p-Index From 2021 - 2026
12.98
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL EMBA : JURNAL RISET EKONOMI, MANAJEMEN, BISNIS DAN AKUNTANSI SIGMA: Jurnal Pendidikan Matematika Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika JURNAL MathEdu (Mathematic Education Journal) Academy of Education Journal Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika EDUTEC : Journal of Education And Technology JURNAL PEMBELAJARAN DAN MATEMATIKA SIGMA (JPMS) J-PiMat : Jurnal Pendidikan Matematika GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika JURNAL ILMIAH MAKSITEK JURNAL ILMIAH SIMANTEK Jurnal Suluh Pendidikan JURNAL PENDIDIKAN, SAINS DAN TEKNOLOGI Jurnal Lebesgue : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Matematika dan Statistika SUPERMAT (JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA) Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Jurnal Teknimedia: Teknologi Informasi dan Multimedia Didaktika: Jurnal Kependidikan INTELEKTIUM Jurnal PEKA (Pendidikan Matematika) SECONDARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM) CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Arus Jurnal Pendidikan Indo-MathEdu Intellectuals Journal Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS) JURNAL CURERE Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Polinomial : Jurnal Pendidikan Matematika Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Al-Irsyad Journal of Mathematics Education Venn: Journal of Sustainable Innovation on Education, Mathematics and Natural Sciences Indonesian Research Journal on Education Educativo: Jurnal Pendidikan Jurnal Ilmiah Matematika Realistik
Claim Missing Document
Check
Articles

Analysis of Mathematics Teachers’ Difficulties in Implementing Differentiated Learning under the Independent Curriculum Zendrato, Dedy Rahmat; Telaumbanua, Yakin Niat; Mendrofa, Ratna Natalia; Lase, Sadiana
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 4 (2025): October - December 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v5i4.3817

Abstract

Merdeka Curriculum promotes differentiated learning as a key strategy to address students’ diverse learning needs. However, a preliminary study at SMA Negeri 3 Gunungsitoli indicates that this approach has not been implemented consistently in mathematics classrooms. This study aims to describe how mathematics teachers apply differentiated learning and to analyze the difficulties they face and the factors influencing these difficulties within the Independent Curriculum. This study employed a qualitative descriptive design. Data were collected through interviews, classroom observations, and document analysis involving five mathematics teachers. The data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings show that teachers have begun to implement differentiation in content, process, and product. However, the implementation remains limited. Major difficulties include time management constraints, diverse student learning characteristics, and challenges in conducting initial diagnostic assessments. Contributing factors include limited facilities, insufficient teacher readiness, and a lack of structured professional training. These findings indicate that differentiated learning in mathematics is still at an early stage of implementation and requires systematic institutional support. This study contributes to the literature by highlighting context-specific challenges faced by mathematics teachers under the Independent Curriculum and provides practical implications for schools and policymakers in designing targeted professional development programs.
Impact of the Auditory, Intellectually, and Repetition (AIR) Learning Model on Students’ Mathematical Critical Thinking Harefa, Indah Natalia; Telaumbanua, Yakin Niat; Mendrofa, Ratna Natalia; Mendrofa, Netti Kariani
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 1 (2026): January - March 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v6i1.3818

Abstract

Critical thinking is an essential skill in 21st-century mathematics education; however, Indonesian students still demonstrate low achievement in this domain. Preliminary observations at SMP Negeri 8 Gunungsitoli revealed that students’ mathematical critical thinking skills were not yet optimal, partly due to the predominance of conventional instructional approaches. This study examined the effect of the Auditory, Intellectually, and Repetition (AIR) learning model on students’ mathematical critical thinking skills. A quasi-experimental method with a nonequivalent control group design was employed, involving 60 seventh-grade students divided into an experimental group (n = 30) and a control group (n = 30). The research instrument was an essay-based mathematical critical thinking test consisting of three items, which demonstrated logical and empirical validity and satisfactory reliability. The results indicated that both groups had relatively comparable low baseline performance. After the intervention, the experimental group achieved a mean score of 71.80 (high category), whereas the control group reached only 39.80 (low category). An independent-samples t-test showed that t = 10.683 exceeded ttable = 1.672 (p < 0.05), with a very large effect size (Cohen’s d = 2.76). Simple linear regression analysis indicated that the AIR model accounted for 88.6% of the variance in students’ mathematical critical thinking skills (R² = 0.886). These findings confirm that the AIR learning model effectively enhances mathematical critical thinking by engaging students in listening activities, reflective intellectual processing, and repeated practice. This study contributes theoretically to the development of higher-order thinking-oriented mathematics instruction and offers practical implications for teachers and policymakers in promoting interactive, student-centered learning models.
Pengaruh Model Pembelajaran Inquiry Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa SMP Negeri 1 O’ou Alpian Hulu; Sadiana Lase; Netti Kariani Mendrofa; Yakin Niat Telaumbanua
Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol. 15 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/emasains.v15i1.5726

Abstract

Penelitian ini didasarkan dari hasil studi pendahuluan yang dilakukan peneliti di SMP Negeri 1 O’ou, ditemukan beberapa masalah yaitu (1) kemampuan berpikir kritis matematis siswa masih kategori rendah, dan (2) poses pembelajaran yang masih berpusat pada guru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Inquiry terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa SMP Negeri 1 O’ou. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan metode eksperimen semu dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IX dan sampel penelitian terdiri dari dua kelas yaitu IX-1 sebagai kelas eksperimen dan IX-2 sebagai kelas kontrol. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan sampel total. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan berpikir kritis matematis berbentuk uraian. Tes yang digunakan adalah tes awal (pretest) dan tes akhir (posttest). Rata-rata perolehan tes awal kelas eksperimen adalah 32,09 dan kelas kontrol adalah 23,95, sedangkan rata-rata perolehan tes akhir kelas eksperimen adalah 62,09 dan kelas kontrol adalah 29,22. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pada tes akhir setelah diberikan perlakuan. Hasil penelitian yang diperoleh berdasarkan pengujian hipotesis diperoleh nilai thitung = 15,67 dan ttabel = 1,695. Karena thitung = 15,67 > ttabel = 1,695, maka H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran Inquiry terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa.
Pengembangan Modul Pembelajaran Matematika Berbasis Kearifan Lokal Untuk Siswa SMP Marwan Putra Laia; Sadiana Lase; Netti Kariani Mendrofa; Yakin Niat Telaumbanua
Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol. 15 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/emasains.v15i1.5727

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi awal di UPTD SMP Negeri 4 Gunungsitoli dan diperoleh hasil bahwa rata-rata hasil belajar matematika siswa masih belum mencapai nilai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang ditentukan dan sumber belajar yang digunakan masih terbatas. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengembangkan modul pembelajaran matematika berbasis Kearifan Lokal untuk siswa SMP. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4-D (Define, Design, Develop, Disseminate). Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas IX dan guru matematika. Instrumen pengumpulan data meliputi angket validasi ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa, angket respon siswa dan guru, serta tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul pembelajaran yang dikembangkan dinyatakan sangat valid oleh ahli materi (97% dan 96%), ahli bahasa (95%), dan ahli desain (97%). Media juga dinyatakan sangat praktis berdasarkan respon siswa pada uji perorangan (89%), uji kelompok kecil (81%), uji lapangan (90%), serta respon guru (96%). Dari segi keefektifan, modul mampu meningkatkan hasil belajar siswa dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 69% (kategori efektif) dan nilai rata-rata 76,03 (kategori tinggi). Kesimpulan penelitian ini adalah modul pembelajaran matematika berbasis kearifan lokal valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa. Disarankan agar guru memanfaatkan modul ini dalam pembelajaran dan peneliti selanjutnya dapat mengembangkan modul serupa untuk materi yang lebih luas
Pengaruh Model Pembelajaran Collaborative learning Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa SMP Negeri 1 Alasa Erenu Kharisman Gea; Yakin Niat Telaumbanua; Ratna Natalia Mendrofa; Sadiana Lase
Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol. 15 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/emasains.v15i1.5728

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh temuan awal di SMP Negeri 1 Alasa yang menunjukkan bahwa hasil belajar matematika siswa masih rendah akibat penggunaan model pembelajaran yang cenderung konvensional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Collaborative learning terhadap hasil belajar matematika siswa. Penelitian menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dan desain non-equivalent control group. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran Collaborative learning, sedangkan variabel terikatnya adalah hasil belajar matematika siswa. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Alasa, dengan sampel dua kelas berjumlah 56 siswa. Instrumen penelitian berupa tes uraian hasil belajar matematika. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis satu pihak, diperoleh thitung = 4,93 > ttabel = 1,67 sehingga maka tolak Ho di terima Ha yang berarti ada pengaruh model pembelajaran collaborative learning terhadap hasil belajar matematika siswa.
Analisis Kemampuan Literasi Matematika Siswa Ditinjau Pada Gaya Kognitif Siswa SMP Negeri 1 Bawolato Lendi Fitri Asnika Lafau; Netti Kariani Mendrofa; Yakin Niat Telaumbanua; Ratna Natalia Mendrofa
Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol. 15 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/emasains.v15i1.5921

Abstract

lendifitrilafw@gmail.com Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi matematika ditinjau dari gaya kognitif siswa SMP Negeri 1 Bawolato. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian siswa kelas VIII berdasarkan gaya kognitif. Instrument yang digunakan dalam pengumpulan data meliputi tes GEFT,tes literasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa dalam menyelesaikan soal GEFT dengan kemampuan field independent dari rata-rata jumlah siswa 18,8% rata-rata persentase skor yang diselesaikan 54,7% sedangkan field dependent dari rata-rata jumlah siswa 81,2%, dan rata-rata persentase skor yang diselesaikan yaitu 37,4% dari skor yang seharunya. Berdasarkan hasil analisis data, siswa dengan kognitif field independent memiliki kemampuan literasi cenderung lebih baik dan mampu mengidentifikasi informasi penting, menyusun strategi pemecahan masalah secara sistematis sedangkan siswa dengan gaya field dependent kemampuan literasi cukup karna hanya terfokus pada hal umumnya saja tanpa melihat informasi detail yang ada dalam menyelesaikan masalah tidak sistematis.
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiry Terhadap Kemampuan Berpikir Komputasi dan Self-Efficacy Siswa Yosef Darwin Telaumbanua; Netti Kariani Mendrofa; Yakin Niat Telaumbanua; Sadiana Lase
Venn: Journal of Sustainable Innovation on Education, Mathematics and Natural Sciences Vol. 5 No. 1 (2026): Riset Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/venn.v5i1.422

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiry terhadap kemampuan berpikir komputasi siswa, 2) Mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiry terhadap self-efficacy siswa dan 3) Mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiry terhadap kemampuan berpikir komputasi dan self-efficacy siswa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif menggunakan metode eksperimen semu dengan populasi penelitian adalah siswa kelas XI, serta instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan angket. Hasil penelitian yang diperoleh rata-rata persentase tes awal secara berturut-turut kelas eksperimen dan kelas kontrol 38,911 dan 33,468 kategori rendah, dan untuk tes akhir diperoleh rata-rata persentase kelas eksperimen 59,484 kategori sedang dan kelas kontrol 43,161 kategori rendah. Berdasarkan pengujian hipotesis diperoleh 1) Nilai = 5,290 > = 1,69 maka, tolak dan terima yang berarti “Ada pengaruh model pembelajaran Inkuiry terhadap kemampuan berpikir komputasi siswa” 2) Nilai = 3,686 > = 1,96, maka tolak dan terima yang berarti “Ada pengaruh model pembelajaran Inkuiry terhadap Self-efficacy siswa” 3) Multivariate Analysis of Variance dengan signifikan 0,000 < 0,05 maka menunjukan bahwa ada perbedaan signifikan antara kelompok-kelompok data dan dapat disimpulkan bahwa maka tolak dan terima yang berarti “Ada pengaruh model pembelajaran Inkuiry terhadap Kemampuan Berpikir Komputasi dan Self-efficacy siswa.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Terhadap Kemampuan Literasi Numerasi Matematika Siswa SMP Negeri 2 Sogaeadu Wiljan Analisa Perdamaian Harefa; Sadiana Lase; Ratna Natalia Mendrofa; Yakin Niat Telaumbanua
Venn: Journal of Sustainable Innovation on Education, Mathematics and Natural Sciences Vol. 5 No. 1 (2026): Riset Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/venn.v5i1.423

Abstract

Penelitian ini didasarkan dari hasil studi pendahuluan yang dilakukan peneliti di SMP Negeri 2 Sogaeadu, ditemukan beberapa masalah yaitu: 1) Kemampuan literasi numerasi matematika siswa masih rendah, 2) Pendekatan pembelajaran yang digunakan masih bersifat konvensional. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap kemampuan literasi matematika siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan metode eksperimen semu dengan desain non-equivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII dan sampel penelitian terdiri dari dua kelas VIII-C sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-D sebagai kelas kontrol. Instrumen dalam penelitian ini ada dua yaitu tes dan angket. Analisis data dilakukan secara kuantitatif melalui statistik deskriptif serta uji normalitas (Lilliefors) dan homogenitas (uji F), kemudian dilanjutkan dengan uji t independen untuk menguji pengaruh model pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw terhadap kemampuan literasi numerasi matematika siswa. Hasil penelitian yang diperoleh nilai thitung = 4,899 dan nilai ttabel = 1,671. Karena thitung > ttabel atau 4,899 > 1,671 maka tolak Ho terima Ha. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap kemampuan literasi numerasi matematika siswa, sehingga penelitian ini memberikan implikasi teoretis dan praktis sebagai dasar pengembangan strategi pembelajaran kooperatif yang efektif dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran matematika.
Pengaruh Model Pembelajaran Concept Attainment Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Kelas VII UPTD SMP Negeri 7 Gunungsitoli Jujur Sabdani Harefa; Sadiana Lase; Yakin Niat Telaumbanua; Netti Kariani Mendrofa
Venn: Journal of Sustainable Innovation on Education, Mathematics and Natural Sciences Vol. 5 No. 1 (2026): Riset Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/venn.v5i1.424

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman konsep matematis siswa di UPTD SMP Negeri 7 Gunungsitoli yang disebabkan oleh pembelajaran yang masih berpusat pada metode ceramah. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penerapan model pembelajaran yang lebih inovatif dan berorientasi pada aktivitas siswa agar kemampuan pemahaman konsep sebagai fondasi utama dalam pembelajaran matematika dapat ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Concept Attainment terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas VII. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII, dengan sampel kelas VII-A dan VII-B yang berjumlah 64 siswa, dipilih melalui teknik nonprobability sampling. Penelitian menggunakan metode eksperimen semu (quasi experimental design) dengan instrumen berupa tes uraian untuk mengukur kemampuan pemahaman konsep matematis. Data dianalisis melalui uji normalitas Liliefors, uji homogenitas Fisher, dan uji hipotesis menggunakan uji t independen. Hasil analisis menunjukkan nilai dan pada taraf signifikansi 5% dengan derajat kebebasan 62. Karena , maka ditolak dan diterima. Dengan demikian, terdapat pengaruh signifikan model pembelajaran Concept Attainment terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Temuan ini memperkuat efektivitas model tersebut secara teoretis serta memberikan implikasi praktis sebagai alternatif strategi pembelajaran yang mendorong keaktifan, analisis, dan pembelajaran bermakna di kelas matematika.
Pengaruh Model Pembelajaran Blended Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematika Siswa SMP Negeri 1 Lahewa Timur Abi Rahmad Zalukhu; Netti Kariani Mendrofa; Yakin Niat Telaumbanua; Sadiana Lase
Venn: Journal of Sustainable Innovation on Education, Mathematics and Natural Sciences Vol. 5 No. 1 (2026): Riset Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/venn.v5i1.428

Abstract

This study was grounded in preliminary observations conducted at SMP Negeri 1 Lahewa Timur, which revealed two major issues: (1) classroom instruction was predominantly delivered through conventional teaching methods, and (2) students’ critical thinking skills remained relatively low. In response to these challenges, the present study aimed to examine the effect of a blended learning model on students’ critical thinking ability. This research employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a nonequivalent control group design. The population comprised all eighth-grade students, with two intact classes selected as the sample through total sampling: Class VIII-A served as the experimental group, while Class VIII-B functioned as the control group. The research instrument consisted of essay-type tests administered as both pre-test and post-test to measure students’ critical thinking skills. The results indicated a substantial improvement in the experimental group following the implementation of blended learning. The mean pre-test scores were 30.44 for the experimental class and 28.35 for the control class. After the intervention, the mean post-test scores increased to 77.73 in the experimental class and 56.04 in the control class, demonstrating a notable gain in learning outcomes. Hypothesis testing using the t-test revealed that  exceeded  (7.476 > 1.708), leading to the rejection of H₀ and acceptance of H₁. In conclusion, the findings provide empirical evidence that the blended learning model has a significant positive effect on students’ critical thinking skills.
Co-Authors Abi Rahmad Zalukhu Alpian Hulu Amin Otoni Harefa Bawamenewi, Eniman Buulolo, Marnus Daeli, Veridiana Edi Surya, Edi Edi Syahputra Elmanani Simamora Erenu Kharisman Gea Eunike Zai Fanorama Gulo Gea, Alfandy Gea, Desri Yanti Gea, Elvin Sri Sandy Gea, Nopita Giawa, Nurul Ihsani Gulo, Anugerah Setiawan Gulo, Rahmat Juang Gulo, Rido Eli Gulo, Tinta Purnama Dewi Halawa, Fariyanto Halawa, Notarius Halawa, Nova Martilina Halawa, Putra Mei Anugrah Halawa, Sahabat HALAWA, YUFITA Harefa, Indah Natalia Harefa, Vivin Putri Hia, Ester Hulu, Friska Putri Magdalena Hulu, Mitra Verolina Hulu, Wikari Ikhlas Anwar Lahagu Indahwati Bu’ulolo Insaf Rizalt Putra Gulo Intan Wirna Waruwu Iwan Berkat Zega Izwita Dewi Izwita Dewi Jujur Sabdani Harefa Juni Yanto Zebua Juwinta, Indah Laia, Dimaria Laia, Tiar Nisanna Handayani Laia, Wasnidar Laoli, Jon Wancer Lase , Sadiana Lase, Jupi Yarman Lase, Sadar Riang Lase, Sari Santi Siapudan Lendi Fitri Asnika Lafau Lidia Ida Zalukhu Mandrofa, Netti Kariani MARIA MAGDALENA BATE’E Marlinawati Telaumbanua Mart Peterson Daeli Marwan Putra Laia Mendofa, Juvita Sri Kasrina Mendrofa , Netti Kariani Mendrofa, Asri Selvi Putri Mendrofa, Ignasius Mendrofa, Ratna Natalia Mendrofa, Sri Jernih Popy Yamin Mitra Novitri Waruwu Murni Relawan Telaumbanua Ndraha, Mei Tri Murni Ndruru, Jenni Indah Mitra Ndruru, Melida NETTI KARIANI MENDOFA Odismeri Zega Pniel Sozawato Zendrato RAHMIAH MENDROFA RINCE ASTUTI ZEGA Sadiana Lase SALOME WARUWU Septriani Telaumbanua Simamora, Elmanani Sotanius, Tafonao SYARIFA AINI Tafonao Sotanius Telaumbanua, Happy Rahmat Saro Telaumbanua, Ikhlas Agen Munasabah Telaumbanua, Ovitarni TELAUMBANUA, RESTI JULIANA Telaumbanua, Ruti Faeri Waruwu, Juli Antonius Waruwu, Lilis Priska Waruwu, Nini Suryani Waruwu, Nofati Waruwu, Yutiani Wiljan Analisa Perdamaian Harefa Yaatulo Hulu Yosef Darwin Telaumbanua Yudika Zebua Yulisman Zega Yulisman Zega Yutiani Waruwu ZAI, EDISON Zalukhu, Junitariang Zalukhu, Putri Wulandari Zebua, Amin Kristin Zebua, Boy Arwin Zebua, Ikke Afdolitha Zebua, Siska Yanti Zebua, Srinuryanti Zebua, Syukur Marno Life Zebua, Vance Gunawan Zega, Laksmi Nirmala Zega, Odismeri Zega, Pretty Souvenir Zega, Silih Mentari Zendrato, Arikasian Zendrato, Dedy Rahmat Zendrato, Niat Wati Zendrato, Pniel Sozawato Zendrato, Yohana Ziliwu, Erawan Darma