Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Dalam Pembentukan Karakter Melalui Kemitraan Orang Tua Dan Guru Khuroisin Nuriyah; Imron Arifin; Yudithia Dian Putra
JURNAL INDRIA (Jurnal Ilmiah Pendidikan Prasekolah dan Sekolah Awal) Vol 11 No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jin.v11i1.13238

Abstract

This research is motivated by the importance of character development from an early age and the need for synergy between home and school to support positive behavioral habits in children. This study aims to describe and analyze the implementation of the 7 Habits of Great Indonesian Children through a partnership between parents and teachers at RA Miftahul Huda Sukorejo–Pasuruan. A qualitative case study approach was used, involving the principal, teachers, and parents of students as research subjects. Data were obtained through observation, in-depth interviews, and documentation. They were then analyzed using the Miles and Huberman interactive model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Data validity was maintained through triangulation of sources and techniques to ensure data trustworthiness. The results indicate that the partnership between parents and teachers was fostered through the Daily Contact Book, WhatsApp Group, and Parenting Class, resulting in effective two-way communication. This creates a strong mesosystem between home and school, enabling the 7 Habits to be implemented harmoniously in both environments. Research findings demonstrate positive impacts in the form of improved moral behavior, social character, learning motivation, and emotional and spiritual development in children, coupled with integrated home and school habits. Therefore, early childhood character development will be optimal if home and school work synergistically, consistently, and mutually reinforcingly within an integrated educational ecosystem.
PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK & SOSIAL PENGAJAR RELAWAN SAVE STREET CHILD MALANG (SSCM) MELALUI INQUIRY TRAINING DALAM PENANGANAN ANAK PUTUS SEKOLAH Evania Yafie; Yudithia Dian Putra; Wuri Astuti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.39955

Abstract

Rendahnya kompetensi relawan SSCM dalam menangani anak putus sekolah merupakan masalah yang perlu ditangani. Masalah ini disebabkan oleh kurangnya pelatihan, pengalaman, dan pemahaman relawan tentang anak putus sekolah, serta terbatasnya dukungan dan akses ke jaringan profesional. Kurangnya dukungan dana dan sumber daya yang memadai untuk pelatihan, adanya hambatan dalam kolaborasi antara SSCM dengan lembaga dan organisasi terkait, serta minimnya pengakuan dari masyarakat dan pemangku kepentingan mengenai peran penting relawan SSCM. Kurangnya informasi yang memadai mengenai kebutuhan anak putus sekolah di wilayah kerja SSCM menyulitkan perencanaan program. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi guru relawan SSCM dalam menangani anak putus sekolah. Meningkatkan kompetensi guru dan menyediakan materi pembelajaran yang diperlukan bagi guru relawan SSCM. Solusi yang ditawarkan antara lain melalui pelatihan dan pendidikan secara berkala, pendampingan dan pembimbingan oleh tenaga ahli, serta penyediaan berbagai sumber daya pendukung. Penelitian ini menggunakan metode pra-eksperimental dengan desain one-group pretest-post test design untuk mengukur peningkatan kompetensi relawan SSCM di Kelurahan Blimbing, Malang, setelah pelatihan. Sampel diambil dengan menggunakan total sampling, dan pelatihan terdiri dari empat sesi utama. Pendampingan dilakukan selama empat bulan dengan evaluasi melalui pre-test, post-test, observasi, dan wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan uji-t berpasangan, N-gain, dan ANOVA untuk menilai efektivitas program. Program pendampingan kompetensi guru sukarelawan SSCM berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta, terutama dalam mengenali kebutuhan anak putus sekolah dan simulasi mengajar, meskipun peningkatan pada materi lain lebih kecil. Secara keseluruhan, program ini efektif dalam memperkuat kompetensi guru sukarelawan.