Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KARAKTERISTIK DAN POLA PARKIR DI BADAN JALAN (Studi Kasus: Jl. Kemas Tabror, Sengeti, Muaro Jambi) Randi Kairu Septiawan; Ade Nurdin; Dyah Kumala Sari
Jurnal KOMPOSITS Vol 3, No 1 (2022): Februari, Jurnal KOMPOSITS
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jkts.v3i1.780

Abstract

Parkir di badan jalan merupakan parkir dengan menggunakan badan jalan yang sebenarnya diperuntukkan untuk pergerakan arus lalu lintas. Berdasarkan data pada Badan Pusat Statistik (BPS) Muaro Jambi (2019) jumah kendaraan bermotor di Muaro Jambi mencapai 163.598 unit, salah satu penyebab terjadi penurunan tingkat pelayanan pada ruas jalan adalah kemacetan yang terjadi dikarenakan adanya aktivitas perparkiran di badan jalan. Salah satu jalan yang terdapat banyak kendaraan parkir di badan jalan adalah Jl. Kemas Tabror yang berada di Kelurahan Sengeti, Kecamatan Sekernan, Muaro Jambi ini terdapat beberapa pusat kegiatan berupa pusat pasar, pertokoan dan restoran yang menimbulkan tarikan perjalanan yang mempengaruhi parkir pada badan Jl. Kemas Tabror. Tujuan dari penelitian ini untuk mengindentifikasi karakteristik dan pola parkir di badan jalan serta memberikan solusi yang tepat untuk menangani permasalahan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan survei langsung di Jl. Kemas Tabror , Sengeti, Muaro Jambi dengan pengambilan data volume parkir, durasi parkir, akumulasi parkir, selama 3 hari yaitu hari sabtu, minggu dan senin dengan waktu pengambilan data selama 12 jam/hari. Untuk kendaraan ringan. volume parkir yang tertinggi selama 12 jam adalah 171 kendaraan yaitu pada hari senin, akumulasi tertinggi adalah 45 kend/jam pada hari senin, indeks parkir tertinggi adalah 13.33% sebanyak 8 kendaraan pada hari senin pukul 07.00 -08.00 WIB Hal ini menunjukkan bahwa pada pukul tersebut ruang parkir yang di gunakan hanya sebesar 13,33 % dari total keseluruhan ruang parkir yang berada di kawasan pasar sengeti segmen Jl. Kemas Tabror, tingkat pergantian parkir sebesr 0.2375 kend/SRP/jam untuk kendaraan ringan rata-rata waktu parkir per kendaraan kurang dari 1 (satu) jam, kebutuhan ruang parkir atau petak parkir unrtuk kendaraan ringan adalah 8 kendaraan.volume parkir yang tertinggi selama 12 jam adalah 738 kendaraan yaitu pada hari senin, akumulasi tertinggi adalah 92 kend/jam pada hari senin, jam indeks parkir tertinggi adalah 16.67% sebanyak 25 kendaraan pada hari senin pukul 08.00 -09.00 WIB Hal ini menunjukkan bahwa pada pukul tersebut ruang parkir yang di gunakan hanya sebesar 16,67 % dari total keseluruhan ruang parkir yang berada di kawasan pasar sengeti segmen Jl. Kemas Tabror, tingkat pergantian parkir sebesr 0.41 kend/SRP/jam untuk kendaraan ringan rata-rata waktu parkir per kendaraan kurang dari 1 (satu) jam, kebutuhan ruang parkir atau petak parkir unrtuk kendaraan sepeda motor adalah 75 kendaraan.
Analisis Kemampuan Pemerintah Desa dalam Penyusunan Desain Anggaran Biaya Infrastruktur Pedesaan Di Kecamatan Air Hangat Timur Kabupaten Kerinci Astrid Puja Yanti; Ade Nurdin; M Nuklirullah
Jurnal Talenta Sipil Vol 5, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.875 KB) | DOI: 10.33087/talentasipil.v5i1.98

Abstract

Pada program Dana Desa telah disediakan fasilitator pendamping yang dimulai dari pendampingan tingkat desa, kecamatan, kabupaten dan tingkat provinsi. Fasilitator dalam desa yang biasa disebut dengan fasilitator local desa mendampingi tim pengelola kegiatan dan perangkat desa dalam pengelolaan administrasi dan teknis di tingkat desa. Apalagi di bidang Pembangunan. Dahulu, untuk Pembangunan Infrastruktur baik, Cor Rabat Beton, Talud maupun Drainase, penyusunan RAB dan Gambar di serahkan ke Pihak ke tiga atau Faskel. Namun untuk era sekarang ini Perangkat Desa di tuntut untuk bisa membuat dan menyusun Design Gambar, dan RAB, dan segala hal penyusunnya, sehingga sesuai dengan kaidah ilmu Teknik sipil, agar masyarakat desa bisa mandiri dalam membangun infrastruktur dengan murah dan efisien. Dalam penelitian ini tujuan yang ingin disampaikan oleh penulis yaitu untuk mengetahui kemampuan pemerintah Desa dalam penyusunan Desain Anggaran Biaya Infrastruktur Pedesaan di Kecamatan Air Hangat Timur Kabupaten Kerinci. Setelah dilakukannya penelitian di Kecamatan Air Hangat Timur Kabupaten Kerinci di dapat kan hasil dimana kemampuan pemerintah desa dalam penyusunan desain anggaran infrastruktur masih tergolong dalam kategori rendah, hal tersebut di dapat dilihat dari jumlah responden dalam skor pengkategorian kemampuan lebih dominan pada kategori rendah yaitu sebanyak 18 responden untuk kategori rendah, 17 responden untuk kategori sedang, dan 15 responden untuk kategori tinggi. Hal ini sejalan juga dengan pernyataan Notoatmodjo (2012) bahwasannya terdapat 6 tingkatan pengetahuan yang dicakup dalam domain kognitif yaitu Mengetahui (know), Memahami (comprehension), Aplikasi (application), Analisis, Sintesis, Evaluasi. Dalam penelitian ini sendiri terjawab bahwasannya tingkat pengetahuan yang dominan menjadi kendala dalam kemampuan pemerintah desa dalam penyusunan desain anggaran infrastruktur pedesaan di kecamatan Air Hangat Timur Kabupaten Kerinci yaitu pada tingkat mengetahui (know) dan memahami (comprehension), hal tersebut dibuktikan dengan kurang tau dan pemahaman tentang desain anggaran oleh perangkat desa sedangkan untuk aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi sudah berjalan baik sesuai dengan ketentuan dimana sudah di atur oleh faskel atau pihak ketiga dari desa tersebut.
Kinerja Ruas Jalan Tanpa Lajur Khusus Sepeda Dan Dengan Adanya Lajur Sepeda (Studi Kasus: Jl. Soemantri Brojonegoro Kota Jambi) Helda Riana; Ade Nurdin; Dyah Kumalasari
Jurnal Talenta Sipil Vol 5, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.77 KB) | DOI: 10.33087/talentasipil.v5i1.101

Abstract

Lajur sepeda merupakan bagian dari perlengkapan jalan yang disediakan untuk memfasilitasi pengguna sepeda agar dapat berkendara dengan aman, sejak pertengahan tahun 2020 Dinas Perhubungan dan Pejerjaan umum Kota Jambi membuat lajur khusus sepeda di Kota Jambi, semenjak dibuatnya penambahan lajur sepeda pada ruas jalan tersebut sehingga ruas jalan tersebut menjadi kurang efektif lagi, dikarenakan Sebagian dari badan jalan tersebut sudah dialih fungsikan sebagai lajur khusus sepeda itu sendiri, sehinggga mengurangi kapasitas jalan untuk kendaraan yang lain. Dalam penelitian ini peneliti ingin melihat bagaimana kinerja ruas jalan Soemantri Brojonegoro tanpa lajur sepeda dan dengan adanya lajur sepeda Adapun acuan atau panduan yang digunakan untuk menganalisa kinerja ruas jalan adalah berdasarkan Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 khususnya untuk jalan perkotaan. Survey ini dilakukan selama 4 (empat) hari yakni hari senin dan hari selasa selanjutnya hari sabtu dan hari minggu. Dari hasil survey selama empat hari tersebut dan setelah dilakukan analisis maka diperoleh bahwa volume jam puncak sebesar 1398 smp/jam dengan kecepatan rata-rata terendah hasil survey sebesar 20,52 km/jam dan kecepatan rata-rata tertinggi yaitu sebesar 26,89 km/jam serta nilai Derajat Kejenuhan untuk jalan dengan lajur sepeda sebesar 0,83 maka dapat disimpulkan tingkat layanan jalan berada pada level C. Sedangkan untuk nilai Derajat Kejenuhan tanpa lajur khusus sepeda yaitu sebesar 0,7 maka dapat disimpulkan tingkat layanan jalan berada pada kelas B.
Pengaruh Emisi Gas Buang Karbon Monoksida (CO) terhadap Derajat Kejenuhan dan Kecepatan pada Jalan Kol. Polisi M. Taher Kota Jambi Syahrial Alfarisi Alamsyah; Ade Nurdin; Yulia Morsa Said
Jurnal Talenta Sipil Vol 5, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (881.38 KB) | DOI: 10.33087/talentasipil.v5i1.88

Abstract

Kota Jambi mengalami perkembangan pesat dibidang pembangunan salah satunya pada jalan Kolonel Polisi M. Taher. Di mana terdapat beberapa pusat kegiatan seperti pusat perdagangan elektronik, restoran, dan perkantoran. Yang mana membuat meningkatnya volume lalu lintas sehingga sering terjadi kemacetan pada daerah tersebut yang akan memberikan dampak negatif terhadap lingkungan di sekitar salah satunya berupa emisi gas buang karbon monoksida. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh antara emisi gas buang karbon monoksida (CO) dengan derajat kejenuhan dan kecepatan. Penelitian ini membagi jalan menjadi 2 segmen. Yang mana segmen pertama sepanjang 500 m dan segmen kedua sepanjang 350 m. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan survei dan observasi lapangan dengan pengambilan data prilaku lalu lintas antara lain volume lalu lintas, derajat kejenuhan, kecepatan, dan emisi gas karbon monoksida (CO). Dilakukan  selama 3 hari yaitu hari senin, hari kamis dan hari minggu dengan waktu pengambilan data yaitu pada pagi hari pukul 07.00-08.00 WIB, 11.00-12.00 WIB untuk waktu siang, dan 16.00-17.00 WIB untuk waktu sore yang mewakili waktu puncak kegiatan transportasi. Setelah data didapat kemudian dianalisis menggunakan metode analisis regresi dan korelasi untuk melihat pengaruh antara derajat kejenuhan dan kecepatan terhadap emisi gas buang karbon monoksida (CO). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada lokasi volume lalu lintas dan derajat kejenuhan tertinggi terjadi pada hari minggu pukul 11.00-12.00 WIB di segmen 1 yaitu 2163,2 smp/jam dan 0,82. Sedangkan kecepatan terendah dan karbon monoksida tertinggi terjadi pada hari dan waktu yang sama di segmen 1 yaitu 36,12 km/jam dan 2062,96 µg/Nm3. Di mana gas karbon monoksida (CO) pada lokasi masih di bawah baku mutu udara ambien sehingga masih dalam kategori aman. Pengaruh prilaku lalu lintas terhadap emisi gas buang karbon monoksida (CO) menunjukkan semakin meningkatnya volume lalu lintas dan derajat kejenuhan, semakin tinggi gas karbon monoksida (CO) yang dihasilkan sedangkan semakin meningkatnya kecepatan kendaraan, semakin rendah gas karbon monoksida (CO) yang dihasilkan.
Pengaruh Variasi Jumlah Lintasan Pemadatan Terhadap Kepadatan Perkerasan Asphalt Concrete Binder Course Adelia Khairunnisa Lubis; Dyah Kumalasari; Ade Nurdin
Jurnal Talenta Sipil Vol 5, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.486 KB) | DOI: 10.33087/talentasipil.v5i1.100

Abstract

Kerusakan pada perkerasan lentur biasanya disebabkan oleh komposisi, ketebalan serta kepadatan pada lapisan Asphalt Concrete-Binder Course (AC-BC) yang kurang baik. Kurang baiknya mutu AC-BC ini dapat mengurangi fungsinya untuk mengurangi tegangan dan regangan akibat beban lalu lintas yang bekerja pada ruas jalan tersebut. Penyebab kurang baiknya mutu lapisan perkerasan jalan lentur adalah karena proses penghamparan dan pemadatan yang tidak sesuai dengan yang disyaratkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi jumlah lintasan pemadatan terhadap kepadatan perkerasan asphalt concrete binder course. Penelitian ini menggunakan metode analisis kasual komparatif. Jumlah lintasan yang digunakan pada variasi 1 adalah 14 lintasan, variasi 2 adalah 16 lintasan, dan variasi 3 adalah 18 lintasan. Hasil percobaan pemadatan dilapangan menunjukkan bahwa semakin besar jumlah lintasan alat pemadat maka dihasilkan persentase kepadatan binder course semakin besar pula kepadatannya. Hal ini dibuktikan dengan  hasil percobaan pemadatan variasi 1 dengan jumlah lintasan 14 lintasan didapatkan hasil kepadatan sebesar 98,34%, untuk percobaan pemadatan variasi 2 dengan jumlah lintasan 16 lintasan didapatkan hasil kepadatan sebesar 99,34 %, percobaan pemadatan variasi 3 dengan jumlah lintasan 18 lintasan didapatkan hasil kepadatan sebesar 99,84 %. Dari ketiga  variasi tersebut yang sesuai dengan Syarat spesifikasi umum 2018 revisi 2 dengan nilai minimum kepadatan rata rata 98,1 %  adalah pada variasi ke 1 dengan 14 lintasan dengan nilai kepadatan 98,34% dengan alat pemadat menggunakan Pneumatic Tyre Roller.
Pengaruh Campuran Palm Oil Fuel Ash (POFA) terhadap Stabilisasi Tanah Gambut Ditinjau dari Nilai CBR Tanah Dhimas Cakrawisnu; Dila Oktarise Dwina; Ade Nurdin; Oki Alfernando
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (861.268 KB) | DOI: 10.21063/jts.2022.V901.01

Abstract

Provinsi Jambi memiliki lahan gambut terbesar di pulau Sumatera setelah Provinsi Riau dan Sumatera Selatan, sehingga dalam pemanfaatan lahan gambut sering mengalami permasalahan dalam pembangunan kontruksi maupun sarana transportasi karena memiliki sifat fisik dan daya dukung tanah yang rendah untuk memikul beban di atasnya. Salah satu metode untuk meningkatkan nilai daya dukung tanah adalah dengan cara stabilisasi kimiawi. Campuran yang digunakan yaitu Palm Oil Fuel Ash (POFA) hasil dari pembakaran cangkang kelapa sawit yang telah disaring menggunakan saringan lolos No.20 dan tertahan No.30. Kandungan yang terdapat pada POFA dapat menutupi rongga pori pada tanah sehingga dapat meningkatkan nilai daya dukung tanah. Variasi penambahan POFA sebesar 0%, 25%, 30%, 35%, dan 40% terhadap berat tanah kering dengan waktu pemeraman 0 hari dan 7 hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penambahan POFA dan lamanya waktu pemeraman yang dilakukan. Hasil pengujian tanah gambut yang berada di Desa Tangkit Baru Muaro Jambi termasuk ke dalam tanah yang memiliki daya dukung yang rendah dengan nilai CBR sebesar 2,43%. Nilai CBR tertinggi pada pencampuran POFA diperoleh pada persentase 40% dengan masa pemeraman 7 hari yaitu sebesar 4,14%. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa pada setiap penambahan variasi menunjukkan adanya kenaikan nilai CBR. Kemudian berdasarkan lamanya waktu pemeraman yang dilakukan, maka akan meningkatkan nilai daya dukung tanah.
Analisis Kapasitas Saluran Drainase di Jalan Yos Sudarso Kota Jambi Tendy Laksana; Ade Nurdin; Freddy Ilfan
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.583 KB) | DOI: 10.21063/jts.2022.V902.01

Abstract

Kota Jambi merupakan kota yang mengalami pertumbuhan penduduk yang sangat pesat yang menyebabkan berbagai macam fasilitas untuk masyarakat seperti lapangan pekerjaan dan sarana pendidikan harus disediakan sebaik mungkin. Pertumbuhan penduduk yang pesat berpengaruh terhadap kinerja tata kota dan tentu juga berdampak pada tata air wilayah kota. Seiring bertambahnya jumlah kepadatan penduduk, volume air yang mengalir melalui saluran air juga akan meningkat karena keberadaan daerah resapan air semakin sedikit. Hal ini akan menyebabkan rendahnya kemampuan drainase dan prasarana pengendali banjir untuk mengeringkan kawasan dan mengalirkan air ke saluran pembuang. Permasalahan yang timbul yaitu adanya genangan air di beberapa tempat di Kota Jambi. Pada penelitian permasalahan yang timbul terjadi di Jalan Yos Sudarso Kota Jambi. Penelitian menggunakan metode rasional dengan menggunakan rumus manning dan rumus kontinuitas. hasil penelitian di Jalan Yos Sudarso Kota Jambi adalah kapasitas saluran drainase mampu menampung debit air.
EVALUASI KINERJA HALTE TRANS SIGINJAI KOTA JAMBIPADA TRAYEK KORIDOR I TRAYEK TELANAIPURA – PIJOAN Rian Wahyudi; Ade Nurdin; Dyah Kumalasari
Jurnal KOMPOSITS Vol 3, No 2 (2022): September, Jurnal KOMPOSITS
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jkts.v3i2.873

Abstract

Evaluasi kinerja halte sangat perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi eksisting halte. Hasil dari evaluasi kinerja halte sangat membantu dalam memberbaiki kinerja halte yang sesuai dengan standar. Metode yang digunakan untuk mengetahui kinerja halte adalah mengunakan Pedoman Teknis Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Tahun 1996. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengetahui kinerja halte berdasarkan Pedoman Teknis Perekayasaan Tempat Perhentian Kendaraan Penumpang Umum Direktur Jenderal Perhubungan Darat tahun 1996. Penelitian ini dilakukan dengan cara melakukan survei lapangan dengan mengukur jarak antar halte dan survei frekuensi kendaraan selama tiga hari pada titik yang telah di tentukan. Setelah mendapatkan data – data dari lapangan selanjutnya dilakukan analisis dengan metode mengunakan Pedoman Teknis Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Tahun 1996. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah fasilitas halte, lokasi halte dan tata letak halte masih dijumpai beberapa yang belum memenuhi standar. Waktu antara (headway) rata-rata trayek Telanaipuran – Pijoan adalah sebesar 50,75 menit termasuk dalam kategori kurang, Waktu tunggu penumpang rata-rata trayek Telanaipura – Pijoan adalah sebesar 25,33 menit termasuk dalam kategori sedang
EVALUASI PERKERASAN JALAN MENURUT METODE BINA MARGA DAN PCI (PAVEMENT CONDITION INDEX) (Studi Kasus: Jalan Simpang Pondok – Pidung, Kerinci) Abil Abil; Harmes Hames; Ade Nurdin
Jurnal KOMPOSITS Vol 3, No 2 (2022): September, Jurnal KOMPOSITS
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jkts.v3i2.869

Abstract

Jalan Simpang Pondok – Pidung, Kerinci merupakan salah satu jalan alternatif rute Bangko – Kerinci. Jalan tersebut juga merupakan salah satu penunjang ekonomi dan wisata bagimasyarakat setempat diamana jalan ini merupakan salah satu akses ke salah satu wisata di Provinsi Jambi yaitu Danau Kerinci. Salah satu faktor yang membuat kinerja jalan ini kurang baik adalah kerusakan jalan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi perkerasan Jalan Simpang Pondok – Pidung dengan menggunakan metode Bina Marga dan metode PCI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jalan Simpang Pondok – Pidung Kab. Kerinci, jenis kerusakan yang terdapat pada STA 0+000 s.d 8+500 yaitu, kerusakan retak kulit buaya, kerusakan retak memanjang, sungkur, kerusakan amblas, kerusakan lubang, kerusakan mengembang jembul. Hasil analisis kerusakan jalan dengan metode Pavement Condition Index (PCI) dan Metode Bina marga, untuk ruas jalan Simpang Pondok – Pidung dari STA 0+000 s.d 8+500 di dapatkan hasil rata-rata nilai PCI 70,52 dimana kondisi perkerasan pada kategori Baik (Good). Sedangkan hasil analisis kerusakan bina marga untuk jalan Simpang Pondok – Pidung STA 0+000 s.d 8+500 yaitu nilai prioritas perbaikan jalan berada pada rentang 6 yang menunjukan jalan tersebut dimasukan ke dalam Pemeliharaan Berkala. Penanganan yang dilakukan pada kerusakan ruas jalan Simpang Pondok – Pidung dari STA 0+000 s.d 8+500 untuk jenis kerusakan retak kulit buaya, sungkur, dan mengembang jembul dapat diperbaiki dengan cara alternatif dilakukannya pengelupasan lalu dilapisi kembali dengan lapisan bahan yang sesuai seperti burtu, burda, dan lataston. Sedangkan lubang dapat diperbaiki dengan dilapisi tack coat dan campuran aspal. Amblas ≤5 cm diisi dengan lataston, dan amblas ≥5 cm diperbaiki dengan pembongkaran lalu dilapisi kembali dengan lapisan yang sesuai. Untuk retak memanjang diisi campuran aspal cair dan pasir pada celah retakan
ANALISA HAMBATAN SAMPING TERHADAP KINERJA RUAS JALAN (Studi Kasus: Ruas Jalan Lingkar Timur II Kota Jambi) Rizki Andi Saputra; Ade Nurdin; Dyah Kumalasari
Jurnal KOMPOSITS Vol 3, No 2 (2022): September, Jurnal KOMPOSITS
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jkts.v3i2.874

Abstract

Ruas Jalan Lingkar Timur II Kota Jambi merupakan salah satu ruas jalan yang padat. Padatnya lalu lintas pada jalan tersebut dikarenakan jalan tersbut merupakan salh satu jalan nasional yang menghubungkan kota jambi dengan daerah disekitarnya. Penelitianini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hambatan samping yang terjadi pada Jalan Lingkar Timur II Kota Jambi terhadap kinerja jalan tersebut. Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh dari data lapangan berupa volume kendaraan, didapat volume tertinggi pada ruas Jalan Lingkar Timur II Kota Jambi sebesar 1269 smp/jam yang terjadi pada hari minggu pukul 17.00 s.d. 18.00. Mengacu pada MKJI 1997 diperoleh kapasitas jalan sebesar 2778,84 smp/jam dengan hambatan samping yang tinggi dan derajat kejenuhan (DS) diperoleh sebesar 0,457 yang menunjukkan bahwa tingkat pelayanan ruas Jalan Lingkar Timur II Kota Jambi adalah tingkat pelayanan C dengan kondisi lalu lintas yang ramai dan memiliki kecepatan yang terbatas