Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Estimasi Sumberdaya Bauksit Menggunakan Metode Geostatistik di PT. XYZ Kabupaten Mempawah Faza Nugraha; Yunus Ashari; Wahyu Budhi Khorniawan
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v2i2.1141

Abstract

Abstract. PT. XYZ is a mining company that is currently exploring bauxite ore in Mempawah Regency. Therefore, it is necessary to estimate resources to proceed to the production stage. The purpose of the study was to determine the distribution of grades, resource estimation based on Al2O3 grade classification, estimation of washed and unwashed bauxite resources and to classify bauxite resources based on Kriging Efficiency. This research uses Surpac 6.6.2 software with research methodology in the form of literature study, data collection, database, data validation, statistical analysis, model construction, resource estimation using Ordinary Kriging. At this research location, there are 114 test pit with an area of 15.4 ha with a distance between the test pit 50m and bauxite sampling is carried out at 2m intervals. Based on the direct exploration data of the test pit , the resource was calculated with a limit of 35% Al2O3 and a density of 1.8 ton/m3. From the results of the variogram processing, the distribution of homogeneity of Al2O3 tends to the southeast or towards quadrant IV 327.58o. The total tonnage of unwashed bauxite (UBX) is 487,388 tons and the total tonnage for washed bauxite (WBX) is 239,893 tons. Resources at the research site are classified based on Kriging Efficiency. The slag classification is 422,438 tons, indicated 160,875 tons, and measured 748,688 tons. Abstrak. PT. XYZ adalah perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan yang sedang melakukan kegiatan eksplorasi bijih bauksit di Kabupaten Mempawah. Maka dari itu perlu dilakukan estimasi sumberdaya untuk melanjutkan ke tahapan produksi. Tujuan penelitian untuk mengetahui penyebaran kadar, estimasi sumberdaya berdasarkan klasifikasi kadar Al2O3, estimasi sumberdaya bauksit tercuci serta tidak tercuci dan mengklasifikasikan sumberdaya bauksit berdasarkan Kriging Efisiensi. Penelitian ini menggunakan perangkat lunak Surpac 6.6.2 dengan metodologi penelitian berupa studi literatur, pengumpulan data, basis data, validasi data, analisis statistik, konstruksi model, penaksiran sumberdaya menggunakan Ordinary Kriging. Pada lokasi penelitian ini, terdapat 114 titik test pit dengan luasan 15,4 Ha dengan jarak antara titik test pit 50m dan pengambilan contoh bauksit dilakukan dengan interval 2m. Berdasarkan data eksplorasi langsung test pit yang kemudian dilakukan perhitungan sumberdaya dengan batasan kadar 35% Al2O3 dan densitas 1,8 ton/m3. Dari hasil pengolahan variogram, sebaran homogenitas kadar Al2O3 cenderung ke arah tenggara atau ke arah kuadran IV 327,58o. Total tonase unwashed bauxite (UBX) sebesar 487.388 ton dan total tonase washed bauxite (WBX) sebesar 239.893 ton. Sumberdaya pada lokasi penelitian diklasifikasikan berdasarkan Kriging Efisiensi. Klasifikasi teraka sebesar 422.438 ton, tertunjuk 160.875 ton, dan terukur 748.688 ton.
Analisis Geokimia Manifestasi Air Panas di Desa Bojong Koneng Sukabumi Ahmad Razali Hakim; Yunus Ashari; Dono Guntoro
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 3, No. 2, Desember 2023, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v3i2.2798

Abstract

Abstract. This research aims to identify thermal anomalies considered as a geothermal system by examining the chemical characteristics of hot springs in the study area and comparing them with geophysical investigation data. Additionally, data validation will involve comparing chemical analysis data with several geothermal fields. Based on the data processing results, it is concluded that the chemical nature of the hot springs in the study area is characterized by HCO3 major ions, indicating a greater influence of meteoric fluid compared to magmatic fluid. Furthermore, geophysical investigation interpretation, specifically geoelectric, revealed various lithologies, including volcanic breccia, tuff breccia, laharic breccia, and andesite basalt. In this study, the hot water-bearing layer is found in laharic breccia lithology at a depth of 15.3 – 43 meters. Based on these findings, it can be concluded that the study area is not a geothermal system. This conclusion is supported by field data from a geothermal field, where the SiO2 content reaches 660 mg/L, while in the study area, the SiO2 content is less than 36 mg/L. It is suspected that the study area is an outflow zone with a heat source from the active magma of Mount Pangrango. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi thermal anomaly yang diaggap sebagai suatu sistem panas bumi dengan cara mengetahui karakteristik kimia air panas di daerah penelitian yang akan dibandingkan dengan data hasil penyelidikan geofisika, selain itu untuk validasi data akan dilakukan perbandingan data analisis kimia dengan beberapa lapangan panas bumi. Berdasarkan hasil pengolahan data disimpulkan dari data hasil pengujian ionisasi bahwasanya sifat kimia air panas yang terdapat di daerah penelitian merupakan air panas dengan major ion HCO3 yang mana hal tersebut menandakan bahwa daerah tersebut lebih banyak peran dari fluida meteorik dibandingkan dengan fluida magmatik selain itu juga berdasarkan hasil interpretasi penyelidikan geofisika dalam hal ini adalah geolistrik didapat beberapa litologi yaitu breksi vulkanik, tuffa breksi, breksi laharik dan andesit basalt. Pada penelitian ini lapisan pembawa air panas berada pada litologi breksi laharik yang berada pada kedalaman 15,3 – 43 meter dimana berdasarkan kedua hal tersebut bahwa daerah penelitian bukanlah sebuah sistem panas bumi, hal tersebut diperkuat dengan beberapa data dari lapangan panas bumi pada lapangan panas bumi berupa kandungan SiO2 mencapai 660 mg/L sedangkan pada daerah penelitian kandungan SiO2 hanya kurang dari 36 mg/L, hal tersebut diduga bahwasanya daerah penelitian merupakan zona outflow yang memiliki sumber panas dari magma aktif Gunung Pangrango.
Penentuan Zona Alterasi Hidrotermal dari Bijih Emas Tujuh Bukit Naufal Abdan S.; Solihin; Yunus Ashari
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 3, No. 2, Desember 2023, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v3i2.2813

Abstract

Abstract. Indonesia, situated along the copper-gold belt, establishes itself as one of the world's largest gold producers, ranking among the top 10. This is attributed to the magmatic belt formed by the convection currents of magma, pushing tectonic plates to create uplift fault zones. These zones serve as pathways for hydrothermal fluids to reach the Earth's surface, forming alteration zones where chemical reactions occur between hydrothermal solutions and surrounding rocks, resulting in mineralization pathways. Tujuh Bukit, one of the largest gold deposits in Indonesia, is formed from porphyry and intermediate to high-sulfide epithermal ore types. This research employs the Corbet and Leach method to determine alteration zones in samples from the Tujuh Bukit area. The study reveals that differences in alteration zones, such as advanced argilic and argilic, impact gold ore formation. The advanced argilic zone exhibits higher temperatures and lower pH compared to the argilic zone. Samples falling within the advanced argilic zone are characterized by the presence of alunite, a product of silicate alteration by sulfuric acid. Quartz content also influences pH and temperature during the alteration process, while one sample falls into the argilic zone. The research involves the collection of secondary and primary data, including geological maps, weather data, X-Ray Diffraction analysis, and Mineralogical Analysis. Abstrak. Indonesia, sebagai salah satu negara yang terletak pada jalur copper-gold belt, mendudukkan dirinya sebagai salah satu produsen emas terbesar di dunia, masuk dalam 10 besar. Keadaan ini disebabkan oleh jalur magmatis yang terbentuk akibat arus konveksi magma, mendorong lempeng tektonik membentuk zona sesar naik. Zona ini menjadi jalur lemah bagi cairan hidrotermal untuk mencapai permukaan bumi, membentuk zona alterasi tempat terjadinya reaksi kimia antara larutan hidrotermal dan batuan sekitarnya, menghasilkan jalur mineralisasi. Tujuh Bukit, salah satu deposit emas terbesar di Indonesia, terbentuk dari bijih tipe porfiri dan epitermal sulfida menengah hingga tinggi. Penelitian ini menggunakan metode Corbet dan Leach untuk menentukan zona alterasi pada sampel di daerah Tujuh Bukit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan zona alterasi, seperti advanced argilic dan argilic, mempengaruhi pembentukan bijih emas. Zona advanced argilic memiliki temperatur lebih tinggi dan pH lebih rendah dibandingkan zona argilic. Sampel yang termasuk ke dalam zona advanced argilic ditandai dengan keterdapatan alunit hasil perombakan silikat oleh asam sulfat. Kandungan kuarsa juga berpengaruh terhadap pH dan temperatur selama proses alterasi, sementara satu sampel masuk ke zona argilic. Penelitian ini melibatkan pengumpulan data sekunder dan primer, termasuk peta geologi, data cuaca, analisis X-Ray Diffraction, dan Analisis Mineragrafi.
KAJIAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN BATUBARA BERDASARKAN ANALISIS PETROGRAFI ORGANIK PADA FORMASI MUARA ENIM, CEKUNGAN SUMATERA SELATAN Amelia Puspa Monita; Noor Cahyo Dwi Aryanto; Yunus Ashari
Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Vol 17 No 3 (2021): Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Edisi September 2021
Publisher : Balai Besar Pengujian Mineral dan Batubara tekMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30556/jtmb.Vol17.No3.2021.1160

Abstract

Karakteristik batubara merupakan salah satu aspek pertimbangan dalam mengembangkan suatu industri pertambangan batubara. Karakteristik batubara seperti peringkat, kualitas dan tipe dikontrol dan dipengaruhi oleh lingkungan tempat diendapkannya batubara tersebut. Dengan mengetahui lingkungan pengendapan batubara, secara tidak langsung dapat diperkirakan pula karakteristik batubara tersebut. Percontoh batubara yang diuji berasal dari lapisan batubara Formasi Muara Enim Cekungan Sumatera Selatan, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat. Penelitian dilakukan menggunakan metode analisis petrografi organik untuk mengetahui komposisi maseral dan mineral penyusunnya serta metode analisis stratigrafi untuk mengetahui fasies batuan penyusun serta memperkuat pemikiran dalam penentuan lingkungan pengendapan batubara daerah penelitian. Interpretasi lingkungan pengendapan batubara dilakukan berdasarkan hubungan nilai tissue preservation index (TPI) dan gelification index (GI) dan hasil perbandingan model fasies yang didapat dengan model lingkungan pengendapan yang telah ada sebelumnya. Kandungan kelompok maseral huminit mendominasi batubara daerah penelitian (>50%) diikuti dengan kelompok maseral liptinit dan inertinit. Berdasarkan analisis petrografi organik batubara, daerah penelitian memiliki rentang nilai TPI 0,88-1,61 dan GI 6,98-37,33, sehingga menunjukkan bahwa batubara daerah penelitian terendapkan di lingkungan pengendapan transitional lower delta plain dengan sublingkungan pengendapannya berupa telmatic dan limno-telmatic pada rawa gambut wet forest swamp dan fen. Lingkungan ini terpengaruh oleh transgresi air laut. Pengaruh tersebut tidak terlalu signifikan dibuktikan dengan rendahnya kandungan mineral pirit (0,20-1,80%). Berdasarkan posisi stratigrafinya, daerah penelitian terendapkan pada lingkungan rawa. Hal ini diketahui karena adanya kontak atas dan bawah yang memperlihatkan kandungan karbonan berangsur terdiri atas batubara menjadi batulempung karbonan kaya kandungan unsur organik berupa unsur karbon. Kandungan unsur karbon ini diperlihatkan dari warna litologi hitam. Dari kandungan unsur organik tersebut, pembentukan batubara berlangsung dalam kondisi tenang, sehingga ditafsirkan diendapkan pada lingkungan rawa delta.
Rencana Teknis dan Biaya Reklamasi Tambang Pasir Kuarsa di PT. XYZ Raden Muhammad Ridwan Wiradikusumah; Yunus Ashari; Novriadi
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 4, No. 1, Juli 2024, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v4i1.3777

Abstract

Abstract. In marine mining activities can have a negative impact on the marine environment such as disruption of the coral reef ecosystem, marine fauna habitat, and decreased water quality. According to the Decree of the Minister of Energy and Mineral Resources Number 1827 K/30 / MEM / 2018 concerning Guidelines for the Implementation of Good Mining Engineering Rules, mining environmental management is an effort to handle the impact of activities on the environment caused by mining activities. In this study, a reclamation planning study and reclamation cost calculation were carried out at PT XYZ with an area of 8 Ha. Technical planning includes a study of the manufacture and installation of FADs and artificial coral reef transplants, maintenance and monitoring of seawater quality. Based on the calculation, the direct cost of the reclamation plan for the PT XYZ area is Rp 1,716,667,125 with an indirect cost of Rp 552,766,814. Abstrak. Dalam kegiatan penambangan laut dapat memberikan dampak negatif bagi lingkungan laut seperti terganggunya ekosistem terumbu karang, habitat fauna laut, dan penurunan kualitas air. Menurut Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1827 K/30/MEM/2018 Tahun 2018 Tentang Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan yang baik, bahwa pengelolaan lingkungan hidup pertambangan adalah upaya penanganan dampak kegiatan terhadap lingkungan hidup yang ditimbulkan akibat dari kegiatan pertambangan. Pada penelitian ini dilakukan kajian perencanaan reklamasi dan perhitungan biaya reklamasi pada PT XYZ dengan luasan 8 Ha. Perencanaan teknis meliputi kajian pembuatan dan pemasangan rumpon serta transplantasi terumbu karang buatan, pemeliharaan dan pemantauan kualitas air laut. Berdasarkan perhitungan didapatkan biaya langsung rencana reklamasi untuk area PT. XYZ yaitu sebesar Rp 1.716.667.125 dengan biaya tidak langsung sebesar Rp 552.766.814.
Analisis Kinerja Crushing Plant untuk Mencapai Target Produksi Batu Andesit Rafly Aditya Pratama; Solihin; Yunus Ashari
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 4, No. 2, Desember 2024, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v4i2.5030

Abstract

Abstrak. CV JPRO adalah perusahaan yang bergerak di industri pertambangan, khususnya dalam produksi andesit di Kabupaten Subang, Jawa Barat, yang didirikan pada tahun 2010. Perusahaan ini memproduksi andesit dengan berbagai ukuran untuk memenuhi kebutuhan pembangunan, baik lokal maupun di luar daerah, seperti proyek gedung, jalan raya, dan proyek besar seperti jalan tol trans Jawa. Untuk meningkatkan produksinya hingga 10.000 ton per bulan, CV JPRO merancang crushing plant yang terdiri dari empat tahapan pengolahan: pengumpanan dengan vibrating feeder, primary crushing dengan jaw crusher, secondary crushing dengan cone crusher, dan sizing dengan vibrating screen, serta didukung oleh alat seperti hopper dan belt conveyor. Dengan kapasitas 400 ton per jam, crushing plant ini menghasilkan tiga jenis produk akhir, yaitu split 2, split 3, dan abu batu, dengan target produksi harian mencapai 394,76 ton. Abstract. CV JPRO is a company engaged in the mining industry, particularly in the production of andesite in Subang Regency, West Java, which was established in 2010. The company produces andesite of various sizes to meet development needs, both locally and outside the region, such as building projects, highways, and large projects such as the trans Java toll road. To increase its production to 10,000 tons per month, CV JPRO designed a crushing plant consisting of four processing stages: feeding with a vibrating feeder, primary crushing with a jaw crusher, secondary crushing with a cone crusher, and sizing with a vibrating screen, and supported by tools such as hoppers and belt conveyors. With a capacity of 400 tons per hour, this crushing plant produces three types of final products, namely split 2, split 3, and stone ash, with a daily production target of 394.76 tons.
Evaluasi K3 dengan Metode Analytic Hierarchy Process pada PT. Silva Andia Utama Embun Alicia Amoret; Yunus Ashari; Dono Guntoro
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 4, No. 2, Desember 2024, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v4i2.5213

Abstract

Abstrak. Untuk menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) di PT Silva Andia Utama, evaluasi dilakukan menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan prioritas dan mengetahui efektivitas implementasi sistem. Berlokasi di Desa Giriasih, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, evaluasi ini melibatkan dokumentasi, kuesioner, audit SMKP, pembobotan AHP, serta analisis terhadap SOP dan Job Safety Analysis. Hasil evaluasi mengungkapkan adanya 2 risiko menengah dan 6 risiko sangat berbahaya yang memerlukan pengendalian lebih lanjut. Dari survei kepada 45 pekerja melalui 13 pertanyaan, sebagian besar responden menyatakan "setuju" bahwa SMKP diterapkan. Namun, audit SMKP hanya mencapai skor 4%, sementara pembobotan AHP menghasilkan nilai 194,64, dengan kategori predikat "Kurang" (D). Faktor utama kendala penerapan adalah rendahnya kesadaran pekerja terhadap penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan ketidaksesuaian dengan SOP. Untuk perbaikan, direkomendasikan audit berkala untuk memantau dan membandingkan hasil implementasi SMKP dengan standar dalam Kepdirjen Minerba No. 185 Tahun 2019, serta evaluasi ketidaksesuaian dalam kegiatan kerja. Langkah ini penting untuk meningkatkan efektivitas sistem keselamatan kerja dan kesehatan di lingkungan pertambangan. Abstract. The implementation of the Mining Safety Management System (SMKP) at PT Silva Andia Utama in Giriasih Village, Batujajar District, West Bandung, was evaluated using the Analytic Hierarchy Process (AHP). The evaluation aimed to assess the system's effectiveness and identify shortcomings in occupational safety and health practices. Data sources included documentation, questionnaires, SMKP audits, and analyses of Standard Operating Procedures (SOPs) and Job Safety Analysis. The findings revealed 2 medium risks and 6 high risks, necessitating immediate risk control measures. A survey of 45 workers showed that most agreed SMKP was implemented; however, the SMKP audit scored only 4%, and the AHP assessment produced a score of 194.64, categorized as "Less" (D). These results indicated that SMKP implementation was not optimal. Key issues included low worker awareness of Personal Protective Equipment (PPE) usage and non-compliance with SOPs. These gaps underscore the importance of improving training and safety culture within the company. To enhance SMKP implementation, periodic audits should be conducted to monitor progress and compare results over time. Aligning practices with the Directorate General of Mineral and Mineral Resources Regulation No. 185 of 2019 is essential to ensure a safer and more compliant mining operation.
Pengaruh Geometri Dan Penggunaan bahan Peledak Di kuari Batu Andesit Terhadap Jarak Flyrock: Studi Kasus Pada Infrastruktur Kereta Cepat Jalur Jakarta-Bandung Purwakarta Jati Nugroho; Yuliadi; Yunus Ashari
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 4, No. 2, Desember 2024, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v4i2.5278

Abstract

Abstrak. Panghegar berada dekat dengan infrastruktur kereta cepat jalur Jakarta-Bandung dengan jarak sekitar ± 80 m. Infrastruktur dari kereta cepat tersebut merupakan obyek vital nasional yang menyangkut hajat hidup orang banyak, kepentingan negara dan sumber pendapatan negara yang bersifat strategis. Oleh karena itu dari infrastruktur Kereta Cepat Jalur Jakarta-Bandung tersebut harus dijaga kondisinya dari adanya gangguan dari luar termasuk aktivitas penambangan yang berada dekat dengan jalur kereta tersebut. Untuk menjaga kondisi objek vital nasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung, perlu dilakukan kajian akibat dampak negatif peledakan (flyrock). Sehingga dari penelitian ini ditujukan untuk mengetahui jarak lemparan terjauh, geometri yang berpengaruh terhadap lemparan flyrock dan prediksi lemparan flyrock dari peledakan yang dilakukan. Untuk mengetahui hasil tersebut digunakan pendekatan dengan analisis regresi dan korelasi serta menggunakan beberapa prediksi empiris. Dari penelitian ini dapat dilihat bahwa parameter yang paling berpengaruh terhadap jarak lemparan flyrock yaitu powder factor dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,943 dan stemming dengan nilai koefisien korelasi sebesar -0,9. Prediksi empiris yang dapat digunakan pada CV Panghegar yaitu oleh Shakeri, 2022 dengan hasil standar deviasi 5,57 mendekati hasil lemparan aktual flyrock. Dengan demikian dampak negatif kegiatan peledakan (flyrock) tidak berpengaruh atau menganggu infrastruktur jalur kereta cepat.   Abstract. CV Panghegar is located approximately ±80 meters from the Jakarta-Bandung High-Speed Train Line, a vital national infrastructure critical to public welfare, state interests, and revenue. To ensure the safety of this infrastructure from potential impacts of nearby mining activities, particularly blasting, a study was conducted to assess the maximum flyrock throw distance, geometric factors influencing flyrock behavior, and predictive methods for flyrock throws. The study utilized regression and correlation analysis, revealing that powder factor (correlation coefficient 0.943) and stemming (correlation coefficient -0.9) are the most influential parameters affecting flyrock throw distance. Among various empirical models, the Shakeri (2022) method was identified as the most accurate for application in CV Panghegar, with a standard deviation of 5.57 closely matching observed flyrock data. The results confirm that the negative impacts of blasting activities, specifically flyrock, do not pose a threat to or interfere with the Jakarta-Bandung High-Speed Train Line infrastructure, thereby ensuring its safety and operational stability.
Analisis Kestabilan Lereng Menggunakan Metode RMR dan Monitoring Real Time Slope Stability Radar (SSR605-XT) Aji Nur Fadhilah; Indra Karna Wijaksana; Yunus Ashari
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v5i1.6563

Abstract

Abstrak. PT J Resources Bolaang Mongondow merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan emas, di mana pit Mainridge Utara merupakan area penambangan aktif. Lokasi tersebut memiliki permasalahan terkait karakteristik batuan pembentuk lereng, khususnya pada zona alterasi argillic yang mengalami kelongsoran dan mengganggu aktivitas penambangan. Maka, perlu dilakukan analisis kestabilan lereng melalui klasifikasi massa batuan menggunakan Rock Mass Rating (RMR) dan mengetahui potensi longsoran. Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh nilai faktor keamanan yang optimal. Pengambilan data dilakukan melalui studi literatur, pemetaan geologi, penilaian kualitas massa batuan, serta pengujian sifat kesetimbangan batas dan metode material di laboratorium. Metode analisis yang digunakan adalah kinematik, dengan pendekatan menggunakan Rock Mass Rating dan Geological Strength Index (GSI), serta bantuan perangkat lunak untuk pemodelan dan rekomendasi lereng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas massa batuan pada segmen 1 zona alterasi argillic adalah 35 (kelas IV), segmen 2 zona alterasi silica advance argillic sebesar 50–58 (kelas III), dan segmen 3 zona alterasi argillic sebesar 43 (kelas IV). Kesimpulannya, kestabilan lereng di lokasi penelitian dipengaruhi oleh struktur geologi dan muka air tanah, dengan desain sudut lereng masing-masing 30° untuk argillic dan 45° untuk silica advance argillic. Abstract. PT J Resources Bolaang Mongondow is a gold mining company, where the North Mainridge Pit is an active mining area. However, problems have arisen related to the characteristics of slope-forming rocks, particularly in the argillic alteration zone, which has experienced landslides and disrupted mining activities. Therefore, a slope stability analysis is necessary using rock mass classification through the Rock Mass Rating (RMR) system, as well as identifying the potential for landslides. The purpose of this study is to obtain the optimal safety factor value. Data collection for this research involved literature studies, geological mapping, rock mass quality assessments, and laboratory testing of material properties. The analytical methods used include limit equilibrium and kinematic analysis through a rock mass rating approach to determine the safety factor, supported by software. The results show that in the argillic alteration zone, segment 1 has a rock mass rating of 35 (class IV), segment 2 in the advanced silica alteration zone has a rating of 50–58 (class III), and segment 3 in the argillic alteration zone has a rating of 43 (class IV). The study concludes that slope stability is influenced by geological structure and groundwater, with recommended slope angles of 30° for argillic and 45° for advanced silica alteration zones.