Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

COMMUNITY EMPOWERMENT IN IMPLEMENTING THE PERMATA POMAA STUNTING HANDLING MODEL BASED ON DIGITAL EDUCATION AND GITOK Husna Maulida; Eka Utaminigsih; Ismuhadi; Eka Sutrisna; Fitri Hijri Khana; Muhammad Kahfi Aulia
International Review of Practical Innovation, Technology and Green Energy (IRPITAGE) Vol. 5 No. 3 (2025): November 2025 - February 2026
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/irpitage.v5i3.4861

Abstract

Program Pemberdayaan Masyarakat dalam Implementasi Model Penanganan Stunting Permata Pomaa berbasis Pendidikan Digital dan Pengembangan GITOK (Teknologi Hidroponik Gizi) dilaksanakan di Desa Simpang Lhee, Kecamatan Langsa Barat, dengan mitra sasaran yang terlibat dalam kegiatan ini adalah mitra sasaran kelompok masyarakat Non-Produktif, yaitu kader Posyandu dan mitra sasaran kelompok masyarakat Produktif, yaitu UMKM Awaina. Desa ini tercatat memiliki 341 keluarga berisiko stunting yang disebabkan oleh rendahnya pemahaman masyarakat tentang gizi, kebiasaan memberikan makanan rendah gizi seperti mi instan dan minyak goreng bekas, serta faktor ekonomi yang membatasi akses terhadap makanan sehat. Pola makan anak yang tidak teratur dan kebiasaan membiarkan anak kesulitan makan tanpa solusi telah memperburuk situasi ini, serta lemahnya perekonomian masyarakat di desa tersebut, sehingga Desa Simpang Lhee, Kecamatan Langsa Barat juga termasuk dalam daerah dengan garis kemiskinan ekstrem. UMKM Awaina telah terlibat dalam produksi pasta udang dan ikan asin. Namun, sejauh ini produksi UMKM Awaina masih sangat terbatas dan pemasarannya hanya di wilayah lokal Kota Langsa. Sebagai solusinya, program ini menghadirkan pendekatan teknologi dan pemberdayaan untuk Manajemen Stunting PERMATA POMAA berbasis Pendidikan Digital melalui pengembangan aplikasi pendidikan digital PERMATA POMAA & GITOK. Aplikasi ini memberikan informasi mengenai Menu Makanan Pendamping untuk anak, cara mengatur pola makan, pijat bayi dan pijat Tuina untuk meningkatkan nafsu makan. Selain itu, program ini juga mendorong penggunaan kebun rumah sebagai kebun nutrisi berbasis hidroponik untuk menyediakan bahan makanan sehat yang terjangkau dan mandiri. Pelaksanaan program meliputi tahapan sosialisasi, pelatihan, aplikasi teknologi, pendampingan, dan evaluasi berkala.
COMMUNITY EMPOWERMENT IN IMPLEMENTING THE PERMATA POMAA STUNTING HANDLING MODEL BASED ON DIGITAL EDUCATION AND GITOK Husna Maulida; Eka Utaminigsih; Ismuhadi; Eka Sutrisna; Fitri Hijri Khana; Rizky Mauliza; Muhammad Kahfi Aulia
International Review of Practical Innovation, Technology and Green Energy (IRPITAGE) Vol. 5 No. 3 (2025): November 2025 - February 2026
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/irpitage.v5i3.5003

Abstract

The Community Empowerment Program in the Implementation of the Permata Pomaa Stunting Handling Model based on Digital Education and the Development of GITOK (Hydroponic Technology Nutrition) was carried out in Simpang Lhee Village, West Langsa District, where the target partners involved in this activity were the target partners of the Non-Productive community group, namely Posyandu cadres and the target partners of the Productive community group, namely the Awaina UMKM This village was recorded as having 341 families at risk of stunting caused by the community's low understanding of nutrition, the habit of giving low-nutrition foods such as instant noodles and used cooking oil, and economic factors that limit access to healthy food. Irregular children's eating patterns and the habit of letting children have difficulty eating without solutions have worsened this situation, as well as the weak economy of the community in the village, where Simpang Lhee Village, West Langsa District is also included in the area with the extreme poverty line. Awaina UMKM has been involved in the production of shrimp paste, salted fish. However, so far the production produced by Awaina UMKM is very limited and its marketing is only in the local area of Langsa City. As a solution, this program presents a technological and empowering approach to Stunting Management PERMATA POMAA based on Digital Education through the development of the PERMATA POMAA & GITOK digital education application. This application provides information regarding the Supplementary Food Menu for children, how to regulate diets, baby massage and Tuina massage to increase appetite. In addition, the program also encourages the use of home gardens as hydroponic-based nutritional gardens to provide affordable and independent healthy food ingredients. The program implementation includes stages of socialization, training, technology application, mentoring, and periodic evaluation.
Pengaruh Pijat Bayi Dengan Minyak “Serzai” Dan Minyak Baby Oil Terhadap Kualitas Tidur Bayi 3-12 Bulan Di Tpmb Roslina Geudong Khana, Fitri Hijri; Mursyida, Rika; Nugrahani, Cantika Iva; Yusnidar, Yusnidar
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 18 No. 2 (2025): September
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/nasuwakes.v18i2.332

Abstract

Pada tahap pertumbuhan bayi, menjaga kualitas tidur merupakan hal yang harus diperhatikan mengingat pentingnya proses tidur bagi pertumbuhan dan perkembangan rotaknya. Pijat bayi dengan minyak 2025 merupakan salah satu cara yang menyenangkan untuk membuat kualitas tidur bayi menjadi lebih baik.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pijat bayi dengan minyak 2025 terhadap kualitas tidur bayi usia 3-12 bulan di TPMB Roslina Kecamatan Samudera tahun 2025. Metode penelitian ini adalah Quasy Eksperiement dengan rancangan two grup pre test and post test. Kegiatan penelitian dilakukan pada bulan November sampai Oktober 2025. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 50 bayi usia 3-12 bulan. Teknik sample yang digunakan yaitu purposive sampling dan didapat 30 Responden. Uji statistic menggunakan uji Wilcoxon. Dari hasil statistik menunjukan peningkatan kualitas tidur, pada kelompok intervensi lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol (±4,00>±3,00). Hasil uji statistic menunjukan p= value 0,000 > 0,05 maka, kesimpulannya terdapat Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Kualitas Tidur Bayi Usia 3-12 Bulan Di TPMB Roslina Kecamatan Samudera Tahun 2025. Saran bagi peneliti selanjutnya untuk lebih mendalami dan menambah variable agar lebih variatif.
PEMBERDAYAAN KELUARGA DALAM UPAYA DETEKSI DINI GANGGUAN JIWA DI MASYARAKAT DESA PUSONG BARU KOTA LHOKSEUMAWE Sari, Yunita; Steffi Harkensia, Linur; Pohan, Kamalia; Hijri Khana, Fitri; Hanum, Annisa; Zakna, Kahara
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 11 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i11.4456-4462

Abstract

Gangguan jiwa masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang berdampak luas, tidak hanya pada individu yang mengalaminya, tetapi juga terhadap keluarga dan lingkungan sosial. Gangguan ini dapat memengaruhi proses berpikir, pengendalian emosi, serta perilaku seseorang sehingga menghambat fungsi sosial dan aktivitas sehari-hari. Kurangnya pemahaman masyarakat serta masih adanya stigma sering kali menyebabkan keterlambatan dalam deteksi dan penanganan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas keluarga dalam melakukan deteksi dini gangguan jiwa di Desa Pusong Baru, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan edukatif partisipatif berupa penyuluhan, diskusi interaktif, dan simulasi (role play). Evaluasi dilakukan menggunakan desain pre-test dan post-test dengan kuesioner berisi 10 pertanyaan. Kegiatan dilaksanakan pada 31 Mei 2024 dan diikuti oleh 25 ibu sebagai perwakilan keluarga. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan edukasi. Proporsi peserta dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 60% pada pre-test menjadi 80% pada post-test. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan kesadaran terhadap tanda dan gejala awal gangguan jiwa serta prosedur rujukan ke fasilitas kesehatan. Temuan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan keluarga melalui edukasi terstruktur efektif dalam mendukung upaya deteksi dini gangguan jiwa di tingkat masyarakat.
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN DENGAN SENAM NIFAS UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN IBU PASCA PERSALINAN DAN MENYUSUI Hijri Khana, Fitri; Mursyida, Rika; Stefii Harkensia, Linur; Yusnidar, Yusnidar
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 11 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i11.4463-4470

Abstract

Berbagai keluhan sering dirasakan ibu nifas seperti nyeri perut bagian bawah yang semakin bertambah saat menyusui bayinya, badan pegal, nyeri luka jalan lahir, gangguan pencernaan dan sebagainya. Berbagai upaya untuk memulihkan kembali alat kandungan serta menguatkan otot-otot rahim dan perut pada ibu nifas diantaranya melalui mobilisisai dini dan senam nifas. Serangkaian aktivitas fisik pada senam nifas melalui gerakan tubuh yang dihasilkan oleh kontraksi otot kerangka tubuh yang dapat meningkatkan energi dengan tujuan meningkatkan kebugaran fisik agar ibu nifas mampu melaksanakan tugas sehari-hari dengan semangat. Berdasarkan studi pendahuluan didapatkan rumusan masalah berupa terbatasnya pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan mengenai senam nifas di wilayah puskesmas Nibong Aceh Utara. Dengan demikian diperlukan pemberdayaan masyarakat khususnya kader kesehatan yang bertujuan agar kader mampu menjalankan peran dan tugasnya dalam mendukung program kesehatan ibu dan anak diantaranya melalui pelatihan senam nifas. Metode pengabdian masyarakat yang digunakan adalah dengan pelatihan. Adapun penyampaian materi pengetahuan menggunakan metode ceramah tanya jawab, sedangkan keterampilan senam nifas menggunakan metode demonstrasi dan simulasi. Kegiatan pengabdian dilaksanakan selama 3 bulan dengan jumlah responden 52 kader kesehatan. Pelatihan dalam kegiatan ini memberikan implikasi berupa peningkatan pengetahuan responden hingga sebesar 12, 72 sedangkan keterampilan responden meningkat sebesar 55,1. Kegiatan pengabdian telah memberikan manfaat khususnya bagi responden serta bagi seluruh masyarakat Kecamatan Nibong Kabupaten Aceh Utara secara umum. Kegiatan pengebdian masyarakat ini diharapkan dapat dikembangkan di beberapa desa lainnya di wilayah Puskesmas Nibong maupun lainnya di Kabupaten Nibong.