Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS DAMPAK CAT CALLING TERHADAP PEREMPUAN DI RUANG PUBLIK: PERSPEKTIF PSIKOLOGIS DAN SOSIAL Vita Febriyanti; Mirna Nur Alia Abdullah; Muhammad Retsa Rizaldi Mujayapura
SABANA: Jurnal Sosiologi, Antropologi, dan Budaya Nusantara Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sabana.v4i2.5190

Abstract

This study aims to analyze the impact of cat calling on women in public spaces, focusing on the psychological and social effects of such actions. The research employs a qualitative approach with in-depth analysis of content from various related literatures to explore women's perceptions of cat calling and its effects on their daily lives. The primary focus of this study is on the psychological and social consequences, such as anxiety, stress, and discomfort experienced by women when encountering cat calling, which subsequently affects their self-confidence and the quality of their social relationships. These psychological effects not only harm women's mental well-being but also exacerbate their emotional state when interacting with their social environment. The research findings indicate that cat calling has a significant negative impact on women's psychological and social well-being. Therefore, this study emphasizes the importance of prevention efforts and public education to reduce this practice, in order to make public spaces safer and more comfortable for women
DARI DAERAH KE KAMPUS: NEGOSIASI IDENTITAS MAHASISWA Agiva Early Wulandari; Nabila Annisa Fitri Ramadhani; Nailah Anggiraksa; Mirna Nur Alia Abdullah
SABANA: Jurnal Sosiologi, Antropologi, dan Budaya Nusantara Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sabana.v5i1.7840

Abstract

Educational migration, where by students leave their home regions to pursue higher education, is a phenomenon of social mobility that involves not only geographical displacement but also social and cultural change. Migrant students often face a heterogeneous social environment with values, norms, and communication patterns that differ from those in their hometowns. This condition requires migrant students to undergo a process of cultural identity negotiation to interact and adapt. This study aims to understand how migrant students negotiate their identities and strategies in the face of a new social and cultural environment. This study uses a qualitative descriptive approach, collecting data through narrative questionnaires distributed online to respondents who meet the research criteria. The data obtained are analyzed descriptively and inductively by identifying similarities and differences in the respondents' experiences, then interpreting the patterns that emerge. The results of the study show that migrant students still carry their original cultural identity, which is reflected in their use of language, values of politeness, and patterns of interaction. Even so, migrant students still need to make adjustments, especially in the way they communicate, such as their choice of words, speech accents, and interaction styles. The adaptation strategies employed by migrant students include active involvement in organizations, building social relationships with peers, and maintaining support from family and religious values. This process then results in a more flexible and contextual form of identity in the form of a hybrid identity, a combination of the original cultural identity and the identity developed through interaction. 
FILOSOFI KAPAL DALAM KAIN TAPIS: MAKNA PERJALANAN DAN KEHIDUPAN DALAM BUDAYA LAMPUNG Dini Febra Auralia; Fachriani Shafira Pamuji; Mirna Nur Alia Abdullah
KABUYUTAN Vol 4 No 3 (2025): Kabuyutan, Nopember 2025
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v4i3.376

Abstract

Penelitian ini mengkaji makna filosofis motif kapal pada kain Tapis Lampung, sebuah warisan budaya masyarakat pesisir (Saibatin). Kain Tapis tidak hanya berfungsi sebagai pakaian tradisional, tetapi juga sebagai sarana simbolis yang merepresentasikan pandangan hidup masyarakat Lampung. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan interpretatif kualitatif dan teori semiotika Roland Barthes untuk menafsirkan tanda-tanda visual dalam motif kapal. Analisis menunjukkan bahwa motif kapal memiliki makna mendalam sebagai simbol perjalanan manusia—dari lahir, kehidupan di dunia, hingga akhirat. Pada masa lalu, kapal diinterpretasikan sebagai kendaraan bagi roh menuju akhirat, namun setelah kedatangan Islam, simbol ini bergeser menjadi simbol perjuangan hidup dan keteguhan iman. Selain nilai spiritual, motif kapal juga mencerminkan identitas sosial-ekonomi masyarakat pesisir yang erat hubungannya dengan dunia maritim. Dalam konteks etno-kriya kontemporer, filosofi kapal tetap relevan sebagai simbol keberanian, arah, dan keterbukaan terhadap perubahan. Dengan demikian, motif kapal pada kain Tapis Lampung menjadi bukti konkret keberlanjutan nilai-nilai budaya lokal yang bertransformasi dengan dinamika zaman tanpa kehilangan makna aslinya. Nilai-nilai ini terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi generasi masa kini.
Pengangguran Lulusan Sma, Smk, dan Perguruan Tinggi di Indonesia dalam Era Bonus Demografi: Peluang yang Terabaikan Atau Beban Demografi Baru? Hari Ramdani; Rafa Annisa Fauziah; Siti Nur Aeni; Mirna Nur Alia Abdullah
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2412

Abstract

Indonesia saat ini tengah memasuki fase bonus demografi, yang ditandai dengan dominasi penduduk usia produktif dan berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun demikian, tingginya tingkat pengangguran di kalangan terdidik menjadi tantangan serius yang dapat mengubah peluang tersebut menjadi beban demografi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena pengangguran terdidik di indonesia dalam konteks bonus demografi, serta menilai apakah kondisi ini merupakan peluang yang belum dimanfaatkan atau justru indikasi munculnya beban demografi baru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka dan pengumpulan data primer berupa kuesioner daring terhadap 15 responden, yang terdiri dari lulusan SMA, SMK, dan perguruan tinggi yang sedang berada dalam masa transisi menuju dunia kerja. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan kondisi, faktor penyebab, dampak, serta persepsi terkait pengangguran terdidik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengangguran terdidik didominasi oleh lulusan pendidikan menengah dan tinggi, dengan proporsi tertinggi berasal dari lulusan SMK. Faktor utama penyebabnya antara lain ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan pasar kerja (skills mismatch), kurikulum yang cenderung teoritis, kurangnya pengalaman magang, terbatasnya ketersediaan lapangan kerja formal, serta tingginya tingkat persaingan. Dampak yang muncul meliputi aspek ekonomi, seperti ketergantungan finansial dan rendahnya produktivitas, serta aspek sosial dan psikologis, termasuk stres dan menurunya kepercayaan diri. Persepsi responden terhadap fenomena ini beragam, sebagian memandangnya sebagai peluang yang belum dimaksimalkan, sebagian lain melihatnya sebagai potensi beban demografi baru, sementara sisanya menganggapnya sebagai kondisi yang bergantung pada kebijakan yang diterapkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengangguran terdidik merupakan masalah multidimensional yang membutuhkan penanganan komprehensif, seperti reformasi kurikulum yang selaras dengan kebutuhan industri, penguatan program magang berkualitas, peningkatan keterampilan melalui upskilling dan reskilling, serta penciptaan lapangan kerja berbasis inovasi dan ekonomi digital. Tanpa langkah strategis tersebut, bonus demografi berpotensi berubah menjadi beban sosial ekonomi di masa depan.
Pengaruh Circle Pertemanan terhadap Efektivitas Kelompok Belajar Mahasiswa Siti Nur Aeni; Mirna Nur Alia Abdullah; Muhammad Retsa Rizaldi Mujayapura
Pahlawan Jurnal Pendidikan-Sosial-Budaya Vol. 21 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.695 KB) | DOI: 10.57216/pah.v21i2.3

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh circle pertemanan terhadap efektivitas kelompok belajar di kalangan mahasiswa. Circle pertemanan memiliki peran yang signifikan dalam membentuk dinamika kerja kelompok, baik dari segi pencapaian akademik, kenyamanan dalam berdiskusi, hingga dukungan sosial yang diberikan antar anggota. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara kepada beberapa mahasiswa dari berbagai latar belakang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok belajar yang terdiri dari circle pertemanan cenderung lebih efektif dalam menciptakan suasana yang suportif, komunikatif, dan penuh toleransi. Mahasiswa merasa lebih nyaman dalam menyampaikan ide dan bekerja sama dalam menyelesaikan tugas. Namun demikian, terdapat pula hambatan seperti tekanan teman sebaya dan konformitas sosial yang dapat mengganggu fokus belajar, misalnya kecenderungan untuk mengobrol atau menunda tugas. Dengan demikian, circle pertemanan dapat menjadi faktor pendukung maupun penghambat efektivitas kelompok belajar, tergantung pada dinamika hubungan dan kedewasaan masing-masing individu dalam kelompok. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi mahasiswa dan institusi pendidikan dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran kolaboratif.
Bukan Sekadar Tempat Ngopi: Pemaknaan Subjektif Mahasiswa terhadap Coffee Shop di Kawasan Dago sebagai Informal Learning Space Rizky Farhan Agusfian; Siti Komariah; Mirna Nur Alia Abdullah
Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Vol 12 No 3 (2026): September
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jhm.v12i3.36051

Abstract

The rapid growth of coffee shops in Indonesia, particularly in the Dago area of Bandung, has transformed these spaces from mere consumption sites into informal learning spaces for university students. Although research on coffee shops and students continues to develop, studies examining how students subjectively construct meaning around coffee shops as alternative learning spaces through the lens of Interaksionisme simbolik remain limited, especially in the specific context of Dago. This study aims to analyze in depth how students construct meaning around coffee shops in the Dago area as alternative learning spaces outside campus, using Blumer's Interaksionisme simbolik perspective. This study employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews with seven active students from Universitas Pendidikan Indonesia and one barista, as well as non-participant observation at three coffee shops in the Dago area, then analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana. The findings show that students' meaning-making of coffee shops as informal learning spaces occurs through three interrelated processes: the formation of a definition of the situation through physical symbols such as laptops and earphones, the construction of meaning through layered social interaction with fellow students, social media, and baristas, and the negotiation and modification of meaning through space appropriation practices and shifting collective discourse over time. These findings confirm that coffee shops in the Dago area are not merely a neutral backdrop, but an actively constructed social arena that extends students' learning space beyond the boundaries of formal institutions.
Implementing Sunda Local Wisdom-Based Education to Enhance Collaborative Learning in Ciptagelar Traditional Village, Sukabumi, Indonesia Mirna Nur Alia Abdullah; Annisa Fadhilah
International Journal of Social Learning (IJSL) Vol. 6 No. 2 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher in cooperation with Indonesian Social Studies Association (APRIPSI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/ijsl.v6i2.515

Abstract

This research examines the integration of Sundanese local wisdom as a culturally grounded framework for collaborative learning in the Indigenous Village of Ciptagelar, Sukabumi. Using a qualitative approach and a systematic literature review to explore core cultural values, including sabilulungan (cooperation), ecological reverence, and customary practices. The findings show that incorporating these values can improve student engagement, socio-emotional development, and ecological awareness. The implementation is constrained by limited teacher training, a lack of contextual learning resources, and insufficient policy support. The study proposes a hybrid collaborative learning model that systematically involves indigenous community members as co-educators and employs contextualized learning modules grounded in Ciptagelar epistemologies. This model offers a structured way to bridge formal education with local knowledge systems and provides practical implications for educators and policymakers seeking sustainable, identity-affirming education rooted in local wisdom.
Youth Perceptions of Seren Taun Sacred Values in the Digital Age: A Scoping Review Ainy Rahmatunisa; Mirna Nur Alia Abdullah; Fajar Nugraha Asyahidda
SOSIOEDUKASI Vol 15 No 2 (2026): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v15i2.7874

Abstract

The Seren Taun tradition, organised by the Sunda Wiwitan indigenous community in Cigugur Village, is one of the traditions that has managed to survive amidst social change. Since the advent of digital technology, the way in which the younger generation perceives tradition has shifted, from passive recipients to active agents in interpreting and representing cultural values. The aim of this study is to examine how the younger generation interprets the values of the Seren Taun tradition and how digital technology influences this process of meaning-making. The approach used is qualitative, employing a scoping review method to map and synthesise relevant research findings. Findings were obtained from the Scopus and Publish or Perish databases, comprising a total of 25 national and international articles analysed using thematic analysis techniques. The research results reveal that the younger generation actively interprets and represents traditional values through digital media, which simultaneously opens up space for the expansion of meaning and the risk of simplifying sacred values. The sustainability of traditions no longer depends solely on the preservation of cultural practices, but on the ability of the younger generation to negotiate and adapt cultural meanings amidst digital dynamics; thus, the integration of cultural practices, education, and digital media becomes a crucial strategy in maintaining the relevance of traditions amidst ever-evolving social change.
Tantangan dan Transformasi: Memahami Ancaman Kehilangan Aksara Lampung dalam Era Modernisasi Indra Abdul Majid; Samuel Halomoan Simarmata; Tri Utami Febriyani; Siti Komariah; Mirna Nur Alia Abdullah
ENGGANG: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol. 6 No. 2 (2026): JUNI:ENGGANG: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/enggang.v6i2.12961

Abstract

This article discusses the challenges of preserving the Lampung script in an era of increasing modernization. As part of Indonesia's cultural heritage, the Lampung script faces the risk of losing its identity due to the influences of urbanization, migration, and the dominance of mass media. The younger generation tends to have minimal understanding of the Lampung script due to a lack of emphasis in formal education and lifestyle changes that focus more on technology. This study adopts a literature review method, gathering several sources to strengthen its research. Preservation efforts are carried out through introducing the Lampung script to the younger generation through formal and informal education, developing modern technology to facilitate learning, and integrating the Lampung script into local education curricula. Collaboration between the government, cultural institutions, education sector, and the community is necessary to preserve the Lampung script as an essential part of Lampung's cultural and linguistic identity. Further research is recommended to evaluate the effectiveness of proposed preservation efforts and gain a deeper understanding of the use and understanding of the Lampung script among the Lampung community.
Dinamika Teknologi dan Gaya Hidup dalam Pembentukan Habitus Generasional Baby Boomers hingga Gen Alpha Juwita Salwa Leswidyanti; Annisa Tri Ayswara; Mirna Nur Alia Abdullah; Vita Febriyanti
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i3.16318

Abstract

Dalam beberapa dekade terakhir, kemajuan teknologi digital telah mengakselerasi perubahan yang sangat signifikan dalam aspek sosial, terutama dalam cara orang berinteraksi, mengembangkan nilai-nilai, dan menjalani kehidupan. Perbedaan pengalaman dengan teknologi pada setiap generasi, dari Baby Boomers sampai Generasi Alpha, mencerminkan adanya variasi dalam pola penyesuaian terhadap perubahan sosial yang berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dinamika perkembangan teknologi dan pergeseran gaya hidup dalam pembentukan habitus generasional di era digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan penelitian pustaka (library research), melalui analisis berbagai sumber ilmiah terkait untuk mengkaji hubungan antara teknologi, gaya hidup, dan karakteristik sosial antar generasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa teknologi telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari struktur sosial yang membangun habitus melalui praktik sosial, pola komunikasi, serta kebiasaan digital yang berbeda di setiap generasi. Generasi Milenial, Generasi Z, dan Generasi Alpha menunjukkan tingkat adaptasi teknologi yang lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya, sehingga muncul kesenjangan digital dan dinamika sosial antar generasi. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan pentingnya pemahaman tentang peran teknologi dalam membentuk habitus generasional sebagai cara untuk menjembatani perbedaan sosial di era digital.
Co-Authors Agiva Early Wulandari Ahmed Dipa Suparwanto Ahmed Dipa Suparwanto a Ainy Rahmatunisa Aisyah Nur Fadhilah Alinindya Therese Louisa Amalia Amalia Annisa Fadhilah Annisa Fauziyyah Annisa Tri Ayswara Arini Putri Wiriantiningrum Arini Wijayanti Asma Nadia Hasuna Aulia Marthasya Aulya S Rahmawati Avina Linda Setyowati Cik Suabuana Dadan Wildan Daniel Andika Nugroho Deanti Aulia Nasri Defika Florina Dini Febra Auralia Ehza Alifan Hanif Elisa Zakira Elly Malihah Elsa Adanti Fachriani Shafira Pamuji Fajar Nugraha Asyahidda Fatma Azzahra Fauziyyah Amaani Haikal Ismail Hari Ramdani Ima Rohimah Indra Abdul Majid Ivana Shirley Lafayette Siregar Jihan Julyanti Yuhdi Juwita Salwa Leswidyanti Keisha Aulia Putri Rahardjo Kiagus Muhammad Laudy Ramdhani Lena Nurlaena Leo Farid Ruhiana Lidya Fadila Mohammad Irvan Muhamad Iqbal Muhamad Retza Rizaldi Mujayapura Muhammad Fadila Rohendi Mujayapura, Muhammad Retsa Rizaldi Mutia Lestari Abidin Mutiara Nabila Nst Nabila Annisa Fitri Ramadhani Nabila Siti Nurhasanah Nabilla Larasati Rizkya Layana Nada Salsabila Isafitri Nadya Meisya Adibrata Naila Faiza Naila Noerita Aini Nailah Anggiraksa Nanda Amelia Naylla Rachma Edhisty Nazwa Fatin Oktariani Nisrina Aulia Rahmani Prhita Shintiya Qonitah Zalikhah Yuselly Rachmi Fitria Radik Mahardika Rafa Annisa Fauziah Raisya Anjani Putri Syawalia Rella Gina Sonia Rexi Junjunan Illahi Ririn Maesaroh Risma Nur Fitria Risti Regina Putri Rizky Farhan Agusfian Salisa Almudhia Salsabila Putria Mulyana Samuel Halomoan Simarmata Sandra Wahyudi Sarah Nur Azizah Septi Siti Ramadhani Shania Aulia Rahmania Anshary Shinta Aprilianty Siti Komariah Siti Lulu Awaliah Siti Nur Aeni Siti Nurbayani Siti Zahra Susan Agustina Putri Syahbila Zalva Syasya Nur'aini Riswandy Tholhah Hasan Tri Utami Febriyani Vita Febriyanti Warlim Warlim Wilo Dati Wilodati Wilodati Wilodati Wilodati Yani Achdiani