Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

STUNTING TODDLER RECOVERY FOOD MAKING TRAINING Chabibah, Nur; Kristiyanti, Rini; Ari Susiatmi, Sandi
Batik-MU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Batik-MU
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v3i1.1446

Abstract

The prevalence of stunting is still high in Indonesia. The involvement of cadres is needed to support the recovery of stunted toddlers, especially in assisting mothers and families in providing additional food for the recovery of stunted toddlers. Community Service aims to increase the knowledge and skills of cadres in preparing and providing recovery food for stunting toddlers. The method used in this community service is a discussion using the brainstorming method with the media of match cards and demonstrations of cooking practices. The six-month activity in three villages, namely Tangkil Tengah , Kedungpatangewu and Rengas Village with 63 participants. The activity went smoothly with the result that there was an increase in cadres' understanding of lactation management where the written evaluation score obtained an average pre-test of 78.00 and an average post-test score of 90.00. The high calorie and protein menu that was cooked in this activity was fish nuggets and brownies milk avocado pudding (alubow). In conclusion, after the community service was carried out, health cadres supported by the village and the Kedungwuni II Health Center are committed to continuing to provide recovery food for stunting toddlers and making recovery food guidebooks for stunting toddlers.
Peningkatan Derajat Kesehatan Bayi Dan Balita Melalui Kegiatan Healthy Kids Dengan Metode HerOSI (Herbal, Oral Massage, Dan MP-ASI) Untuk Meningkatkan Nafsu Makan Narasoma, Angger Jati; Istiqomah, Istiqomah; Fatmawati, Amelia; Az-zahrani, Luluk; Rosana, Marella; Anggraini, Mutiara Puspa; Shofiyana, Miya Shofa; Sari, Retno Novia; Alkarimah, Fatimah; Amalia, Cindy Klaodia; Kristiyanti, Rini; Kartikasari, Dian
Batik-MU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Batikmu
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v5i1.2111

Abstract

Anak Bawah Lima Tahun atau sering disingkat anak balita adalah anak yang telah menginjak usia di atas satu tahun sampai dengan usia 5 tahun atau usia 12–59 bulan. Anak balita merupakan periode masa yang disebut golden age. Masa ini mengalami proses peningkatan yang pesat pada tumbuh kembang anak. Rancangan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah berupa penyuluhan dan demonstrasi menggunakan powerpoint MP-ASI yang dilakukan dengan metode tanya jawab kepada objek sasaran penyuluhan. Pemanfaatan tanaman herbal, pembuatan MP-ASI, dan massagae oral dapat digunakan sebagai alternatif untuk meningkatkan nafsu makan bayi dan balita yang efektif dan aman. Melalui edukasi dan penerapan yang tepat, masyarakat dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari untuk menunjang kesehatan bayi dan balita khususnya dalam hal peningkatan nafsu makan anak. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuaan dan keterampilan ibu serta kader mengenai pemanfaatan tanaman herbal, pembuatan MP-ASI, dan massage oral untuk meningkatkan nafsu makan pada bayi dan balita. Pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemenuhan nutrisi yang tepat pada bayi dan balita. Keikutsertaan kader dapat membantu dan membimbing ibu-ibu yang memiliki bayi dan balita untuk menerapkan edukasi yang telah diberikan, sehingga keterlanjutan program tetap berlangsung.
KARAKTERISTIK IBU NIFAS YANG BERPANTANG MAKANAN Kristiyanti, Rini; Khuzaiyah, Siti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantang makanan bagi ibu nifas dapat menimbulkan masalah kesehatan, sering ibu-ibu yang menyusui anak-anaknya kelihatan pucat, lesu dan kurus. Hal ini merupakan tanda bahwa makanan yang dikonsumsi tidak cukup yang akan membawa pengaruh buruk kepada ibu dan bayinya. Kebiasaan berpantang tidak hanya terhadapan salah satu makanan tetapi juga pola makan, dimana mulai menjelang malam sampai dengan pagi hari ibu nifas tidak diperbolehkan mengkonsumsi makanan. Kebiasaan berpantang makanan tersebut sulit dirubah karena sudah melekat pada diri masyarakat secara turun- temurun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik ibu nifas yang berpantang makanan meliputi usia, pendidikan, pekerjaan dan paritas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik untuk menggambarkan usia, pendidikan, pekerjaan, kesulitas memberikan ASI, jenis kelamin anak, paritas dan alasan berpantang ibu ifas yang berpantang makanan dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling di wilayah Puskesmas Kedungwuni I dan II Kabupaten Pekalongan. Hail penelitian menunjukkan sebagian besar responden dalam rentang usia sehat sebesar 76,5%, lebih dari separuh responden berpendidikan SMP (58,8%), hampir separuh responden 47,1% tidak bekerja, lebih dari separuh multipara (64,7%), lebih dari separuh anak yang dilahirkan berjenis kelamin laki-laki (58,8%), masih ada sebagian kecil yang kesulitan memberikan ASI (29,4%), masih ada sebagian kecil ibu yang tidak yakin terhadap kemampuan ASI memenuhi nutrisi pada 6 bulan pertama (23,5%) dan lebih dari separuh (52,9%) ibu berpantang sudah mengetahui gizi ibu nifas tetapi takut terhadap orangtua. Diharapkan tenaga kesehatan khususnya bidan dapat melakukan pendekatan secara interpesonal kepada ibu dan khususnya keluarga sehingga dapat menghilangkan kebiasaan berpantang makanan selama masa nifas.
Gambaran Pengetahuan tentang Stunting dan Sikap Ibu dalam Mencegah Stunting Kristiyanti, Rini; Khuzaiyah, Siti; Susiatmi, Sandi Ari
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting saat ini menjadi masalah dunia. Angka stunting di dunia pada tahun 2000 sebesar 32,6%. Pada 2017, angka ini turun hingga 22,2% dimana 55% nya berasal dari Asia dan sebanyak 39% tinggal di Afrika. Dari 83,6 juta balita stunting di Asia, proporsi terbanyak berasal dari Asia Selatan sejumlah 58,7% dan proporsi paling sedikit di Asia Tengah sejumlah 0,9%. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran pengetahuan tentang stunting dan sikap ibu dalam mencegah stunting. Penelitin ini merupakan penelitian deskriptif analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dimana mengambil populasi ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kabupaten Pekalongan. Teknik pengambilan sampel dengan simpel random sampling dimana didapatkan sampel sejumlah 50 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap. Uji validitas dan reliabilitas menggunakan spearman rank. Analisis univariate digunakan untuk mendapatkan distribusi persentase data. Hasil penelitian lebih dari separuh (54%) ibu hamil memiliki pengetahuan yang baik tentang stunting dan lebih dari separuh ibu hamil memiliki sikap baik dalam pencegahan stunting (54%). Simpulan penelitian ini lebih dari separuh ibu hamil memiliki pengetahuan yang baik tentang stunting dan sikap yang baik dalam mencegah stunting.
Upaya Peningkatan Kualitas Hidup Lansia Melalui Program Senam Bugar Lansia Paramitha, Intan Azkia; Kristiyanti, Rini; Saputri, Herliyani Dwi; Rejeki, Herni; Novita, Erwin; Putri, Annisa Aulia
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usia lansia merupakan periode kehidupan yang perlu mendapat perhatian, karena periode ini rentan terhadap penyakit degeneratif dan kualitas hidup yang semakin menurun. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah melakukan upaya peningkatan kualitas hidup lansia dengan melaksanakan senam bugar lansia. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat adalah dengan melaksanakan senam lansia melalui gerakan ringan dengan bantuan dari tim pengabdian masyarakat juga menggunakan pengeras suara. Hasil pengabdian masyarakat adalah tersampaikan informasi dan terlaksananya senam kebugaran lansia dalam meningkatkan kualitas hidupnya. Saran bagi lansia adalah agar dapat melaksanakan senam bugar lansia dengan agar kualitas hidup meningkat.
Studi Kasus: Asuhan Kebidanan Pada Ny.N dengan Risiko Usia >35 Tahun dan Presentasi Kaki di Desa Tangkil Tengah Kedungwuni Kabupaten Pekalongan Safinatunnajah, S; Fitriyani, F; Kristiyanti, Rini
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebab kehamilan pada usia > 35 tahun diantaranya adalah ketidaksiapan finansal dalam meniti karir, kurangnya pengetahuan ibu tentang kesehatan rekroduksi dan kegagalan alat kontrasepsi. Kehamilan dengan usia > 35 tahun dapat berisiko terjadinya kelainan letak, hal ini diduga akibat semakin memburuknya fungsi uterus seiring bertambahnya usia ibu yang menyebabkan uterus menjadi lebih tidak elastis untuk pergerakan janin seiring bertambahnya usia kehamilan. Rancangan Artikel ini menggunakan metode studi kasus asuhan kebidanan dengan subjek ibu hamil dengan usia >35 tahun di Desa Tangkil Tengah Kedungwuni Kabupaten Pekalongan yang dilakukan asuhan sejak kehamilan sampai persalinan. Hasil studi kasus ini menunjukkan adanya pengaruh hamil di usia lebih dari 35 tahun pada kejadian kelainan letak. Simpulan dari studi kasus ini adalah usia ibu pada saat hamil dapat berpengaruh terhadap kelainan letak dikarenakan semakin memburuknya fungsi uterus seiring bertambahnya usia ibu dan pelayanan kesehatan diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan pada pasien dan meningkatkan kemampuan dalam melakukan pemeriksaan dan penanganan pasien dalam keadaan fisiologis dan patologis serta meningkatkan pencegahan untuk risiko pada ibu hamil, bersalin dan nifas dengan melakukan pendekatan serta melakukan pendidikan kesehatan secara menyeluruh kepada masyarakat.
ANALISIS ASUPAN ZAT GIZI BATITA BERDASARKAN TINGKAT PENDIDIKAN, STATUS BEKERJA DAN PENGETAHUAN IBU chabibah, Nur; Khanifah, Milatun; Kristiyanti, Rini
JURNAL RISET GIZI Vol. 9 No. 1 (2021): Mei (2021)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v9i1.6372

Abstract

Background: Acute malnutrition could increase mortality and morbidity indirectly in infants and toddlers. The family socio-economic characteristics including the maternal education, nutritional knowledge, and family income, are related to the incidence of stunting.Objective: To determine the relationship between maternal education, working status and knowledge on dietary intake among toddlers under 3 years old.Methods: A correlative analytic study with cross-sectional design. The populations were mothers with toddlers under 3 years old. Sample size were 70 mothers which obtained with the cluster random sampling technique. Data collection were used questionnaire and calculated with 2005 Nutria survey and 14 levels.Results: There were no significant relationship between education level and working status on dietary intake of children under 3 years old (OR: 0,88; áµ–-value: 0,855; CI: 0,136-4,136) and (OR: 1,29 áµ–-value: 0,674; CI: 0.298-4.987). However, there were significant relationship between maternal knowledge and dietary intake of children under 3 years, especially related with energy and protein intake (OR: 2,14 áµ–-value: 0,043; CI: 1,043-17,045). Conclusions: Maternal knowledge level are related to dietary intake among children under 3 years old, relared with energy and protein intake.
Education for Pregnant Women and Cadres as an Effort to Optimize the Achievement of Exclusive Breastfeeding in Stunting Prevention Kristiyanti, Rini; Khanifah, Milatun; Subowo, Edy; Kusuma, Nur Intan
Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Flores Ende

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/abdika.v3i4.3396

Abstract

Exclusive breastfeeding for the first six months of a baby's life is the gold standard in infant and child feeding recommended by WHO and UNICEF. Breast milk contains the complete nutrition that babies need. Only breastfeeding for infants aged 0-6 months is sufficient for all the nutritional needs of infants. This program aimed to increase mothers' understanding of the importance of exclusive breastfeeding, increase mothers' self-efficacy for breastfeeding, and mothers' readiness to face the breastfeeding process. The program is carried out by providing education, demonstrations, and breastfeeding assistance, as well as evaluation monitoring. The activity was attended by nine third-trimester pregnant women and 11 cadres, all of whom were unemployed. Providing education and training about the importance of breastfeeding for reducing can increase knowledge about exclusive breastfeeding. Breastfeeding self-efficacy was also measured and obtained an average score of 34 out of a total score of 56. The variation in breastfeeding self-efficacy was 4,153, with a minimum score of 34 and a maximum of 39. The results of breastfeeding assistance and evaluation showed that mothers can breastfeed well and only give breast milk to the baby. This program is expected to contribute to increasing breastfeeding coverage to reduce stunting in children.
ANALISIS ASUPAN ZAT GIZI BATITA BERDASARKAN TINGKAT PENDIDIKAN, STATUS BEKERJA DAN PENGETAHUAN IBU chabibah, Nur; Khanifah, Milatun; Kristiyanti, Rini
JURNAL RISET GIZI Vol. 9 No. 1 (2021): Mei (2021)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v9i1.6372

Abstract

Background: Acute malnutrition could increase mortality and morbidity indirectly in infants and toddlers. The family socio-economic characteristics including the maternal education, nutritional knowledge, and family income, are related to the incidence of stunting.Objective: To determine the relationship between maternal education, working status and knowledge on dietary intake among toddlers under 3 years old.Methods: A correlative analytic study with cross-sectional design. The populations were mothers with toddlers under 3 years old. Sample size were 70 mothers which obtained with the cluster random sampling technique. Data collection were used questionnaire and calculated with 2005 Nutria survey and 14 levels.Results: There were no significant relationship between education level and working status on dietary intake of children under 3 years old (OR: 0,88; áµ–-value: 0,855; CI: 0,136-4,136) and (OR: 1,29 áµ–-value: 0,674; CI: 0.298-4.987). However, there were significant relationship between maternal knowledge and dietary intake of children under 3 years, especially related with energy and protein intake (OR: 2,14 áµ–-value: 0,043; CI: 1,043-17,045). Conclusions: Maternal knowledge level are related to dietary intake among children under 3 years old, relared with energy and protein intake.
EFEKTIVITAS REVITALISASI KADER DALAM PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN EDUKASI PADA KELAS IBU HAMIL Chabibah, Nur; Kristiyanti, Rini; yani, Fitri
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v12i1.4200

Abstract

Breast milk is one of the needs of newborns that must be met by mothers until the baby is six months old. Exclusive breastfeeding is equivalent to saving 804,000 children from death in 2011. The success of breastfeeding mothers to continue breastfeeding their babies is largely determined by the support from their husbands, families, health workers, the community and the work environment. Breastfeeding support provided by health workers and people around the mother both during pregnancy and after giving birth is very helpful for mothers to breastfeed their children as soon and as long as possible. The objective of this study were to analyze the effectiveness of community heatlh volunteer revitalization for increasing the knowledge and skills providing education in the Prenatal class.This study used a quasi-experimental design with a one group pre-test and post-test design approach. The revitalization was given as a refreshing for community heatlh volunteer  which was carried out in two days with an agenda of one day of material reflection and one day of refreshing educational practices about exclusive breastfeeding, correct breastfeeding techniques, and how to express breast milk. The population of this study were community heatlh volunteer in eight villages in the Kedungwuni II Health Center Work Area, Pekalongan Regency. The sampling technique was using purposive sampling, the research subjects were 39 cadres. Data analysis used paired t-test with 95% CI.There are differences in the knowledge of cadres before being given training and after being given training. The average value of cadres' knowledge about exclusive breastfeeding before being given training was 89.74, increasing to 92 after being given exclusive breastfeeding training for two days. The revitalization of community heatlh volunteer can increase knowledge about lactation management significantly with ρ value: 0.024.and improve the skills of cadres in providing education about lactation management with ρ value: 0.003.