Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

FACTORS ASSOCIATED WITH POST-CESAREAN SECTION WOUND HEALING Masitah, Dewi; Kristiyanti, Rini
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 15, No 1 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v15i1.9781

Abstract

Sectio Caesarea (SC) is a surgical procedure to remove a baby from the mother's uterus. SC wound infection is a complication that can increase morbidity and mortality rates. Several factors influence SC wound healing. The purpose of this study was to determine the factors that influence SC wound healing at Bendan Hospital. This study used descriptive analytic design through cross-sectional approach by using chi-square test and logistic regression test. The population of this study were all postpartum mothers from November 17 - December 20, 2023, with a total sampling technique to obtain a sample of 70 respondents. The results of bivariate analysis showed there was a relationship between age (ρ=0.015), personal hygiene (ρ=0.015), anemia status (ρ=0.023), and fulfillment of nutrition (ρ=0.025). There was no association between BMI (ρ=0.579) and wound care knowledge (ρ=0.634). Multivariate analysis showed nutritional fulfillment had a value of ρ=0.042 and OR: 3,862. So the factor that most influences SC wound healing at Bendan Hospital is the fulfillment of nutrition. It is expected that health workers can provide education about nutrition to support SC wound healing to reduce SC wound infection.
Edukasi Persiapan Laktasi pada Ibu Hamil dan Pendampingan Menyusui Intensif di Desa Kalilembu: Upaya Peningkatan Capaian ASI Eksklusif : Education on Lactation Preparation and Intensive Breastfeeding Assistance as an Effort to Achieve Exclusive Breastfeeding Kusuma, Nur Intan; Budiarto, Eka; Kristiyanti, Rini; Susiatmi, Sandi Ari
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v5i1.1048

Abstract

WHO merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan bayi sebagai standar emas dalam pemberian makanan bayi dan anak. ASI menyediakan nutrisi yang dibutuhkan bayi baru lahir. Pemberian ASI saja telah mampu memenuhi seluruh kebutuhan nutrisi bayi sejak lahir hingga enam bulan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman perempuan mengenai pentingnya pemberian ASI eksklusif, serta meningkatkan efikasi diri menyusui dan kesiapan dalam menghadapi proses menyusui. Program ini dilaksanakan melalui edukasi, demonstrasi, pendampingan menyusui, dan monitoring. Program ini diikuti oleh 11 ibu hamil trimester III, sebagian diantaranya berpendidikan SMA dan seluruhnya merupakan ibu rumah tangga. Pemberian edukasi tentang pentingnya ASI untuk mencapai ASI eksklusif terbukti meningkatkan pengetahuan ibu, yang ditunjukkan oleh peningkatan rerata skor pengetahuan sebesar 2,28 poin, dari 13,36 sebelum edukasi menjadi 15,64 setelah edukasi. Diukur juga efikasi diri menyusui dan diperoleh skor rata-rata 42 dari total skor 56. Efikasi diri menyusui menunjukkan variasi skor sebesar 3,033, dengan skor terendah 38 dan skor tertinggi 48. Hasil pendampingan dan evaluasi menyusui menunjukkan bahwa ibu dapat menyusui dengan baik dan hanya memberikan ASI pada bayinya. Program ini diharapkan dapat berkontribusi dalam peningkatan cakupan ASI eksklusif.