Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Penguatan Kapasitas Masyarakat dan Mahasiswa melalui Aksi Bersih Pantai: Upaya Konservasi Lingkungan Berbasis Edukasi dan Kolaborasi di Pesisir Samboja Sihotang, Zetsaona; Hermawan, Qori Fajar; Khoirunisa, Nanda; Riza, Muhammad; Mandang, Idris; Yusuf, Mustaid; Wiyani, Riski Indah; Rahmiati
Bakti Budaya Vol 9 No 1 (2026): 2026: Edisi 1
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bakti.9380

Abstract

This community service activity was motivated by the problem of marine waste that has an impact on the ecosystem and quality of tourism at Cemara Beach and Pemedas Beach, Samboja, East Kalimantan. To overcome this, a collaborative approach was applied by involving three strategic groups: tourism managers, the community/visitors, and students. The methods used consisted of capacity building for the community and managers, as well as service learning for students. During the two-day implementation, socialization, beach clean-up actions, marine monitoring, and waste sorting were carried out. This activity has collected 160 kg of waste, increased environmental literacy, and encouraged behavioral change. Students gained contextual experience in oceanographic monitoring and waste identification. The implications of this activity include plans to establish a fostered beach as a center for sustainable capacity development that supports environmental conservation and community welfare. The results show that multi-actor collaboration is able to create significant social and ecological impacts in coastal areas. === Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan sampah laut yang berdampak pada ekosistem dan kualitas wisata di Pantai Cemara dan Pantai Pemedas, Samboja, Kalimantan Timur. Untuk mengatasi hal ini, pendekatan kolaboratif diterapkan dengan melibatkan tiga kelompok strategis: pengelola wisata, masyarakat/pengunjung, dan mahasiswa. Metode yang digunakan terdiri dari capacity building bagi masyarakat dan pengelola, serta service learning untuk mahasiswa. Selama pelaksanaan dua hari dilakukan sosialisasi, aksi bersih pantai, pemantauan laut, dan pemilahan sampah. Kegiatan ini telah mengumpulkan 160 kg sampah, meningkatkan literasi lingkungan, dan mendorong perubahan perilaku. Mahasiswa memperoleh pengalaman kontekstual dalam pemantauan oseanografi dan identifikasi sampah. Implikasi dari kegiatan ini mencakup rencana pembentukan pantai binaan sebagai pusat pengembangan kapasitas berkelanjutan yang mendukung konservasi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Hasilnya menunjukkan bahwa kolaborasi multiaktor mampu menciptakan dampak sosial dan ekologis yang signifikan di kawasan pesisir.
Pelatihan Instrumen Oseanografi Fisika bagi Akademisi: Dukungan untuk Pembelajaran dan Pemantauan Sungai dan Pesisir Berkelanjutan Nanda Khoirunisa; Irwan Ramadhan Ritonga; Zetsaona Sihotang; M. Riza
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 8 No 2 (2026): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v8i2.1678

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas akademisi dan tenaga laboratorium dalam pengoperasian serta pengolahan data instrumen oseanografi fisika guna mendukung pembelajaran dan pemantauan wilayah sungai dan pesisir secara berkelanjutan. Pelatihan dilaksanakan selama tiga hari melalui pendekatan hands-on training yang terstruktur, mencakup teori dasar, praktik pengambilan data lapangan di Sungai Mahakam, serta pengolahan dan validasi data menggunakan perangkat lunak. Instrumen yang digunakan meliputi Valeport CTD, Current Meter, Tide Gauge, dan ADCP. Evaluasi pelatihan dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi langsung, serta survei pascapelatihan. Hasil analisis gain score menunjukkan peningkatan kompetensi yang signifikan (rerata 0,74) yang tergolong dalam kategori tinggi. Selain itu, 85% peserta melaporkan telah menerapkan keterampilan yang diperoleh dalam kegiatan akademik dan riset mereka. Dampak lanjutan dari pelatihan ini mencakup pemanfaatan data oleh pemerintah daerah dan adopsi metode pelatihan oleh beberapa fakultas dalam pengembangan kurikulum kelautan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan teknis berbasis praktik nyata mampu menjadi model efektif dalam penguatan kapasitas SDM kelautan, khususnya di wilayah Indonesia Timur.
Kajian Penggunaan Lahan terhadap Area Kerentanan Banjir di Sub DAS Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda Carissa Aulia Maheswari; Nanda Khoirunisa; Mislan Mislan; Dadan Hamdani; Anis Mawadah
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 9, No 3 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v9i3.1-11

Abstract

Kota Samarinda merupakan salah satu kota di Provinsi Kalimantan Timur yang kerap dilanda banjir saat musim hujan dan berdasarkan Peta Kajian Risiko Bencana (KRB), wilayah ini termasuk dalam kategori risiko tinggi terhadap bencana banjir. Salah satu kawasan yang kerap terdampak adalah Sub DAS Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda. Penelitian ini bertujuan memetakan dan menganalisis karakteristik penggunaan lahan terhadap genangan banjir di Sub DAS Loa Bakung. Kajian penggunaan lahan berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan menggunakan citra Google Satellite dari SAS Planet dan Landsat 8/9 OLI TIRS dari USGS dengan resolusi 0,5 – 30 meter/pixel. Hasil digitasi citra menunjukkan klasifikasi penggunaan lahan, yaitu: permukiman (28,7%), badan air (5%), pertanian lahan kering (34,9%), semak belukar (6,8%), dan hutan (24,5%). Hasil pengolahan juga diperkuat dengan analisis Normalized Difference Built-up Index (NDBI) yang digunakan untuk mengidentifikasi wilayah terbangun, sedangkan Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) digunakan untuk mengevaluasi tingkat tutupan vegetasi. Hasil analisis mengidentifikasi bahwa nilai NDBI tinggi terkonsentrasi pada kawasan permukiman padat di sepanjang sungai dan jaringan jalan utama, yang mengindikasikan dominasi lahan terbangun dan minimnya area resapan air. Sementara itu, nilai NDVI yang rendah pada wilayah yang sama menunjukkan rendahnya tutupan vegetasi yang berperan sebagai penyerapan alami. Berdasarkan hasil validasi lapangan dan overlay peta KRB Kota Samarinda, mengonfirmasi bahwa genangan banjir terjadi terutama di sepanjang Jalan Padat Karya dan Jalan Jakarta, Kelurahan Loa Bakung yang wilayah dengan intensitas pemanfaatan lahan tinggi serta rendahnya ruang terbuka hijau. Temuan ini mengindikasikan bahwa pola dan intensitas penggunaan lahan, terutama konversi lahan menjadi area terbangun dengan vegetasi minim, secara signifikan berkontribusi terhadap meningkatnya risiko genangan banjir di Sub DAS Loa Bakung, Kota Samarinda.Kata kunci: penggunaan lahan, kerentanan banjir, sub DAS Loa Bakung, SIG, NDBI, NDVI