p-Index From 2021 - 2026
14.827
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Saintika Medika: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga. Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Jurnal Kesehatan Vokasional Journal of Islamic Medicine Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Amerta Nutrition Manuju : Malahayati Nursing Journal INTERNATIONAL JOURNAL OF NURSING AND MIDWIFERY SCIENCE (IJNMS) Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Journal of Health Sciences 2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Health Information : Jurnal Penelitian JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan NURSING UPDATE JURNAL ILMIAH ILMU KEPERAWATAN Jurnal MID-Z (Midwivery Zigot) Jurnal Ilmiah Kebidanan Nutrix Journal Jurnal Kesehatan Tambusai MAHESA : Malahayati Health Student Journal Journal of Midwifery Care Journal of Public Health Innovation (JPHI) Journal of Nursing Practice and Education Indonesian Journal of Health Community Nursing and Health Sciences Journal (NHSJ) Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Hospital Majapahit : Jurnal Ilmiah Kesehatan Politeknik Kesehatan Mojokerto Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Kolaborasi Jurnal Pengabdian Masyarakat Hang Tuah Medical Journal Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Jurnal Indonesia Sosial Sains Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Jurnal Asuhan Ibu dan Anak Jurnal Multidisiplin West Science Health and Technology Journal (HTECHJ) Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi Vitamedica: Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Journal of Innovative and Creativity Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Health Dynamics EDUCATIONE: Journal of Education Research and Review Horizon: Indonesian Journal of Multidisciplinary Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat International Journal Of Public Health Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery) Jurnal Siti Rufaidah Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Proceeding International Conference Of Innovation Science, Technology, Education, Children And Health Proceeding International Conference Of Innovation Science, Technology, Education, Children And Health Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia Borneo Nursing Journal Klinik: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor Personal yang Mempengaruhi Perilaku Seksual Pranikah Beresiko Infeksi Menular Seksual (IMS ) : Teori Sosial Learning di Siswa SMA Malang Rifzul Maulina; Anik Purwati
Journal of Ners and Midwifery Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v7i1.ART.p050-058

Abstract

Berdasarkan data Tim Survei dari Sebaya dan FK Unair pada tahun 2005 di kota Surabaya dari 126 responden yang berusia 19-23 tahun mendapat hasil bahwa 13,5% responden mengaku pernah melakukan hubungan seks pranikah. Tujuan penelitian melihat faktor personal yang mempengaruhi perilaku seksual pranikah beresiko IMS. Penelitian menggunakan teori perilaku Bandura. Penelitian ini explanatory research dengan desain penelitian cross  sectional. Sampel penelitian ini dilakukan simple random sampling sebanyak 318 responden. Hasil analisa chi square p= 0,05 didapatkan memiliki pengaruhi signifikan pada responden laki-laki yaitu tingkat religiusitas (p=0,012) sedangkan pada wanita (p=0,562) dan tingkat religiusitas kurang tekun memiliki kecenderungan 2,4 kali lebih besar melakukan perilaku seksual beresiko IMS, efikasi diri (p=0,004) memiliki efikasi diri rendah memiliki kecenderunan 2,1 kali lebih besar untuk perilaku seksual beresiko IMS sedangkan 1 variabel yang berhubungan pada responden perempuan dengan perilaku seksual pranikah yang beresiko terhadap IMS yaitu efikasi diri (p=0,001). Untuk pengetahuan  baik terhadap  pada responden laki-laki (p=0,153) maupun perempuan (p= 0,668),tidak ada hubungan yang signifikan. Untuk sikap responden bahwa pada responden laki-laki (p=0,162) dan perempuan (p=1,000) tidak terdapat hubungan yang signifikan. Untuk Gender bahwa baik pada responden laki-laki (p=1,000) maupun perempuan (p=0,340) tidak ada hubungan yang signifikan. Tingkat religiusitas OR=2,378 artinya responden yang memiliki tingkat religiusitas kurang tekun memiliki kecenderunan 2,4 kali lebih besar untuk melakukan perilaku seksual beresiko IMS dibandingkan responden tingkat religiusitas tinggi. Efikasi OR=2,090 artinya responden yang efikasi diri rendah memiliki kecenderunan 2,1 kali lebih besar untuk perilaku seksual beresiko IMS. Saran untuk mengaktifkan program Pusat Informasi dan Konseling-Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK-KRR). Based on data from the survey teams from Peer and FK Unair in 2005 in the city of Surabaya126 respondents aged 19-23 years found that 13.5% of respondents claimed to have had premarital sex The purpose is to look at personal factors that influence premarital sexual behavior at risk for STIs.. Sampling this study by simple random sampling. The results chi square with p=0.05 that have a significant namely the level of religiosity (p = 0.012) and respondents who have less religiosity have a 2.4 times greater to engage more likely to engage in sexual behavior at risk for STIs while there is  variable related to female respondents with premarital sexual behavior that is at risk for STIs efficacy self (p = 0.001). For knowledge of both male (p = 0.153) and female respondents (p = 0.668), there is no relationship. For the attitude of respondents that the male respondents (p = 0.162) and women (p = 1,000) .For Gender that both male respondents (p = 1,000) andwomen (p = 0.340). From the result religiosity OR = 2.337 means that respondents who have a less persistent level of religiosity have a tendency of 2.4 times compared with respondents with a high degree of religiosity. And the efficacy of having OR = 2,090 means that respondents who have low self-efficacy have a tendency of 2.1 times more to do sexual behavior at risk of STIs. Suggestions to activate the Information and Adolescent Reproductive Counseling-Health (PIK-KRR) program for high schools.
PENGARUH ENDORPHIN MASSAGE TERHADAP PENGURANGAN INTENSITAS NYERI PADA PERSALINAN KALA 1 FASE AKTIF PUSKESMAS PASRUJAMBE Sofyani, Ajeng Ani; Rifzul Maulina
JURNAL FISIOTERAPI DAN ILMU KESEHATAN SISTHANA Vol. 8 No. 1 (2026): Januari : Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jufdikes.v8i1.2013

Abstract

Nyeri persalinan merupakan tantangan utama yang dihadapi ibu, khususnya pada kala I fase aktif. Penggunaan metode non-farmakologis seperti endorphin massage menjadi alternatif yang aman dan efektif untuk mengurangi nyeri tanpa efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas endorphin massage dalam menurunkan intensitas nyeri pada ibu bersalin kala I fase aktif. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest with control group. Sebanyak 12 responden dibagi menjadi dua kelompok: intervensi (diberikan endorphin massage) dan kontrol (perawatan standar). Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan dengan uji paired t-test dan independent t-test dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor nyeri pada kelompok intervensi menurun signifikan dari 7,5 menjadi 4,0 (p = 0,000), sementara pada kelompok kontrol hanya turun dari 7,3 menjadi 7,0 dan tidak signifikan (p = 0,308). Uji independent t-test juga menunjukkan perbedaan bermakna antara kedua kelompok setelah intervensi (p = 0,000). Hasil ini menunjukkan bahwa endorphin massage terbukti efektif sebagai intervensi non-farmakologis untuk mengurangi nyeri persalinan. Teknik ini dapat diterapkan dalam praktik kebidanan sebagai metode yang aman, mudah, dan berpusat pada kenyamanan ibu.
Hubungan Pre Eklampsia Ibu Hamil Dengan Kelahiran Bayi Baru Lahir Rendah (BBLR) di Wilayah Kerja Puskesmas Balung Lestari, Diana Puji; Maulina, Rifzul; Puji Lestari, Diana
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 4 No 12 (2025): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v4i12.2890

Abstract

Preeklamsia adalah sindrom kehamilan yang sangat meningkatkan Angka mortalitas ibu dan neonates. Peningkatan tekanan darah dan proteinuria dapat menghambat perfusi plasenta, perkembangan bayi dalam kandungan, yang berpotensi menurunkan berat lahir. Penelitian ini menyelidiki Asosiasi preeklamsia pada kehamilan dengan BBLR di Puskesmas Balung Kabupaten Jember. Penelitian ini bersifat kuantitatif dan cross section. Setiap ibu hamil yang melahirkan di layanan kesehatan masyarakat Balung berpartisipasi. Sebanyak 100 ibu hamil menjadi sampel. Uji Chi-kuadrat dan regresi probabilitas dengan ambang batas signifikansi 0,05 digunakan untuk menganalisis informasi medis. Low Birth Weight (LBW) dikaitkan dengan preeklamsia (p = 0,000; OR = 4,15). Selain itu, usia ibu, terutama di usia <20 tahun dan >35 tahun, secara signifikan memengaruhi insidensi BBLR (p = 0,004; OR = 2,63). Preeklampsia menjadi faktor dOminan utama terhadap BBLR, diperkuat factor usia ibu. Diperlukan deteksi dini, pemantauan rutin tekanan darah dan proteinuria, serta peningkatan kualitas pelayanan antenatal care (ANC) untuk mencegah dan menurunkan risiko BBLR.
Hubungan Jenis Kontrasepsi Terhadap Usia Menopause di TMPB Wilayah Bondowoso Hasanah, Siti Imatul; Maulina, Rifzul; Imatul Hasanah, Siti
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 4 No 12 (2025): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v4i12.2897

Abstract

Fungsi ovarium berhenti secara permanen pada masa menopause, suatu tahap fisiologis. Berbagai faktor dapat memengaruhi usia menopause, termasuk penggunaan kontrasepsi. Kontrasepsi hormonal berpotensi mengubah fungsi ovarium melalui modulasi hormonal sehingga dapat memengaruhi usia terjadinya menopause. Namun, data empiris dalam konteks pelayanan kebidanan komunitas masih terbatas. Menganalisis hubungan antara jenis kontrasepsi dan usia menopause pada akseptor KB di TPMB Rina Teriana, Maesan–Bondowoso. Tiga puluh perempuan pascamenopause berpartisipasi dalam penelitian ini, yang menggunakan metodologi potong lintang dan desain deskriptif analitis. Kuesioner sistematis digunakan untuk mengumpulkan data selama wawancara, dan Uji χ² digunakan untuk analisis. Usia umum menopause pengguna kontrasepsi hormonal adalah 50,2 tahun, sedangkan pengguna non-hormonal 47,6 tahun. Mayoritas pengguna kontrasepsi hormonal (72,2%) mengalami menopause >48 tahun, sementara pengguna non-hormonal didominasi menopause ≤48 tahun. Uji Chi-Square mengindikasikan p = 0,03. Usia menopause dan jenis kontrasepsi berkorelasi secara signifikan. Paparan hormon eksogen dalam kontrasepsi hormonal berpotensi memperlambat penurunan cadangan folikel ovarium. Temuan ini penting sebagai bahan pertimbangan dalam konseling KB terutama bagi perempuan menuju menopause.
Hubungan BBLR Dengan Kejadian Ikhterus Neonatorum di Wilayah Puskesmas Semboro Maulina, Rifzul; samitrawati, Kurnia
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 4 No 12 (2025): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v4i12.2950

Abstract

Ikterus neonatorum sering terjadi pada bayi baru lahir, dengan prevalensi nasional 50–60% pada bayi cukup bulan dan sampai 80% pada bayi prematur. Selain itu, Indonesia masih memiliki angka kelahiran BBLR sekitar 6,7% (Riskesdas 2018), yang turut meningkatkan risiko terjadinya ikterus karena imaturitas fungsi hati dalam proses konjugasi bilirubin. Kondisi ini menempatkan BBLR sebagai faktor risiko penting yang perlu dikaji untuk mendukung upaya pencegahan komplikasi hiperbilirubinemia. Studi ini bertujuan menilai tingkat risiko serta perbedaan proporsi kejadian ikterus neonatorum antara bayi BBLR dan bayi dengan berat lahir normal di cakupan kerja Puskesmas Semboro. Penelitian observasional analitik ini dilakukan dengan desain cross-sectional dilakukan pada Mei–Juli 2024. Sampel sebanyak 30 bayi usia 0–28 hari Partisipan penelitian dipilih secara purposive, meliputi 15 bayi BBLR dan 15 bayi berat lahir normal. Data diperoleh dari buku KIA, register persalinan, catatan pelayanan neonatal, dan pemeriksaan klinis atau hasil pengukuran bilirubin. Data dianalisis melalui analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square, dengan batas signifikansi p < 0,05. Proporsi kejadian ikterus pada neonatus BBLR tercatat lebih dominan (misalnya 70%) Uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,001, yang berarti terdapat hubungan signifikan antara BBLR dan ikterus neonatorum. Bayi BBLR memiliki risiko lebih besar mengalami ikterus dibandingkan bayi dengan berat lahir normal (20%). Bayi BBLR terbukti memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian ikterus neonatorum. Bayi BBLR memiliki proporsi dan risiko ikterus yang lebih tinggi, sehingga diperlukan pemantauan intensif, deteksi dini, dan edukasi pada keluarga. Tenaga kesehatan direkomendasikan melakukan skrining bilirubin lebih awal pada bayi BBLR, termasuk pemeriksaan visual dan alat non-invasif, untuk mencegah terjadinya hiperbilirubinemia berat.
Factors Influencing the High Acceptance of Injectable Contraceptives Rifzul Maulina; Dian Setyorini
Health and Technology Journal (HTechJ) Vol. 4 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : KHD Production

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53713/htechj.v4i1.560

Abstract

The use of injectable contraceptives remains the leading choice among women of reproductive age (WRA) in various regions in Indonesia. The number of injectable family planning (FP) acceptors has increased significantly compared to other contraceptive methods. This study aims to describe and analyze the factors influencing the high number of injectable contraceptive acceptors. This research employed a descriptive, cross-sectional design. The study population consisted of all active injectable contraceptive acceptors (35 respondents), selected using a total sampling technique. Data were analyzed descriptively using frequency and percentage distribution. The results showed that most respondents had good knowledge about injectable contraceptives (60.0%), a positive attitude toward their use (68.6%), received spousal support (74.3%), perceived the role of health workers as good (80.0%), and stated that access to services was easily reachable (82.9%). These factors collectively contributed to the high interest and continued use of injectable contraceptives in the study area. These findings underscore the importance of involving husbands and ensuring that midwifery services are supportive and accessible to sustain family planning programs in rural settings.
The Effect of Endorphin Massage on Reducing Anxiety Levels During the First Stage of Labor Didin Prasetya Cahyaningsih; Rifzul Maulina
Health and Technology Journal (HTechJ) Vol. 4 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : KHD Production

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53713/htechj.v4i1.571

Abstract

Anxiety in mothers entering the latent phase of the first stage of labor can arise due to various factors, including psychological conditions, lack of family support, fear of the birthing process, limited information, and physical complaints experienced during labor. One non-pharmacological approach that has the potential to help reduce anxiety is endorphin massage, a massage technique believed to stimulate the release of endorphins, which are natural stress reducers. This study aims to assess the effectiveness of endorphin massage in reducing anxiety levels in pregnant women. The research design used a quantitative descriptive method with a one-group pretest–posttest approach. A total of 25 mothers in the first stage of labor at TPMB Diah Ulul in Probolinggo City were included in the sample. Anxiety levels were measured using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) before and after the intervention. Univariate analysis was used to describe the distribution of results, while differences in anxiety scores were tested using the t-test. The results showed a statistically significant decrease in anxiety after endorphin massage (t = 19.5; p < 0.001), with the average HARS score decreasing from 29.9 to 13.9. These findings indicate that endorphin massage is an effective non-pharmacological intervention and can be recommended as a supportive measure to help reduce anxiety in laboring mothers, thereby potentially improving comfort and the quality of the birthing experience.
Pengaruh Woolwich Massage Terhadap Pengeluaran ASI Pada Ibu Post Partum Qomariah Khusnul Khotimah; Rifzul Maulina
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1378

Abstract

Postpartum mothers often face challenges in producing sufficient breast milk for their infants, with factors such as stress, muscle tension, and lack of breast care affecting lactation. Woolwich Massage, a technique involving gentle massage around the breast area, is believed to stimulate blood circulation, improve circulation, and provide relaxation, thereby enhancing milk production. This study aims to examine the effect of Woolwich Massage on breast milk production in postpartum mothers. The research utilized an experimental pre-test and post-test design with two groups: an intervention group that received regular Woolwich Massage and a control group that did not receive the intervention. The results showed that the intervention group had a significant increase in breast milk production, with an average increase of 40 ml per session over two weeks, compared to the control group, which showed a smaller increase of 10 ml per session. Statistical analysis using the Wilcoxon Signed Ranks Test revealed significant differences in both groups (p < 0.05). These findings indicate that Woolwich Massage is effective in stimulating blood circulation around the breast and helps increase milk production. Additionally, the relaxation effects of the massage aid in reducing stress, which further supports milk production. This study suggests that Woolwich Massage can be considered an effective non-pharmacological therapy for enhancing breast milk production in postpartum mothers.
Analisa Faktor-Faktor Yang Berkontribusi Terhadap Kenaikan Berat Badan Pada Akseptor KB Suntik 3 Bulan Di Desa Kesilir, Kecamatan Wuluhan Jember Evi Nurhidayah; Rifzul Maulina
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1516

Abstract

Introduction: The family planning program can reduce maternal mortality for mothers. The side effects of using 3-month injectable contraceptives are changes in the hormone progesterone or weight gain. The factors that influence weight gain for acceptors who use 3-month injectable birth control are length of use, parity, and physical activity. The purpose of this study is to determine the relationship of factors that contribute to weight gain. Methods: This study used a cross sectional research design. Data collection was carried out using the observation method with a total sample of 20 respondents. Data analysis technique using Chi Square test with p value <0.05. Results: The results of the study using the chi square test showed that the p value of parity was 0.04, the p value of length of use of birth control was 0.4, and the p value of physical activity was 0.01. Conclusion: Parity and physical activity have a significant relationship with the increase in body weight of acceptors who use 3-month injectable family
Hubungan Keikutsertaan Kelas Ibu Hamil Dengan Tingkat Kecemasan Menghadapi Persalinan Pada Ibu Hamil TM 3 Di Wilayah Kerja Puskesmas Sabrang Ika Sari Widayanti; Rifzul Maulina
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1728

Abstract

Introduction: Anxiety during pregnancy poses a significant risk to both maternal and infant health. To address this, pregnant women's classes offer a group learning platform focused on various aspects of health during this period, including childbirth, postpartum care, and newborn care. These classes incorporate practical sessions utilizing the KIA Book. This study specifically aimed to determine the relationship between attending these classes and the anxiety levels of pregnant women in their third trimester as they approach labor. Research Methods: This study employed a quantitative analytic survey with a cross-sectional design. Data was collected from 30 respondents using the HARS questionnaire. For analysis, we used SPSS and performed a Chi-Square test, with a p-value of less than 0.05 indicating statistical significance. Research Results: Our research, conducted on the 30 respondents, yielded a p-value of 0.036 from the Chi-Square test, which is less than 0.05. Conclusion: Based on these findings, we conclude that there is a significant relationship between participation in pregnant women's classes and the level of anxiety experienced by third-trimester pregnant women facing labor at the Sabrang Health Center.
Co-Authors ., Sulistiyah Ainiyah, Anisatul Amalia, Waifti Anggelina Fernandes Anggie Nur'aini Ramadhani Anik Purwati Anik Purwati Anik Sri Purwanti Anik Sri Purwanti Anik Sri Purwanti Anitawati, Yuyun Asnawati Asriani M. Djauhar Aura, Annastasya Ayunda Aprilia Cece Indrawati Chrisye Rani Kuheba Citra Dondo Clairine Limpad Rosa Siwi Damaiyanti, Putri Darwati Darwati Dewinta Ristawati Dewiyanti Kiyuk Dian Pitaloka Priasmoro Dian Pitaloka Priasmoro, Dian Pitaloka Dian Setyorini Diana Puji Lestari, Diana Puji Didin Prasetya Cahyaningsih Eka Diah Kartiningrum Eka Putri, Lita Immanda Etni Yeyem Sumaila Evi Nurhidayah Fadya, Bianca Adinda Mustika FAHMI ALFIANI Firda Ponelo Fitrianti Mohune Halwani, Horidatul Hanifatul Hidayah Hasanah, Siti Imatul Hasriah Hasriah Hatim, Nelma Bin HELEN MARSHANDA HELEN MARSHANDA Hetty Johana Sulung Ika Sari Widayanti Ima Rusmawati Imatul Hasanah, Siti Indriati, Ina Intan Ramadani D.P Jeinni G Rotikan Karisma, Riski Candra Karlina Miringit, Alfiani Kartikasari, Tititan Nur Ari Dwi Kaumpungan, Kristesa Lista Keswara, Nila Keswara, Nila Widya Kurnia, Erisa Vatiatul Kurniawan, Ardhiles Wahyu Lailatul Badriyah Lilik Handayani Listiawati, Anni Mahastra Aulya Kartika Marwah Marwah Mega Sanjaya Meilanny G.H Warouw Mira Diadhita Prameswari Mochammad Bagus Qomaruddin Mokhtar Jamil Nabilla, Anggita Cantika Nariswari, Nuzul Dian Na’ifah, Sinta Lailatul Nila Widya Keswara Nila Widya Keswara Nila Widya Keswara Nurul Annisa&#039;un Sholihah Nurul Wahidatil Yusro Islami Ofa, Susanti F. Pinatis, Mersi Anneke Pingkan JB Walean Pondaag, Olfi Puji Lestari, Diana Putri Amarela Wardana Putri Aprillia Brilliant Pratama Qomariah Khusnul Khotimah Quds Alifah Qatrunada Raden Maria Veronika Raden Maria Veronika Widiatrilupi Raden Maria Veronika Widiatrilupi Rani Safitri Reny Retnaningsih Retno Dewi Prisusanti Rianti Rianti Rieza Junava Saffrilia Rosidah, Yessa Safira Adelia Tohari Sakti, Pika Oktavinny Aulia Samitrawati, Kurnia Sandrina Dewi Marshanda Sanjang, Meilany Leidy Setiya, Rani Sinta Lailatul Na’ifah Sisca Indah Maharani Siwi, Clairine Limpad Rosa Sofyani, Ajeng Ani Soleha, Lailatul Badriatus Solly Aryza Sri Mahmut Ambar Wati Sri Yolanda Daud Sulistiyah Sulistiyah Sulistiyah Sulistiyah Sulistiyah Susanti Bioto Susilowati Susilowati Sutrini Rone Syafiatul Maghfiroh Syamsidar Syamsidar tompoliu, Destie N Tut Rayani Tut Rayani Aksohini Wijayanti Ursalina, Ajeng Via Viky Aulia Restyo Wenny Diah Kurniasari Widia Shofa Ilmiah Widia Shofa Ilmiah Widia Shofa Ilmiah WINDI SAFITRI Wulan Rindiani Husain Wulandari, Eka Yusnia Yena Novia Puspita Herawati Yeyen Fujilestari Yuni Asri Yuni Asri Yunni Kartika Kapuangan Zaenal Alim Zangga, Mardiana Ina