Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal Sutramas

Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Masterplan Penataan Kawasan Kuliner Kampoeng Kepiting di Kelurahan Tuban, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali I Wayan Wirya Sastrawan; I Gede Surya Darmawan; Dewa Ayu Nyoman Sriastuti
Jurnal Sutramas Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Sutramas
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1696.673 KB)

Abstract

Bali adalah medan magnet pariwisata dunia dengan berjuta potensi alam dan budaya masyarakat setempat, tak terkecuali keindahan pesisir dan hutan bakaunya. Potensi inilah yang dimanfaatkan Kelompok Nelayan Wanasari di Desa Adat Tuban, Badung yang mendirikan kawasan kuliner “Kampoeng Kepiting” (KK) dengan konsep ekowisata yang mengandalkan keindahan alam pesisir dan hutan mangrove dengan tetap mempertahankan unsur konservasi. Semenjak didirikan tahun 2013 hingga awal tahun 2020, jumlah kunjungan wisatawan ke KK cenderung meningkat. Namun, semenjak adanya pandemi covid 19 Maret 2020, pariwisata Bali terpuruk dengan tidak adanya wisatawan lokal dan asing mendatangi obyek-obyek wisata di Bali termasuk ke kawasan KK. Hasil penelusuran di lapangan didapatkan beberapa permasalahan yaitu : hampir seluruh bangunan, jalan setapak, dan keramba kepiting rusak tanpa terawat, wisata masih sebatas kuliner, masih banyak yang dapat dikembangkan dari sisi paket-paket wisata lainnya dengan pemanfaatan potensi alam, belum tertatanya sirkulasi KK dengan areal keramba kepiting, tempat memancing, dermaga nelayan, dan area melasti. Berdasarkan permasalahan ini, solusi yang ditawarkan Tim PKM antara lain : masterplan penataan KK dengan pendekatan arsitektur ekologis, penataan parkir kendaraan, sirkulasi nelayan, sirkulasi ke pura dan areal melasti, dan sirkulasi ke permukiman penduduk, desain spot-spot menarik dengan dengan material ramah lingkungan dan ekonomis dengan memanfaatkan view keluar dan kedalam site. Keseluruhan dokumen ini dapat dijadikan landasan mitra dalam pengajuan bantuan pembangunan dalam bentuk CSR kepada Pemerintah Kabupaten Badung, Provinsi, dan Nasional.
Adaptasi Pelaksanaan Upacara Ngaben Di Br. Tegal Kauh, Desa Pekraman Pohgading, Denpasar Utara A. A. Sagung Dewi Rahadiani; Dewa Ayu Nyoman Sriastuti
Jurnal Sutramas Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ngaben adalah upacara (Pitra Yadnya) yang ditujukan untuk roh leluhur. Ngaben pada intinya adalah untuk mengembalikan roh leluhur (orang yang sudah meninggal) ke tempat asalnya. Upacara ngaben adalah upacara untuk mensucikan roh leluhur orang yang sudah meninggal. Upacara ngaben berkaitan erat dengan konteks sosial dan budaya, karena dalam pelaksanaannya dibutuhkan seluruh anggota keluarga, warga desa atau anggota banjar pakraman (organisasi) yang mengayomi kegiatan adat istiadat di Bali, untuk saling berpartisipasi dan bergotong royong menyelesaikan ritual tersebut. Sejak kasus pertama covid-19 terkonfirmasi di Indonesia pada Maret 2020, Pemerintah mengharuskan pembatasan kegiatan-kegiatan di masyarakat, termasuk kegiatan yang berkaitan dengan Kebudayaan Bali. Penyesuaian terhadap kegiatan- kegiatan adat Bali yang ditunda atau bahkan tidak dilaksanakan di tengah pandemi, sehingga muncul potensi pergeseran karakter budaya Bali dari yang semula mengedepankan aspek komunal menjadi cenderung individualis. Hal inilah yang mendasari dibuatnya beberapa penyesuaian dalam upacara Ngaben yang dilaksanakan di Br. Tegal Kauh, Desa Pekraman Pohgading, Desa Ubung Kaja, Kecamatan Denpasar Utara. Pelaksanaan upacara ngaben tetap dilaksanakan secara konvensional (tidak di krematorium) tetapi diatur agar tidak terjadi kerumunan yang dapat menjadi kluster penyebaran covid-19. Penerapan protokol kesehatan secara ketat juga diterapkan. Sebelum pandemi covid-19, pembuatan banten ngaben biasanya dilakukan dalam waktu bersamaan, melibatkan seluruh anggota PKK. Namun sejak diberlakukan pembatasan kegiatan agar tidak menimbulkan klaster penyebaran Covid-19 baru, maka pembuatan banten ngaben di Br. Tegal Kauh diatur sedemikian rupa. Pembuatan banten dilakukan secaran terpisah, disesuaikan dengan urutan upacara.
Inventarisasi Dan Dokumentasi Pura Dalem Singasari, Desa Pekraman Pohgading A. A. Sagung Dewi Rahadiani; Dewa Ayu Nyoman Sriastuti
Jurnal Sutramas Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kehidupan beragama di Pulau Bali khususnya agama Hindu, tidak pernah lepas dari kegiatan upacara yadnya. Upacara yadnya merupakan upacara persembahan atau korban suci, baik kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, kepada para resi, kepada leluhur, kepada sesama manusia, maupun kepada para bhuta kala. Pelaksanaan upacara yadnya ini menggunakan sarana bebantenan. Banten upakara merupakan bentuk sesajen yang bertujuan untuk menciptakan keharmonisan antar manusia sebagai pemberi sesaji kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Bebantenan yang digunakan biasanya disesuaikan dengan adat di daerah tersebut atau sesuai dengan desa kala patra. Pembuatan banten, biasanya dipimpin oleh seorang serati. Permasalahan timbul apabila banten ataupun adat yang biasa digunakan tidak tercatat dalam sebuah buku, namun diturunkan secara lisan saja. Sehingga banyak terdapat kelemahannya, terutama banyak hal yang bisa tidak tersampaikan karena keterbatasan daya ingat manusia. Disamping itu, karena tidak adanya pencatatan maka akan menyulitkan di dalam perencanaan anggaran biayanya. Anggaran adalah jenis rencana yang menggambarkan rangkaian tindakan atau kegiatan yang dinyatakan dalam bentuk angka-angka rupiah untuk suatu jangka waktu tertentu. Melalui kegiatan pengabdian pada masyarakat ini, diharapkan masyarakat dapat membuat buku pedoman upakara upacara yadnya sehingga diharapkan agar generasi penerus memiliki panduan dalam pelaksanaan upacara yadnya dan dapat mempermudah masyarakat dalam pelaksanaan pembuatan upakara dalam upacara yadnya.
Pendampingan Penyusunan Penataan Fasilitas Penunjang di Kawasan Pura Sad Kahyangan Luhur Andakasa, Karangasem, Bali I Gede Surya Darmawan; I Kadek Windy Candrayana; Dewa Ayu Nyoman Sriastuti
Jurnal Sutramas Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pura Andakasa merupakan salah satu Pura Sad Kahyangan yang diyakini sebagai tempat pemujaan Dewa Brahma yang sangat disucikan dan dipuja oleh seluruh masyarakat Bali. Namun keberadaan Pura Andakasa sebagai Pura Kahyangan Jagat, belum didukung dengan fasilitas penunjangnya yang terkesan belum tertata dengan baik. Tahun 2021, Fakultas Teknik dan Perencanaan Universitas Warmadewa telah melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat dan melaksanakan Kerjasama Operasional dengan pihak Mitra yaitu Pengemon Pura Andakasa dan telah menghasilkan Masterplan Penataan Kawasan yang menghasilkan Block Plan. Selanjutnya, beberapa kelompok Dosen melanjutkan pada tahap pendetailan yang pada PkM ini, Tim PkM mencoba menyelesaikan permasalahan keteknikan di kawasan utama yaitu di Pura Luhur Andakasa. Adapun beberapa permalahan yang yang berfokus kepada penataan fasilitas penunjang di kawasan Pura Andakasa antara lain : penataan kawasan yang terkesan sporadis dikarenakan belum ada layout plan di kawasan utama, keterbatasan lahan parkir serta penataan parkir mobil dan motor yang terkesan sporadic, peletakan dan penataan fasilitas penunjang seperti warung yang sporadis dan tercampur dalam prosesi keagamaan, berbaurnya sirkulasi kendaraan dan manusia di wilayah yang seharusnya hanya bisa diakses oleh sirkulasi pemedek/ manusia, belum adanya ruang tunggu pemedek pura sekaligus penunjang aktivitas pura, belum adanya penanda yang menjadi landmark kawasan sekaligus penataan lingkungan kawasan yang menunjang keberadaan Pura Andakasa sebagai salah satu Pura Sad Kahyangan Jagat, serta geometric dan kemiringan jalan yang terjal sehingga menyulitkan pemedek untuk mengakses Pura dengan kendaraan mobil pribadi. Berdasarkan permasalahan ini, solusi yang ditawarkan Tim PkM antara lain : pembuatan rancangan penataan fasilitas penunjang Pura Andakasa dalam wujud Layout Plan, perancangan Detail Engineering Drawing (DED) Parkir, Warung, Wantilan, Bale Pewaregan dan Toilet, serta perencanaan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan skenario tahapan pelaksanaan pembangunan berdasarkan skala prioritas berdasarkan perkiraan dana yang didapatkan.
Masterplan Penataan Jalan Usaha Tani Pada Subak Cemagi Anyar Sebagai Penunjang Pariwisata Desa Munggu Dewa Ayu Nyoman Sriastuti; A.A Sg. Dewi Rahadiani; Lilik Antarini
Jurnal Sutramas Vol. 4 No. 01 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Badung merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Bali, yang sebagian besar pendapatan daerahnya bersumber dari sektor pariwisata. Pengembangan potensi sumber daya sebagai daya tarik wisata di Badung salah satunya adalah pengembangan pariwisata pedesaan dengan konsep pariwisata milik masyarakat dan pemberdayaan masyarakat lokal. Pemerintah Kabupaten Badung mendorong program pariwisata berbasis masyarakat dan pedesaan dengan membentuk Desa Wisata yang bertujuan untuk memanfaatkan fungsi lingkungan guna kepentingan wisata budaya, wisata agro, wisata tirta, wisata spiritual, wisata olahraga, peningkatan dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan seperti tertuang dalam Peraturan Bupati Badung No 22 Tahun 2021, Kabupaten Badung memiliki 11 Desa Wisata dimana salah satunya adalah Desa Munggu, Kecamatan Mengwi. Topografi wilayah Desa Munggu berpotensi untuk dikembangkan menjadi daerah tujuan wisata dengan potensi alamnya, seperti pantai yang bercirikan berpasir hitam, sungai yang dibatasi dengan tebing dan pepohonan hutan yang masih asri dan persawahan yang masih sangat hijau. Salah satu potensi desa wisata yang akan dikembangkan dan menjadi salah satu program prioritas desa adalah kawasan Subak Cemagi Anyar. Adapun beberapa alternatif dalam penataan fasilitas penunjang di kawasan ini antara lain pembuatan rancangan penataan fasilitas penunjang wisata olahraga berupa Layout Plan, perancangan Detail Engineering Drawing (DED) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang dapat dijadikan landasan mitra dalam pengajuan bantuan pembangunan kepada Pemerintah Kabupaten Badung maupun Provinsi.