Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Dalam Pembentukan Karakter Melalui Kemitraan Orang Tua Dan Guru Khuroisin Nuriyah; Imron Arifin; Yudithia Dian Putra
JURNAL INDRIA (Jurnal Ilmiah Pendidikan Prasekolah dan Sekolah Awal) Vol 11 No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jin.v11i1.13238

Abstract

This research is motivated by the importance of character development from an early age and the need for synergy between home and school to support positive behavioral habits in children. This study aims to describe and analyze the implementation of the 7 Habits of Great Indonesian Children through a partnership between parents and teachers at RA Miftahul Huda Sukorejo–Pasuruan. A qualitative case study approach was used, involving the principal, teachers, and parents of students as research subjects. Data were obtained through observation, in-depth interviews, and documentation. They were then analyzed using the Miles and Huberman interactive model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Data validity was maintained through triangulation of sources and techniques to ensure data trustworthiness. The results indicate that the partnership between parents and teachers was fostered through the Daily Contact Book, WhatsApp Group, and Parenting Class, resulting in effective two-way communication. This creates a strong mesosystem between home and school, enabling the 7 Habits to be implemented harmoniously in both environments. Research findings demonstrate positive impacts in the form of improved moral behavior, social character, learning motivation, and emotional and spiritual development in children, coupled with integrated home and school habits. Therefore, early childhood character development will be optimal if home and school work synergistically, consistently, and mutually reinforcingly within an integrated educational ecosystem.
PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK & SOSIAL PENGAJAR RELAWAN SAVE STREET CHILD MALANG (SSCM) MELALUI INQUIRY TRAINING DALAM PENANGANAN ANAK PUTUS SEKOLAH Evania Yafie; Yudithia Dian Putra; Wuri Astuti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.39955

Abstract

Rendahnya kompetensi relawan SSCM dalam menangani anak putus sekolah merupakan masalah yang perlu ditangani. Masalah ini disebabkan oleh kurangnya pelatihan, pengalaman, dan pemahaman relawan tentang anak putus sekolah, serta terbatasnya dukungan dan akses ke jaringan profesional. Kurangnya dukungan dana dan sumber daya yang memadai untuk pelatihan, adanya hambatan dalam kolaborasi antara SSCM dengan lembaga dan organisasi terkait, serta minimnya pengakuan dari masyarakat dan pemangku kepentingan mengenai peran penting relawan SSCM. Kurangnya informasi yang memadai mengenai kebutuhan anak putus sekolah di wilayah kerja SSCM menyulitkan perencanaan program. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi guru relawan SSCM dalam menangani anak putus sekolah. Meningkatkan kompetensi guru dan menyediakan materi pembelajaran yang diperlukan bagi guru relawan SSCM. Solusi yang ditawarkan antara lain melalui pelatihan dan pendidikan secara berkala, pendampingan dan pembimbingan oleh tenaga ahli, serta penyediaan berbagai sumber daya pendukung. Penelitian ini menggunakan metode pra-eksperimental dengan desain one-group pretest-post test design untuk mengukur peningkatan kompetensi relawan SSCM di Kelurahan Blimbing, Malang, setelah pelatihan. Sampel diambil dengan menggunakan total sampling, dan pelatihan terdiri dari empat sesi utama. Pendampingan dilakukan selama empat bulan dengan evaluasi melalui pre-test, post-test, observasi, dan wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan uji-t berpasangan, N-gain, dan ANOVA untuk menilai efektivitas program. Program pendampingan kompetensi guru sukarelawan SSCM berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta, terutama dalam mengenali kebutuhan anak putus sekolah dan simulasi mengajar, meskipun peningkatan pada materi lain lebih kecil. Secara keseluruhan, program ini efektif dalam memperkuat kompetensi guru sukarelawan.
Pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) Sebagai Media Pembelajaran Interaktif di Sekolah Siti Nadhifah; M. Zainuddin; Eny Nur Aisyah; Evania Yavie; Yudithia Dian Putra
Patria Educational Journal (PEJ) Vol 6 No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 Juni 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pej.v6i2.2684

Abstract

Perkembangan teknologi layar sentuh (touchscreen technology) dalam pendidikan anak usia dini menunjukkan tren yang semakin meningkat secara global. Pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran anak usia dini semakin berkembang pesat, salah satunya melalui penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) sebagai media pembelajaran interaktif. perangkat berbasis sentuhan, seperti tablet dan Interactive Flat Panel (IFP), mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif dibandingkan media konvensional. Anak usia prasekolah dapat memahami konsep dasar, seperti pengukuran dalam pembelajaran STEM melalui penggunaan teknologi interaktif, di mana fitur interaktivitas berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan transfer pengetahuan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis pengaruh penggunaan IFP dalam meningkatkan keaktifan pada anak usia dini. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengkaji artikel ilmiah yang diperoleh dari database ScienceDirect dan Google Scholar yang terbit dalam rentang tahun 2015–2026. Proses seleksi artikel dilakukan melalui tahapan identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan IFP sebagai media pembelajaran interaktif mampu meningkatkan keaktifan anak secara signifikan, yang ditunjukkan melalui peningkatan partisipasi, perhatian, serta keterlibatan anak dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu, IFP juga berkontribusi dalam pengembangan kemampuan kognitif, bahasa, dan sosial melalui pendekatan pembelajaran berbasis bermain (play-based learning) dan penggunaan konten interaktif seperti permainan edukatif dan digital storytelling. Faktor pendukung keberhasilan implementasi IFP meliputi kompetensi guru dalam mengelola media, desain pembelajaran yang menarik, serta integrasi teknologi yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Dengan demikian, IFP dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang efektif dalam menciptakan pengalaman belajar yang aktif, menyenangkan, dan bermakna bagi anak usia dini. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pendidik dan peneliti dalam mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi di pendidikan anak usia dini.
Realized Students Well-Being Through Self-Development Programs: Investigate The Role Of Student Guidance Activities Based On Practical Life Skills Shafira Nurulita Salehuddin; Ahmad Yusuf Sobri; Yudithia Dian Putra
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 9 No. 1 (2026): January-April 2026
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v9i1.1378

Abstract

This research is important because it discusses the integration of practical life skills as a fundamental component for realizing student well-being. The aim is to investigate in depth the role of these skills-based student development activities. This research adopted a qualitative approach with a single case study design at BA Restu 1, with data collected through interviews, observation, and documentation. Data analysis included data condensation, presentation, and verification. The results show that the student development program realizes child well-being through four aspects practical life skills that form the foundation for independence and self-confidence; social skills development that fosters a sense of belonging; integration of character development that transforms moral values into concrete behavior; and interest-based curriculum that increases children's autonomy and intrinsic motivation. The implication of these findings is holistic student development program is a fundamental component, not merely an addition, in creating a learning environment that supports children's holistic development.
Pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) Sebagai Media Pembelajaran Interaktif di Sekolah Siti Nadhifah; M. Zainuddin; Eny Nur Aisyah; Evania Yavie; Yudithia Dian Putra
Patria Educational Journal (PEJ) Vol. 6 No. 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 Juni 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pej.v6i2.2684

Abstract

Perkembangan teknologi layar sentuh (touchscreen technology) dalam pendidikan anak usia dini menunjukkan tren yang semakin meningkat secara global. Pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran anak usia dini semakin berkembang pesat, salah satunya melalui penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) sebagai media pembelajaran interaktif. perangkat berbasis sentuhan, seperti tablet dan Interactive Flat Panel (IFP), mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif dibandingkan media konvensional. Anak usia prasekolah dapat memahami konsep dasar, seperti pengukuran dalam pembelajaran STEM melalui penggunaan teknologi interaktif, di mana fitur interaktivitas berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan transfer pengetahuan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis pengaruh penggunaan IFP dalam meningkatkan keaktifan pada anak usia dini. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengkaji artikel ilmiah yang diperoleh dari database ScienceDirect dan Google Scholar yang terbit dalam rentang tahun 2015–2026. Proses seleksi artikel dilakukan melalui tahapan identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan IFP sebagai media pembelajaran interaktif mampu meningkatkan keaktifan anak secara signifikan, yang ditunjukkan melalui peningkatan partisipasi, perhatian, serta keterlibatan anak dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu, IFP juga berkontribusi dalam pengembangan kemampuan kognitif, bahasa, dan sosial melalui pendekatan pembelajaran berbasis bermain (play-based learning) dan penggunaan konten interaktif seperti permainan edukatif dan digital storytelling. Faktor pendukung keberhasilan implementasi IFP meliputi kompetensi guru dalam mengelola media, desain pembelajaran yang menarik, serta integrasi teknologi yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Dengan demikian, IFP dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang efektif dalam menciptakan pengalaman belajar yang aktif, menyenangkan, dan bermakna bagi anak usia dini. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pendidik dan peneliti dalam mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi di pendidikan anak usia dini.
Implications of Teacher Certification in Realizing Teacher Welfare Shafira Nurulita Salehuddin; Yudithia Dian Putra; Imron Arifin; Eny Nur Aisyah; Pramono Pramono
Education and Sociedad Journal Vol. 2 No. 1 (2024): January - June
Publisher : Al-Qalam Institue

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61987/edsojou.v2i1.643

Abstract

This study aims to analyze the implications of teacher certification policies in realizing teacher welfare. The research uses a qualitative approach. Data was collected through in-depth observation and interviews with certified, non-certified teachers, and school principals, which were then analyzed through the stages of data condensation, data presentation, and verification. The results of the study show that the certification policy has a positive impact on the fulfillment of economic welfare through professional allowances, encouraging teacher professionalism through competency recognition, and improving social welfare through community recognition. However, this study also found that there is an imbalance in access to certification programs, so that policy effectiveness is not optimal. The implication of this study is the need to improve the accessibility and inclusivity of certification programs to ensure that the benefits of the policy are felt equally by all teachers. This result is expected to be the basis for developing more effective and equitable policies in supporting the welfare of teachers.
PENGARUH PERMAINAN HULA HOOP THOUSAND HAND CHAIN TERHADAP PERILAKU KERJASAMA ANAK USIA 5- 6 TAHUN DI TK IT AL-RAHBINI GONDANGLEGI KABUPATEN MALANG Dahlia Ama Amalia; Nur Hidayah; Yudithia Dian Putra
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 10 No 4 (2025): Volume 10 Nomor 4, November 2025
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/briliant.v10i4.2019

Abstract

Cooperation skills are an essential aspect of early childhood social development that need to be optimally stimulated through meaningful and enjoyable learning activities. However, preliminary observations at TK IT Al-Rahbini Gondanglegi, Malang Regency, indicated that the cooperation skills of children aged 5–6 years had not developed optimally, as reflected in low participation in group activities and a tendency to engage in individual play. This study aimed to examine the effect of the thousand hand chain hula hoop game on the cooperative behavior of children aged 5–6 years. This research employed a quantitative approach using a simple experimental research design. The research subjects consisted of 25 children from Group B at TK IT Al-Rahbini Gondanglegi. Data were collected through structured observation of children’s cooperative behaviors, including interaction skills, role sharing, turn-taking, and helping peers. The data were analyzed using descriptive and inferential statistical techniques. The results of the study revealed that the implementation of the thousand hand chain hula hoop game had a positive effect on improving children’s cooperative behavior. Children demonstrated enhanced abilities in communication, cooperation, and completing tasks collaboratively. Therefore, the thousand hand chain hula hoop game can be considered an effective alternative learning activity for fostering cooperative behavior in early childhood education.
Kecerdasan emosi sebagai prediktor kepuasan kerja: Studi pada Guru PAUD di Kota Malang Ine Luna Dianti; Yudithia Dian Putra
Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary Vol. 3 No. 1 (2026): Multidisciplinary Approach
Publisher : Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru PAUD kerap merasakan tingginya beban administratif dan tantangan dalam mengelola perilaku anak di kelas. Hal ini dapat memicu kelelahan emosional yang jika tidak dikelola dengan baik, akan berdampak langsung pada kepuasan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kecerdasan emosional sebagai prediktor kepuasan kerja di kalangan guru PAUD Kota Malang. Penelitian dilakukan menggunakan metode kuantitatif. Data dikumpulkan dari guru TK di Kota Malang (n=350) yang dipilih menggunakan stratified random sampling. Instrumen penelitian yaitu Skala Kepuasan Kerja dan Skala Kecerdasan Emosi. Hasil penelitian menunjukkan korelasi positif antara kecerdasan emosi dan kepuasan kerja (r=0,65, p<0,01). Temuan penelitian ini menguatkan bukti empiris peran kecerdasan emosional sebagai faktor fundamental dalam meningkatkan kepuasan kerja guru PAUD di Kota Malang
Pengembangan Permainan Nana Varna Berbasis Website untuk Meningkatkan Pengenalan Warna Anak Usia 4–5 Tahun Erlita Rosa Oktaviyanti; Yudithia Dian Putra; Rosyi Damayani Twinsari Maningtyas
SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 2 (2025): SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universita San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/sjpp.v3i2.454

Abstract

Kemampuan mengenal warna merupakan bagian penting dari perkembangan kognitif anak usia dini, namun pada praktiknya masih banyak anak usia 4–5 tahun yang mengalami kesulitan dalam membedakan dan menyebutkan warna dasar akibat keterbatasan media pembelajaran yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji efektivitas media permainan edukatif Nana Varna berbasis website dalam meningkatkan kemampuan mengenal warna pada anak usia 4–5 tahun. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE, serta menerapkan pendekatan campuran (kualitatif dan kuantitatif) dalam proses evaluasi produk. Uji coba dilakukan di lembaga pendidikan anak usia dini di Kota Malang dengan melibatkan 30 anak kelompok A sebagai subjek penelitian, serta guru dan orang tua sebagai responden pendukung. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media permainan Nana Varna mampu meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal dan membedakan warna dasar, yang ditunjukkan oleh peningkatan skor setelah penggunaan media dibandingkan sebelum penggunaan. Selain itu, hasil validasi ahli dan tanggapan praktisi pembelajaran menunjukkan bahwa media Nana Varna dinyatakan valid, menarik, dan layak digunakan dalam pembelajaran anak usia dini. Dengan demikian, media permainan Nana Varna berbasis website dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran digital yang inovatif dan efektif dalam mendukung pembelajaran pengenalan warna pada anak usia dini.
Inovasi Pengolahan Sampah untuk Peningkatan Kualitas Lingkungan Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang Yusniawati Yusniawati; Yudithia Dian Putra; Edy Widodo
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v8i22025p112-116

Abstract

Permasalahan penumpukan sampah daun kering di lingkungan Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang menjadi isu penting yang berdampak pada kebersihan, kenyamanan, dan kesehatan warga kampus. Seiring dengan partisipasi Universitas Negeri Malang dalam pemeringkatan UI GreenMetric, pengelolaan sampah menjadi indikator strategis yang harus ditangani secara inovatif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pengelolaan sampah berbasis teknologi tepat guna melalui implementasi mesin pencacah sampah daun kering. Penelitian dilakukan dengan pendekatan terapan pada tingkat kesiapterapan teknologi (TKT) 4, dimulai dari analisis situasi, diskusi kelompok terfokus (FGD), penyusunan proposal, hingga pelaksanaan dan evaluasi penggunaan mesin pencacah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mesin pencacah berperan signifikan dalam mengurangi volume sampah organik dan mendukung proses pengomposan. Dampaknya terlihat pada meningkatnya kebersihan lingkungan dan potensi kontribusi terhadap indikator pengelolaan limbah dan pendidikan pada UI GreenMetric. Meskipun demikian, tantangan masih ditemui dalam hal pelaksanaan rutin, manajemen operasional, dan pemahaman teknis pengguna. Rekomendasi mencakup penguatan program Jum’at Bersih, pembentukan tim pengelola, pelatihan komposting, serta integrasi kegiatan ini dalam kurikulum vokasi. Dengan strategi tersebut, inovasi ini berpeluang menjadi model pengelolaan sampah mandiri yang berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi.