Articles
Hubungan Konseling dengan Kepatuhan Ibu Hamil Trimester III dalam Mengkonsumsi Tablet Fe di Puskesmas Sangkrah
Ika Nur Rohmatin;
Anjar Nurrohmah;
Ida Nur Imamah
ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing) Vol 2 No 2 (2021): DESEMBER
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (261.459 KB)
|
DOI: 10.30787/asjn.v2i2.834
Latar Belakang:. Konseling pada ibu hamil akan mempengaruhi pengetahuan, sikap dan perilaku ibu hamil terhadap kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe dalam upaya pencegahan anemia. Kepatuhan minum tablet besi (Fe) merupakan bentuk perilaku yang terwujud karena adanya pengetahuan yang diperoleh dari luar, serta keyakinan dan adanya dorongan dari orang lain, seperti petugas kesehatan, keluarga, tetangga, atau teman dekat. Bagi pelaksana dan pengelola program, arti keberhasilan program adalah meningkatnya cakupan program pemberian tablet besi (Fe) dan menurunnya prevalensi anemia pada sasaran yang dilayani. Tujuan: Mengetahui apakah ada hubungan antara konseling dengan kepatuhan ibu hamil trimester III dalam mengkonsumsi tablet Fe. Metode: Penelitian ini menggunakan cross sectional dengan pendekatan rancangan point time approach, dengan menggunakan teknik sampling purposive sampling, sampel 56 responden, instrument penelitian lembar kuesioner. Hasil: Hasil analisa bivariat mayoritas ibu mendapatkan konseling kurang baik dan mayoritas ibu hamil tidak patuh dalam mengkonsumsi tablet Fe. Hasil analisa bivariat dengan uji Chi-Square menunjukkan nilai Pvalue (0,000) < 0,05. Kesimpulan: Ada hubungan antara konseling dengan kepatuhan ibu hamil trimester III dalam mengkonsumsi tablet Fe di Puskesmas Sangkrah Kecamatan Pasar Kliwon Surakarta.
HUBUNGAN OLAHRAGA DENGAN KEJADIAN PENYAKIT JANTUNG KORONER DI RSUD Dr. MOEWARDI
Annisa Yuliana Salim;
Anjar Nurrohmah
Gaster Vol 10 No 1 (2013): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (175.31 KB)
Pendahuluan; Penyakit jantung koroner (PJK) ialah penyakit jantung yang terutama disebabkan karena penyempitan arteri koronaria akibat proses aterosklerosis atau spasme atau kombinasi keduanya. Latihan olahraga merupakan suatu aktivitasaerobik, yang terutama bermanfaat untuk meningkatkan dan mempertahankan kesehatan dan daya tahan jantung. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan, menunjukkan bahwa pada tahun 2010 jumlah penderita PJK di RSUD Dr Moewardi sebanyak 282 orang. Tujuan; Mengetahui hubungan olahraga dengan Penyakit Jantung Koroner di RSUD Dr Moewardi Metode; Penelitian analitik dengan rancangan Retrospektif (kasus kontrol). Pengambilan sampel menggunakan tehnik Purposif sampling, dengan jumlah sampel penelitian 30 pasien PJK dan 30 pasien stroke (non PJK). Analisa data menggunakan analisa bivariat yaitu chi-square. Hasil; Hasil uji bivariate dengan chi-square membuktikan bahwa tidak ada hubungan yang signiï¬kan antara olahraga dengan PJK, akan tetapi pada orang yang rutin olahraga dapat menurunkan risiko jantung koroner dengan nilai OR=2.250. Kesimpulan; Tidak ada hubungan antara olahraga dengan penyakit jantung koroner di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Responden yang tidak rutin melakukan olah raga berisiko mengalami kejadian PJK 2.250 lebih besar dibandingkan dengan responden yang rutin melakukan olahraga. Jadi olahraga bukan merupakan penyebab utama terjadinya PJK, akan tetapi olahraga merupakan salah satu faktor resiko yang pada kejadian PJK. Kata Kunci: Olahraga, PJK
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN POLA MENYUSUI EKSLUSIF MELALUI KEIKUTSERTAAN DALAM KELOMPOK PENDUKUNG IBU (KP IBU) DI PUSKESMAS NUSUKAN SURAKARTA
Anjar Nurrohmah
Gaster Vol 14 No 2 (2016): AGUSTUS
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (122.828 KB)
ASI (Air Susu Ibu) merupakan makanan terbaik untuk bayi. WHO (World Health Organization) merekomendasikan pemberian ASI saja pada 6 bulan pertama kehidupan. Cakupan ASI di Indonesia masih berada di bawah target yang ditetapkan secara nasional. KP Ibu merupakan suatu kelompok yang dibentuk dengan tujuan mendukung program ASI Ekslusif. Tujuan Penelitian: Menganalisis pengaruh keikutsertaan ibu dalam kegiatan KP Ibu terhadap pengetahuan dan pola pemberian ASI secara eksklusif. Metode: Desain penelitian cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilaksanakan bulan November-Desember 2015 di Puskesmas Nusukan Kota Surakarta. Pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Subyek penelitian ibu yang pernah mengikuti KP Ibu dengan balita usia 6-24 bulan sejumlah 43 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Analisis bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil: Sebanyak 21 orang(48,8%) ibu aktif dalam kegiatan KP ibu. Sebagian besar responden mempunyai pengetahuan yang baik yaitu 35 orang (81,4%). Hanya sebagian kecil ibu yang mempunyai pola pemberian ASI secara ekslusif yaitu sebanyak 17 orang (39%). Analisa bivariat menunjukkan menunjukkan pengaruh keikutsertaan ibu terhadap pengetahuan mempunyai nilai p= 0,241 (p>0,05). Sedangkan pengaruh keikutsertaan ibu dalam KP terhadap pola pemberian ASI mempunyai nilai p = 0,032 (p<0,05). Kesimpulan: Keikutsertaan ibu dalam KP Ibu secara aktif mempunyai pengaruh yang bermakna terhadap pola pemberian ASI secara ekslusif
Risk Factors of Breast Cancer
Anjar Nurrohmah;
Anis Aprianti;
Sri Hartutik
Gaster Vol 20 No 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (608.786 KB)
|
DOI: 10.30787/gaster.v20i1.777
Background: Ca mamae is a cancer with the highest incidence and mortality of women in Indonesia and the world. Infodatin (2019) found that in the Dharmais Hospital in 2018 breast cancer occupied 19.18%. At Dr. Moewardi Hospital, it was shown that during 2018 Ca mamae had the highest incidence of cancer. Objective: to determine the risk factors for Ca mamae in Dr. Moewardi Hospital. Methods: This study is a descriptive with a cross sectional approach with checklist instrument. Sampling with purposive sampling with as many as 82 people as subjects. Results: The study showed that 75 (91.5%) of 82 people suffering from Ca mamae factor were 40 years old, 61 (74.4%) had a family history of suffering from Ca mamae, consuming alcohol as much as 43 (52.4%). ), were obese by 46 (56.1%), and experienced exposure to cigarette smoke as much as 65 (79.3%). Conclusion: Most of Ca mamae patients aged 40 years, have a family history of Ca mamae, consume alcohol, are obese and experience exposure to cigarette smoke. Suggestion: The importance of providing health education to women, so that they can find out the characteristics of Ca mamae patients so that prevention can be done.
HUBUNGAN PENGETAHUAN SISWA TENTANG BENCANA KEBAKARAN DENGAN KESIAPSIAGAAN DALAM MENGHADAPI BENCANA KEBAKARAN DI SMAN 3 SRAGEN
Septiana Ruspandi;
Anjar Nurrohmah
OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences Vol. 2 No. 2 (2022): OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (437.319 KB)
|
DOI: 10.47701/ovum.v2i2.2367
Bencana kebakaran sampai saat ini menjadi masalah serius dan menjadi perhatian dunia. Bencana kebakaran yang terjadi di negara Indonesia merupakan salah satu bencana yang sering dijumpai. Angka kejadian bencana kebakaran di Indonesia mencapai 865 kasus. Untuk mengurangi dampak bencana kebakaran perlu adanya pengetahuan dan kesiapsiagaan pada siswa yang merupakan kelompok rentan terhadap bencana. Tujuan dalam penelitian ini yaitu mengetahui hubungan pengetahuan siswa tentang bencana kebakaran dengan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana kebakaran di SMAN 3 Sragen. Jenis penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan Cross Sectional. Menggunakan sampel 101 siswa di SMAN 3 Sragen. Penentuan sampel menggunakan teknik Stratified Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Tehnik analisa data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan siswa termasuk ke dalam kategori cukup dengan persentase 59,4%. Kemudian kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi bencana kebakaran menunjukkan kategori cukup dengan persentase 73,3%. Hasil uji statistic pengetahuan dengan kesiapsiagaan menggunakan Spearman Rho diperoleh p value sebesar 0,000 < α (0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan pengetahuan siswa tentang bencana kebakaran dengan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana kebakaran di SMAN 3 Sragen.
PENGARUH PIJAT OKETANI TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU NIFAS DI RUANG ADAS MANIS RSUD PANDAN ARANG BOYOLALI
Sofyah Nurul Hidayah;
Anjar Nurrohmah;
Panggah Widodo
Jurnal Osadhawedyah Vol 1 No 3 (2023): Jurnal Osadhawedyah
Publisher : PT NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar Belakang; ASI berperan dalam perkembangan kognitif, sensorik, motorik dan memberikan perlindungan terhadap infeksi dan penyakit kronis. Ada factor penyebab produksi ASI sedikit, diantaranya faktor hormonal (prolaktin dan oksitosin), kondisi psikis ibu, perawatan payudara, frekuensi bayi menyusu, bendungan ASI, tidak lancarnya produksi ASI dan masalah puting susu. Salah satu upaya untuk membantu kelancaran produksi ASI adalah dengan perawatan payudara yaitu pijat Oketani. Tujuan; Mengetahui hasil implementasi pemberian Pijat Oketani terhadap produksi ASI pada ibu nifas di Ruang Adas Manis RSUD Pandan Arang Boyolali. Metode; Jenis penerapan studi kasus ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan sesuai SOP Pijat Oketani kepada 2 pasien ibu nifas yang mengalami ketidaklancaran produksi ASI. Instrumen: SOP Pijat Oketani dan lembar observasi pengeluaran produksi ASI selama 5 hari. Hasil; Berdasarkan hasil penerapan, terdapat peningkatan pada pasien ibu nifas yang mengalami ketidaklancaran produksi ASI di Ruang Adas Manis sesudah dilakukan penerapan Pijat Oketani. Kesimpulan; Pijat oketani dapat dijadikan sebagai salah satu teknik non-farmakologis untuk melancarkan produksi ASI pada ibu nifas di Ruang Adas Manis RSUD Pandan Arang Boyolali.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Komplikasi Kehamilan Preeklampsia
Melita Putri Royani;
Anjar Nurrohmah
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Tribhuwana Tunggadewi University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33366/nn.v7i2.2527
Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu masalah yang paling krusial di dunia. Preeklampsia serta komplikasinya menjadi salah satu penyebab utama kematian ibu. Preeklampsia merupakan resiko yang membahayakan ibu juga dapat membahayakan janin melalui plasenta. Dilihat dari angka preeklampsia yang masih tinggi sebagai salah satu komplikasi kehamilan, salah satu upaya untuk mengatasinya dengan pelayanan kesehatan ibu hamil secara berkala. Tujuan penelitian mengidentifikasi karakteristik ibu hamil dan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang komplikasi kehamilan preeklampsia di Puskesmas Kartasura. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 293 ibu hamil dengan seluruh usia kehamilan. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner. Pemilihan sampel menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode purposive sampling dengan jumlah sampel 75 responden. Hasil tingkat pengetahuan tentang preeklampsia di Puskesmas Kartasura sebanyak 83 responden memiliki tingkat pengetahuan kurang sebanyak 11 responden (13.3%), tingkat pengetahuan cukup sebanyak 58 responden (68.9%), dan tingkat pengetahuan baik sebanyak 14 responden (16.9%). Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan tentang preeklampsia yaitu cukup. Saran dalam penelitian ini adalah diharapkan dapat memberikan edukasi yang lebih maksimal dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada ibu hamil yang melakukan kunjungan antenatal care (ANC).
Gambaran Perilaku Ibu Hamil Dalam Pencegahan Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Polokarto Sukoharjo
Annisa' Nur;
Anjar Nurrohmah
MIDWINERSLION : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol. 8 No. 2 (2023): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52073/midwinerslion.v8i2.338
Latar Belakang : Pencegahan terjadinya stunting pada masa kehamilan dengan memperhatikan perilaku ibu hamil. Stunting dianggap sebagai hasil kumulatif dari proses yang dimulai sejak kehamilan sehingga gizi ibu hamil menjadi penyebab tidak langsung terhambatnya pertumbuhan janin menjadi faktor resiko stunting. Pencegahan stunting saat kehamilan adalah mengonsumsi tablet penambah darah untuk ibu hamil, meningkatkan konsultasi selama kehamilan, memantau perkembangan janin selama kehamilan. Tujuan : Untuk mengetahui karakteristik dan mengidentifikasi perilaku ibu hamil dalam pencegahan stunting di wilayah kerja Puskesmas Polokarto. Metode Penelitian : Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan rancangan survei. Pengambilan sampel menggunakan sampel purposive sampling, dengan jumlah sampel 89 responden yang berada di wilayah kerja Puskesmas Polokarto. Hasil : sebanyak responden berusia 20-35 tahun (85%), responden pekerjaan mayoritas IRT sebanyak (75,3%), responden pendidikan mayoritas SMA sebanyak (67,4%). Dan perilaku ibu hamil berkategori baik sebanyak 81 (91,0%) . Kesimpulan : ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Polokarto mayoritas berumur 20-35 tahun, pekerjaan IRT dan pendidikan SMA. Serta perilaku ibu hamil dalam kategori baik.Kata Kunci : perilaku, stunting
Hubungan Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang COVID-19 dengan Perilaku Penerapan Protokol Kesehatan Era New Normal di Wilayah Puskesmas Kartasura Kabupaten Sukoharjo
'Aisyah Nilam Cahyani;
Anjar Nurrohmah
Indonesian Journal on Medical Science Vol 10 No 2 (2023): IJMS 2023
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55181/ijms.v10i2.387
Corona Virus Disease (COVID-19) is an infectious disease caused by the coronavirus group, where this disease has spread rapidly throughout the world, including Indonesia. The Kartasura sub-district is the first-ranked area with the most COVID-19 cases in Sukoharjo Regency. The government and authorities continue to urge the public not to ignore the dangers of COVID-19 and the importance of implementing health protocols. Good community behavior in implementing health protocols is influenced by the knowledge factor. The purpose of this study was to analyze the relationship between the level of public knowledge about COVID-19 and the behavior of implementing health protocols in the New Normal era in the Kartasura Health Center area. This study used an analytic observation method with a cross sectional design. Sampling using non-probability sampling method with a total sample of 97 respondents. The results showed that the results of the Spearmen Rank test were between the Level of Public Knowledge about COVID-19 and the Behavior of the Implementation of the New Normal Era of Health Protocols in the Kartasura Health Center area, Sukoharjo Regency (p value = 0.024). There is a significant relationship between the level of public knowledge about COVID-19 and the behavior of implementing the New Normal Era of Health Protocols in the Kartasura Health Center area, Sukoharjo Regency.Corona Virus Disease (COVID-19) is an infectious disease caused by the coronavirus group, where this disease has spread rapidly throughout the world, including Indonesia. The Kartasura sub-district is the first-ranked area with the most COVID-19 cases in Sukoharjo Regency. The government and authorities continue to urge the public not to ignore the dangers of COVID-19 and the importance of implementing health protocols. Good community behavior in implementing health protocols is influenced by the knowledge factor. The purpose of this study was to analyze the relationship between the level of public knowledge about COVID-19 and the behavior of implementing health protocols in the New Normal era in the Kartasura Health Center area. This study used an analytic observation method with a cross sectional design. Sampling using non-probability sampling method with a total sample of 97 respondents. The results showed that the results of the Spearmen Rank test were between the Level of Public Knowledge about COVID-19 and the Behavior of the Implementation of the New Normal Era of Health Protocols in the Kartasura Health Center area, Sukoharjo Regency (p value = 0.024). There is a significant relationship between the level of public knowledge about COVID-19 and the behavior of implementing the New Normal Era of Health Protocols in the Kartasura Health Center area, Sukoharjo Regency.
A PENERAPAN TERAPI MUROTTA TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA IBU POST SECITO CAESARE DI BANGSAL ADAS MANIS RSUD PANDAN ARANG BOYOLALI: abstrak, abstract, pendahuuan, metode, hasil dan pembahasan, kesimpualn, ucapan teriamkasih, daftar pustaka
Heni Safitri;
Anjar Nurrohmah;
Panggah Widodo
OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences Vol. 3 No. 2 (2023): OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47701/ovum.v3i2.2914
Latar Belakang: Nyeri pada post seksio sesar biasanya disebabkan karena nyeri pada luka post seksio sesar. Upaya untuk menurunkan nyeri dengan teknik non farmakologi distraksi untuk mengurangi rasa nyeri, salah satu teknik distraksi yang efektif adalah terapi murottal. Terapi Murottal merupakan suatu asuhan keperawatan, yang mengajarkan kepada klien memberikan terapi dengan menperdengarkan ayat-ayat suci Al-Quran. Tujuan: Mendeskripsikan perkembangan nyeri sebelum dan sesudah Penerapan Terapi Murottal Terhadap Penurunan Nyeri Nyeri Pada Ibu Post Secito Caesare. Metode: Metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan menggunakan proses pendekatan keperawatan. Hasil: Adanya pengaruh terapi murrotal terhadap penurunan nyeri ibu post secito caesare dari kategori skala nyeri sedang hingga tidak merasa nyeri. Kesimpulan: Perkembangan skala nyeri sebelum dan sesudah pemberian terapi murottal selama 3 hari menunjukkan adanya pengaruh terapi murrotal terhadap nyeri post secito caesare mengalami penurunan setiap harinya dari kategori skala nyeri sedang hingga tidak merasa nyeri.