Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Ali Shari’ati’s Humanism: The Interpretation of Qs. Ibrahim Verse 4 In the Context of Student’s Alignment with the Lower-Class Society Subekti, Fiqi Restu; Muzammil, Shofiyullah
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 4 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i4.2487

Abstract

This research discusses Ali Shari’ati’s humanism thinking in the context of students’ alignment with the lower classes, by interpreting QS. Ibrahim verse 4. Syari’ati criticised the concept of Western humanism (liberalism, marxism and existentialism) which he considered too materialistic and did not take into account the spiritual dimension of man. Instead, he offers a tawhid-based humanism that emphasises man’s role as God’s representative on earth, with the main task of freeing the oppressed from social and structural shackles. This research uses a qualitative method with a literature study approach, analysing Ali Shari’ati’s works and other supporting literature. The results show that Ali Shari’ati’s concept of humanism encourages students to act as rausyan fikr (enlightened intellectuals) who are active in social change. Student’s alignment with the lower society must be manifested in the form of advocacy, empowerment, and real action based on religious and ethical values. By understanding Ali Shari’ati’s humanism, students can develop critical awareness and act as agents of change who contribute to social justice. This article asserts that siding with the oppressed is not just a moral choice, but also part of intellectual and spiritual responsibility.
Transformasi Keuangan Digital: Analisis Ekonomi Islam terhadap Pinjaman Online di Era Modern Syafarina, Dwi; Muzammil, Shofiyullah
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.12861

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi memberikan dapak pada munculnya inovasi baru di berbagai bidang termasuk dalam bidang ekonomi, yaitu financial technology (fintech). Salah satu layanan fintech ialah peer to peer (P2P) lending yang menghubungkan pemberi pinjaman dengan peminjam secara online. Banyak perusahaan penyedia dana yang berkedok meminjamkan uang secara cepat, aman dan terpercaya dengan menerapkan sistem pengajuan yang sangat mudah, hanya mengunggah data pribadi dan uang akan segera cair. Namun, pada praktiknya pinjaman online menjadi masalah besar bagi Masyarakat, salah satunya disebabkan karena maraknya pinjaman online ilegal yang membahayakan, bunga yang tinggi dan penagihan pinjaman yang tidak sesuai dengan moral dan etika. Dengan metode tinjauan pustaka (literatur review), penulis akan menganalisis transformasi digital sektor keuangan, model bisnis dan kontroversi terkait pinjaman online, dan fenomena pinjaman online dari sudut pandang hukum ekonomi Islam. Hasil dari penelitian ini adalah transaksi pinjaman online menurut Ekonomi Islam bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah serta tidak sah menurut Fatwa DSN-MUI No.117/DSN-MUI/II/2018 mengenai layanan pinjaman berbasis teknologi informasi karena mengenai ketentuan berdasarkan prinsip syariah, para pihak atau penyedia layanan tidak boleh bertentangan dengan prinsip syariah, yaitu riba. Untuk masyarakat terutama seorang muslim sebaiknya lebih bijak dan berhati-hati lagi dalam memilih pinjaman berbasis teknologi, untuk memastikan agar terhidar dari yang namanya riba dan memastikan bahwa pinjaman tersebut sudah sesuai atau belum dengan syariat Islam.
HUMANISME ALI SYARI’ATI: QS. IBRAHIM AYAT 4 SEBAGAI LANDASAN KEBERPIHAKAN MAHASISWA TERHADAP MASYARAKAT BAWAH Subekti, Fiqi Restu; Muzammil, Shofiyullah; Nugraha, Dendi
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 2 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research discusses Ali Shari’ati’s humanism thinking in the context of student’s alignment with the lower classes, by interpreting QS. Ibrahim verse 4. Shari’ati criticised the concept of Western humanism (liberalism, marxism and existentialism) which he considered too materialistic and did not take into account the spiritual dimension of man. Instead, he offers a tawhid-based humanism that emphasises man’s role as God’s representative on earth, with the main task of freeing the oppressed from social and structural shackles. This research uses a qualitative method with a literature study approach, analysing Ali Shari’ati’s works and other supporting literature. The results show that Ali Shari’ati’s concept of humanism encourages students to act as rausyan fikr (enlightened intellectuals) who are active in social change. Student’s alignment with the lower society must be manifested in the form of advocacy, empowerment, and real action based on religious and ethical values. By understanding Ali Shari’ati’s humanism, students can develop critical awareness and act as agents of change who contribute to social justice. This article asserts that siding with the oppressed is not just a moral choice, but also part of intellectual and spiritual responsibility. Abstrak Penelitian ini membahas tentang pemikiran humanisme Ali Syari’ati dalam konteks keberpihakan mahasiswa kepada masyarakat kelas bawah, dengan menafsirkan QS. Ibrahim ayat 4. Syari’ati mengkritisi konsep humanisme Barat (liberalisme, marxisme, dan eksistensialisme) yang dianggapnya terlalu materialistis dan tidak memperhitungkan dimensi spiritual manusia. Sebaliknya, ia menawarkan humanisme berbasis tauhid yang menekankan peran manusia sebagai wakil Tuhan di bumi, dengan tugas utama membebaskan kaum tertindas dari belenggu sosial dan struktural. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, menganalisis karya-karya Ali Syari’ati dan literatur pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep humanisme Ali Syari’ati mendorong mahasiswa untuk berperan sebagai rausyan fikr (intelektual yang tercerahkan) yang aktif dalam perubahan sosial. Keberpihakan mahasiswa kepada masyarakat kelas bawah harus diwujudkan dalam bentuk advokasi, pemberdayaan, dan tindakan nyata yang berlandaskan pada nilai-nilai agama dan etika. Dengan memahami humanisme Ali Syari’ati, mahasiswa dapat mengembangkan kesadaran kritis dan bertindak sebagai agen perubahan yang berkontribusi pada keadilan sosial. Artikel ini menegaskan bahwa berpihak pada yang tertindas bukan sekadar pilihan moral, tetapi juga bagian dari tanggung jawab intelektual dan spiritual.
HUMANISME ALI SYARI’ATI: QS. IBRAHIM AYAT 4 SEBAGAI LANDASAN KEBERPIHAKAN MAHASISWA TERHADAP MASYARAKAT BAWAH Subekti, Fiqi Restu; Muzammil, Shofiyullah; Nugraha, Dendi
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 2 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research discusses Ali Shari’ati’s humanism thinking in the context of student’s alignment with the lower classes, by interpreting QS. Ibrahim verse 4. Shari’ati criticised the concept of Western humanism (liberalism, marxism and existentialism) which he considered too materialistic and did not take into account the spiritual dimension of man. Instead, he offers a tawhid-based humanism that emphasises man’s role as God’s representative on earth, with the main task of freeing the oppressed from social and structural shackles. This research uses a qualitative method with a literature study approach, analysing Ali Shari’ati’s works and other supporting literature. The results show that Ali Shari’ati’s concept of humanism encourages students to act as rausyan fikr (enlightened intellectuals) who are active in social change. Student’s alignment with the lower society must be manifested in the form of advocacy, empowerment, and real action based on religious and ethical values. By understanding Ali Shari’ati’s humanism, students can develop critical awareness and act as agents of change who contribute to social justice. This article asserts that siding with the oppressed is not just a moral choice, but also part of intellectual and spiritual responsibility. Abstrak Penelitian ini membahas tentang pemikiran humanisme Ali Syari’ati dalam konteks keberpihakan mahasiswa kepada masyarakat kelas bawah, dengan menafsirkan QS. Ibrahim ayat 4. Syari’ati mengkritisi konsep humanisme Barat (liberalisme, marxisme, dan eksistensialisme) yang dianggapnya terlalu materialistis dan tidak memperhitungkan dimensi spiritual manusia. Sebaliknya, ia menawarkan humanisme berbasis tauhid yang menekankan peran manusia sebagai wakil Tuhan di bumi, dengan tugas utama membebaskan kaum tertindas dari belenggu sosial dan struktural. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, menganalisis karya-karya Ali Syari’ati dan literatur pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep humanisme Ali Syari’ati mendorong mahasiswa untuk berperan sebagai rausyan fikr (intelektual yang tercerahkan) yang aktif dalam perubahan sosial. Keberpihakan mahasiswa kepada masyarakat kelas bawah harus diwujudkan dalam bentuk advokasi, pemberdayaan, dan tindakan nyata yang berlandaskan pada nilai-nilai agama dan etika. Dengan memahami humanisme Ali Syari’ati, mahasiswa dapat mengembangkan kesadaran kritis dan bertindak sebagai agen perubahan yang berkontribusi pada keadilan sosial. Artikel ini menegaskan bahwa berpihak pada yang tertindas bukan sekadar pilihan moral, tetapi juga bagian dari tanggung jawab intelektual dan spiritual.