Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : AL KAUNIYAH

Keanekaragaman Jenis Amfibi (Ordo: Anura) di Desa Pasia Laweh, Pesisir Selatan, Sumatra Barat Yeni Gusma Yanti; Muhammad Nazri Janra; Djong Hon Tjong
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 15, No 2 (2022): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v15i2.19775

Abstract

AbstrakPenelitian mengenai keanekaragaman jenis amfibi (ordo: Anura) di Desa Pasia Laweh, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis amfibi beserta indeks keanekaragamannya pada beberapa habitat yang diteliti. Penelitian dilaksanakan dari bulan Juni sampai Desember 2019 menggunakan metode survei dengan penangkapan secara aktif (visual encounter) di empat tipe habitat yaitu hutan primer, sekunder, sungai, permukiman, dan sawah, dilanjutkan dengan pengukuran morfometrik dan pendeskripsian jenis yang didapat. Hasil penelitian ini didapati 23 jenis amfibi dari enam famili, yaitu Ranidae (7 jenis), Bufonidae (4 jenis), Dicroglossidae (5 jenis), Microhylidae (3 jenis), Megophryidae (1 jenis), dan Rhacophoridae (3 jenis). Jenis Pulchrana debussyi dan Ingerophrynus claviger yang sangat sedikit catatan distribusinya juga teramati pada penelitian ini. Jenis P. debussyi, Rhacophorus nigropalmatus, dan R. reinwardtii dikoleksi dari lapangan pada fase berudu dan berhasil diidentifikasi setelah dipelihara sampai menjadi katak muda (froglet); ciri-ciri morfologi berudu dan froglet digambarkan di dalam tulisan ini. Indeks keanekaragaman jenis dari habitat-habitat amfibi yang ada di Desa Pasia Laweh mengindikasikan bahwa kawasan ini tergolong berkeaneragaman amfibi sedang.Abstract The study on the diversity of amphibian (order Anura) in Pasia Laweh Village, Pesisir Selatan Regency, West Sumatra aimed to obtain species inventory for this amphibian order as well as to reveal the diversity index at its habitats. The study was conducted from June to December 2019, using survey method where samples collected through night visual encounter technique in four habitat types; primary and secondary forest, rivers, habitation and paddy fields. Collected specimens were further measured for their morphometric parameters and taxonomically described. The study recorded 23 amphibian species classified into six families; Ranidae (7 species), Bufonidae (4 species), Dicroglossidae (5 species), Microhylidae (3 species), Megophryidae (1 species) and Rhacophoridae (3 species). Species with distribution-lacking records, namely Pulchrana debussyi and Ingerophrynus claviger, were also observed in this study. Moreover, Pulchrana debussyi, Rhacophorus nigropalmatus and R. reinwardtii were collected as tadpoles, which then reared into identifiable froglets; hence, the description on tadpoles and froglets are provided in this paper for the respective species. Diversity index from studied habitats in Pasia Laweh Village indicated that the area had moderate amphibian diversity.
Population Dynamics of Damselfly Agriocnemis femina (Odonata: Coenagrionidae) Inhabited Polluted Area In Padang, West Sumatra Muhammad Nazri Janra; Henny Herwina
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 16, No 1 (2023): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v16i1.19995

Abstract

 AbstractAgriocnemis femina known as variable wisp or pinhead wisp, is a damselfly from family Coenagrionidae which inhabits various aquatic habitats, including those affected by human. This study aimed to investigate the dynamics of variable wisp in polluted habitat. The tenerals, immature males, adult females and adult males of this damselfly were regularly counted from August 2018 until May 2019 at a 50 m ditch in a clustered settlement in Padang, West Sumatra. It was found that the ratio of teneral, immature male, adult female, and adult male was 1:3:2.4:13.3, implying that the population was dominated by males. Meanwhile, the ratio between female to male (which included the immature males) was 1:6.7. Comparing to the result of counting another population from a relatively clean area, variable wisp showed more dominance in polluted area rather than in clean waterbody. The presence of teneral also indicates that damselfly uses polluted ditch for its breeding site and habitat. The paper discussed the potential causes for damselfly's presence in polluted area, and therefore serves as baseline for future studies.AbstrakAgriocnemis femina, atau dikenal juga dengan nama capung-jarum centil, termasuk ke dalam keluarga Coenagrionidae yang menghuni beragam habitat perairan, termasuk yang telah mendapatkan pengaruh dari manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika capung-jarum centil pada habitat yang terpolusi di Kota Padang. Individu teneral, jantan muda, betina dewasa, dan jantan dewasa dari capung-jarum ini dihitung secara rutin dari Agustus 2018 sampai dengan Mei 2019 pada selokan sepanjang 50 m di sebuah kompleks perumahan di Kota Padang, Sumatra Barat. Rasio teneral jantan muda, betina dewasa, dan jantan dewasa yang ditemukan adalah 1:3:2,4:13,3, mengisyarakatkan bahwa individu jantan merupakan bagian yang dominan di dalam populasi capung-jarum ini. Sementara rasio antara betina dan jantan (termasuk jantan muda) adalah 1:6,7. Jika dibandingkan dengan hasil penghitungan jenis serupa yang dilakukan pada kawasan perairan yang lebih bersih, terlihat bahwa capung-jarum centil lebih dominan pada kawasan perairan yang mengalami polusi dibandingkan dengan yang bersih. Keberadaan individu teneral juga mengindikasikan bahwa capung-jarum ini berbiak pada selokan yang terpolusi tersebut, yang mungkin juga menjadi habitatnyat. Hal-hal yang menyebabkan capung-jarum ini dapat hidup pada kawasan yang terpolusi dibahas lebih lanjut di dalam paper ini.
Population Dynamics of Damselfly Agriocnemis femina (Odonata: Coenagrionidae) Inhabited Polluted Area In Padang, West Sumatra Muhammad Nazri Janra; Henny Herwina
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 16, No 1 (2023): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v16i1.19995

Abstract

 AbstractAgriocnemis femina known as variable wisp or pinhead wisp, is a damselfly from family Coenagrionidae which inhabits various aquatic habitats, including those affected by human. This study aimed to investigate the dynamics of variable wisp in polluted habitat. The tenerals, immature males, adult females and adult males of this damselfly were regularly counted from August 2018 until May 2019 at a 50 m ditch in a clustered settlement in Padang, West Sumatra. It was found that the ratio of teneral, immature male, adult female, and adult male was 1:3:2.4:13.3, implying that the population was dominated by males. Meanwhile, the ratio between female to male (which included the immature males) was 1:6.7. Comparing to the result of counting another population from a relatively clean area, variable wisp showed more dominance in polluted area rather than in clean waterbody. The presence of teneral also indicates that damselfly uses polluted ditch for its breeding site and habitat. The paper discussed the potential causes for damselfly's presence in polluted area, and therefore serves as baseline for future studies.AbstrakAgriocnemis femina, atau dikenal juga dengan nama capung-jarum centil, termasuk ke dalam keluarga Coenagrionidae yang menghuni beragam habitat perairan, termasuk yang telah mendapatkan pengaruh dari manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika capung-jarum centil pada habitat yang terpolusi di Kota Padang. Individu teneral, jantan muda, betina dewasa, dan jantan dewasa dari capung-jarum ini dihitung secara rutin dari Agustus 2018 sampai dengan Mei 2019 pada selokan sepanjang 50 m di sebuah kompleks perumahan di Kota Padang, Sumatra Barat. Rasio teneral jantan muda, betina dewasa, dan jantan dewasa yang ditemukan adalah 1:3:2,4:13,3, mengisyarakatkan bahwa individu jantan merupakan bagian yang dominan di dalam populasi capung-jarum ini. Sementara rasio antara betina dan jantan (termasuk jantan muda) adalah 1:6,7. Jika dibandingkan dengan hasil penghitungan jenis serupa yang dilakukan pada kawasan perairan yang lebih bersih, terlihat bahwa capung-jarum centil lebih dominan pada kawasan perairan yang mengalami polusi dibandingkan dengan yang bersih. Keberadaan individu teneral juga mengindikasikan bahwa capung-jarum ini berbiak pada selokan yang terpolusi tersebut, yang mungkin juga menjadi habitatnyat. Hal-hal yang menyebabkan capung-jarum ini dapat hidup pada kawasan yang terpolusi dibahas lebih lanjut di dalam paper ini.