p-Index From 2021 - 2026
10.534
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Jurnal Kesehatan Vokasional Journal of Islamic Medicine Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Amerta Nutrition Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Journal of Health Sciences 2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Health Information : Jurnal Penelitian JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan NURSING UPDATE JURNAL ILMIAH ILMU KEPERAWATAN Jurnal MID-Z (Midwivery Zigot) Jurnal Ilmiah Kebidanan Jurnal Kesehatan Tambusai MAHESA : Malahayati Health Student Journal Journal of Midwifery Care Journal of Public Health Innovation (JPHI) Journal of Nursing Practice and Education Hospital Majapahit : Jurnal Ilmiah Kesehatan Politeknik Kesehatan Mojokerto Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Jurnal Asuhan Ibu dan Anak Jurnal Multidisiplin West Science Journal of Innovative and Creativity Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Health Dynamics EDUCATIONE: Journal of Education Research and Review Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery) Proceeding International Conference Of Innovation Science, Technology, Education, Children And Health Proceeding International Conference Of Innovation Science, Technology, Education, Children And Health
Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberian Sirup Zink Berpengaruh Terhadap Perubahan Berat Badan Pada Balita Kekurangan Energi Protein (KEP) Sedang Maukina, Rifzul; Wijayanti, Tut Rayani Aksohini
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 6, No 3 (2018): EDITION NOVEMBER 2018
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.564 KB) | DOI: 10.33366/jc.v6i3.1001

Abstract

Kekurangan zat gizi balita menyebabkan penurunan berat badan dan berakibat terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan. Kejadian gizi kurang bisa diatasi dengan lebih cepat dengan pemberian sirup zink pada balita gizi kurang dan buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian sirup zink terhadap perubahan berat badan pada balita kekurangan energi protein sedang dan berat. Desain penelitian ini menggunakan pre eksperimen dengan pendekatan pre and post test design. Populasi adalah semua balita yang mengalami kekurangan energi protein sedang di wilayah kerja puskesmas Jabung. Sampel sebanyak 20 balita yang mengalami kekurangan energi protein (KEP) sedang dengan teknik sampling yaitu purposive sampling. Sampel diberikan sirup zink selama 2 bulan dengan dosis 1,25mghari kemudian dilakukan evaluasi untuk mengukur berat badan balita. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi yaitu berat badan balita yang diukur sebelum dan sesudah pemberian sirup zink. Rata-rata kenaikan berat badan balita selama 2 bulan setelah pemberian sirup zink 0,58kg dan dianalisa menggunakan Wilcoxon.Hasil menunjukkan ada pengaruh pemberian sirup zink terhadap perubahan berat badan pada balita kekurangan energi protein sedang dan berat (p value 0,034). Sirup zink dapat menyebabkan perubahan berat badan yaitu peningkatan berat badan. Saran untuk peneliti selanjutnya agar memberikan sirup zink ini dengan waktu lebih lama yaitu minimal 3 bulan sehingga hasil yang didapat lebih optimal.
PENGARUH SENAM OTAK TERHADAP MOTORIK HALUS PADA ANAK USIA DINI DI TK MUSLIMAT NU 27 MALANG Intan Ramadani D.P; Rifzul Maulina; Sulistiyah
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 19 No. 1 (2024): Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36911/pannmed.v19i1.2125

Abstract

A person in their early years is going through a crucial developmental stage that will affect them in the future. The aim of this study was to ascertain how early infancy fine motor abilities are affected by brain snam.Pre-experiment with a single group pre-posttest design was used in this study. 22 young children made up the study's population. Using the purposive sampling approach, a sample of eighteen respondents was collected. An observation sheet in the KPSP format was the instrument utilized in this investigation. SPSS16 was used to process the study data that were collected. The study's interpretation of the impact of brain gymnastics on enhancing children's fine motor development is supported by the Wilcoxon Test data, which indicate that the p value ? ? (0.05) is 0.000 <0.05, indicating that H1 is accepted and H0 is rejected. This study's findings indicate that brain gymnastics at TK Muslimat NU 27 Malang, both before and after the intervention, has an impact on young children's fine motor development.
Analisis Faktor Pola Makan Pada Balita Stunting: Transcultural Nursing: Analisis Faktor Pola Makan pada Balita Stunting dengan Pendekatan Transcultural Nursing Maulina, Rifzul; Retnaningsih, Reny; Safitri, Rani; Amalia, Waifti
Amerta Nutrition Vol. 8 No. 1 (2024): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v8i1.2024.98-103

Abstract

Background: In 2022, prevalence of stunting in Indonesia reach 21.6%. The direct causes of stunting was nutritional intake. The problem of nutritional intake was related to the cultural practices of Indonesian, so this research used a transcultural nursing. Objectives: This study aimed to identify factors influencing feeding patterns in stunting children based on transcultural nursing. Methods: Cluster sampling was used for this cross-sectional with 145 mother-child pairs. The independent variables were maternal education, economics, regulations and policies, cultural values and lifestyle, social and family support, religiosity and philosophy and technology. The dependent variable was feeding pattern. The instrument used was a questionnaire. Spearman Rho (p-value=0.05) was used to analyze the relationship between variables. Results: Economic factors (p=0.031; r=0.250), government policies and norms (p=0.034; r=0.180), cultural and lifestyle values (p=0.001; r=0.540), social support and family (p=0.000; r=0.270), religious and philosophical beliefs (p=0.000; r=0.321), and technological developments (p=0.002; r=0.210) were associated with feeding pattern, no correlation between feeding pattern and mother's education (p=0.689). Conclusions: Economy, regulation and policy, cultural value and lifestyle, religiosity and philosophy, social support and family, and technology associated stunting child's feeding pattern. Cultural beliefs and lifestyle were the most important factors for stunting children's feeding patterns so it is envisaged that paramedics continue to expand their preventive and persuasive efforts by providing health consultations to moms and families.
Pengaruh Metode Hypnobirthing Dalam Menurunkan Tingkat Kecemasan Pada Ibu Hamil Trimester III Di PMB Yayuk Broto Pakisaji, Malang: The Effect of Hypnobirthing Methods in Reducing Anxiety Levels in 3rd Trimester Pregnant Women at PMB Yayuk Broto Pakisaji, Malang Nariswari, Nuzul Dian; Safitri, Rani; Maulina, Rifzul
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persalinan dipandang dari segi psikologis merupakan suatu kejadian penuh dengan stress pada sebagian besar ibu bersalin yang menyebabkan peningkatan rasa takut dan cemas. Perasaan takut dan cemas menghadapi persalinan tidak saja pada wanita yang baru saja hamil, tetapi pada wanita yang pernah melahirkanpun mengalami kedua perasaan tersebut. Kecemasan pada ibu hamil dikarenakan persepsi ibu yang kurang tepat mengenai proses kelahirannya (Maulida & Wahyuni, 2020). Hypnobirthing merupakan praktik hypnosis terhadap diri sendiri (self-hypnosis) yang bertujuan membantu calon ibu melalui masa kehamilan dan persalinannya dengan cara alami, aman dan nyaman, mengatasi rasa takut dan sakit. ). Proses hypnobirthing membantu calon ibu melalui masa kehamilan dan persalinannya dengan cara alami, aman dan nyaman, mengatasi rasa takut dan sakit Proses hypnobirthing didasarkan pada kekuatan sugesti dari ibu (Budiyar, 2019). Pemberian perlakuan ini dilakukan selama 30 menit -1 jam. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 23 responden. Diambil dengan tekhnik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan metode One Grub Pre Test - Post Test dengan tehnik pengolahan data menggunakan editing, cooding, skoring, tabulatingserta uji statistic wilcoxonsigned rank test. Uji statistic Wilcoxon menunjukan nilai p= 0.000 < (0,005) sehingga H1 di terima, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh Hypnobirthing terhadap penurunan tingkat kecemasan pada ibu hamil TM III di PMB Yayuk Broto, kec. Pakisaji, kab. Malang.
HUBUNGAN SIKAP DENGAN KEAKTIFAN PERIKSA HAMIL SEJAK DINI PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DI PUSKESMAS TOMBULU KABUPATEN MINAHASA Jeinni G Rotikan; Widia Shofa Ilmiah; Rifzul Maulina
Hospital Majapahit (JURNAL ILMIAH KESEHATAN POLITEKNIK KESEHATAN MOJOKERTO) Vol. 17 No. 1 (2025): HOSPITAL MAJAPAHIT
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Majapahit Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55316/hm.v17i1.1077

Abstract

Antenatal care (ANC) examlination is any activity or series of activities carried out froml the occurrence of the conception period to before the start of the delivery process given to all pregnant womlen. According to the World Health Organization (WHO), antenatal care (ANC) aimls to detect early the occurrence of high risk of pregnancy and childbirth, can also reduce mlaternal mlortality rates and mlonitor the condition of the fetus. This study uses a correlation with a cross-sectional approach. Correlation in this study to assess the relationship between attitude and activeness of pregnancy examlination. The population in this study is all pregnant womlen in the 1st trimlester. With a samlple of 30 respondents. Enik samlpling using purposive The tool used is a questionnaire with analysis using univariate and bivariate. The statistical test used is Sperman Rho. obtained a P Value of .000 which mleans that there is a relationship between Attitude and Activeness in Early Pregnancy Checks in Pregnant Womlen in the First Trimlester at the Tomlbulu Health Center, MLinahasa Regency. This mleans that pregnant womlen who have a good attitude will have a high score for their activity to carry out pregnancy check-ups while pregnant womlen who have a poor attitude will be at risk of not actively doing ANC.
Faktor Personal yang Mempengaruhi Perilaku Seksual Pranikah Beresiko Infeksi Menular Seksual (IMS ) : Teori Sosial Learning di Siswa SMA Malang Rifzul Maulina; Anik Purwati
Journal of Ners and Midwifery Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v7i1.ART.p050-058

Abstract

Berdasarkan data Tim Survei dari Sebaya dan FK Unair pada tahun 2005 di kota Surabaya dari 126 responden yang berusia 19-23 tahun mendapat hasil bahwa 13,5% responden mengaku pernah melakukan hubungan seks pranikah. Tujuan penelitian melihat faktor personal yang mempengaruhi perilaku seksual pranikah beresiko IMS. Penelitian menggunakan teori perilaku Bandura. Penelitian ini explanatory research dengan desain penelitian cross  sectional. Sampel penelitian ini dilakukan simple random sampling sebanyak 318 responden. Hasil analisa chi square p= 0,05 didapatkan memiliki pengaruhi signifikan pada responden laki-laki yaitu tingkat religiusitas (p=0,012) sedangkan pada wanita (p=0,562) dan tingkat religiusitas kurang tekun memiliki kecenderungan 2,4 kali lebih besar melakukan perilaku seksual beresiko IMS, efikasi diri (p=0,004) memiliki efikasi diri rendah memiliki kecenderunan 2,1 kali lebih besar untuk perilaku seksual beresiko IMS sedangkan 1 variabel yang berhubungan pada responden perempuan dengan perilaku seksual pranikah yang beresiko terhadap IMS yaitu efikasi diri (p=0,001). Untuk pengetahuan  baik terhadap  pada responden laki-laki (p=0,153) maupun perempuan (p= 0,668),tidak ada hubungan yang signifikan. Untuk sikap responden bahwa pada responden laki-laki (p=0,162) dan perempuan (p=1,000) tidak terdapat hubungan yang signifikan. Untuk Gender bahwa baik pada responden laki-laki (p=1,000) maupun perempuan (p=0,340) tidak ada hubungan yang signifikan. Tingkat religiusitas OR=2,378 artinya responden yang memiliki tingkat religiusitas kurang tekun memiliki kecenderunan 2,4 kali lebih besar untuk melakukan perilaku seksual beresiko IMS dibandingkan responden tingkat religiusitas tinggi. Efikasi OR=2,090 artinya responden yang efikasi diri rendah memiliki kecenderunan 2,1 kali lebih besar untuk perilaku seksual beresiko IMS. Saran untuk mengaktifkan program Pusat Informasi dan Konseling-Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK-KRR). Based on data from the survey teams from Peer and FK Unair in 2005 in the city of Surabaya126 respondents aged 19-23 years found that 13.5% of respondents claimed to have had premarital sex The purpose is to look at personal factors that influence premarital sexual behavior at risk for STIs.. Sampling this study by simple random sampling. The results chi square with p=0.05 that have a significant namely the level of religiosity (p = 0.012) and respondents who have less religiosity have a 2.4 times greater to engage more likely to engage in sexual behavior at risk for STIs while there is  variable related to female respondents with premarital sexual behavior that is at risk for STIs efficacy self (p = 0.001). For knowledge of both male (p = 0.153) and female respondents (p = 0.668), there is no relationship. For the attitude of respondents that the male respondents (p = 0.162) and women (p = 1,000) .For Gender that both male respondents (p = 1,000) andwomen (p = 0.340). From the result religiosity OR = 2.337 means that respondents who have a less persistent level of religiosity have a tendency of 2.4 times compared with respondents with a high degree of religiosity. And the efficacy of having OR = 2,090 means that respondents who have low self-efficacy have a tendency of 2.1 times more to do sexual behavior at risk of STIs. Suggestions to activate the Information and Adolescent Reproductive Counseling-Health (PIK-KRR) program for high schools.
PENGARUH ENDORPHIN MASSAGE TERHADAP PENGURANGAN INTENSITAS NYERI PADA PERSALINAN KALA 1 FASE AKTIF PUSKESMAS PASRUJAMBE Sofyani, Ajeng Ani; Rifzul Maulina
JURNAL FISIOTERAPI DAN ILMU KESEHATAN SISTHANA Vol. 8 No. 1 (2026): Januari : Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jufdikes.v8i1.2013

Abstract

Nyeri persalinan merupakan tantangan utama yang dihadapi ibu, khususnya pada kala I fase aktif. Penggunaan metode non-farmakologis seperti endorphin massage menjadi alternatif yang aman dan efektif untuk mengurangi nyeri tanpa efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas endorphin massage dalam menurunkan intensitas nyeri pada ibu bersalin kala I fase aktif. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest with control group. Sebanyak 12 responden dibagi menjadi dua kelompok: intervensi (diberikan endorphin massage) dan kontrol (perawatan standar). Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan dengan uji paired t-test dan independent t-test dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor nyeri pada kelompok intervensi menurun signifikan dari 7,5 menjadi 4,0 (p = 0,000), sementara pada kelompok kontrol hanya turun dari 7,3 menjadi 7,0 dan tidak signifikan (p = 0,308). Uji independent t-test juga menunjukkan perbedaan bermakna antara kedua kelompok setelah intervensi (p = 0,000). Hasil ini menunjukkan bahwa endorphin massage terbukti efektif sebagai intervensi non-farmakologis untuk mengurangi nyeri persalinan. Teknik ini dapat diterapkan dalam praktik kebidanan sebagai metode yang aman, mudah, dan berpusat pada kenyamanan ibu.
Hubungan Pre Eklampsia Ibu Hamil Dengan Kelahiran Bayi Baru Lahir Rendah (BBLR) di Wilayah Kerja Puskesmas Balung Lestari, Diana Puji; Maulina, Rifzul; Puji Lestari, Diana
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 4 No 12 (2025): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v4i12.2890

Abstract

Preeklamsia adalah sindrom kehamilan yang sangat meningkatkan Angka mortalitas ibu dan neonates. Peningkatan tekanan darah dan proteinuria dapat menghambat perfusi plasenta, perkembangan bayi dalam kandungan, yang berpotensi menurunkan berat lahir. Penelitian ini menyelidiki Asosiasi preeklamsia pada kehamilan dengan BBLR di Puskesmas Balung Kabupaten Jember. Penelitian ini bersifat kuantitatif dan cross section. Setiap ibu hamil yang melahirkan di layanan kesehatan masyarakat Balung berpartisipasi. Sebanyak 100 ibu hamil menjadi sampel. Uji Chi-kuadrat dan regresi probabilitas dengan ambang batas signifikansi 0,05 digunakan untuk menganalisis informasi medis. Low Birth Weight (LBW) dikaitkan dengan preeklamsia (p = 0,000; OR = 4,15). Selain itu, usia ibu, terutama di usia <20 tahun dan >35 tahun, secara signifikan memengaruhi insidensi BBLR (p = 0,004; OR = 2,63). Preeklampsia menjadi faktor dOminan utama terhadap BBLR, diperkuat factor usia ibu. Diperlukan deteksi dini, pemantauan rutin tekanan darah dan proteinuria, serta peningkatan kualitas pelayanan antenatal care (ANC) untuk mencegah dan menurunkan risiko BBLR.
Hubungan Jenis Kontrasepsi Terhadap Usia Menopause di TMPB Wilayah Bondowoso Hasanah, Siti Imatul; Maulina, Rifzul; Imatul Hasanah, Siti
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 4 No 12 (2025): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v4i12.2897

Abstract

Fungsi ovarium berhenti secara permanen pada masa menopause, suatu tahap fisiologis. Berbagai faktor dapat memengaruhi usia menopause, termasuk penggunaan kontrasepsi. Kontrasepsi hormonal berpotensi mengubah fungsi ovarium melalui modulasi hormonal sehingga dapat memengaruhi usia terjadinya menopause. Namun, data empiris dalam konteks pelayanan kebidanan komunitas masih terbatas. Menganalisis hubungan antara jenis kontrasepsi dan usia menopause pada akseptor KB di TPMB Rina Teriana, Maesan–Bondowoso. Tiga puluh perempuan pascamenopause berpartisipasi dalam penelitian ini, yang menggunakan metodologi potong lintang dan desain deskriptif analitis. Kuesioner sistematis digunakan untuk mengumpulkan data selama wawancara, dan Uji χ² digunakan untuk analisis. Usia umum menopause pengguna kontrasepsi hormonal adalah 50,2 tahun, sedangkan pengguna non-hormonal 47,6 tahun. Mayoritas pengguna kontrasepsi hormonal (72,2%) mengalami menopause >48 tahun, sementara pengguna non-hormonal didominasi menopause ≤48 tahun. Uji Chi-Square mengindikasikan p = 0,03. Usia menopause dan jenis kontrasepsi berkorelasi secara signifikan. Paparan hormon eksogen dalam kontrasepsi hormonal berpotensi memperlambat penurunan cadangan folikel ovarium. Temuan ini penting sebagai bahan pertimbangan dalam konseling KB terutama bagi perempuan menuju menopause.
Hubungan BBLR Dengan Kejadian Ikhterus Neonatorum di Wilayah Puskesmas Semboro Maulina, Rifzul; samitrawati, Kurnia
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 4 No 12 (2025): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v4i12.2950

Abstract

Ikterus neonatorum sering terjadi pada bayi baru lahir, dengan prevalensi nasional 50–60% pada bayi cukup bulan dan sampai 80% pada bayi prematur. Selain itu, Indonesia masih memiliki angka kelahiran BBLR sekitar 6,7% (Riskesdas 2018), yang turut meningkatkan risiko terjadinya ikterus karena imaturitas fungsi hati dalam proses konjugasi bilirubin. Kondisi ini menempatkan BBLR sebagai faktor risiko penting yang perlu dikaji untuk mendukung upaya pencegahan komplikasi hiperbilirubinemia. Studi ini bertujuan menilai tingkat risiko serta perbedaan proporsi kejadian ikterus neonatorum antara bayi BBLR dan bayi dengan berat lahir normal di cakupan kerja Puskesmas Semboro. Penelitian observasional analitik ini dilakukan dengan desain cross-sectional dilakukan pada Mei–Juli 2024. Sampel sebanyak 30 bayi usia 0–28 hari Partisipan penelitian dipilih secara purposive, meliputi 15 bayi BBLR dan 15 bayi berat lahir normal. Data diperoleh dari buku KIA, register persalinan, catatan pelayanan neonatal, dan pemeriksaan klinis atau hasil pengukuran bilirubin. Data dianalisis melalui analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square, dengan batas signifikansi p < 0,05. Proporsi kejadian ikterus pada neonatus BBLR tercatat lebih dominan (misalnya 70%) Uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,001, yang berarti terdapat hubungan signifikan antara BBLR dan ikterus neonatorum. Bayi BBLR memiliki risiko lebih besar mengalami ikterus dibandingkan bayi dengan berat lahir normal (20%). Bayi BBLR terbukti memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian ikterus neonatorum. Bayi BBLR memiliki proporsi dan risiko ikterus yang lebih tinggi, sehingga diperlukan pemantauan intensif, deteksi dini, dan edukasi pada keluarga. Tenaga kesehatan direkomendasikan melakukan skrining bilirubin lebih awal pada bayi BBLR, termasuk pemeriksaan visual dan alat non-invasif, untuk mencegah terjadinya hiperbilirubinemia berat.
Co-Authors Amalia, Waifti Ambar Wati, Sri Mahmut Anggelina Fernandes Anik Purwati Anik Sri Purwanti Anik Sri Purwanti Anitawati, Yuyun Asriani M. Djauhar Aura, Annastasya Cece Indrawati Chrisye Rani Kuheba Citra Dondo Clairine Limpad Rosa Siwi Damaiyanti, Putri Dewinta Ristawati Dian Pitaloka Priasmoro, Dian Pitaloka Diana Puji Lestari, Diana Puji Eka Putri, Lita Immanda Etni Yeyem Sumaila Evi Nurhidayah Fadya, Bianca Adinda Mustika FAHMI ALFIANI Firda Ponelo Fitrianti Mohune Halwani, Horidatul Hasanah, Siti Imatul Hasriah Hasriah Hatim, Nelma Bin Hetty Johana Sulung Ika Sari Widayanti Imatul Hasanah, Siti Indriati, Ina Intan Ramadani D.P Jeinni G Rotikan Karlina Miringit, Alfiani Kartika, Mahastra Aulya Kartikasari, Tititan Nur Ari Dwi Kaumpungan, Kristesa Lista Keswara, Nila Keswara, Nila Widya Kurnia, Erisa Vatiatul Kurniawan, Ardhiles Wahyu Lailatul Badriyah Lilik Handayani Listiawati, Anni Mega Sanjaya Mochammad Bagus Qomaruddin Mokhtar Jamil Nabilla, Anggita Cantika Nariswari, Nuzul Dian Na’ifah, Sinta Lailatul Nila Widya Keswara Ofa, Susanti F. Pinatis, Mersi Anneke Pingkan JB Walean Pondaag, Olfi Puji Lestari, Diana Qatrunada, Quds Alifah Qomariah Khusnul Khotimah Rani Safitri Rayani, Tut Reny Retnaningsih Riski Candra Karisma Saffrilia, Rieza Junava Safitri, Rani Safitri, Windi Sakti, Pika Oktavinny Aulia Samitrawati, Kurnia Sanjang, Meilany Leidy Setiya, Rani Sholihah, Nurul Annisa'un Sinta Lailatul Na’ifah Siwi, Clairine Limpad Rosa Sofyani, Ajeng Ani Soleha, Lailatul Badriatus Solly Aryza Sri Yolanda Daud Sulistiyah sulistiyah Sulistiyah Sulistiyah Susanti Bioto Susilowati Susilowati Syafiatul Maghfiroh tompoliu, Destie N Tut Rayani Aksohini Wijayanti Tut Rayani Aksohini Wijayanti Ursalina, Ajeng Via Veronika, Raden Maria Wenny Diah Kurniasari Widia Shofa Ilmiah Wulandari, Eka Yusnia Yena Novia Puspita Herawati YUNI ASRI YUNI ASRI, YUNI Zaenal Alim Zangga, Mardiana Ina