Barombong Stadium. The path along this route will be the location of the proposed Temporary Evacuation Site (TES) route, with the scenario that there are 15 building units that are higher than the maximum wave height at the coastline of 4.29 meters that can be recommended for vertical evacuation. The simulated tsunami propagation time to reach a tsunami detection device (buoy) was 30.586 minutes after a potential tsunami occurred in the Sulawesi Sea at an earthquake of 5.8 SR, and the time to reach the coastline was at 41.44 minutes. The best shortest path for evacuation during a tsunami is away from the Barombong bridge and the Jeneberang River estuary. This study concluded three evacuation routes, namely: (I) the route after Barombong bridge towards the south up to Barombong Stadium; (II) the route after Barombong bridge towards the north up to the bridge after GTC Mall; (III) the route from CPI towards the south up to the bridge before GTC Mall (Danau Tanjung Bunga road). In these evacuation routes, the ones that can be used as alternative routes are route I and route III because they go beyond the coastal boundary. Meanwhile, route II is not recommended as it exceeds the coastal boundary.
Analisis Kinerja Jalan Sabutung Depan Pelabuhan Paotere Kota Makassar Bestari, Sufiati; Apriyani, Alpius; Jimmy Y Andilolo
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 7 No. 1 (2025): PCEJ Vol.7, No.1, Maret 2025
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/tjj16067

Abstract

Aktivitas Tempat Pelelangan Ikan (TPI) menimbulkan masalah lalu lintas pada Jalan Sabutung segmen di depan Pelabuhan Ikan Paotere. Tipe jalan Sabutung 2/2TT yang lebar jalannya hanya 6 m, tiap hari menyalurkan arus lalu lintas dalam kondisi berkonflik dengan hambatan samping yang ditimbulkan kegiatan pelelangan ikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai derajat kejenuhan pada kondisi arus lalu lintas puncak yang menyatakan kinerja Jalan Sabutung segmen di depan Pelabuhan Ikan Paotere. Juga untuk mendapatkan kecepatan ruang yang dapat dicapai kendaraan ringan pada saat arus puncak. Penelitian mengacu pada Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia, 2014 tentang Kapasitas Ruas Jalan Perkotaan. Pengambilan data sampel selama empat hari. Sabtu dan Minggu mewakili akhir pekan yang spesifik pada lokasi TPI ramai pembeli.. Hasil penelitian diperoleh nilai derajat kejenuhan pada saat arus lalu lintas total puncak adalah 0,40. Kelas hambatan samping tinggi. Komposisi jenis kendaraan didominasi sepeda motor. Walaupun jumlah kendaraan banyak pada saat arus lalu lintas puncak namun kemacetan yang terjadi dapat segera terurai. Kecepatan rata-rata kendaraan ringan VT dari pembacaan grafik PKJI 2014 adalah 28,9 km/jam. Kecepatan rata-rata kendaraan ringan yang dihitung dari data survei waktu tempuh pada saat arus lalu lintas puncak diperoleh 21,71 km/jam. Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Paotere Makassar perlu penambahan ruang parkir dan disiagakan petugas parkir menjaga ketertiban kendaraan selama operasional pelelangan berlangsung.