Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENGUATAN KOMUNITAS POSITIF MELALUI ORGANISASI KEPEMUDAAN Yani, Ahmad; Muryali, Muryali; Aiyub, Aiyub; Nazaruddin, Nazaruddin; Maryam, Maryam
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 5, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Gampong Mon Gedong Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe dengan sasaran kepada  pemuda-pemudi yang tergabung dalam berbagai komunitas di Gampong pemuda sendiri. Adapun permasalahan yang di hadapi oleh komunitas kepemudaan adalah ketidak pedulian terhadap ekstensi organisasi kepemudaan, kurangnya kesadaran dan jarang terlibat dalam setiap penyusanan program kerja di tingkat Gampong, pelatihan pada pengurus/anggota dalam membuat program kerja belum pernah dilakukan.  Metode pelaksanaan pengabdian masayarakat ini adalah berupa penyampaian materi, diskusi dengan peserta, dan simulasi penyusunan program kegiatan kepemudaan,serta mendampingi dalam membuat usualan program sampai pada tahapan pembuatan proposal kegiatan.  Capaian dalam kegiatan ini adalah adanya kesadaran pemuda – pemudi terhadap kapasitasnya untuk memberi kontribusi kepada gampong dalam rangka pembangunan gampong sendiri. Selain itu menjadikan motovasi bagi pemuda – pemudi gampong lain untuk nerpartisipasi dalam membangun gampong masing – masing.
Kemampuan Literasi Matematis Siswa Sekolah Menengah Pertama dengan Penerapan Model Kooperatif Tipe Jigsaw Yunasari, Rika; Aiyub, Aiyub
Educator Development Journal Vol. 3 No. 2 (2025): Educator Development Journal
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/edj.v3i2.7710

Abstract

Literasi numerasi adalah kemampuan untuk menggunakan angka, simbol matematika dasar, serta menganalisis informasi dalam bentuk grafik, tabel, atau bagan untuk memecahkan masalah praktis dan mengambil keputusan berdasarkan hasil analisis tersebut. Namum, berdasarkan nilai AKM pada SMP 4 Kluet Utara, menunjukkan bahwa literasi numerasi siswa masih berada pada katagori sedang. Oleh sebab itu diperlukan pembelajaran yang menarik untuk memberikan semangat kepada siswa. Model kooperatif tipe jigsaw, dirancang untuk memudahkan guru dalam pembelajaran, dapat mengembangkan ide, menuntut siswa untuk memahami materi secara individu maupun kelompok serta kemampuan kerjasama antar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan literasi numerasi pada siswa SMP/MTs yang diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw lebih baik dari pada kemampuan literasi numerasi siswa yang diajarkan dengan pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian quasi eksperimen. Populasi penelitian ini seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Kluet Utara, penentuan sampel penelitian ini menggunakan tenik random sampling dengan sampelnya terdiri dari dua kelas yaitu VII-2 sebagai kelas eksperimen dan VII-1 sebagai kelas kontrol. Hasil pengujian hipotesis, dapat disimpulkan bahwa kemampuan literasi numerasi siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw lebih baik dibandingkan kemampuan literasi numerasi siswa yang diajarkan dengan pembelajaran konvensional. Berdasarkan hasil penelitian ini model kooperatif tipe jigsaw dapat dipertimbangkan, dilaksanakan sebagai salah satu model pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan literasi numerasi.
Development of stroke hand gripper innovation as an alternative tool for independent range of motion (ROM) in stroke patients Susanti, Susanti; Gustini, Sri; Husaini, Muhammad; Aiyub, Aiyub
Science Midwifery Vol 13 No 4 (2025): October: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v13i4.2083

Abstract

Background: Stroke or Cerebral Vascular Accident (CVA) is a condition of rapid loss of neurological function due to impaired blood vessel perfusion. Stroke is caused by factors including: cerebral platelets, Hemorrhage, and Embolism. The impact of stroke is the occurrence of hand drop which is characterized by the inability to lift the wrist, move the fingers or experience weakness in the hand area. One of the treatment efforts to minimize the impact of stroke is to do Range of Motion (ROM) Exercises early. The purpose of this study is to develop a ROM aid as an alternative tool for independent ROM (stroke hand gripper) and assess its efficiency on the strength of the muscles of the fingers. Method: This study involved 30 respondents in the working area of ​​the Cot Seumeureung Community Health Center, West Aceh Regency, using purposive sampling. The research design is a Combined method, namely the research and development method or R&D (Research and development) and Pre-Experiment. The results of the study showed that the average value of muscle strength before ROM exercises using ROM aids was 2.00 and the average muscle strength after ROM exercises using ROM aids was 2.35 with a significance value of 0.008 (p <0.05), thus it can be concluded that there is a significant difference in muscle strength before ROM exercises and after ROM exercises using ROM aids.
Knowledge, Motivation, and Accuracy of Anthropometric Measurement among Village Health Volunteers to Prevent Stunting in Aceh Fadliady, Muchrizal; Asniar, Asniar; Aiyub, Aiyub
Jurnal KESANS : Kesehatan dan Sains Vol 4 No 8 (2025): KESANS: International Journal of Health and Science
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/kesans.v4i8.368

Abstract

Early detection and prevention of stunting are top priorities in improving child health outcomes in Indonesia. The village health volunteers play a strategic role in monitoring toddler growth through accurate anthropometric measurements. However, their levels of knowledge, motivation, and measurement precision vary considerably. This study aims to describe the knowledge, motivation, and accuracy of anthropometric measurements among village health volunteers in the early detection and prevention of stunting. A cross-sectional study design was employed, involving 110 village health volunteers in a rural district of Aceh, Indonesia. Data were collected through questionnaires and direct observations and analysed using univariate tests. The results indicate that the village health volunteers possess a medium level of knowledge, motivation, and accuracy in anthropometric measurement. The findings underscore the importance of enhancing the capacity of health volunteers through ongoing training, intensified supervision, and support from multiple stakeholders, thereby enabling village health volunteers to play a more effective role in the early detection and prevention of stunting
Publicity as a Policy Instrument: Analyzing Communication Strategies and Public Perception of Aceh's Teacher Capacity Enhancement Policy Muryali, Muryali; Yani, Ahmad; Aiyub, Aiyub; Nazaruddin, Nazaruddin; Maryam, Maryam
Electronic Journal of Education, Social Economics and Technology Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : SAINTIS Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33122/ejeset.v6i2.683

Abstract

This article examines the application of the principle of publicity in the education policy of the Aceh Provincial Government, with a particular focus on the teacher quality improvement program in rural areas. The principle of publicity refers to openness and transparency in the dissemination of policy information to the public, serving as a critical element in promoting participation and accountability. This study aims to evaluate the extent to which policy communication and publication processes are conducted transparently, and how these processes influence public understanding and engagement. Employing a qualitative approach, data were collected through policy document analysis, content review of online and print media, and in-depth interviews with key stakeholders, including education department officials, school principals, teachers, and representatives of civil society. The findings reveal that publicity plays a strategic role in shaping public perception of education policies, particularly in enhancing the legitimacy and trust of the community toward teacher capacity-building programs. However, the study also identifies a major challenge: limited access to information in rural areas due to inadequate digital infrastructure. This digital divide hinders equitable access to policy information and restricts meaningful public participation in the policy process. These findings underscore the necessity of developing communication strategies that go beyond digital media, incorporating local approaches such as community forums, local radio broadcasts, and engagement with community leaders. In doing so, the principle of publicity can be implemented more inclusively and effectively to support equitable and transformative education development in Aceh Province.
PENGARUH HUBUNGAN KERJA, PELATIHAN DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP LOYALITAS PERAWAT PADA RS. BMC BIREUN Ramza Farhan; Sullaida Sullaida; Aiyub Aiyub; Maisyura Maisyura
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 9 (2025): September 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh hubungan kerja, pelatihan, dan lingkungan kerja terhadap loyalitas perawat pada RS BMC Bireuen Bireuen sebanyak 50 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode sensus. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas perawat, pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas perawat, dan lingkungan kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas perawat. Secara simultan, ketiga variabel independen tersebut berpengaruh signifikan terhadap loyalitas perawat. Temuan ini memberikan implikasi bagi manajemen RS BMC Bireuen untuk meningkatkan loyalitas perawat melalui perbaikan hubungan kerja, penyelenggaraan pelatihan yang efektif, serta menciptakan lingkungan kerja yang kondusif
Meningkatkan Kapasitas Manajemen, Administrasi dan Metode Lomba Anak Islami bagi Remaja Paloh Awe Kecamatan Muara Batu Kabupaten Aceh Utara Nuriman, Nuriman; Azhar, Azhar; Aiyub, Aiyub; Fauzi, Fauzi; Yusnaini, Yusnaini; Yuliza, Yuliza
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 3, No 3 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan dan pemberdayaan komunitas merupakan langkah stategis yang dilakukan untuk meningkatkan sumberdaya personil. Pelaksanaan program pelatihan melalui pengabdian pada remaja Gampong Paloh Awe bermaksud memperkokoh manajerial, tatakelola administrasi dan metode pelaksanaan lomba untuk mendukung kegiatan lomba anak. Sejumlah remaja yang dipilih di terdiri dari warga Gampong Paloh Awe dan depalan personil mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM). Sejumlah empat pesonil pendamping dan dua personil tenaga ahli bidang manajemen, adminitrasi dan Pendidikan terlibat sebagai pendampingan pada pelatihan di Paloh Awe, dengan sasaran meningkatkan kemampuan manajerial dan tatakelola administrasi pada lomba anak Islami. Pengabdian melalui pelatihan manajemen, adminsstrasi dan metode lomba anak Islami menggunakan pendekatan qualitatif. Kegiatan pelatihan menggunakan pendekatan partisipatori action riset yang melibatkan tim pendamping secara langsung dalam community relation.  Data telah dikumpul melalui fokus grop discussion (FGD) yang terdiri dari sejumlah aparatur dan remaja gampong Paloh Awe. Pelatihan telah memberi peluang luas kepada delapan remaja yang dipilih dalam meningkatkan kapasitas manajerial, tatakelola administrasi dan metode perlombaan. Pelatihan dalam pengabdian juga menghasilkan pengetahuan terstruktur mengenai manajemen, administrasi dan metode lomba anak Islami. Pelatihan telah mencapai keberhasilan melalui transfer pengetahuan dan cara-cara memformat adminitrasi yang berkualitas dan tata cara mengelola forum. Tim pelaksana pelatihan telah terjun langsung dan bersosialisasi dengan sejumlah masyarakat Paloh Awe, Kecamatan Kabupaten Aceh Utara. Pelatihan ini mampu meningkatkan pengetahuan remaja tentang manajemen, tatakelola administrasi dan metode mengelola perlombaan  anak Islami. Pelatihan berimplikasi pada meningkatnya pengalaman mengelola lomba menghafal surat-surat pendek dari alQuran, lomba Azan dan lomba fahmil alQuran bagi anak-anak gampong Paloh Awe. Rekomendasi bagi tim pendamping lanjut agar meningkatkan manajerial dan administrasi tatakelola desa.
Studi Komparasi Psychological Well-Being Pada Siswa Sekolah Menengah Atas dan Pesantren Aiyub, Aiyub
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 9 No. 1 (2024): Januari-Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54460/jifa.v9i1.77

Abstract

Sekolah yang berbasis pesantren memiliki beberapa perbedaan dengan sekolah umum, seperti perbedaan kurikulum, peraturan, sistem dan waktu pembelajaran, serta keterlibatan orang tua. Perbedaan ini berpengaruh pada psychological well-being siswa. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengidentifikasi ada tidaknya perbedaan psychological well-being antara siswa sekolah berbasis pesantren dengan sekolah umum. Penelitian ini merupakan penelitian komparatif dengan pendekatan cross-sectional study. Cluster random sampling digunakan sebagai metode teknik pengambilan sampel dan sekitar 262 siswa direkrut menjadi sampel. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Psychological Well-Being Scale (PWBS) dengan 18 item pernyataan terdiri dari dimensi kemandirian, penguasaan lingkungan, pertumbuhan pribadi, hubungan positif dengan orang lain, tujuan hidup, dan penerimaan diri. Hasil analisis statistik Mann Whitney menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan rata-rata skor PWBS siswa sekolah berbasis pesantren dan umum (U= 0,79; p > 0,05). Hal ini dapat dapat disimpulkan bahwa meskipun kedua model sekolah memiliki kurikulum, sistem, dan waktu pembelajaran yang berbeda, namun dari hasil penelitian menunjukkan karakteristik siswa yang hampir sama. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian lebih luas dengan melibatkan sampel di beberapa sekolah umum dan pesantren
Penerapan Terapi Musik Klasik Dalam Perawatan Pasien Skizofrenia Dengan HalusinasiPendengaran: Sebuah Studi Kasus Aiyub, Aiyub
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 9 No. 1 (2024): Januari-Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54460/jifa.v9i1.78

Abstract

Halusinasi adalah gangguan persepsi sensori terhadap objek objek atau stimulus dari luar. Salah satu tipe yang sering dialami pasien adalah halusinasi pendengaran. Halusinasi pendengaran merupakan suatu kondisi dimana pasien mendengar suara yang membicarakan, mengejek, menertawakan, mengancam, atau memerintahkan untuk pasien melakukan sesuatu. Perawat sebagai bagian dari tim kesehatan bertanggung jawab memberikan asuhan keperawatan pada pasien halusinasi di rumah sakit melalui penerapan strategi pelaksanaan untuk membantu pasien mengenali halusinasi, mengetahui cara mengontrol halusinasi (menghardik, minum obat secara teratur, bercakap-cakap dengan orang lain, serta melakukan aktivitas terjadwal). Selain itu perawat juga dapat memberikan terapi tambahan berupa terapi musik klasik. Studi kasus ini bertujuan melakukan asuhan keperawatan secara menyeluruh dengan terapi musik klasik sebagai terapi tambahan sehingga pasien menjadi lebih relak dan nyaman. Asuhan keperawatan dan terapi tambahan dilakukan selama enam hari, dengan hasil yang dicapai adalah: pasien menunjukkan penurunan tanda dan gejala halusinasi, mampu mempraktikkan kembali strategi pelaksanaan yang sudah diajarkan, lebih tenang, dan pikirannya menjadi teralihkan dari halusinasinya. Direkomendasikan agar perawat di Rumah Sakit Jiwa dapat memberikan berbagai bentuk terapitambahan disamping strategi pelaksanaan yang sudah rutin dilakukan.
SMART CAMPUS ONLINE LECTURE MODEL AS AN ALTERNATIVE EDUCATION EQUITY STRATEGY IN THE ERA OF SUPER SMART SOCIETY 5.0 Adnan, Adnan; Aiyub, Aiyub; Roziq, Adya
International Journal of Educational Review, Law And Social Sciences (IJERLAS) Vol. 2 No. 1 (2022): January
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/ijerlas.v2i1.170

Abstract

This study aims to analyze the effect of the Smart Campus Online Lecture Model on Education Equity in the Super Smart Society 5.0 Era in Aceh Province. The sample in the study was 150 (one hundred and fifty) students and lecturers as respondents. The sampling technique used non-probability sampling technique. The data obtained from the distribution of questionnaires to the respondents were processed by the SPSS program. Methods of data analysis using quantitative analysis methods. The results of the study partially show that the online lecture model has a significant effect on Education Equity with a significant value = 0.005, the Smart Campus variable has a significant effect on Education Equity with a significant value = 0.003. And the results of this study indicate that the smart campus online lecture model has an effect on educational equity by 72.9 percent. Based on the results of the study, it shows that the online lecture variable has a very good role for equal distribution of education because it can reach various areas that have not been served or have not had the opportunity to be able to experience higher quality education in 3 T areas and the smart campus model variable is appropriate. many campuses must apply it more optimally in implementing the smart campus model so that later it can provide maximum service to all users of educational services.