Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

SOSIALISASI MANAJEMEN PAKAN ALTERNATIF DAN MANAJEMEN AFKIR AYAM RAS PETELUR DI DESA UABAU KECAMATAN LAENMANEN KABUPATEN MALAKA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Maria Selfiana Pasi; Bernadina Metboki; Muhammad Fahmi Amrullah; Syahrir Wijanarko; Maria Angelina Tuas; Kristiana Irna Sari Naikofi; Magdalena Sunarty Pareira
Jurnal Umum Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Umum Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Cahaya Budaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58290/jupemas.v5i1.651

Abstract

Desa Uabau, Kecamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka merupakan salah satu Desa yang meneriman bantuan dari Kementrian Dinas Sosial RI berupa ayam petelur. Desa ini membentuk kelompok tani yang beranggotakan 5 orang dengan jumlah ternak yang dipelihara sebanyak 300 ekor. Kelompok Tani Desa Uabau telah memelihara ayam petelur bantuan dinas sosial selama 1-2 tahun. Namun dalam seiring berjalannya waktu pemeliharaan ayam petelur banyak kendala yang dihadapi oleh petelur yakni kekurangan pakan, manajemen kandang dan manajemen kesehatan yang kurang baik. Oleh karena dari kami akademisi Universitas bersama rombongan Dinas Sosial RI melakukan sosialisasi untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh kelompok tani Desa Uabau, kecamatan Laenmanen, Kecamatan Malaka. Kegiatan ini telah dilakukan pada bulan April 2024. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode penyuluhan. Hasil dari kegiatan ini adalah sosialisasi membuat pakan alternatif dan perbaikan kandang ayam betelur yang baik dan benar, penggunaan kotoran ayam petelur sebagai pupuk organik bagi tanaman. Disimpulkan kegiatan pengabdian ini memberikan dampak positif bagi kelompok tani Desa Uabau, karena adanya peningkatan pengetahuan tentang alternatif pakan buatan ayam petelur dan pembuatan kandang ayam petelur yang baik dan penggunaan kotoran ayam sebagai pupuk tanaman.
UPAYA PENINGKATAN TERNAK SAPI BALI DENGAN CARA INSEMINASI BUATAN DI UPTD SONIS LALORAN KABUPATEN BELU Maria Selfiana Pasi; Yohanes Pebrian vianney Mambur; Ernanda Sofi; Edmundus Naben
Jurnal Umum Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Umum Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Cahaya Budaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58290/jupemas.v5i1.718

Abstract

Manajemen pemeliharaan yang optimal memainkan peran penting dalam mendukung efisiensi produksi sapi bali, terutama dalam lingkungan peternakan yang terorganisir seperti di Dinas peternakan sonis Laloran. Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini bertujuan untuk menevaluasi sistem manajemen pemeliharaan sapi bali yang diterapkan,  serta dampaknya terhadap performa reproduksi ternak.Manajemen kesehatan, dan pengelolahan ligkungan kandang. Data di kumpulkan melalui observasi lapangan,  wawancara degan peternak,  serta dokumentasi laporan reproduksi dan produktivitas. Hasil Praktek Kerja Lapangan (PKL) menunjukan bahwa pemeliharaan insentif degan pemberian pakan berkualitas tinggi,  pengelolahan kesehatan yang rutin, serta ligkungan kandang  yang bersih dan nyaman secara signifikan menigkatkan efisiensi reproduksi sapi bali. Hal ini tercermin dari penigkatan agka kebuntingan, penurunan interfal kelahira, dan penigkatan kualitas anak sapi yang lahir. Namun,  tantangan seperti ketersediaan pakan hijauan pada musim kemarau dan keterbatasan sumber manusia terlatih masi menjadi hambatan utama.
PELATIHAN PEMBUATAN PAKAN BABI BERBASIS BAHAN LOKAL DI DESA OEKOLO KECAMATAN INSANA UTARA TTU Maria Selfiana Pasi; Veronika Yuneriati Yuneriati Beyleto; Jefrianus Neonnub; Ernanda Sofi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jpmp.v10i2.7494

Abstract

ABSTRAKDesa Oekolo merupakan salah satu desa yang wilayahnya luas dan cukup tersedia sumber daya hijauan lokal sebagai pakan ternak seperti ubi kayu, jagung, dedak padi, daun lamtoro, daun gamal, dan limbah hasil pertanian lainnya sehingga sangat cocok bagi pengembangan ternak. Bahan-bahan ini memiliki potensi sebagai sumber energi, protein, dan serat yang dapat dimanfaatkan untuk menggantikan sebagian pakan komersial. Melalui pengolahan dan formulasi yang tepat, pemanfaatan pakan berbasis bahan lokal tidak hanya mampu mengurangi biaya produksi, tetapi juga meningkatkan kemandirian peternak. Oleh karena itu, diperlukan program pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada pelatihan dan pendampingan pembuatan pakan babi berbasis bahan lokal. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat adalah penyuluhan disertai dengan praktek pembuatan formulasi pakan babi. Dari hasil pengamatan masyarakat desa Oekolo terlihat sangat antusias karena mendapatkan ketrampilan tentang pembuatan pellet untuk pakan ternak babi yang dapat mengurangi biaya pakan.Kata Kunci : Formulasi, Hijauan dan Pakan
Characteristics of Goat Farmers in the Implementation of Good Farming Practices (GFP) in Dryland Areas Veronika Yuneriati Beyleto; Maria Selfiana Pasi; Nila Puspita Sari
ANIMAL PRODUCTION Vol. 28 No. 2 (2026)
Publisher : Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University in associate with the Animal Scientist Society of Indonesia (ISPI) and the Indonesian Association of Nutrition and Feed Science (AINI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jap....352

Abstract

This study aimed to examine the characteristics of goat farmers in the implementation of Good Farming Practices (GFP) in dryland areas. The study was conducted in the Biboki Anleu, North Bikomi, and North Insana sub-districts of North Central Timor Regency, East Nusa Tenggara Province, from June to August 2024. Data were collected from 318 goat farmers with at least two years of farming experience. The study locations were selected through purposive sampling based on accessibility, the highest goat population, and proximity to the border area. The survey method involved direct field interviews and observations of goat husbandry practices. Data were analyzed using descriptive statistics and frequency distributions. The results showed that the average age of the farmers was 47.74 years, and their primary occupation was farming. The majority were male, had completed only elementary school, and had received minimal training or extension services; their average farming experience was 9.69 years. The average herd size was 9.90 goats. However, the adoption of GFP among the farmers was notably low. In conclusion, the study indicated that the characteristics of goat farmers in the study area reflected limited resources and knowledge, which contributed to the inadequate adoption of GFP.
Penerapan Good Farming Practices untuk Meningkatkan Produktifitas Ternak Kambing di Lahan Kering Veronika Yuneriati Beyleto; Maria Selfiana Pasi; Agustina Viktoria Tae; Ernanda Sofi; Yuliana Kolo; Jefrianus Neonnub
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 5 (2026): September 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i5.1198

Abstract

Penerapan Good Farming Practices (GFP) merupakan pedoman beternak kambing yang baik dan benar yang sangat dibutuhan oleh peternak kambing di Desa Humusu Oekolo Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk melatih peternak cara pembuatan silase, pencegahan dan penanggulangan penyakit, serta seleksi bibit kambing Kacang dengan menggunakan metode penyuluhan dan pelatihan berdasarkan hasil riset tahun 2024. Hasil dari kegiatan PKM ini adalah beberapa peternak sudah menerapkan seleksi saat membeli ternak, memanfaatkan hijauan yang ada di pekarang untuk pembuatan silase dan terjadi penurunan jumlah ternak yang sakit. Kesimpulan: dengan adanya kegiatan penyuluhan dan pelatihan, masyarakat semakin trampil dalam membuat silase, menyeleksi bibit kambing dan penanggulangan serta pengobatan penyakit.