Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA PEKERJA WANITA Rizki Widyan Aisya; Purbowati Purbowati; Susi Nurohmi
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 4, No 2 (2023): JURNAL MEDIKA INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/.v4i2.2389

Abstract

Hipertensi atau sering dikenal dengan tekanan darah tinggi yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah diatas batas normal jika tekanan darah sistolik 140 mmHg atau lebih tinggi dan tekanan darah diastolik 90 mmHg atau lebih tinggi. Faktor risiko hipertensi dipengaruhi oleh usia, genetik, IMT (Indeks Massa Tubuh), dan lain-lain. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada pekerja wanita.  Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah desain Cross-Sectional dengan 350 yang dipilih melalui purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara langsung, pengukuran darah dan peneliaian antropometri. Analisis data menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan anatar variable. Responden sebagian besar berusia 30-49 tahun (46,6%) yang memiliki latar belakang pendidikan SD (51,7%). Terdapat 16,8% respoden memiliki riwayat tekanan darah tinggi dari orang tua. Sebagian besar responden memiliki indeks massa tubuh dengan berat badan lebih (65,7%). Angka kejadian hipertensi pada responden berdasarkan tekanan darah sistolik yang masuk dalam kelompok hipertensi (34.0%), sedangakan diastolik (32,6%). Hasil studi menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara usia, genetik dan IMT yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada pekerja wanita (p-value0,05). Kesimpulan penelitian terdapat hubungan yang signifikan antara usia, genetik, dan IMT dengan kejadian hipertensi pada pekerja wanita.
HUBUNGAN KEBIASAAN KONSUMSI MAKANAN CEPAT SAJI DENGAN KEJADIAN PENYAKIT JANTUNG KORONER PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RSUD DR. MOEWARDI Rizki Widyan Aisya; Listiana Dharmawati; Dewi Pertiwi Dyah K
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 2, No 2 (2021): JURNAL MEDIKA INODNESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/.v2i2.1953

Abstract

Pendahuluan: Penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyakit yang memerlukan perhatian khusus. Penyakit jantung koroner menjadi penyebab kematian peringkat pertama di Indonesia dengan angka kematian 11,06. Penyakit jantung koroner disebabkan oleh proses arterosklerosis yang berawal dari penumpukan kolesterol. Adapun faktor yang mempengaruhi terjadinya penyakit jantung koroner yaitu kebiasaan konsumsi makanan cepat saji yang mengandung tinggi lemak, tinggi energi, tinggi natrium, dan rendah serat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan konsumsi makanan cepat saji dengan kejadian penyakit jantung koroner pada pasien rawat jalan di RSUD Dr. Moewardi Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan menggunakan metode crossectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik consequtive sampling. Subjek penelitian sebanyak 37 pasien penyakit jantung koroner, berusia 40-65 tahun. Data kebiasaan konsumsi makanan cepat saji dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan FFQ. Data penyakit jantung koroner dilihat dari catatan rekam medik pasien. Penelitian ini menggunakan uji statistik Fisher’s Exact. Hasil: Diantara pasien yang sering konsumsi makanan cepat saji, 76% dari mereka memiliki penyakit jantung koroner. Sementara itu, mereka yang jarang mengkonsumsi makanan cepat saji, 66,7% dari mereka tidak memiliki penyakit jantung koroner. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa ada hubungan kebiasaan konsumsi makanan cepat saji dengan kejadian penyakit jantung koroner (p=0,027). Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan kebiasaan konsumsi makanan cepat saji dengan kejadian penyakit jantung koroner pada pasien rawat jalan di RSUD Dr. Moewardi.
The Relationship Between Mothers' Knowledge Level about Posyandu and D/S Coverage Ariyanti Ariyanti; Islami Islami; Rizki Widyan Aisya
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i1.209

Abstract

The low coverage of D/S (Simultaneous Arrival and Weighing) at integrated health posts (Posyandu) indicates underutilization of services by mothers of toddlers. Maternal knowledge, as a predisposing factor, plays a significant role in influencing visiting behavior at Posyandus. This study aims to analyze the relationship between maternal knowledge about Posyandus and D/S coverage in the Central Fakfak Community Health Center (Puskesmas) work area. This quantitative study used a cross-sectional design. The study was conducted from July to August 2025 at four Posyandus: Mawar, Kayu Merah Village, Dahlia, Melati, and Krawera, Air Besar Village, Central Fakfak Regency. The study population was all mothers with toddlers registered at these Posyandus. A sample of 70 respondents was determined using the Slovin formula with purposive sampling based on inclusion and exclusion criteria. The dependent variable was D/S coverage. The independent variable was maternal knowledge about Posyandus. Data were collected through a questionnaire that had been tested for validity and reliability, as well as documentation from Posyandu registers for D/S coverage data. Data were analyzed using the Spearman Rank test. The results showed a moderately significant positive correlation between maternal knowledge and D/S coverage in the Central Fakfak Community Health Center Work Area in 2025 (r = 0.36; p = 0.002). The higher the maternal knowledge, the better the coverage of health services received by toddlers, indicating the importance of education and information in improving child health. There is a significant positive correlation between maternal knowledge and D/S coverage in the Central Fakfak Community Health Center Work Area in 2025.