Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS UNTUK MENGURANGI CACAT PRODUK DENGAN METODE SIX SIGMA DI UMKM MAKMUR SANTOSA Adi Juwito; Ari Zaqi Al-Faritsy
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 1 No. 12: Agustus 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v1i12.3193

Abstract

UMKM Makur Santosa beralamat di Kelat, Jelok, Cepogo, Boyolali adalah sebuah UMKM yang memproduksi gagang sapu, didalam produksi gagang sapu UMKM Makmur Santosa sangat memperhatikan kualitas dari bahan-bahan yang digunakan agar mendapatkan hasil produk yang baik dan berkualitas dipasaran. dari data 1 Maret sampai dengan 30 Maret 2022 untuk cacat bengkok sebesar 26%, cacat berserabut sebanyak 35% dan cacat patah sebanyak 39%, sehingga mengakibatkan terjadi proses produksi ulang, mengakibatkan penambahan biaya produksi dan penambahan dalam waktu produksi. Dari permasalahan ini penelitian ini menggunakan metode six sigma. Six sigma berfokus untuk mengurangi cacat dengan menekankan pemahaman, pengukuran, dan perbaikan proses. Dalam six sigma terdapat 5 fase yaitu define, measure, analyze, improve, dan control. Berdasarkan hasil pengolahan data diketahui beberapa faktor yang menjadi penyebab diantaranya: faktor manusia, metode, material, mesin dan lingkungan. Faktor operator (manusia) dimana pekerja kurang fokus dalam proses dowel yang menyebabkan kayu/gagang sapu patah. Faktor mesin pada pisau mesin dowel yang tidak tajam mengakibatkan kayu atau gagang sapu menjadi berserabut tidak halus. Upaya yang dilakukan saat ini untuk mengurangi tingkat kecacatan produk gagang sapu di UMKM Makmur Santosa, Melakukan penjadwalan kegiatan harian pada proses dowel dan menentukan pioritas produksi secara efektif dan efesien, Pergantian komponen yang sudah rusak pada mesin, mesin haru dicek sebelum melakukan proses produksi.
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK EMBER CAT TEMBOK 5 KG MENGGUNAKAN METODE NEW SEVEN TOOLS (STUDI KASUS: INDAPLAS-PT. INDACO WARNA DUNIA) Ari Zaqi Al Faritsy; Hengky Hari Prasetiyo
Teknosains Vol 16 No 2 (2022): Mei-Agustus
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v16i2.26956

Abstract

Indaplas-PT. Indaco Warna Dunia adalah perusahaan manufaktur dengan salah-satu produknya yaitu galon ember cat 5 kg. Permasalahan yang dihadapi perusahaan ini adalah terjadinya cacat produksi sehingga perlu dilakukan perbaikan kualitas pada galon cat 5 kg. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab kecacatan yang terjadi pada lantai produksi. Metode yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan metode New Seven Tools dengan tahapan yaitu affinity diagram, relationship diagram, diagram pohon, matriks diagram, matriks data analysis, diagram panah, dan process decision program chart. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor terjadinya cacat produksi adalah (1) Faktor manusia, antara lain kondisi operator sakit, operator tergesa-gesa, kurangnya pemahaman tentang mesin produksi; (2) Faktor material, antara lain pencampuran bahan baku yang kurang sesuai; (3) Faktor mesin, yaitu antara lain waktu perawatan mesin yang singkat, banyaknya mesin yang tidak beroperasi, kurangnya sparepart untuk perawatan; (4) Faktor metode SOP standar mutu yang tidak tertulis di bagian produksi; (5) Faktor lingkungan, yaitu suhu lingkungan kerja yang panas, jarak antar produksi yang jauh, dan lingkungan kerja yang bising. Rekomendasi yang diberikan untuk mengurangi cacat produksi yaitu dengan pemberian cuti sakit selama 3 hari, menambah operator pada mesin Inject Molding minimal 2, pemberian training tentang pengoperasian mesin kepada setiap operator, pembuatan formula campuran bahan baku yang sesuai, menempatkan mesin yang tidak digunakan pada 1 ruangan Gudang, pembuatan jadwal maintenace perawatan mesin secara berkala dan ketat, penyetokan sparepart pada ruangan workshop, pemberian pemahaman SOP cacat produk, pemberian kipas pada ruangan dan menambah ventilasi udara, memperbaruhi layout tata letak ruangan produksi, serta menempatkan mesin pada ruangan kedap suara dan penggunakan penutup telinga.
PT.X adalah perusahaan cat ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK EMBER CAT TEMBOK 5KG MENGGUNAKAN METODE NEW SEVEN TOOLS (Studi Kasus: PT. X) Ari Zaqi Al Faritsy hari; Hengky Hari Prasetiyo
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol 2 No 2 (2022): Juli, Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trianandra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/juritek.v2i2.448

Abstract

PT.X is a manufacturing company whose one product is Gallon Paint bucket 5kg. The problems faced by this company are factors that cause production defects, it is necessary to improve the quality of 5kg paint gallons. the flow of stages in the research using the New Seven Tools method with the stages, namely affinity diagrams, Affinity Diagrams, Relationship Diagrams, Tree diagrams, Matrix Diagrams, Data Analysis Matrix, Arrow Diagrams, Process Decision Program Charts. With the results of this study, it is known that the factors of the occurrence of production defects are the human factor The condition of the operator is sick, the operator is in a hurry, the lack of understanding of the production machine. Material factors Inappropriate mixing of raw materials. Machine Factors Short Machine Maintenance Time, Number of Machines That Are Not Operating, Lack of Spare Parts To Do Maintenance. Factors SOP method of Quality Standards that are not written in the production section. Environmental factors Hot Working Environment Temperature, Long Distance Between Production, Noisy Work Environment. The suggestion given to reduce this production defect is to give sick leave for 3 days. Adding operators to the Inject Molding machine at least 2. Providing training on the operation of the machine to each operator. Preparation of appropriate raw material mixture formulas. Placing unused machines in 1 warehouse room. Making regular and strict maintenance schedule for machine maintenance. Stocking spare parts in the Workshop room Providing understanding of product defect SOPs. Providing a fan in the room and increasing air ventilation. Updated the production line layout. Place the machine in a soundproof room and wear earplugs.
Analisis Pengendalian Kualitas Produk Ember Cat Tembok 5kg Menggunakan Metode New Seven Tools : (Studi Kasus: PT. X) hengky hari; Ari Zaqi Al Faritsy
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/tmit.v1i3.41

Abstract

PT.X adalah perusahaan manufaktur yang salah satu produknya yaitu Galon ember Cat 5kg. Adapun permasalahan yang di hadapi perusahaan ini adalah faktor penyebab terjadinya cacat produksi maka perlu dilakukan perbaikan kualitas pada gallon cat 5kg. alur tahapan dalam penelitian menggunakan metode New Seven Tools dengan tahapannya yaitu affinity diagram, Affinity Diagram, Relationship Diagram, diagram Pohon, Matriks Diagram, Matriks  Data Analysis, Diagram Panah, Process Decision Program Chart. Dengan hasil penelitian ini ketahui bahwa faktor dari terjadinya cacat produksi adalah Faktor manusia Kondisi operator sakit, Operator Tergesa-gesa, kurangnya pemahaman tentang mesin produksi. Faktor material Pencampuran bahan baku yang kurang sesuai. Faktor mesin Waktu Perawatan Mesin yang singkat, Banyaknya Mesin yang tidak Beroperasi, Kurangnya Sparepart Untuk Merlakukan Perawatan. Faktor metode SOP Standart Mutu Yang Tidak Tertulis dibagian produksi. Faktor lingkungan Suhu Lingkungan Kerja Yang Panas, Jarak Antar Produksi Yang Jauh, Lingkungan Kerja Yang Bising. Usulan yang di berikan untuk mengurangi cacat produksi ini adalah dengan pemberian cuti sakit selama 3 hari. Menambah operator pada mesin Inject Molding minimal 2. Pemberian training tentang pengoperasianya mesin kepada setiap operator. Pembuatan formula campuran bahan baku yang sesuai. Menempatkan mesin yang tidak digunakan  pada 1 ruangan Gudang. Pembuatan jadwal maintenace perawatan mesin secara berkala dan ketat. Penyetokan sparepart pada ruangan Workshop. Pemberian pemahaman SOP cacat produk. Pemberian kipas pada ruangan dan menambah ventilasi udara. Memperbaruhi layout tata letak rangan produksi. Menempatkan mesin pada ruangan kedap suara dan penggunakan penutup telinga.
Analisis Pengendalian Kualitas Pada Produksi Base Plate R-54 Menggunakan Metode Statistical Quality Control Dan 5S Lingga Muhamad Ramdani; Ari Zaqi Al Faritsy
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.007 KB) | DOI: 10.55826/tmit.v1iII.43

Abstract

PT Sinar Semesta merupakan perusahaan Industri yang bergerak pengecoran logam yang salah satu produksinya adalah Base Plate R-54 yang terletak di Jl. Raya Solo-Yogya Km. 26 Klepu, Ceper, Klaten. Permasalahan yang timbul di PT Sinar Semesta adalah kualitas terkait kinerja mesin pada mesin tungku induksi kapasitas 500 kg yang dirasa kinerjanya kurang efektif sehingga rata-rata produksinya masih dibawah target produksi yang ditetapkan oleh perusahaan sehingga menimbulkan kerugian. Maka dari itu untuk meningkatkan kinerja dan kualitas produksi PT. Sinar Semesta saat proses berlangsung perlu didukung oleh manajemen pemeliharaan dan kesadaran para operator. Penelitian ini menggunakan metode Statistical Quality Control dan 5S, dengan hasil penelitian bahwa pada bulan Januari - September 2021 PT Sinar Semesta melakukan produksi sebanyak 7049 produk Base Plate R-54, Ada tiga jenis kecacatan yang diteliti pada bulan Januari - September 2021 yaitu cacat ekor tikus dengan jumlah cacat 879 produk Base Plate R-54, cacat berlubang dengan jumlah cacat 906, dan cacat permukaan kasar dengan jumlah cacat 826 dengan presentase cacat yaitu 33,67%, 34,70%, dan 31,64%. Bisa dikatakan proses produksi belum terkendali, karena masih belum sesuai dengan target maksimal produk cacat perusahaan, sehingga perusahaan harus melakukan perbaikan terhadap pengendalian kualitas proses produksi dan pengendalian pengelolaan 5S nya.   Kata Kunci : Base Plate R-54, Cacat, Kualitas, Statistical Quality Control, 5S
Analisis Kualitas Produk Penyamakan Kulit Menggunakan Seven Tools Agustian Setyo Saputra; Ari Zaqi Al Faritsy
JUMANTARA: Jurnal Manajemen dan Teknologi Rekayasa Vol 2, No 1 (2023): Januari
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/jumantara.v2i1.1430

Abstract

PT Adi Satria Abadi adalah salah satu perusahaan penyamakan kulit di Indonesia, untuk memenangkan persaingan di dunia industri perusahaan harus terus menjaga kualitas produk yang dihasilkan. Salah satu untuk menjaga kualitas produk yang dihasilkan adalah dengan melakukan pengendalian kualitas produk, sehingga mengetahui produk yang dihasilkan sesuai dengan standar perusahaan dan sesuai dengan yang diinginkan konsumen. Seven tools merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi jenis cacat dan penyebab terjadinya cacat. Perusahaan memproduksi kulit berjenis CAB K PW  sebanyak 77.343 lembar dan selama proses produksi berlangsung terjadi kecacatan kulit sebanyak 9.522 lembar kulit dan terdapat tiga jenis cacat yang terjadi pada penyamakan kulit CAB K PW yaitu cacat berkutu, cacat mangkak dan cacat rapuh. Cacat berkutu menjadi salah satu cacat yang tidak terkendali karena proposi cacat berkutu tertinggi yang terjadi dibandingkan dengan cacat mangkak dan cacat rapuh sehingga cacat berkutu menjadi jenis cacat yang sering terjadi pada proses penyamakan kulit. Faktor yang menyebabkan kecacatan di penyamakan kulit adalah bahan baku yang digunakan memiliki banyak bekas kutu, bekas luka pada permukaan kulit dan bahan baku merupakan stock lama. Selain itu, pekerja kurang teliti dan lalai yang diakibatkan oleh kejenuhan saat bekerja, tingkat keakuratan mesin yang menurun dan mesin dalam kondisi kotor maupun mata pisau yang digunakan kurang tajam, dan pekerjaan pada proses tanning tidak sesuai dengan prosedur perusahaan.
Pengendalian Kualitas Produk Plastik Jenis Polypropylene Menggunakan Metode Seven Tools Pada PT.Kusuma Mulia Plasindo Infitex Ari Zaqi Al Faritsy; Ihsan syaifuddin Ihsan syaifuddin
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol 3 No 1 (2023): Maret, Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trianandra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/juritek.v3i1.1130

Abstract

ABSTRACT Kusuma Mulia Plasindo Infitex is a company engaged in the manufacturing sector that produces products, one of which is polypropylene plastic. The problems that occurred at PT. Kusuma Mulia Plasindo Infitex is the occurrence of products that do not comply with standards or defective products. Types of defective products include side breaks and folds in the middle with a total of 277 defective products. The purpose of this study was to determine the factors that cause defects in PT. Polypropylene plastic products. Kusuma Mulia Plasindo Infitex . This study uses the seven tools method. The seven tools method uses 7 quality control tools, namely Check Sheets, Control Charts, Cause and Effect Diagrams, Pareto Diagrams, Histograms, Scatter Diagrams and Flowcharts. From the results of research using the seven tools method, it can be seen that the causes of defects in Polypropylene plastic products are caused by 4 aspects, namely machine factors caused by age and machine maintenance, materials that are not according to standards, human factors caused by lack of training and factors of workers' methods that are not according to SOP/standard operating procedures. Keywords: Quality Control, Polypropylene plastic products, Seven Tool.
Analisis Pengendalian Kualitas Produk Cap Diameter 40 White Snap On Dengan Seven Tools Muhammad Ajiwibowo Syawaludin; Ari Zaqi Al Faritsy
Industrika : Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 7 No. 1 (2023): Industrika: Jurnal Ilmiah Teknik Industri
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT XYZ is a manufacturing company that produces bottle cap products such as flip top ∅40-12 white snap on, which in the production process in July and August 2022 there is a problem of the high number of reject products exceeding the regulatory limit, reaching 12.11% or 77,472 units from 640,00 units. The purpose of this study is to analyze the level of defects and find the highest factors that cause defects that occur in flip top ∅40-12 white snap on stamp products. Seven tools are methods that can be used to measure the level of defects and identify the cause of defects. The results of the analysis showed that the level of defects that occurred was not within the control limit and improvement was needed, because the proportion value moved irregularly past the UCL and LCL limits. From the analysis of the pareto diagram, the highest defect was obtained, namely black spots as many as 42,380 units with a percentage of 54.7%. Based on the fishbone diagram analysis, it was found that the causes of black spots were raw materials contaminated with dirt, selectors were not thorough and skilled, moulding was not in good condition, the use of sacks and work did not comply with SOPs, and a hot and dusty work environment. Keywords: Degree of Disability, Fishbone Diagram, Quality Control, Reject Product, Seven Tools
Analisis Pengendalian Kualitas Dengan Metode Seven Tools Dan Kaizen Dalam Upaya Mengurangi Tingkat Kecacatan Produk Nofal Azhar Pratama; Marchimal Zulfian Dito; Otniel Odi Kurniawan; Ari Zaqi Al-Faritsy
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/tmit.v2i1.111

Abstract

Pabrik Roti Bakar Azhari merupakan UMKM yang berdomisili di Rejowinangun, kotagede, Kota Yogyakarta. Dalam proses produksi roti tidak dapat dipungkiri akan terjadi kecacatan produk. Dalam 1 bulan, pabrik ini mampu memproduksi sebanyak 15330 roti dan dalam produksi tersebut terdapat 356 pcs roti yang cacat. Cacat tersebut diantaranya adalah roti gosong, roti tidak mengembang sempurna dan pori pori roti besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui usulan perbaikan dengan metode seven tools dan kaizen. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Hasil dari penelitian ini adalah Pabrik Roti Bakar Azhari menghasilkan roti gosong sebanyak 79 pcs dengan presentase cacat sebesar (22.19%), roti kurang mengembang sebanyak 204 pcs dengan presentase cacat (57.30%), dan pori pori roti besar sebanyak 73 pcs dengan presentase cacat (20.51%). Berdasarkan hasil analisis dapat dijadikan usulan perbaikan untuk mengurangi kecacatan produk dengan pembuatan SOP dan perubahan tata letak layout pabrik.
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS UNTUK MENGURANGI CACAT PRODUK TAS DENGAN METODE SIX SIGMA DAN KAIZEN Ari Zaqi Al-Faritsy; Chelsi Apriliani
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 1 No. 11: Juli 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v1i11.2855

Abstract

Pengendalian kualitas mempengaruhi kualitas produk sehingga produk yang akan dijual menjadi lebih baik, sehingga dengan menerapkan metode six sigma dan kaizen diharapkan dapat mengurangi produk cacat. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan pada proses produksi tas hitam memiliki tiga jenis cacat produk yaitu cacat jahitan tidak rapi, kain berjamur dan resleting kejahit dengan presentase kecacatan tertinggi jahitan tidak rapi sebesar 58,9%, resleting kejahit 24,1% dan kain berjamur sebesar 17%. Nilai DPMO untuk cacat pada proses produksi tas sebesar 42077,814 dan nilai sigma sebesar 3,28 dan nilai kapabilitas prosesnya yang bernilai Cp= 0,87375 dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa proses belum sesuai target. Nilai Cp<1,00 menunjukan bahwa kapabilitas proses masih sangat rendah, sehingga perlu ditingkatkan kinerja melalui peningkatan pada proses. Oleh karena itu UMKM Villa Tas Jaya masih perlu adanya peningkatan kualitas agar memiliki tingkat kegagalan sangat kecil menuju nol (zero defect). Sehingga perlu dilakukan usulan perbaikan guna untuk mengurangi jumlah kecacatan pada produk tas menggunakan metode 5W+1H dan Five Step Plan.
Co-Authors Abdul Fatah Adi Juwito Agustian Setyo Saputra Ahmad Fauzan Ahmad Sobirin alan, Alan Roso Dewanto Alfin Arif Rochim Andrian Susilo Nugroho Andrian Susilo Nugroho Angga Kusuma Putra Angga Suluh Wahyunoto Ari Frediansyah Ari Sugiharto Arief, Zidan Aghny Arni Solekha Arum Bella Adelia Avesena Ahmad Aim Matim Ma’ruf Bagas Wahyu Dwi Nugroho Belida Rahmanulia Chelsi Apriliani Davis Achriyandi Hisyammudin Dewa Saputra Anugrah Lukita Dwicahyo, Rikho Ardiyan Fahmi Fachrudin Falah, Atta Luthfi Nurul Fanny Aulia Noer Rachman Fatrohim, Danu Fattra ramadhan Fauzan Ahmad, Fauzan Fauzi Al Asyroof Florensia Rupang Sappa Furqon, Ahmad Nurul Galih Adi Wibowo hengky hari Hengky Hari Prasetiyo I Ketut Suada Ihsan syaifuddin Ihsan syaifuddin Ihsan syaifuddin, Ihsan syaifuddin Jamhari Jamhari Kristina Dora Yunita Lingga Muhamad Ramdani M. Akbarul Mukalimin Mahardhika, Syaqila Erie Marchimal Zulfian Dito Margaretta Felianti Sitorus Muhammad Ajiwibowo Syawaludin Muhammad Ali Abdurrahman Muhammad Arif Muhammad Khoiri Muslim Muhammad Krisna Agung Ndoro Jatun Kuncoro Jakti Nofal Azhar Pratama Nugroho, Yohannes Anton Otniel Odi Kurniawan Pangestu, Akbar Fitri Adi Purnama, Indra Putut Prasetyo Wibowo Rafi Pratama, Devonda Ridwan Adi Setio Budi Rizki Afif Pratama Rudi Setiadi Sandy Talenta .P Santoso, Aji Santoso Setiadi, Rudi Shafira Dyah Hapsari Sugiharto, Ari Sumantri Safitra Suseno Syaputra, Wahyu Teguh Yulianto Teguh Yulianto, Teguh Umami, Nizar Waafi, M. Shane Yohanes Anton Nugroho Yohannes Anton Nugroho Zalukhu, Wa’a Gunawan