Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Evaluasi Kekuatan Tekan Mortar Busa dengan Substitusi Semen PCC pada Berbagai Rasio Air-Semen Hamka; Kasmaida; Firmansyah
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mortar busa merupakan salah satu material konstruksi ringan yang memiliki berat jenis rendah dan banyak digunakan sebagai alternatif material non-struktural. Salah satu faktor yang memengaruhi karakteristik mortar busa adalah nilai water-cement ratio, (karena berhubungan langsung dengan tingkat porositas dan kekuatan mortar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi water-cement ratio terhadap kuat tekan dan daya serap air mortar busa. Menggunakan metode penelitian eksperimental dengan variasi sebesar 0,35; 0,40; dan 0,50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi berpengaruh terhadap kuat tekan dan daya serap air mortar busa. Nilai kuat tekan meningkat seiring bertambahnya umur perawatan, di mana variasi 0,35 menghasilkan kuat tekan tertinggi pada seluruh umur pengujian. Sementara itu, peningkatan nilai water-cement ratio menjadi 0,40 dan 0,50 menyebabkan penurunan kuat tekan akibat meningkatnya porositas campuran. Pada pengujian daya serap air, nilai serapan air meningkat seiring bertambahnya nilai water-cement ratio. Dengan demikian, variasi water-cement ratio berpengaruh signifikan terhadap karakteristik mortar busa, dengan nilai optimum diperoleh pada variasi water-cement ratio 0,35.
Analisis Tingkat Pelayanan Dermaga Di Pelabuhan Penumpang Makassar Muh Asrul Fahrul; Misbahuddin; Hamka; Hakzah
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan memiliki peranan penting dalam mendukung kelancaran transportasi laut dan distribusi penumpang maupun barang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pelayanan dermaga pada Pelabuhan Penumpang Makassar berdasarkan indikator kinerja operasional kapal yang meliputi Waiting Time (WT), Approach Time (AT), Berth Time (BT), Turn Round Time (TRT), serta tingkat pemanfaatan dermaga yang diukur melalui Berth Occupancy Ratio (BOR). Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data operasional kapal melalui observasi dan dokumentasi selama periode penelitian. Data dianalisis menggunakan perhitungan kinerja operasional pelabuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata Waiting Time kapal sebesar 1,38 jam, lebih tinggi dibandingkan standar Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) sebesar 1 jam. Sementara itu, rata-rata Approach Time sebesar 0,37 jam masih berada di bawah standar KSOP sebesar 1,25 jam, sehingga menunjukkan kinerja pelayanan pemanduan kapal yang baik. Nilai rata-rata Berth Time sebesar 5,29 jam dan Turn Round Time sebesar 7,03 jam. Selain itu, hasil perhitungan menunjukkan nilai Berth Occupancy Ratio (BOR) sebesar 80,74%, yang melebihi standar optimal United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) untuk dua tambatan sebesar 50%, sehingga menunjukkan bahwa tingkat pemanfaatan dermaga di Pelabuhan Penumpang Makassar tergolong tinggi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kinerja pelayanan dermaga di Pelabuhan Penumpang Makassar secara umum tergolong cukup baik, khususnya pada aspek approach time.
PENGARUH GRADASI AGREGAT HALUS TERHADAP KUAT TEKAN BETON RINGAN Hamka; Rika rika; Imam Fadly
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/tag17007

Abstract

Beton ringan adalah beton yang mempunyai bahan baku utama terdiri atas semen, agregat (pasir), air, dan ditambah dengan suatu bahan pengembang (foaming agent). Beton ringan utamanya ada pada berat, sehingga apabila digunakan pada proyek bangunan tinggi (high rise building) seperti pembuatan dinding beton ringan akan dapat secara signifikan mengurangi berat sendiri bangunan, yang selanjutnya berdampak kepada perhitungan pondasi bangunan. Ada beberapa cara untuk menghasilkan beton ringan. Salah satu solusinya adalah mengganti agregat tradisional dengan agregat ringan dan penambahan gelembung udara dalam matriks semen, beton khusus ringan disebut beton seluler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari variasi ukuran agregat halus terhadap kuat tekan beton ringan. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik eksperimental yang dilakukan di Laboratorium Struktur dan Bahan Universitas Muhammmadiyah. Hasil dari penelitian yang didapatkan yaitu pada hari ke-7, pada beton ringan tergradasi sebesar 1,415, pada beton ringan tidak tergradasi sebesar 1,887 . Hari ke-14, pada beton ringan tergradasi sebesar 2,453, pada beton ringan tidak tergradasi sebesar 2,076. Hari ke-28, pada beton ringan tergradasi sebesar 4,435, pada beton ringan tidak tergradasi sebesar 3,869.  Jadi, pasir yang tergradasi lebih besar kuat tekannya dari pada pasir yang tidak tergradasi.
Pengaruh Budaya Kerja Bugis terhadap Kepatuhan K3 Konstruksi Menggunakan SEM-PLS Firda Amelia Abadi; Hamsyah Hamsyah; M. Jabir M; Hamka Hamka; Adnan Adnan
Jurnal Penelitian Rumpun Ilmu Teknik Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Penelitian Rumpun Ilmu Teknik
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/juprit.v5i3.6883

Abstract

This study analyzes the effect of five Bugis work-culture values—siri’, pesse’, lempu’, getteng, and reso’—on occupational safety and health (OSH) compliance in construction projects in Parepare City. The study employed an explanatory quantitative approach using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Data were collected through a five-point Likert questionnaire from 280 construction workers and project personnel and analyzed using SmartPLS 4. The results show that all five dimensions of Bugis work culture have a positive and significant effect on construction OSH compliance. The coefficient of determination (R²) of 0.794 indicates that 79.4% of the variation in OSH compliance is jointly explained by the five dimensions. Pesse’ has the strongest effect (β=0.290), while lempu’ has the weakest effect (β=0.123). The findings indicate that local cultural values can serve as an internal mechanism for strengthening contextual construction OSH management strategies. Future research could incorporate factors such as leadership, safety climate, and project characteristics to expand the model and test the consistency of the findings across different regions and construction sectors.
Analisis Kinerja Struktur Gedung 8 Lantai di Kota Parepare terhadap Beban Gempa Menggunakan Metode Pushover Berbasis Aplikasi ETABS Sri Wahyuni; M. Jabir M; Adnan Adnan; Abdul Muis; Hamka Hamka
Venus: Jurnal Publikasi Rumpun Ilmu Teknik  Vol. 4 No. 4 (2026): Venus: Jurnal Publikasi Rumpun Ilmu Teknik
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/venus.v4i4.1622

Abstract

Indonesia’s seismic conditions make evaluating structural capacity under earthquake loads an important aspect of ensuring building safety. This study aims to evaluate the performance of the Eight-Story Educational Facility Building in Parepare City and determine its structural capacity to withstand the applied earthquake loads. The study employed a quantitative approach using pushover analysis assisted by ETABS based on SNI 1726:2019 and ATC-40. Lateral loading was applied incrementally to obtain the capacity curve, performance point, plastic hinge, and performance level. The analysis results showed that the performance point in the X direction had a target displacement of 189.507 mm with a base shear of 2,177.205 kN, while in the Y direction it was 164.252 mm with a base shear of 2,185.046 kN. Element responses were greater in the lower part of the building than in the upper part. Under the Life Safety condition, several elements showed responses of approximately 1.024, while under Collapse Prevention, the response reached approximately 0.883. Although the response increased, the structure remained capable of resisting deformation and transferring forces without losing strength or stiffness that could lead to collapse. The evaluation results indicate that the structural capacity remains adequate for the earthquake demand. According to ATC-40, the structural performance level falls within the Immediate Occupancy (IO) category, indicating that the building’s stability and functionality can be maintained after the analyzed earthquake loading.