Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Implementasi Water Tepid Sponge dalam Mengatasi Masalah Hipertemia pada Penderita Demam Berdarah Dangue Lela Aini; Lenny Astuti; Dessy Suswitha; Dewi Rury Arinda; Shinta Maharani; Sri Muliasari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i8.6483

Abstract

ABSTRAK Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular infeksi yang memiliki gejala peningkatan suhu tubuh atau hipertermia, apabila kurangnya penangan yang tepat dapat menimbulkan dengue shock syndrome. Salah satu penangan demam dapat berupa pemberian kompres hangat (tepid sponge). Water Tepid Sponge merupakan satu upaya untuk menurunkan suhu (hipertermia) yang menggabungkan teknik kompres blok pada pembuluh darah supervisial dengan teknik seka atau tindakan memandikan dengan tujuan terapeutik. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang implementasi tepid water sponge dalam mengatasi masalah hipertemia pada penderita demam berdarah dengue. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat adalah berbentuk pendidikan kesehatan dengan metode ceramah dan demontrasi. Seluruh (100%) pasien yang berkunjung di Puskesmas Sei Baung Palembang dapat memahami implementasi water tepid sponge dengan baik. Adanya peningkatan pengetahuan yang berkunjung di Puskesmas Sei Baung Palembang tentang implementasi water tepid sponge dalam mengatasi masalah hipertemia pada penderita demam berdarah dangue Kata Kunci: Water Tepid Sponge, Hipertermia, Demam Berdarah Dangue  ABSTRACT Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an infectious infectious disease that has symptoms of increased body temperature or hyperthermia, if the lack of proper handling can cause dengue shock syndrome. One of the fever handlers can be in the form of giving a warm compress (tepid sponge). Tepid Water Sponge is an effort to reduce temperature (hyperthermia) that combines the technique of compressing the block on the superficial blood vessels with the technique of wiping or bathing for therapeutic purposes. water sponge in overcoming the problem of hyperthermia in patients with dengue hemorrhagic fever. The method used in community service activities is in the form of health education with lecture and demonstration methods. All of the patient (100%) who had visited Sei Baung Public Health Center Palembang could understand the implementation of water tepid sponge well. The conclusion is that there is an increase in respondents' knowledge (100%) at the Sei Baung Health Center Palembang about the implementation of water tepid sponges in overcoming the problem of hyperthermia in patients with dengue fever and dengue.  Keywords: Water Tepid Sponge, Hyperthermia, Dengue Hemorrhagic Fever
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN DIET HIPERTENSI PADA LANSIA DI PUSKESMAS ARIODILLAH Dewi Rury Arindari; Rina Puspita
Excellent Midwifery Journal Vol 5, No 1 (2022): EDISI APRIL
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55541/emj.v5i1.201

Abstract

Fenomena kejadian hipertensi yang semakin meningkat berhubungan dengan kurangnya kepatuhan penderita hipertensi salah satunya dalam diet hipertensinya. Perubahan gaya hidup masyarakat secara global membuat konsumsi sayuran segar dan serat berkurang, kemudian konsumsi garam, lemak, gula yang semakin terus meningkat. Tujuan penelitian ini adalah Menganalisis Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Diet Hipertensi Pada Lansia di Puskesmas Ariodillah. Desain penelitian ini adalah Analitik cross sectional. Populasinya semua lansia yang terkena hipertensi di Puskesmas Ariodillah. Tekhnik sampling menggunakan total sampling dengan sampelnya sejumlah 54 orang. Variabel independent dukungan keluarga dan dependent kepatuhan diet hipertensi pada lansia.Instrument penelitian menggunakan lembar kuesioner dan wawancara dengan data editing, coding, scoring, tabulating dan uji statistic menggunakan chi-square. Hasil penelitian sebagian besar (66.7%) responden mendapatkan dukungan keluarga yang baik, sejumlah 37 orang hampir dari setengahnya (68,5%) responden patuh terhadap diet hipertensi. Uji chi-square menunjukkan bahwa nilai signifikansi = 0,004 <(0,05) sehingga H0 ditolak. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan diet hipertensi pada lansia di Puskesmas Ariodillah.Kata kunci: dukungan keluarga, kepatuhan, diet hipertensi
RESPONSE TIME TINDAKAN KEPERAWATAN DENGAN PENANGANAN CEDERA KEPALA DI RUANG INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT PALEMBANG Dessy Suswitha; Tafdhila Tafdhila; Dewi Rury Arindari
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i4.9453

Abstract

 Abstrak: Respon Time Tindakan Keperawatan Dengan Penanganan Cedera Kepala Di Ruang Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Palembang. Respon Time merupakan kecepatan petugas instalasi gawat darurat memberikan pertolongan yang memadai pada penderita/pasien Gawat Darurat, saat pasien tiba di depan pintu rumah sakit sampai mendapatkan pertolongan. Pasien gawat darurat harus diberikan tindakan pertolongan paling lama 5 (lima) menit setelah sampai di gawat darurat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan Respon Time Tindakan Keperawatan dengan Penanganan Cedera Kepala di Ruang Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Palembang. Metode : Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode pendekatan cross sectional. Pemilihan sampel dengan total sampling sebanyak 39 responden. Analisa data menggunakan Uji chi square. Hasil penelitian didapatkan Diketahui distribusi respon time tindakan keperawatan cepat yaitu sebanyak 37 responden ( 94.9%) dan respon time tindakan keperawatan lambat yaitu 2 responden ( 5.1%), Diketahui karakteristik Kategori Cedera kepala Ringan yaitu sebanyak 22 responden (56.4%), Kategori Cedera kepala sedang yaitu 15 responden (38.5%), Kategori Cedera kepala berat yaitu 2 responden (5.1%). Dapat disimpulkan Ada hubungan Respon Time tindakan keperawatan dengan penanganan cedera kepala kategori 1, 2, 3 di Ruang Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Palembang dengan nilai p-value = 0,011. Disarankan bagi peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian lebih lanjut mengenai hubungan respons time dengan tindakan keperawatan pada kasus yang lain seperti kasus trauma dan penyakit lain.Kata kunci : Respon Time, tindakan keperawatan, cedera kepala
PENGARUH PEMBERIAN TERAPI MUROTTAL TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI Nabila Yudistya; Dewi Rury Arindari; Dea Mega Arini
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i7.10123

Abstract

Abstrak: Pengaruh Pemberian Terapi Murottal Terhadap Tekanan Darah Pada Lansia Dengan Hipertensi. Angka kejadian Hipertensi pada lansia selalu meningkat setiap tahunnya. Diperkirakan 46% orang dewasa dengan Hipertensi tidak menyadari dengan kondisi tersebut. Penatalaksanaan Hipertensi pada lansia dapat dilakukan secara farmakologi dan non-farmakologi, salah satu penatalaksanaan non farmakologi Hipertensi yang dapat digunakan sebagai alternatif tindakan adalah terapi komplementer misalnya terapi murottal. Tujuan: Diketahui pengaruh pemberian terapi murottal terhadap tekanan darah pada lansia dengan Hipertensi. Metode penelitian menggunakan One-group pre and post test. Populasi penelitian ini adalah semua lansia dengan Hipertensi yang teregister di Wilayah Kerja Puskesmas Bukit Sangkal Palembang bulan Januari-Maret 2022 yang berjumlah 628 orang dan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan nilai rerata tekanan darah sebelum diberikan terapi murottal adalah sistolik 143,90 mmHg dan diastolik 92,20 mmHg. Nilai rerata tekanan darah sesudah diberikan terapi murottal adalah sistolik 132 mmHg dan diastolik adalah 83 mmHg. Hasil uji statistik diperoleh nilai p value tekanan darah sistolik sebesar 0,005 dan pada tekanan darah diastolik p value sebesar 0,011. Kesimpulan: ada pengaruh pemberian terapi murottal terhadap tekanan darah pada lansia dengan Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Bukit Sangkal Palembang. Saran: diharapkan pihak puskesmas agar dapat meningkatkan pengetahuan  masyarakat mengenai penatalaksanaan hipertensi secara non farmakologi yaitu dengan cara terapi murottal.
PENCEGAHAN DAN PENATALAKSANAAN KEPERAWATAN HIPERTENSI YANG TEPAT BAGI MASYARAKAT PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI RT 17 KELURAHAN PULOKERTO KECAMATAN GANDUS PALEMBANG Dessy Suswitha; Dewi Rury Arindari
E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 3: September 2021
Publisher : LP2M STP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/eamal.v1i3.889

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang mengakibatkan angka kesakitan yang tinggi. Penanganan hipertensi yang tidak tepat akan beresiko terhadap timbulnya komplikasi seperti gagal jantung, infark miokard, stroke maupun Cerebral Vascular Accident (CVA).Tujuan pengabdian ini adalah dapat memberikan Pendidikan Kesehatan kepada masyarakat tentang pencegahan dan penatalaksanaan Hipertensi pada masa Pandemi Covid-19, pembagian masker dan hand sanitizer. Metode yang di gunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah ceramah, demontrasi cara mencuci tangan dengan enam Langkah, dan pemeriksaan tekanan darah secara gratis. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah setelah dilakukan Pendidikan Kesehatan sebagian masyarakat mengetahui pentingnya pencegahan dan penatalaksanaan pengobatan tradisional penyakit hipertensi dan setelah dilakukan evaluasi didapatkan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam memeriksakan kesehatan ke Puskesmas terdekat.
GERAKAN YOGA SEBAGAI INDUKSI ALAMI DALAM PROSES PERSALINAN NORMAL Meta Rosdiana; Dewi Rury Arindari; Nelly Maryam; Anisa Khoiriyah; Helni Anggraini; Era mardia Sari
Ukhuwah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): UKHUWAH : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/ujpkm.v1i2.390

Abstract

Induksi persalinan alami merupakan usaha untuk mempersiapkan persalinan agar lebih lancar dengan cara melakukan olahraga ringan secara rutin menjelang persalinan salah satunya dengan yoga. Induksi ini dibutuhkan untuk mendorong rahim berkontraksi selama kehamilan atau sebelum persalinan. Yoga merupakan kombinasi antara olah tubuh dan peregangan dengan nafas dalam dan meditasi. Yoga yang dilakukan dengan pernafasan dalam dapat meningkatkan aliran oksigen ke otak sehingga dapat mengurangi kecemasan, depresi, gangguan psikologis dan gejala nyeri termasuk nyeri punggung bawah. Pada proses persalinan, area panggul dan sekitar akan menjadi daerah yang perlu diperhatikan. Posisi persalinan dan proses mengejan membutuhkan kekuatan dan kelenturan otot-otot dasar panggul. Tujuan Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu-ibu hamil dan inpartu akan manfaat dalam melakukan gerakan yoga sebagai induksi alami dalam proses persalinan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, tanya jawab dan simulasi dengan menggunakan media cetak leaflet. Kegiatan ini dilaksanakan di PMB Hj. Nani Suryanti, Am.Keb Kota Palembang pada tanggal 09 Oktober 2023 dan diikuti oleh 15 orang peserta penyuluhan. Hasil yang didapatkan dalam kegiatan ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan dan pemahaman ibu tentang manfaat dalam melakukan gerakan yoga sebagai induksi alami dalam proses persalinan. Diharapkan dari kegiatan ini semua ibu hamil dan ibu inpartu dapat melakukan gerakan yoga sebagai induksi alami persalinan normal.
APLIKATIF HEALTH BELIEF MODEL MELALU PROMOSI KESEHATAN PENTINGNYA HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA KELUARGA DENGAN RESIKO TINGGI Dewi Rury Arindari; Dessy Suswitha; Shinta Maharani
Ukhuwah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): UKHUWAH : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/ujpkm.v2i1.425

Abstract

Keluarga merupakan modal utama di masa depan yang perlu dijaga, ditingkatkan dan dilindungi kesehatannya. Setiap anggota keluarga memiliki masa rawan untuk menderita suatu penyakit terutama pada keluarga dengan resiko tinggi yaitu keluarga yang memiliki faktor yang dapat mengancam kesehatan karena keadaan fisik, mental, maupun sosial ekonomisehingga perlu mendapatkan bimbingan dan asuhan keperawatan serta pelayanan kesehatan akibat ketidaktahuan dan ketidakmampuan memelihara kesehatan dan perawatan. Angka kesakitan dan kematian penyakit infeksi dan non infeksi pada keluarga resiko tinggi dapat dicegah dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Upaya promosi tentang PHBS telah dijalankan oleh pemerintah, namun hasilnya belum cukup optimal. Perubahan perilaku individu terjadi seiring dengan perubahan faktor interpersonal berupa persepsi tentang Health Belief Model (HBM) meliputi kerentanan, keparahan, manfaat dan hambatan. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk aplikasi dari hasil penelitian yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat melalui pendekatan teori HBM pada keluarga dengan resiko tinggi. Bentuk kegiatan yang dilakukan adalah pemberdayaan masyarakat melalui promosi kesehatan dengan media leaflet, flipchart dan banner. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan, pemahaman dan perubahan persepsi dari masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sehat. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat khususnya keluarga dengan resiko tinggi dapat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat secara mandiri pada setiap sektor dalam lingkungan masing-masing keluarga.
APLIKASI PEMANFAATAN DAUN KELOR (Moringa Oleifera) UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN PADA PENDERITA HIPERTENSI Dessy suswitha; Dewi Rury Arindari; Sintiya Halisya; Lily Marleni; Mardiah; Zuhana; Adi Saputra
Ukhuwah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): UKHUWAH : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/ujpkm.v2i2.458

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah di atas 140/90 mmHg saat tekanan jantung berkontraksi untuk mempompa darah ke seluruh tubuh. Terjadinya hipertensi disebabkan oleh beberapa faktor yang saling mempengaruhi yaitu Faktor utama yang berperan dalam patofisiologi adalah faktor genetik dan sediktinya tiga faktor lingkungan seperti asupan garam, stres dan obesitas. Salah satu terapi komplementer yang dapat menurunkan tekanan darah adalah tumbuhan kelor. Kegiatan penyuluhan kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat di Di RT 16 Kelurahan 36 Ilir Kecamatan Gandus Palembang. Hasil kegiatan ini menyatakan bahwa adanya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan daun kelor dalam mengatasi perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi dari kategori kurang menjadi baik sejumlah 34 orang. Diharapkan masyarakat dapat menjaga pola makan dan melakukan pemeriksaan kesehatan ke puskesmas terdekat secara rutin.
UPAYA MENURUNKAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK MELALUI PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG STUNTING PADA ANAK DI MASYARAKAT KELURAHAN SUKAJAYA PALEMBANG Shinta Maharani; Dewi Rury Arindari; Lenny Astuti; Lela Aini
Ukhuwah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): UKHUWAH : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/ujpkm.v2i2.462

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama di Indonesia yang angka prevalensinya masih tinggi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya ibu-ibu balita, mengenai stunting dan gizi seimbang di Kelurahan Sukajaya, Palembang. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan dengan pendekatan ceramah, diskusi interaktif, dan evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum penyuluhan, 35% peserta memiliki pengetahuan cukup, dan 65% memiliki pengetahuan kurang. Setelah penyuluhan, terjadi peningkatan signifikan, dengan 70% peserta memiliki pengetahuan baik, dan 30% memiliki pengetahuan cukup. Peningkatan ini didukung oleh metode penyuluhan yang komunikatif dan tingkat pendidikan peserta yang mayoritas lulusan SMA. Kesimpulannya, penyuluhan kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang stunting dan gizi seimbang. Program ini diharapkan dapat berkontribusi dalam pencegahan stunting melalui edukasi yang berkelanjutan dan disertai pemantauan penerapan gizi seimbang di rumah tangga
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG BAHAYA MEROKOK DI RT. 13 KELURAHAN ARIO KEMUNING Dea Mega Arini; Dewi Rury Arindari; Sri Mulia Sari; Shinta Maharani; Lela Aini; Latifah
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 15 No 1 (2025): JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v15i1.471

Abstract

In Indonesia, the number of deaths due to diseases caused by smoking habits reaches 300 thousand per year. Almost 60 percent of deaths in Indonesia are caused by non-communicable diseases (NCDs) caused by smoking such as stroke, hypertension and heart disease, which are now increasing in number. Adolescence is a transition period from childhood to adulthood with various very critical developments. During this period, there will be very rapid physical, psychological, intellectual growth and high curiosity. During this period, adolescents tend to act and do things without considering them first, this of course often leads adolescents to risky behavior ranging from smoking behavior to promiscuity, drugs and so on. Middle adolescents are adolescents aged 15-19 years (Riskesdas, 2018). The government has made various efforts to overcome the incidence of smoking. One of these efforts is Health education is very necessary to upload awareness, provide or increase public knowledge about maintaining and improving health for themselves, their families and the community, the process of health education in achieving goals through changes in adolescent behavior which is influenced by several factors including the material or message delivered, educational aids or demonstration tools used, the methods used and officers or educators who carry out health promotion. The purpose of the researcher is to determine the effect of health education on the level of knowledge of adolescents in RT.13, Ario Kemuning Village, Palembang. This type of research is Quasi-experimental design (pretest - posttest with control group design). Respondents in this study were 68 male adolescents who smoke. Data collection tools using questionnaires. The normality test using Shapiro - Wilk and statistical analysis using the Wilcoxon test showed an effect on respondents' knowledge before and after being given health education with P-value = 0.000 <0.05 which means, H1 is accepted, meaning there is a significant effect on the provision of health education on adolescent knowledge about the dangers of smoking.