Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

TAFSIR TAHLILI SEBAGAI PARADIGMA ANALISIS AL-QUR'AN: TELAAH HISTORIS DAN METODOLOGIS Haeril Haeril; Tasmin Tangngareng; Abdul Ghany
CONTEMPLATE: Jurnal Ilmiah Studi Keislaman Vol 6 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : LP3M Universitas Al-Qur'an Ittifaqiah Indralaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/contemplate.v6i2.2256

Abstract

Penelitian ini mengkaji metode tafsir tahlili yang merupakan salah satu metode penafsiran Al-Qur'an klasik dan paling sering digunakan oleh para mufasir. Fokus utama penelitian ini adalah mengeksplorasi pengertian, sejarah perkembangan, unsur-unsur pembentuk, serta kelebihan dan kekurangan dari metode analitis ini. Metode tahlili melakukan pendekatan komprehensif dengan menguraikan ayat demi ayat sesuai dengan urutan mushaf Utsmani melalui berbagai analisis seperti linguistik, semantik, kontekstual, dan struktural. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun metode ini menawarkan pemahaman yang mendalam, kaya akan hikmah, dan multidimensional, ia juga memiliki keterbatasan berupa kompleksitas waktu, potensi perbedaan pendapat yang membingungkan bagi kaum awam, serta risiko penafsiran yang terlalu literal. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi teoretis dalam pengayaan khazanah ilmu tafsir dan pemahaman Al-Qur'an secara utuh
Isu Keadilan Gender dan Hak-Hak Perempuan: Analisis Tafsir Tahlili QS. Al-Nisa/4:1 (Penciptaan dan Kesetaraan) Andi Nurima; Tasmin Tangngareng; Abdul Ghany
CONTEMPLATE: Jurnal Ilmiah Studi Keislaman Vol 7 No 1 (2026): Contemplate: Jurnal Ilmiah Studi Keislaman
Publisher : LP3M Universitas Al-Qur'an Ittifaqiah Indralaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/contemplate.v7i1.2257

Abstract

Keadilan gender dan pemenuhan hak-hak perempuan dalam bidang sosial, pendidikan, ekonomi, serta politik masih menghadapi tantangan struktural dan budaya patriarkal di Indonesia. Guna meluruskan bias gender yang kerap dilegitimasi oleh penafsiran teks keagamaan lama yang bersifat hierarkis, kajian ini mengkaji QS. al-Nisā’/4:1 dengan pendekatan tafsir kontemporer. Ayat ini menegaskan bahwa seluruh umat manusia, baik laki-laki maupun perempuan, diciptakan dari nafs wāhidah (asal-usul jiwa yang satu). Hasil kajian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis mufradat (khalaqa, nafs wāhidah, dan zawjahā), Al-Qur'an secara substansial menolak superioritas salah satu jenis kelamin dan menempatkan keduanya pada martabat kemanusiaan yang setara. Munasabah ayat ini bertindak sebagai landasan etis kemitraan dan tanggung jawab sosial untuk ayat-ayat berikutnya dalam Surah al-Nisā’ yang mengatur perlindungan hak domestik dan publik. Penafsiran kontemporer dari tokoh seperti Muhammad Abduh, M. Quraish Shihab, dan Buya Hamka merekonstruksi pandangan patriarkis lama dengan menekankan nilai kerja sama timbal balik (ta'āwun) serta pembagian peran yang adil dalam kehidupan modern demi menjaga keberlangsungan tatanan sosial yang inklusif.