Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Action Research Literate (ARL)

Implementasi Kebijakan Intensifikasi Pemungutan Pajak Kendaraan Bermotor Tidak Melakukan Daftar Ulang Wilayah Cirebon I Sumber Andriyansyah, Andriyansyah; Prayitno, Arief; Nursahidin, Nursahidin
Action Research Literate Vol. 9 No. 2 (2025): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v9i2.2810

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan intensifikasi pemungutan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dari Kendaraan Tidak Melakukan Daftar Ulang (KTMDU) di Kabupaten Cirebon. Kebijakan ini memiliki peran strategis dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 10 narasumber yang terdiri dari pemangku kebijakan dan wajib pajak, observasi langsung, serta analisis dokumen resmi terkait pajak kendaraan bermotor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan ini belum terlaksana secara optimal, ditandai dengan masih tingginya jumlah KTMDU serta lemahnya koordinasi antarinstansi. Faktor penghambat utama adalah kurangnya kesadaran wajib pajak, keterbatasan personel, serta tantangan dalam pemutakhiran data kendaraan. Sebagai perbandingan, Kota Tangerang dan Kabupaten Maluku Tengah menerapkan strategi insentif dan ekstensifikasi yang lebih efektif dalam meningkatkan kepatuhan pajak. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan peningkatan sinergi lintas sektor, optimalisasi teknologi dalam pengelolaan data pajak, serta penerapan insentif untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya penyempurnaan strategi implementasi kebijakan perpajakan daerah untuk mengoptimalkan penerimaan pajak dan mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.
Strategi Reformasi Birokrasi Di Badan Pusat Statistik Kabupaten Indramayu Fitria, Dwi Meilisa; Permana, Ipik; Prayitno, Arief
Action Research Literate Vol. 9 No. 2 (2025): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v9i2.2813

Abstract

Keterbatasan sumber daya manusia yang berkualitas dan kompeten menjadi hambatan. Banyak pegawai yang belum memiliki keterampilan yang memadai untuk mendukung reformasi birokrasi yang berbasis teknologi informasi dan manajemen modern. Budaya kerja yang cenderung statis dan kurang inovatif seringkali menghambat penerapan perubahan. Resistensi terhadap perubahan dari dalam organisasi merupakan masalah utama yang dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi reformasi birokrasi yang diterapkan di Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Indramayu, dengan menggunakan teori reformasi birokrasi dari Sedarmayanti sebagai dasar analisis. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun semua dimensi reformasi birokrasi telah diterapkan, implementasinya belum optimal. Dimensi pertama, pembaharuan mind set dan culture set, telah dilaksanakan melalui pemberian tunjangan kinerja dan kegiatan evaluasi serta sharing knowledge, namun hasilnya kurang maksimal karena penilaian kinerja dianggap tidak objektif dan kurangnya antusiasme pegawai. Dimensi kedua, internalisasi prinsip tata kepemerintahan yang baik, terlaksana melalui partisipasi dalam webinar, namun masih kurang efektif karena kurangnya pelaksanaan mandiri di BPS Kabupaten Indramayu. Dimensi sistem manajemen pemerintahan di BPS Kabupaten Indramayu lebih bersifat pelaksanaan kebijakan, mengikuti aturan yang ditetapkan oleh BPS pusat. Dalam strategi penataan sumber daya manusia, terdapat upaya untuk meningkatkan kualitas SDM melalui perencanaan kebutuhan SDM yang tepat, pelatihan, penerapan sistem kinerja transparan, penguatan budaya organisasi, rotasi dan mutasi, serta pemanfaatan teknologi informasi. Namun, tantangan terbesar tetap pada optimalisasi pelaksanaan strategi tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun ada kemajuan, BPS Kabupaten Indramayu masih perlu memperbaiki pelaksanaan reformasi untuk mencapai hasil yang lebih optimal.