Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

MAKNA ELEMEN ARSITEKTUR PADA BANGUNAN CANDRA NAYA Farel Juliansyah; Nadhimatul Hanifah; Aida Andrianawati
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/vastukara.v3i2.1616

Abstract

Warisan budaya merupakan suatu peninggalan penting dari suatu kebudayaan yang memiliki nilai sejarah dan melambangkan ciri khas dari suatu masyarakat atau kaum yang diwariskan dari generasi sebelumnya. Warisan budaya ada yang berbentuk benda dan ada yang tak benda. Salah satu warisan budaya berbentuk benda itu ialah Bangunan cagar budaya Candra Naya yang memiliki arsitektur Cina yang khas. Candra Naya terletak di Jalan Gajah Mada 188 Jakarta Barat. Bangunan ini telah mengalami beberapa perubahan karena dinamika isu politik, ekonomi, dan sosial budaya yang terjadi di kota Jakarta. Bangunan Candra Naya memiliki sejarah yang dalam serta menarik dari segi visual dan makna. Dengan memahami sejarah dari bangunan candra naya lebih jauh, kita dapat mengetahui tujuan dan makna dari bangunan Candra Naya, fungsi bangunan dan ruang pada Candra Naya, dan nilai nilai budaya yang terkandung pada bangunan ini. Diharapkan penelitian ini dapat melengkapi dan memperkuat teori dari penelitian sebelumnya sehingga dapat memberi pengetahuan baru dan inspirasi bagi penelitian berikutnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif karena pengambilan data dilakukan dengan cara observasi lapangan, wawancara, dan pengumpulan data melalui studi literatur. Teori yang digunakan adalah Theory about Architecture menurut Kate Nesbitt yang menjelaskan pentingnya makna dan pengaruh arsitektur berdasarkan konteks sosial budaya yang dapat digunakan dan diterima oleh masyarakat.
Studi Komparasi Elemen Interior Pada Kamar Tamu Resort Di Kawasan Banten Sherina Putri; Aida Andrianawati; Ully Irma Maulina Hanafiah
Jurnal Desain Interior Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v8i2.18329

Abstract

Resort adalah tempat singgah sementara dengan beragam kebutuhan seperti olahraga, pertemuan, kesehatan, agama, dan bisnis. Resort biasanya berlokasi di daerah alam seperti pantai atau pegunungan, untuk memberikan fasilitas bagi wisatawan agar dapat bersantai dan berlibur. Namun, nuansa interior khas nusantara semakin langka karena dampak modernisasi. Beberapa arsitek dan desainer interior kini mencoba menghadirkan kembali unsur- unsur kebudayaan nusantara dalam desain bangunan.Penelitian ini membandingkan elemen interior pada kamar tamu di 3 resort di Banten untuk mengkaji penerapan suasana modern tradisional. Hasilnya diharapkan memberikan manfaat bagi institusi pendidikan sebagai referensi dalam perancangan sejenis. Metode penelitian kualitatif deskriptif digunakan dengan memilih 3 studi kasus resort di Banten, yakni Kalicaa Villa, Coconut Island, dan Novus Jiva. Data sekunder diperoleh dari literatur, jurnal, dan analisis hasil penelitian. Hasil komparasi menunjukkan Kalicaa Villa memiliki gaya modern minimalis dengan sentuhan alami dan tradisional pada elemen dekoratif. Coconut Island menampilkan gaya tradisional dengan penggunaan material kayu gelap dan ukiran yang memberikan kesan klasik. Sedangkan Novus Jiva menampilkan gaya modern minimalis tanpa ornamen. ketiga resort di Banten menampilkan gaya interior yang berbeda. Kalicaa Villa menggabungkan modern minimalis dan alami dengan sentuhan tradisional. Coconut Island menampilkan gaya tradisional dengan ornamen kayu yang klasik. Sementara itu, Novus Jiva menampilkan gaya modern minimalis tanpa ornamen.
Peningkatan Pemahaman Masyarakat Terhadap Nilai Cagar Budaya Berbasis Wisata Tematik Google Maps di Purwakarta Ratri Wulandari; Vika Haristianti; Idhar Resmadi; Djoko Murdowo; Annisa Aditsania; Aida Andrianawati; Rendy Pandita B; Wibisono Tegar GP; Aniq Atiqi R; Siti Saadah
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i1.4018

Abstract

Pada era Hindia Belanda, Kabupaten Purwakarta adalah ibukota Karesidenan Karawang, sehingga di Kabupaten Purwakarta terdapat kawasan pusat kota dengan alun-alun dan kelengkapan infrastruktur lainnya. Kelebihan ini belum disadari sebagai potensi oleh pemerintah daerah maupun masyarakat. Padahal, pemahaman terhadap potensi cagar budaya akan mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) daerah. Dari permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini menawarkan dua solusi yaitu, memberikan ilmu dan metode untuk peningkatan pemahaman masyarakat terhadap potensi cagar budaya daerah dan pengembangan peta wisata tematik berbasis Google Maps. Di dalamnya terdapat kegiatan terkait inventarisasi dan dokumentasi bangunan cagar budaya, termasuk pengetahuan teknologi untuk membangun media literasi cagar budaya. Metode yang digunakan melalui survey lapangan dan wawancara, penyusunan proposal, dan pencarian alternative solusi. Pada pelaksanaan kegiatan, metode yang digunakan adalah transfer pengetahuan melalui kegiatan workshop Adapun luaran kegiatan berupa infografis, peta tematik cagar budaya, dan website. Serta transfer pengetahuan dan metode kepada staf DISPORAPARBUD, dan masyarakat pecinta warisan budaya di bawah binaan DISPORAPARBUD Kabupaten.
Inovasi Booth Penjualan Berbasis Kearifan Lokal Untuk Meningkatkan Pendapatan UMKM Binaan Koperasi BSM Murdowo, Djoko; Haristianti, Vika; Andrianawati, Aida; Fatiharani, Naomi Aulia; Maharani, Desak Putu Ira; Fathimah, Fathimah
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i4.10760

Abstract

Koperasi Bumisariwangi Mekar yang merupakan Mitra Pengabdian Masyarkat, membawahi 24 Usaha Mikro Kecil dan Menengan (UMKM) yang selalu aktif melakukan penjualan di area Koperasi. Permasalahan yang dihadapi Mitra adalah kurangnya lapak/booth sebagai area penjualan sehingga kesannya terlalu sempit. Disamping itu bentuk booth/lapak terlalu monoton belum mencerminkan kekhasan lokal. Tujuan dari program pengabdian Masyarakat ini adalah untuk membantu UMKM dalam meningkatkan perekonomian masyarakat sasar dan menciptakan lingkungan yang indah serta mencerminkan budaya lokal. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan obyek studi langsung, dalam pelaksanaannya kegiatan ini melalui proses survey, desain, produksi, serah terima, dan evaluasi. Hasil pengabdian masyarakat berupa rancangan dan implementasi booth/lapak sebagai prototype, penataan lingkungan, desain furniture yang multi fungsi serta berbasis kearifan lokal. Kesimpulan menunjukan bahwa mitra sasar merasa banyak terbantu dengan adanya program pengabdian masyarakat ini.  Hal tersebut dapat terlihat dari hasil survey dan wawancara dengan jumlah suara setuju dan sangat setuju yang diberikan oleh mitra sasar terhadap dampak program pengabdian masyrakat ini. Program pengabdian terhadap masyarakat ini dianggap sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat sasar
PERANCANGAN PUSAT KEBUDAYAAN DI KOTA BALIKPAPAN DENGAN PENDEKATAN BUDAYA BAKUDAPA Gunawan, Hanaa Aulia Putri; Hanafiah, Ully Irma Maulina; Andrianawati, Aida
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, dikenal memiliki keberagamanbudaya yang meliputi hampir seluruh suku yang ada di Indonesia. Meski demikian,kota ini belum memiliki fasilitas yang representatif untuk mendukung pelestarianseni dan budaya lokal. Perancangan Pusat Kebudayaan dengan pendekatanbudaya BAKUDAPA (Banjar, Kutai, Dayak, dan Paser) bertujuan menyediakanruang multifungsi untuk mendukung berbagai aktivitas seni, budaya, danpengembangan ekonomi kreatif. Penelitian ini menggunakan metodepengumpulan data primer melalui wawancara, observasi, dan studi banding padabeberapa fasilitas pusat kebudayaan di Indonesia. Data sekunder diperoleh dariliteratur, regulasi terkait, dan studi pustaka. Tema "Tiga Pilar KebudayaanKalimantan Timur" yang meliputi budaya keraton, pesisir, dan pedalamandiintegrasikan dalam desain tata ruang yang fleksibel dengan elemen interior khasserta material lokal. Hasil perancangan menghasilkan konsep gedung yangmendukung berbagai kegiatan, seperti pameran seni, workshop, pertunjukantradisional, serta edukasi budaya. Implementasi desain berbasis budaya lokaldiharapkan tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya, tetapi jugameningkatkan potensi ekonomi kreatif, memperkuat identitas masyarakat, danmenjadikan Balikpapan sebagai destinasi wisata budaya. Kata kunci: pusat kebudayaan, BAKUDAPA, Kota Balikpapan, seni dan budaya,ekonomi kreatif
PERANCANGAN ULANG GEDUNG PERTUNJUKAN DI KABUPATEN GARUT DENGAN PENDEKATAN BUDAYA SUNDA Melinda, Yola; Hanafiah, Ully Irma Maulina; Andrianawati, Aida
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Jawa Barat, salah satu provinsi yang kaya akan seni, budaya, dan pariwisatayang menarik wisatawan dari dalam dan luar negeri. Dengan lebih dari dua puluhjenis seni kesenian tradisional yang ada di Kabupaten Garut, memanfaatkan GedungPertunjukan Kabupaten Garut sebagai fasilitas utama untuk mendukung aktivitaskegiatan seni dan pertunjukan sebagai ruang utama, namun terdapat beberapakekurangan seperti pengaturan ruangan yang mengganggu pandangan penonton,furniture yang tidak sesuai, sistem signage yang kurang informatif, dan minimnyafasilitas keamanan. Untuk meningkatkan kenyamanan dan fungsi gedung, diperlukanperancangan ulang Gedung Pertunjukan Kabupaten Garut dengan berfokus dalammemberikan fasilitas yang sesuai standar, penambahan sistem signage dankeamanan untuk mendukung aktivitas seni dan meningkatkan pengalamanpengguna.Kata kunci: jawa barat, gedung pertunjukan, kabupaten garut, kesenian tradisional,fasilitas seni
Ragam Hias Gaya Tionghoa sebagai Indentitas Bangunan Candra Naya Harbyantinna, Aprilia Lutfiah Dwireza; Raudhoh, Rara Siti; Andrianawati, Aida
Waca Cipta Ruang Vol. 8 No. 1 (2022): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v8i1.6407

Abstract

​​ Chinese cultural acculturation happens in several cities in Indonesia through archipelago trade flow. Chinese culture spread into several aspects, starting from language, arts, foods, fashion, religion, and also architecture. House and pagoda were a building that mostly applied Chinese Architecture that have a lot of ornament decorations with their special color in it. Geometry, animal pattern, flower pattern, nature pattern,and legend are the most used ornament decorations it also has a certain meaning, it depends on Chinese belief. One of the remaining buildings that applied Chinese Architecture in Jakarta was Candra Naya. Candra Naya was a house on Chinese Major that has had restoration anis d now used as a cultural heritage building. The site of Candra Naya is less known by the local people, so the existing wealth of the building was known internally only. This research was conducted to find out the ornament decorations influence and acculturation of Chicultureturas identity on Candra Naya. This research method uses visual analysis with a qualitative approach. By collecting data from literatures, observation , and interview with Candra Naya’s caretaker. Results of the research show that ornaments decoration of Chinese architecture influence the Candra Naya building as its identity and can be a new source the for the reservation of cultural heritage in Indonesia. Keywords: Acculturation, Chandra Naya Building, Chinese, Color, Decorations
Integrasi Branding Dalam Interior Warunk Upnormal andrianawati, aida; Yuniati, Arnanti Primiana
Waca Cipta Ruang Vol. 8 No. 2 (2022): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v8i2.6735

Abstract

The rapid growth of culinary tourism in Bandung has resulted in intense competition for cafe owners to survive in this industry. Especially with the emergence of conceptual cafes, business people need to overcome this situation by doing cafe interior branding. One of them is Warunk Upnormal. The concept of this cafe was originally adopted from a traditional Indonesian coffee shop (warkop). The aim of this research is to find out whether the application of interior branding at Warunk Upnormal is in accordance with Kim Kuhteubl's theory; which consists of clear vision aspects; unique story aspect; energi aspect. This research is a qualitative research using descriptive analytical method to see the integration between interior design and branding at Warung Upnormal. Methods of data collection include interviews, observation, photo documentation, and literature studies about café interior branding. Research finds that Warunk Upnormal has used Kuhteubl's interior branding theory. This can be seen from the sinage elements, spatial organization, furniture layout, type of music (clear vision); logo elements and interior concepts (unique story); elements of color, material, lighting, ventilation (energi). The implementation of these three aspects gives an interesting impression to visitors. Keywords: Interior, Interior Branding, Cafe Interior, Warunk Upnormal
PENGEMBANGAN DESAIN INTERIOR KELAS DAN FURNITUR SARANA BELAJAR TK KARYA PUTRA SESUAI ERGONOMI ANAK USIA DINI Andrianawati, Aida; Haristianti, Vika
Ekalaya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia Vol. 2 No. 3 (2023): Ekalaya Journal
Publisher : Nindikayla Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57254/eka.v2i3.98

Abstract

Children are the main potential for the future of a nation. They are not only the forerunners of the nation's successors but also as individuals who are expected to have high competitiveness. Personality and individual qualities in adulthood are greatly influenced by the experiences and education obtained in childhood. PAUD schools for children aged 0-4 years apply the concept of playing while learning (recreational learning) which aims to help children's self-development. Karya Putra Kindergarten was chosen as the target partner for the Community Service program related to fostering the development of quality education which must start from an early age, namely at the PAUD / Kindergarten level. Karya Putra Kindergarten really needs help to organize the interior of the classroom with limited space and increasing student capacity. Likewise, adapting learning methods in early childhood schools requires a comfortable learning space concept, so it is necessary to have furniture and layout that is in accordance with early childhood ergonomics standards. By completing the right design, it is hoped that it will be the right solution to the problems that occur in the study room.
REDESAIN INTERIOR BANDARA INTERNATIONAL LOMBOK DENGAN PENDEKATAN BUDAYA LOMBOK Dara Surya Sabila; Haristianti, Vika; Aida Andrianawati
KalaTanda Vol 7 No 1 (2025): Kalatanda September 2025
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/kalatanda.v3i1.9449

Abstract

Lombok merupakan satu dari beberapa pulau indah yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan merupakan salah satu kota tujuan wisata di Indonesia. Bandara International Lombok (BIL) merupakan sarana pendukung aksesbilitas transportasi udara yang memiliki peran sebagai pintu gerbang pariwisata dan kebudayaan Lombok. Dalam mewujudkan fungsi dan standar bandara sebagai peran pintu gerbang tersebut, BIL memiliki peran dalam memperkenalkan, merepresentasikan, serta mampu menjadi ikon untuk pulau Lombok. Interior terminal bandara yang berpotensi untuk memperkenalkan budaya Lombok masih minim dan belum memiliki ciri khas yang kuat untuk mempresentasikan budaya Lombok. Dalam menjawab permasalahan serta fenomena yang ada, terdapat beberapa tahapan yang dilakukan sebagai proses mendesain ulang Bandara Internasional Lombok. Dimulai dari survey lapangan, penetapan objek perancangan, studi Pustaka dan literatur, wawancara, serta melakukan diskusi terkait perancangan hingga menghasilkan desain akhir untuk interior Bandara Internasional Lombok. Berdasarkan hasil dari tahapan-tahapan tersebut, konsep yang dianggap dapat memecahkan permasalahan interior adalah Sense of Lombok Culture. Penerapan konsep ini diharapkan dapat mencapai hasil akhir desain interior yang mampu mewujudkan peran pintu gerbang pariwisata dan kebudayaan Lombok.