Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Strategi Pengembangan Kawasan Logending Kabupaten Kebumen Berbasis Pengelolaan Pesisir Lestari Rheinadya Aulia Wibowo; Lilik Kartika Sari; Endang Hilmi
MAIYAH Vol 1 No 2 (2022): Maiyah : Vol.1 No.2 Juni 2022
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.222 KB) | DOI: 10.20884/1.maiyah.2022.1.2.6656

Abstract

Pantai Logending terletak di Desa Ayah, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. Kawasan pesisir merupakan kondisi yang sangat dinamis sehingga diperlukan pengelolaan yang baik. Pengelolaan yang baik akan berdampak pada kelestarian Pantai Logending termasuk berbagai aktivitas disana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekowisata berdasarkan kajian sosial ekonomi dan ekologi serta mengetahui upaya pengelolaan dan strategi pengembangan kawasan Logending. Metode penelitian ini menggunakan wawancara dan kuesioner dari berbagai responden dan analisis SWOT. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2021 di Kawasan Logending, Kabupaten Kebumen. Di kawasan ini kita mengenal potensi pariwisata, potensi perikanan, dan potensi kehutanan. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa Logending area berada pada kuadran III, dimana strategi prioritasnya adalah strategi turn-around dengan meminimalkan kelemahan yang ada dengan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya (W-O). Beberapa upaya dan strategi yang dapat dilakukan untuk mengembangkan kawasan ini, selain tetap mengutamakan kelestarian ekosistem dan peningkatan kerjasama berbagai pihak, juga dapat memberikan dampak yang baik bagi lingkungan dan sekitarnya.
Strategi Pengembangan Ekowisata Pantai Tirta Samudra Jepara Gemilang Mohammad Sakti; Lilik Kartika Sari
Jurnal Ilmu Kelautan Lesser Sunda Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu Kelautan - Lesser Sunda
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan, Jurusan Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jikls.v2i2.57

Abstract

Tirta Samudra Beach is a beach that is quite famous and has become a mainstay of Jepara Regency so that it becomes a fairly popular tourist destination, not only for the people of Jepara, but also most of the population of Central Java and even outside the province. Currently, tourism activities on Tirta Samudra Beach are very limited to just recreation, enjoying the panoramic beauty of the coast, and swimming activities. While there is still a lot of physical potential in the form of a coastal environment that has not been fully utilized, such as water sports tourism, vacant land, and so on. Its natural beauty is in great demand by many people, therefore it can cause environmental damage because it is often visited by visitors. Therefore, it is necessary to analyze and study the tourism industry strategy to find out what is needed to keep attracting visitors and minimize environmental damage. The purpose of this study is to analyze the potential and to anticipate the development strategy of tourism objects in Tirta Samudra Beach. The method used is a field survey with data collection using observations, questionnaires, and documentation to tourists and local managers.
Penerapan Hasil Penelitian Budidaya Lebah Klanceng Tetragonula biroi Bagi Kelompok Tani Hutan “Jembaran“ Imam Widhiono; Eming Sudiana; Elly Proklamasiningsih; Fathimah Nurfithri Hashifah; Iman Budisantoso; Lilik Kartika Sari; Diana Retna Utarini Suci Rahayu
Journal of Innovation and Sustainable Empowerment Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/jise.v3i2.112

Abstract

Salah satu kegiatan pada kelompok tni hutan Jembaran adalah budidaya lebah klanceng atau stinglees bee. Budidaya yang dilakukan masih menggunakan cara tradisional dan tidak mendasari pada hasil penelitian. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menerapkan hasil penelitian untuk budidaya lebah madu klanceng yang meliputi pengaturan tataletak tanaman sumber pakan, species tanaman sumber pakan, ukuran kotak koloni dan teknik perbanyakan koloni. Metode yang digunakan adalah pemberian teori dasar, praktek dan pendampingan selama 3 bulan. Hasil kegiatan menunjukan bahwa peserta mampu menyerap dan mempraktekan materi yang diberikan terbukti dengan diterapkanya pengaturan tata letak, penanaman tanaman sumber pakan terpilih, mampu membuat stek pucuk, mampu membuat kotak dan mampu melakukan pecah koloni. Pada bulan ketiga peserta mampu panen madu. Berdasarkan pada hasil dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian dapat diterapkan di Masyarakat melalui metode pealtihan teori dan praktek serta pendampingan.
Identification Identifikasi Konflik Antara Nelayan, Pengusaha Ikan dan Pemerintah dalam Kegiatan Perikanan Tangkap di TPI PPS Cilacap, Jawa Tengah: Identifikasi Konflik Antara Nelayan, Pengusaha Ikan dan Pemerintah dalam Kegiatan Perikanan Tangkap Alvian Dwi Vidianto; Naya Distal Awalia Putri; Dinda Devina Putri Wiranti; Syifa Auliya Harsoleh; Cantika Zalsa Nabila; Sabrina Putri Arifiana; Rizka Indah Cahyani; Eva Widyastuti; Alya Sabita Puteri Hendrawan; Tegar Hilmi Syawalandita; Fauzi Surya Nugraha; Jati Suryo Kusumo; Ani Suryanti; Rika Prihati Cahyaning Pertiwi; Lilik Kartika Sari; Muslih; Mahardika Nur Permatasari; Ahmad Naufal Attaqi
AQUACOASTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences Vol. 5 No. 1 (2026): AQUACOSTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jafs.v5i1.24127

Abstract

The capture fisheries sector plays a strategic role in the national economy, including at the Cilacap Ocean Fishing Port (PPS Cilacap), the center of marine product fishing and distribution. This study aims to identify the forms, causes, and impacts of conflicts between fishermen, fish entrepreneurs, and the government in managing capture fisheries at the Cilacap PPS. Data collection was conducted on November 10, 2025, through questionnaire-based interviews with fishermen, entrepreneurs, and port managers, covering operational aspects, economics, regulatory perceptions, and potential conflicts. The results indicate that conflicts are triggered by differences in interests in access to port facilities, catch distribution, understanding of fishing zone regulations, and inequality in asset ownership and capital sources. Visual analysis of the data shows that fishing activities are dominated by medium-scale vessels measuring 5–30 GT, the use of fishing rods as the primary gear, and a high reliance on diesel fuel for operations. Although most fishermen have joined groups, access to government assistance and insurance remains unequal. These findings underscore the need for institutional strengthening, increased regulatory dissemination, and the implementation of collaborative zone-based fisheries management to reduce the potential for conflict and support the sustainability of capture fisheries in the Cilacap Fishing Port (PPS)
Strategi Pemberdayaan Pengrajin Gula Semut di Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah Nurin Aulia Ilmy; Yusuf Subagyo; Lilik Kartika Sari
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 5 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i5.32815

Abstract

Gula semut adalah salah satu hasil olahan dengan bahan baku nira kelapa. pengembangan gula semut lebih optimal dilakukan dengan system kemitraan karena pangsa pasar lebih banyak untuk skala ekspor. Di Kabupaten Banyumas terdapat dua perusahaan agribisnis gula semut, yaitu CV. Hugo Inovasi dan PT. Emirago Farmfood Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberdayaan pengrajin gula semut di Kabupaten Banyumas dan untuk merumuskan strategi pemberdayaan pengrajin gula semut di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Analisis data menggunakan evaluasi CIPP dengan interpretasi nilai menggunakan Rumus Persentase Skala Likert. Perumusan strategi pemberdayaan pengrajin gula semut menggunakan analisis SWOT QSPM. Hasil penelitian dengan pendekatan CIPP di CV. Hugo Inovasi pada variabel process sebesar 96,90% dengan kategori sangat efektif dan nilai terendah pada variabel context sebesar 84,40% dengan kategori sangat efektif, sedangan hasil penelitian dengan pendekatan CIPP di PT. Emirago Farmfood Indonesia pada variabel product sebesar 97,70% dengan kategori sangat efektif dan nilai terendah pada variabel context sebesar 83,80% dengan kategori sangat efektif.  Analisis SWOT QSPM dilakukan melalui 3 tahap yaitu tahap pemasukan, tahap pencocokan dan tahap keputusan. Evaluasi progam pemberdayaan pengrajin gula semut di Kabupaten Banyumas menggunakan metode CIPP di CV. Hugo Inovasi dengan nilai persentase sebesar 93,43% dengan kategori sangat efektif dan melalui PT. Emirago Farmfood Indonesia dengan nilai persentase sebesar 93,45% dengan kategori sangat efektif. Hasil analisis SWOT QSPM menunjukan prioritas utama strategi untuk pemberdayaan pengrajin gua semut di Kabupaten Banyumas adalah meningkatkan ekspor gula kelapa organik.
CARBON SEQUESTRATION OF MANGROVE ECOSYSTEM IN SEGARA ANAKAN LAGOON, INDONESIA Endang Hilmi; Lilik Kartika Sari; Tri Nur Cahyo; Cecep Kusmana; Endang Suhendang
BIOTROPIA Vol. 26 No. 3 (2019): BIOTROPIA Vol. 26 No. 3 December 2019
Publisher : SEAMEO BIOTROP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11598/btb.2019.26.3.1099

Abstract

Carbon conservation programs in mangrove ecosystems focus on the growth of mangrove vegetation that is measured based on the amount of carbon present at different tree stages, particularly the seedlings, saplings, and mature mangrove trees. This study was aimed to determine carbon percentage of mangrove ecosystems using the SNI 06 — 3730 — 1995 and TAPPI T 211 om 85 methods, and to analyse the mangrove clustering based on carbon percentage. The results showed that (1) Avicennia spp., Sonneratia spp., Bruguiera spp., Rhizophora spp., Aegiceras spp., Lumnitzera spp., Ceriops spp., Excoecaria agallocha and Xylocarpus granatum had carbon percentages between 45.01% and 55.54%; (2) the carbon percentage of mangroves at different growth stages were as follows; seedlings at 16.3-21.2%, saplings at 19.0-28.1%, trees with diameter at breast height (DBH) of 10-20 cm at 38.1-46.30%, trees with DBH of 20-30 cm at 40.2-51.1% and trees with DBH of 30-40 cm at 49.1-55.20%. The carbon conservation is positively correlated with the carbon sequestration ability and growth of the mangroves.
Women Farmers Group Participation in Empowering Local Food Security Rili Windiasih; Lilik Kartika Sari; Shinta Prastyanti; Adhi Iman Sulaiman; Toto Sugito
International Journal Of Community Service Vol. 3 No. 3 (2023): August 2023 (Indonesia - Malaysia - Philippines - South Korea )
Publisher : CV. Inara in Colaboration with www.stie-sampit.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijcs.v3i3.200

Abstract

Women's participation in socio-economic development at the local level is important and strategic because women have two roles as actors in developing a household by taking care of children and helping in the family economy. This study aims to the participation of farmer women's groups in empowering local food security as a Corporate Social Responsibility (CSR) program in Cilacap Regency, Central Java Province, Indonesia. This study used the Participatory Learning and Action (PLA) method to involve 20 informants from members and administrators of the Women Farmers Group (WFG) of Sumber Pathedan and 14 academics, namely lecturers and students. Data were collected through interviews, Focus Group Discussions (FGD), observation, and documentation with participatory analysis to produce natural and sustainable reality constructions. The results showed that WFG had the motivation and cohesiveness to become an entrepreneur after receiving socio-economic empowerment in the form of cultivating food security for vegetables and post-harvest processed products from the CSR program. However, it requires program sustainability such as assistance to continue to be able to harvest productively in the dry season. Then it requires the support of home production equipment and supplies to increase the productivity of postharvest products.
Upaya Peningkatan Kinerja Penyuluh Pertanian di Kawasan Hortikultura Kabupaten Wonosobo Isna Sulistami Hadiyati; Yusuf Subagyo; Sukarso Sukarso; Lilik Kartika Sari; Luthfi Makhasin
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 26, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v26i1.6446

Abstract

This study assesses horticulture farmers' perceptions of extension workers' performance and formulates improvement strategies via SWOT analysis. Conducted in three major horticultural hubs—Garung, Kertek, and Kalikajar subdistricts—82 organized farmer group members participated. Purposive sampling targeted high-production areas with active farmer institutions. Data came from Likert-scale questionnaires evaluating three aspects: preparation, implementation, and evaluation/reporting of extension activities. SWOT analysis identified internal (IFAS) and external (EFAS) factors. Findings reveal positive perceptions across all aspects: 93.90% rated preparation good (index 70.96%); 82.93% rated implementation good (69.30%); and 98.78% rated evaluation/reporting good (70.96%). Chi-Square tests confirmed no significant influence from respondent traits (age, gender, education, farming experience) on perceptions. IFAS-EFAS scores showed a strength-weakness differential of 1.008 and opportunity-threat differential of 1.060, placing strategies in Quadrant I (Aggressive/SO). Recommendations emphasize leveraging strengths for opportunities: bolstering technical competencies, optimizing IT use, developing flagship programs, and strengthening ties with local governments and stakeholders.
Kinerja dan Strategi Penguatan Kelembagaan Kelompok Tani dalam Program Pupuk Bersubsidi di Kabupaten Cilacap Bambang Maryoto; Nurul Hidayat; Dindy Darmawati Putri; Yusuf Subagyo; Lilik Kartika Sari
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 9 (2025): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v4i9.6990

Abstract

Upaya peningkatan kesejahteraan petani menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya pengetahuan, keterampilan, sumber daya, motivasi, serta masalah kelembagaan. Salah satu program pemerintah untuk menjamin transparansi penyaluran pupuk bersubsidi adalah melalui kartu tani. Namun, banyak kelembagaan petani belum berfungsi optimal sebagai kelas belajar, wahana kerja sama, dan unit produksi dalam program ini. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kinerja dan strategi penguatan kelembagaan guna mendukung efektivitas program pupuk bersubsidi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan program pupuk bersubsidi, kenerja kelembagaan kelompok tani dan strategi penguatan kelembagaan kelompok tani dalam program pupuk bersubsidi di Kabupaten Cilacap. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kwantitatif dan kualitatif. Analisis yang dilakukan analisis matriks IFAS dan EFAS, dan analisis SWOT serta analisis QSPM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Program Pupuk Bersubsidi di Kabupaten Cilacap berdasarkan jumlah petani bertransaksi dalam kategori baik yaitu 68,06 %, Kinerja kelembagaan kelompok kelompok tani dalam penerapan program pupuk bersubsidi termasuk dalam kategori baik dengan capaian 53,52%.  Faktor internal dan eksternal penerapan program pupuk bersubsidi berada pada kuadran I merupakan situasi yang sangat menguntungkan bagi kelompok tani yaitu kelompok memiliki kekuatan untuk memanfaatkan peluang dalam penguatan kelembagaan mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (growth oriented strategy). Hasil analisis QSPM  diperoleh nilai TAS tertinggi yaitu 6,48 dengan strategi “Pengembangan “DATSUBEMA” (Data, Susun dan Tebus Bersama)”. Prioritas strategi ini adalah mengoptimalkan kekuatan kelompok tani dalam mentaati kesepakatan baik diinternal kelompok maupun ekternal untuk mengoptimalkan peluang bahwa Gabungan Kelompok Tani ditahun-tahun mendatang menjadi titik serah pupuk bersubsidi.
The affinity of mangrove species using Association and Cluster Index in North Coast of Jakarta and Segara Anakan of Cilacap, Indonesia Endang Hilmi; Lilik Kartika Sari; Tri Nur Cahyo; Muslih MUSLIH; Arif Mahdiana; Sesilia Rani Samudra
Biodiversitas Journal of Biological Diversity Vol. 22 No. 7 (2021)
Publisher : Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/biodiv/d220743

Abstract

Abstract. Hilmi E, Sari LK, Cahyo TN, Muslih, Mahdiana A, Samudra SR. 2021. The affinity of mangrove species using Association and Cluster Index in North Coast of Jakarta and Segara Anakan of Cilacap, Indonesia. Biodiversitas 22: 2907-2920. The affinity of mangrove species using association and cluster index describe relationship among mangrove species. The species association and clustering explain the degree of utilization of resources and space by mangrove species. The association and cluster also describe specific species adaptation in mangrove ecosystems. This paper was aimed to analyze species affinity using association and clustering index of mangrove species. The association index used Chi-square equation and the clustered index used Euclidian distance analysis. The results showed that (i) mangrove density in Segara Anakan (166-4000 trees ha-1) > North Jakarta (220-1100 trees ha-1). (ii) Nypa fruticans, Avicennia marina, Rhizophora stylosa and Rhizophora apiculata dominated in Segara Anakan of Cilacap, and Rhizophora stylosa and Avicennia marina dominated in North Jakarta (iii) The association index had 12 pairs of negative species association and 17 pairs of positive species association, but most of mangrove vegetations had no association. (iv) mangrove ecosystem in Segara Anakan and North Jakarta had four clusters with Euclidean distance (ED score) 484 to describe cluster between Bruguiera parviflora-Bruguiera sexangula until 76430847 to describe cluster among Bruguiera gymnorrhiza, Bruguiera parviflora, Ceriops decandra, Exoecaria agallocha, Nypa fruticans, Ceriops tagal, Rhizophora stylosa, and Sonneratia caseolaris
Co-Authors Adhi Iman Sulaiman Adinda Kurnia Putri Agus Atmadipoera Ahmad Naufal Attaqi Alvian Dwi Vidianto Alya Sabita Puteri Hendrawan Amron Amron Amron Ani Haryati Ani Suryanti Ardiansyah -- -- ARIF MAHDIANA Arif Mahdiana Arif Mahdiana Arif Mahdiana Arif Mahdiana Asrul Sahri Siregar Asrul Sahri Siregar Asrul Sahri Siregar Bambang Maryoto Cantika Zalsa Nabila Cecep Kusmana Diana Retna Utarini Suci Rahayu, Diana Retna Utarini Suci Dinda Devina Putri Wiranti Dindy Darmawati Putri Elly Proklamasiningsih EMING SUDIANA Eming Sudiana ENDANG HILMI Endang Hilmi Endang Hilmi Endang Hilmi Endang Hilmi Endang Hilmi Endang Hilmi Endang Hilmi Endang Hilmi Endang Hilmi Endang Suhendang Eva Widyastuti Fathimah Nurfithri Hashifah Fauzi Surya Nugraha Gayuh Laksana Putra Gemilang Mohammad Sakti Hidayat, Nurul Imam Widhiono Iman Budisantoso Intan Wiji Ekawati Isdy Sulistyo Isna Sulistami Hadiyati Jati Suryo Kusumo Junaidi, Teuku Kadarwan Soewardi Luky Adrianto Luthfi Makhasin Mahardika Nur Permatasari Masrukin Masrukin Muhamad Baedowi Muslih Muslih Muslih MUSLIH Muslih Muslih, Ahmad Muslih Mustika Palupi Nabela Fikriyya Nailah Maahira Illahi Naya Distal Awalia Putri Norman Arie Prayogo Norman Arie Prayogo Nuning Vita Hidayati Nurin Aulia Ilmy Nurul Hidayat PETRUS HARY TJAHJA SOEDIBJA Ren Fitriadi Rheinadya Aulia Wibowo Rika Prihati Cahyaning Pertiwi Rika Prihati Cahyaning Pertiwi Rizka Indah Cahyani Sabrina Putri Arifiana Sesilia Rani Samudra Sesilia Rani Samudra Sesilia Rani Samudra Shinta Prastyanti Soedibya, Petrus Hary Tjahja Sukarso Sukarso Syifa Auliya Harsoleh Tegar Hilmi Syawalandita Teuku Junaedi Toto Sugito TRI NUR CAHYO Tri Nur Cahyo Tri Nur Cahyo Tri Nur Cahyo Windiasih, Rili Yusuf Subagyo Yusuf Subagyo Yusuf Subagyo