Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Kombinasi Ekstrak Daun Pare (Momordica charantia) dan Kunyit (Curcuma longa) Terhadap Jumlah Sel Darah Merah dan Sel Darah Putih Tikus (Rattus norvegicus) yang Diinduksi CCl4 dan Pemanfaatannya Sebagai Media Pembelajaran Jihan, Jihan; Ramadhan, Achmad; Sutrisnawati, Sutrisnawati; Isnainar, Isnainar
Journal of Biology Science and Education Vol. 9 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jbse.v9i1.1669

Abstract

Daun pare dan kunyit mengandung senyawa-senyawa kimia seperti kurkumin dan flavonoid. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan pengaruh kombinasi ekstrak daun pare (Curcuma longa) dan kunyit (Momordica charantia) terhadap jumlah sel darah merah dan sel darah putih tikus yang di induksi karbon tetraklorida (CCl4) dan pemanfaatannya sebagai media pembelajaran. Metode penelitian ini adalah eksperimen laboratorium dengan pola rancangan acak lengkap (RAL). Sampel yang digunakan sebanyak 18 ekor tikus jantan, yang terdiri dari 6 perlakuan dan 3 ulangan. Kelompok (Kn) merupakan kelompok tanpa perlakuan, kelompok (K-) hanya diinduksi CCl4 tanpa diberi ekstrak, Perlakuan (P1) diinduksi CCl4 dan diberi kombinasi ekstrak daun pare dan kunyit konsentrasi 10%, (P2) diinduksi CCl4 dan diberi kombinasi ekstrak daun pare dan kunyit konsentrasi 15%, (P3) diinduksi CCl4 dan diberi kombinasi ekstrak daun pare dan kunyit konsentrasi 20%, (P4) diinduksi CCl4 dan diberi kombinasi ekstrak daun pare dan kunyit konsentrasi 25%. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA, diolah dengan program SPSS-25. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa konsentrasi kombinasi ekstrak daun pare dan kunyit dapat meningkatakan jumlah sel darah merah dan menurunkan sel darah putih tikus yang diinduksi CCl4 yaitu konsentrasi 25%. Hasil penelitian ini layak digunakan sebagai media pembelajaran dalam bentuk poster.
Kombinasi Ekstrak Daun Salam (Syzygium plyanthum) dan Jahe Merah (Zingiber officinale var. rubrum) Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Tikus Putih (Rattus norvegicus) dan Pemanfaatanya sebagai Sumber Pembelajaran Dinie, Norhamizah; Sutrisnawati, Sutrisnawati; Ramadhan, Achmad
Journal of Biology Science and Education Vol. 11 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jbse.v11i2.4132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) dan jahe merah (Zingiber officinale var.rubrum) terhadap penurunan kadar gulukosa darah tikus putih (Rattus norvegicus) yang diinduksi aloksan dan pemanfaatnnya sebagai sumber pembelajaran. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hewan coba yang digunakan sebanyak 28 ekor tikus putih. Hewan percobaan dikelompokkan menjadi 7 kelompok dan masing-masing kelompok terdiri dari 4 ekor tikus putih yaitu K (normal) yang tidak diberi perlakuan, K(+) kelompok yang diberikan obat sintesis (Metformin), dan K (-) yang diinduksi aloksan kemudian kelompok P1, P2, P3, dan P4 yang diinduksi aloksan dan diberikan kombinasi ekstrak daun salam dan jahe merah dengan konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi ekstrak daun salam dan jahe merah berpengaruh terhadap penurunan kadar glukosa darah tikus putih, penurunan tersebut dapat dilihat pada kelompok (P1) sebelum diberikan kombinasi ekstrak, kadar glukosa darah 265.75 mg/dl setelah diberikan kombinasi ekstrak 25% kadar glukosa darah menjadi 110 mg/dl. Kelompok (P2) sebelum diberikan konsentrasi ekstrak, kadar glukosa darah 285.25 mg/dl setelah diberikan kombinasi ekstrak 50%, glukosa darah menjadi 86 mg/dl. Kelompok (P3) sebelum diberikan kombinasi ekstrak, glukosa darah 305 mg/dl setelah diberikan kombinasi ekstrak, glukosa darah menjadi 114 mg/dl. Kelompok (P4) sebelum diberikan konsentrasi ekstrak kadar glukosa darah 85 mg/dl dan setelah diberikan kombinasi ekstrak 100% hewan coba mengalami kematian. Konsentrasi yang paling efektif menurunkan kadar glukosa darah tikus putih adalah konsentrasi 50% P2. Hasil dari penelitian ini sangat layak digunakan sebagai sumber belajar dalam bentuk E-Modul Flipbook dilihat dari hasil presentase dosen validasi dan 20 mahasiswa yaitu 83.075% yang berarti sangat layak digunakan sebagai sumber pembelajaran.
Kombinasi Ekstak Daun Sambiloto (Angroraphis paniculata) dan Batang Brotowali (Tinospora crispa) terhadap Kadar Glukosa Darah Tikus Putih (Rattus norvegicus) Angriani, Novita; Sutrisnawati, Sutrisnawati; Ramadhan, Achmad
Journal of Biology Science and Education Vol. 12 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jbse.v12i1.4142

Abstract

Daun sambiloto dan batang brotowali adalah tanaman yang memiliki kandungan antara lain flavonoid, saponin, dan tanin yang diduga mempunyai efek sebagai antidiabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi ekstrak daun sambiloto dan batang brotowali terhadap penurunan kadar glukosa darah pada tikus putih yang diinduksi lemak babi dan pemanfaatannya sebagai sumber belajar. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan Rancangan Acak Lengkap. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 28 ekor tikus yang dibagi menjadi 7 kelompok dan masing-masing terdiri dari 4 ekor tikus yaitu kelompok kontrol normal yang tidak diberi perlakuan, kontrol positif (K+) yang diinduksi lemak babi dan diberi obat sintesis (metformin), kontrol negatif (K-) yang diinduksi lemak babi dan kelompok P1, P2,P3, dan P4 yang diinduksi lemak babi dan diberi kombinasi ekstrak daun sambiloto dan batang brotowali konsentrasi 25%, 50%, 75% dan 100%. Hasil penelitian menunjukan bahwa kombinasi ekstrak daun sambiloto dan batang brotowali berpengaruh terhadap penurunan kadar glukosa darah pada tikus putih setelah diinduksi lemak babi. Konsentrasi 50% adalah konsentrasi yang efektif menurunkan kadar glukosa darah pada tikus putih dan e-book penuntun praktikum layak sebagai sumber belajar dengan 82,85%.
Keanekaragaman dan Kelimpahan Jenis Gastropoda di Perairan Pantai Desa Balukang Kecamatan Sojol Kabupaten Donggala dan Pemanfaatannya sebagai Sumber Belajar Rezkiana, Sry Ayu; Sutrisnawati, Sutrisnawati; Dhafir, Fatmah; Isnainar, Isnainar
Journal of Biology Science and Education Vol. 12 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jbse.v12i1.4145

Abstract

Desa Balukang merupakan salah satu daerah di Sulawesi Tengah dengan panjang pantai ± 7 km yang banyak ditumbuhi oleh lamun dan beranekaragam terumbu karang yang merupakan habitat dari Gastropoda. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui keanekaragaman dan kelimpahan jenis Gastropoda di perairan pantai desa Balukang. Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode garis transek (line transec). Panjang garis transek yaitu 50 m yang dipasang pada setiap stasiun. Pemilihan stasiun menggunakan teknik purposive sampling dan ditetapkan 3 stasiun sebagai lokasi pengamatan yaitu stasiun 1 Terumbu Karang, stasiun II Lamun, dan stasiun III Pasir Berlumpur. Jarak pengambilan sampel yaitu 5 m ke kanan dan 5 m ke kiri dari garis transek. Data diolah menggunakan rumus indeks keanekaragaman Shannon–Wienner dan perhitungan kelimpahan dengan menghitung jumlah individu satu spesies dibagi jumlah total individu seluruh spesies. Hasil penelitian jenis Gastropoda yang teridentifikasi terdapat 21 jenis yang tersebar di 3 stasiun masing-masing stasiun satu 18 jenis, stasiun dua 10 jenis dan stadium tiga 9 jenis menunjukkan bahwa tingkat keanekaragaman tergolong sedang adapun kelimpahan dari tiga lokasi tersebut ditemukan pada spesies Drupella cornus dengan jumlah kelimpahan 30,47%, dan Trochus maculatus dengan jumlah kelimpahan 12,38%. Sumber belajar yang dihasilkan sangat layak digunakan sebagai buku saku dengan nilai 83%.
Prevalensi Kecacingan pada Murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tanah Harapan Kabupaten Sigi dan Pemanfaatannya Sebagai Sumber Pembelajaran Pratiwi, Elly Qirey M; Sutrisnawati, Sutrisnawati; Kasim, Amiruddin; Ramadhan, Achmad; Astija, Astija; Windarsih, Yulia
Journal of Biology Science and Education Vol. 12 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jbse.v12i2.4149

Abstract

Prevalensi adalah ukuran frekuensi penyakit. Kecacingan merupakan penyakit yang diakibatkan oleh cacing yang menginfeksi tubuh manusia dan ditularkan melalui media tanah. Soil Transmitted Helminthiasis (STH) adalah kelompok cacing yang menginfeksi usus manusia yang penularannya melalui tanah. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui prevalensi kecacingan Soil Transmitted Helminthiasis yang terjadi pada murid di SDN Tanah Harapan, untuk mengetahui jenis telur cacing apa saja yang menginfeksi murid di SDN Tanah Harapan, dan untuk membuat sumber pembelajaran dalam bentuk penuntun praktikum. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitik dan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian ini adalah seluruh murid SDN Tanah Harapan. Pengumpulan data diperoleh berdasarkan hasil pemeriksaan tinja dengan menggunakan metode Kato Katz. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi kecacingan Soil Transmitted Helminthiasis yang terjadi pada murid di SDN Tanah Harapan adalah 3,6%.  Jenis telur cacing yang menginfeksi murid SDN Tanah Harapan adalah telur Ascaris lumbricoide. Hasil Penelitian di desain menjadi penuntun praktikum setelah divalidasi dianggap layak digunakan sebagai sumber pembelajaran dan hasil uji validasi oleh tim media pembelajaran serta uji coba mahasiswa dengan persentase kelayakan sebesar 80%.
Analisis Kualitas Kimia dan Organoleptik Madu Lebah Tetragonula laeviceps serta Pemanfaatannya Sebagai Media Pembelajaran Nurwahda, Nurwahda; Ramadhan, Achmad; Budiarsa, I Made; Dhafir, Fatmah; Sutrisnawati, Sutrisnawati; Zainal, Syech
Journal of Biology Science and Education Vol. 12 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jbse.v12i2.4152

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kualitas fisik organoleptik dan kimia madu lebah Tetragonula laeviceps serta pemanfaatannya sebagai media pembelajaran. Desain penelitian yang dilakukan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Pada uji organoleptik antara lain rasa, warna, aroma dan kekentalan memakai metode kualitatif, sementara uji kimia antara lain kadar air, kadar glukosa, pH dan protein menggunakan metode kuantitatif. Analisis data dilakukan dengan cara menghitung persentase dari masing-masing kandungan. Penentuan kualitas fisik madu lebah melalui penilaian organoleptik dengan metode uji Rating. Data kualitas fisik (organoleptik) dianalisis dengan uji rata-rata, standar deviasi, kemudian dibahas dengan diskriptif. Pengambilan sampel dilaksanakan di Desa Lero, Kecamatan Sindue, Kab Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah. Uji kualitas kimia madu lebah Tetragonula laeviceps dilaksanakan di Laboratorium Kimia FMIPA Universitas Tadulako dan uji organoleptik madu lebah Tetragonula laeviceps dilaksanakan di Program Studi Biologi FKIP Universitas Tadulako. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas kimia madu lebah Tetragonula laeviceps yang terdiri dari kadar air, kadar protein, kadar glukosa dan kadar pH berturut-turut yaitu 34,31%, 3,23%, 77,36% dan 3,47. Sedangkan kualitas fisik melalui uji organoleptik yang terdiri dari warna, rasa, aroma, kekentalan didapatkan hasil rata-rata berturut-turut yaitu 3,77 (orange), 4,14 (asam), 2,82 (agak suka) dan 2,82 (agak kental). Hasil dari penelitian ini layak digunakan sebagai media pembelajaran dalam bentuk poster dilihat dari hasil persentase 3 dosen validasi dan 25 mahasiswa yaitu 74,10% yang berarti layak digunakan sebagai sumber pembelajaran
Pengaruh Ekstrak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) Terhadap Kadar Glukosa Darah Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus L.) Yang Diinduksi Aloksan Faradila, Ratna; Ramadhan, Achmad; Sutrisnawati, Sutrisnawati; Isnainar, Isnainar; Dhafir, Fatmah; Budiarsa, I Made
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 13, No 3 (2025): September
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v13i3.16643

Abstract

This study aims to determine the effect of rosella flower extract on reducing blood glucose levels in alloxan-induced white rats. The research method used is an experiment conducted in the laboratory with a complete randomized design (RAL) pattern. The number of samples used was 24 white rats consisting of 6 treatment groups and 4 replicates. Normal control group (Kn) is a group that is only given food and drink, negative control group      (K-) is a group given alloxan induction, positive control group (K+) is a group given alloxan induction and metformin synthesized drug, treatment groups I, II, and III are groups given alloxan induction and rosella flower extract at a dose of 50 mg/kg BB, 100 mg/kg BB and 150 mg/kg BB. The data obtained were analyzed by ANOVA statistical test. The results showed that rosella flower extract had an effect on reducing blood glucose levels in white rats induced by alloxan. The most effective dose in reducing blood glucose levels in white rats is a dose of 150 mg/kg.
Keanekaragaman Jenis Serangga di Berbagai Lahan Pertanian Kecamatan Basidondo Putri, Adelia; Dhafir, Fatmah; Zainal, Syech; Sabran, Moh.; Agni, Raya; Sutrisnawati, Sutrisnawati
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 13, No 3 (2025): September
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v13i3.16708

Abstract

This research aims to describe the level of diversity of insect species in various agricultural lands in Basidondo District, Tolitoli Regency, Central Sulawesi. The research was conducted in January-March 2025 using descriptive methods and quantitative approaches that aim to make a description or descriptive of a situation objectively using numbers. Insect sampling techniques were carried out with four types, namely pitfall trap, light trap, sweeping net, and hand collection. The insects obtained were then identified according to the taxonomic order with the help of insect determination key book, and analyzed using Shannon-Wiener diversity index (H'). The results showed that there were 24 types of insect families that were successfully identified. The value of the diversity index (H') was 3.13, which was classified as high diversity. These results indicate that agricultural land in Basidondo District has environmental conditions that support the diversity of insect communities, which can contribute to the stability of agricultural ecosystems. High diversity indicates a balance between insect pests and natural enemies, as well as the role of insects as pollinators and decomposers.
DEVELOPING E-MODULE ON IDENTIFICATION OF THE Schistosoma japonicum EGG’S IN HUMAN FECES, NORTH LORE DISTRICT, CENTRAL SULAWESI uunnadianti; Sutrisnawati, Sutrisnawati; Ramadhan, Achmad
BIOMA : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 13 No. 2 (2024): October 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi, FPMIPATI, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v13i2.1121

Abstract

The integration of digital technology into education is rapidly expanding. However, the use of technology in learning is often uneven. Limited literature on Schistosomiasis among students contributes to a lack of understanding about this disease. This study aimed to develop a valid, practical, and effective e-module for identifying Schistosoma japonicum worm eggs in human feces in North Lore District, Central Sulawesi. The ADDIE model was employed for the e-module's development, which included stages of needs analysis, design, development, and evaluation. The media and material validity test yielded highly valid results. The e-module's practicality was assessed as highly practical for use in teaching. The effectiveness of the media was determined to be highly effective, with an n-gain test score of 0.76, indicating a high level of learning. Based on these findings, the e-module is deemed valid, practical, and effective for use in biology education. This study is anticipated to be a reference for future researchers developing similar products in other biology subjects.
Kombinasi Ekstrak Daging Pala dan Daun Alpukat Terhadap Penurunan Kadar Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase Darah Tikus Putih Yang diinduksi Aloksan Mulianti, Andi; Sutrisnawati, Sutrisnawati; Ramadhan, Achmad
Journal of Biology Science and Education Vol. 13 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jbse.v13i1.5063

Abstract

Daging pala dan daun alpukat mengandung senyawa kimia sebagai antioksidan. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan pengaruh pemberian ekstrak daging pala dengan daun alpukat terhadap kadar SGOT tikus putih yang diinduksi aloksan. Metode penelitian ini adalah eksperimen labolatorium dengan pola rancangan acak lengkap (RAL). Sampel yang digunakan sebanyak 24 ekor tikus putih. Tikus putih dibagi menjadi 6 kelompok yang terdiri dari K0 (Normal) yang tidak di beri perlakuan, K (-) yang diinduksi aloksan kemudian kelompok P1, P2, P3, P4 yang diinduksi aloksan dan diberikan kombinasi ekstrak daging pala dengan daun alpukat konsentrasi 25%,50%,75% dan 100%. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA, diolah dengan program SPSS-23. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pemberian kombinasi ekstrak daging pala dengan daun alpukat berpengaruh terhadap kadar SGOT pada (P2) dengan konsentrasi efektif 50%.