Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA PEKERJA WANITA Rizki Widyan Aisya; Purbowati Purbowati; Susi Nurohmi
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 4, No 2 (2023): JURNAL MEDIKA INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/.v4i2.2389

Abstract

Hipertensi atau sering dikenal dengan tekanan darah tinggi yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah diatas batas normal jika tekanan darah sistolik 140 mmHg atau lebih tinggi dan tekanan darah diastolik 90 mmHg atau lebih tinggi. Faktor risiko hipertensi dipengaruhi oleh usia, genetik, IMT (Indeks Massa Tubuh), dan lain-lain. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada pekerja wanita.  Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah desain Cross-Sectional dengan 350 yang dipilih melalui purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara langsung, pengukuran darah dan peneliaian antropometri. Analisis data menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan anatar variable. Responden sebagian besar berusia 30-49 tahun (46,6%) yang memiliki latar belakang pendidikan SD (51,7%). Terdapat 16,8% respoden memiliki riwayat tekanan darah tinggi dari orang tua. Sebagian besar responden memiliki indeks massa tubuh dengan berat badan lebih (65,7%). Angka kejadian hipertensi pada responden berdasarkan tekanan darah sistolik yang masuk dalam kelompok hipertensi (34.0%), sedangakan diastolik (32,6%). Hasil studi menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara usia, genetik dan IMT yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada pekerja wanita (p-value0,05). Kesimpulan penelitian terdapat hubungan yang signifikan antara usia, genetik, dan IMT dengan kejadian hipertensi pada pekerja wanita.
HUBUNGAN KEBIASAAN KONSUMSI MAKANAN CEPAT SAJI DENGAN KEJADIAN PENYAKIT JANTUNG KORONER PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RSUD DR. MOEWARDI Rizki Widyan Aisya; Listiana Dharmawati; Dewi Pertiwi Dyah K
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 2, No 2 (2021): JURNAL MEDIKA INODNESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/.v2i2.1953

Abstract

Pendahuluan: Penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyakit yang memerlukan perhatian khusus. Penyakit jantung koroner menjadi penyebab kematian peringkat pertama di Indonesia dengan angka kematian 11,06. Penyakit jantung koroner disebabkan oleh proses arterosklerosis yang berawal dari penumpukan kolesterol. Adapun faktor yang mempengaruhi terjadinya penyakit jantung koroner yaitu kebiasaan konsumsi makanan cepat saji yang mengandung tinggi lemak, tinggi energi, tinggi natrium, dan rendah serat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan konsumsi makanan cepat saji dengan kejadian penyakit jantung koroner pada pasien rawat jalan di RSUD Dr. Moewardi Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan menggunakan metode crossectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik consequtive sampling. Subjek penelitian sebanyak 37 pasien penyakit jantung koroner, berusia 40-65 tahun. Data kebiasaan konsumsi makanan cepat saji dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan FFQ. Data penyakit jantung koroner dilihat dari catatan rekam medik pasien. Penelitian ini menggunakan uji statistik Fisher’s Exact. Hasil: Diantara pasien yang sering konsumsi makanan cepat saji, 76% dari mereka memiliki penyakit jantung koroner. Sementara itu, mereka yang jarang mengkonsumsi makanan cepat saji, 66,7% dari mereka tidak memiliki penyakit jantung koroner. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa ada hubungan kebiasaan konsumsi makanan cepat saji dengan kejadian penyakit jantung koroner (p=0,027). Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan kebiasaan konsumsi makanan cepat saji dengan kejadian penyakit jantung koroner pada pasien rawat jalan di RSUD Dr. Moewardi.