Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK DENGAN MENGGUNAKAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) DAN SIX SIGMA (STUDI KASUS: PS MADUKISMO) Arum Bella Adelia; Ari Zaqi Al-Faritsy
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 1 No. 11: Juli 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v1i11.2871

Abstract

PS Madukismo merupakan pabrik yang memproduksi alkohol berupa alkohol teknis dan alkohol prima. Banyaknya permintaan produksi mengharuskan mesin-mesin produksi juga bekerja secara maksimal berjalan terus menerus selama 24 jam untuk memenuhi permintaan produksi Pada boiler sering terjadi delay. Bulan Agustus 2021 hingga Januari 2022 terdapat delay sebanyak 371,25 jam dimana delay terbanyak terdapat pada bulan januari sebanyak 134 jam. Karena adanya delay membuat waktu produksi lebih lama yang awalnya 3744 jam menjadi 3372,75 jam. Hal ini terjadi dikarenakan boiler berkerak, As screw feeder Boiler patah, pipa boiler bocor, tekanan uap boiler diatas 110°c. Delay pada boiler menyebabkan timbulnya cacat produk pada alkohol berupa cacat kerak dan cacat tetes mentah. Maka perlu dilakukan perencanaan perbaikan dengan menggunakan metode OEE (Overall Equipment Effektiveness) dan Six Sigma. Berdasarkan perhitungan nilai OEE adalah 85%. Belum memnuhi standar ideal word class OEE Dan memiliki Six Big Losses terbesar pada Quality Defect/Rework Losses sebesar 45%. Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) diketahui cacat yang dominan adalah cacat jenis rework berupa tetes tebu masih mentah dengan RPN sebesar 188. Penyebab terjadinya cacat produk adalah bahan bakar boiler yang masih mentah atau basah yang menyebabkan boiler berkerak dan karena tidak adanya penjadwalan rutin terhadap perawatan mesin produksi. Usulan perbaikan yang dilakukan adalah memastikan bahan bakar batu bara sudah sesuai standar dan melakukan pengecekan serta penjadwalan secara rutin terhadap peralatan produksi
ANALISA PENGEDALIAN KUALITAS PADA PROSES PRODUKSI CYLINDER BLOCK EJ59 UNTUK MENGURANGI CACAT PRODUK MENGGUNAKAN PENDEKATAN METODE KAIZEN PADA PT. ASIAN ISUZU CASTING CENTER Andrian Susilo Nugroho; Ari Zaqi Al Faritsy
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol 3 No 2 (2023): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trianandra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v3i2.1756

Abstract

Asian Isuzu Casting Center merupakan perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur casting parts fo engine. Dengan produk utama Cylinder Block EJ59. Pada bulan Januari-2022 s/d Maret-2023 masih ditemukan produk yang tidak sesuai dengan spesifikasi atau cacat. Jumlah kecacatan setiap bulannya dengan rata-rata keseluruhan sebesar 4%, bila dijumlahkan produksi Cylinder Block EJ59 sebanyak 200.923 per-unit dan terdapat produk defect sebanyak 17.911. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengurangi cacat produk pada produksi Cylinder Block EJ59. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan pada proses produksi Cylinder Block EJ59 dibagian moulding terdapat empat jenis defect yaitu defect sunakui, defect yakitsuki, defect yumore, dan defect norokui. Dari hasil peta kendali P menyatakan bahwa keempat jenis produk defect yang diperoleh tidak ada yang melewati batas control UCL maupun batas control LCL. Maka dari itu kerusakan pada proses produksi Cylinder Block EJ59 masih berada di dalam batas-batas pengendalian. Dari hasil Fmea didapatkan nilai RPN (Risk Priority Number) dari keempat jenis defect antara lain 350,270,240 dan 150. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kerusakan pada proses produksi Cylinder Block EJ59 dari hasil diagram fishbone adalah faktor manusia, metode, mesin dan bahan baku. Setelah diketahui penyebab defect, maka dilakukan usulan perbaikan menggunakan 5W+1H dan pelaksanaan 5S guna mengurangi jumlah defect pada proses produksi Cylinder Block EJ59 yaitu dengan membuat jadwal perawatan dan pembersihan mesin produksi, pengecekan bahan baku diawal sebelum masuk kegudang penyimpanan bahan baku, mengawasi operator terkait penuangan cairan pouring kedalam cetakan mould dan diberlakukan SOP agar operator memiliki kedisiplinan dan loyalitas pada saat bekerja
Usulan Perbaikan Kualitas Produk Kertas Karton Menggunakan Metode Six Sigma dan Taguchi Ari Zaqi Al Faritsy; Fanny Aulia Noer Rachman
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v5i2.827

Abstract

Proses produksi kertas karton tipe ukuran 71 x 77 cm dan ketebalan 3 mm terdapat cacat produk sebesar 2230 lembar pada bulan januari menjadi 7021 lembar pada bulan februari. Penelitian ini akan mengindentifikasi dan menganalisis penyebab terjadinya cacat produk dan kinerja proses produksi kertas karton, kemudian dilakukan perbaikan kualitas produk dengan eksperimen penentuan komposisi bahan baku kertas karton. Metode Six Sigma yang digunakan terdiri dari 5 tahap yaitu Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control. Pendekatan taguchi dan 5W + 1H digunakan dalam mencari solusi perbaikan untuk mengurangi terjadinya cacat produk kertas karton dengan penentuan komposisi bahan baku. Hasil penelitian menunjukkan terdapat cacat sobek, bolong, dan laminasi pada produk kertas karton. Cacat produk yang potensial adalah cacat sobek sebesar 85,8% dan kinerja sigma saat ini sebesar 2 sigma dengan nilai DPMO sebesar 151.111. Penyebab cacat produk yaitu komposisi bahan baku kertas karton yang kurang optimal sehingga kekuatan dan tekstur kertas karton menjadi berkurang dan kasar. Hasil komposisi optimal bahan baku kertas karton yaitu duplex serat biasa (20 kg), duplex serat bagus (8 kg), serbuk gergaji (15 kg), dan bubur kertas (1 angkong), dapat meningkatkan kualitas produk kertas karton. Dengan Komposisi bahan baku yang diusulkan tingkat kinerja sigma naik menjadi 3 sigma dengan nilai DPMO sebesar 42.222. Penentuan komposisi bahan baku perlu menjadi perhatian serius dalam proses produksi, karena komposisi bahan baku yang optimal dapat menghasilkan produk yang berkualitas.
Perencanaan Dan Pengembangan Produk Pouch Bag Menggunakan Metode QFD: (Studi Kasus : Bank Sampah Gemah Ripah Bantul) Belida Rahmanulia; Arni Solekha; Shafira Dyah Hapsari; Ari Zaqi Al Faritsy
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/tmit.v2i3.119

Abstract

Sampah merupakan masalah yang cukup sering dijumpai manusia, karena manusia yang hidup selalu menghasilkan sampah. Setiap hari limbah dihasilkan oleh manusia, baik itu limbah rumah tangga, limbah kantor, limbah restoran atau limbah industri di seluruh wilayah dunia.Bank Sampah Bantul memproduksi beberapa barang daur ulang dari sampah seperti tas, vas bunga, figura, pouch bag dll. Pada penelitian ini pouch bag akan dikembangkan menggunakan sampah daur ulang plastik sebagai desain perancangan dan pengembangan produk pouch bag menggunakan metode QFD dengan bantuan diagram HOQ. Melalui kuisioner terbuka dan didapatkan hasil terdapat 4 atribut yang menjadi kebutuhan konsumen, yaitu (1) Ukuran pouch bag 17cm × 15cm, (2) Warna pouch bag gelap, (3) Jumlah sekat sebanyak 2, dan (4) Warna selempang pouch bag hitam. Rancangan produk dilakukan analisis kelayakan finansial dimana pada produksi pouch bag dengan target penjualan sebanyak 150 pouch bag per bulan dibutuhkan modal sebesar Rp. 9.561.000 dan pengeluaran tiap bulan sebesar Rp. 7.708.000. Jika dalam sebulan pouch bag dapat terjual sebanyak 150 pcs dengan harga Rp. 60.000/pcs maka pemasukan setiap bulannya adalah sebesar Rp. 9.000.000. Sehingga dalam jangka waktu 1 tahun, modal akan kembali pada bulan ke 8 sebesar Rp. 775.000Dalam mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan konsumen yang menjadi prioritas pada perancangan dan pengembangan produk pouch bag yang dilakukan melalui kuisioner terbuka dan tertutup diperoleh 4 (empat) variable yaitu (1) Ukuran pouch bag 17cm × 15cm, (2) Warna pouch bag gelap, (3) Jumlah sekat sebanyak 2, dan (4) Warna selempang pouch bag hitam.
Prototype Alat Inspeksi Produk Sebagai Media Pembelajaran Manajemen Mutu Umami, Nizar; Al Faritsy, Ari Zaqi
Integrasi : Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol 8, No 2 (2023): Integrasi : Jurnal Ilmiah Teknik Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/js.v8i2.6302

Abstract

Prototype alat inspeksi produk dirancang untuk menentukan ukuran produk. Perlunya perancangan alat inspeksi yang otomatis sebagai media pembelajaran mata kuliah manajemen mutu terutama pada materi pengendalian kualitas. Prototype alat inspeksi dipasang pada konveyor line 1 di laboratorium integrasi Teknik Industri. Perancangan Alat inspeksi menggunakan pendekatan metode VDI 2221 dan Model Kano. Prototype alat inspeksi yang dikembangkan menggunakan Arduino dan software Arduino , sebuah relay, serta sensor ultrasonic. Ukuran geometri alat prototype adalah Panjang 332 cm, Lebar 90 Cm dan Tinggi 60 Cm. Proses inspeksi produk dengan cara produk diletakkan pada konveyor berjalan, ketika posisi produk tepat dibawah sensor maka terjadi dua keputusan yaitu produk yang sesuai ukuran akan berjalan ke konveyor berikutnya, sedangkan produk yang tidak sesuai ukuran, konveyor berhenti berjalan.
Peningkatan Kapasitas dan Kualitas Produksi Nugget Tempe KWT Rahayu Bangunharjo Improvement of Capacity and Quality of Nugget Tempe Production in KWT Rahayu Bangunharjo Ari Zaqi Al Faritsy; Yohanes Anton Nugroho; Ari Sugiharto
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 1 (2018): Hilirisasi & Komersialisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat untuk Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini akan menyampaikan bagaimana peningkatan kapasitas dan kualitas produksi melalui ProgramKemitraan Masyarakat yang bekerjasama dengan Kelompok Wanita Tani Rahayu Desa Bangunharjo,Kabupaten Bantul. Dalam program ini telah berhasil diimplementasikan suatu mesin untuk menggiling tempe,sehingga tempe siap diolah menjadi nugget tempe. Penggunaan mesin telah mampu meningkatkan kapasitasproduksi secara signifikan, dari 1 kg/jam menjadi 3 kg/jam. Melalui tulisan ini penulis mencoba menunjukkanhasil perancangan dan implementasi mesin pengolah nugget tempe tersebut. Melalui mesin penggiling bahannugget tempe, pembuatan nugget tempe menjadi lebih cepat dan lebih efektif. Selain implementasi mesin, telahdilakukan upaya pendampingan dalam penyusunun standart operating procedure dalam melakukan produksinugget tempe, sehingga kualitas produk yang dihasilkan dapat seragam dan lebih baik.Kata kunci: nugget tempe, mesin penggiling, kuantitas produksi, kualitas produk
PENINGKATAN KUALITAS PRODUK PLAFON MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA DAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) Fattra ramadhan; Ari zaqi al-faritsy
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 2 No. 1 (2024): Februari: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v2i1.808

Abstract

Companies engaged in the production of PVC ceilings experience 6.5% defects per day, so it is necessary to control quality. Problem solving using Six Sigma method with DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) stages by using FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) concept. Found 5 types of defects in the PVC ceiling production process in the defined stage. The measure stage obtained all types of defects are above the control limit based on the P-Chart diagram and the DPMO calculation obtained an average value of 12,995 with a sigma level of 3.73 which shows the sigma value is below the international industry sigma standard value. The analyze stage found that 50.3% of defects occurred in sticker defects less adhesive based on the Pareto diagram. The improve stage obtained the highest RPN value of 240 on the burnt or charred defect, using the 5W + 1H approach, the improvement plan that can be done is to create a production process SOP and employee training in using the machine. Keywords: six sigma; Quality Control; and Failure Mode Effect Analysis (FMEA)
Implementasi PDCA Untuk Meningkatkan Kualitas Produk Roti Al Faritsy, Ari Zaqi; Falah, Atta Luthfi Nurul
Integrasi : Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol 9, No 1 (2024): Integrasi : Jurnal Ilmiah Teknik Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/js.v9i1.7701

Abstract

Pabrik Roti RF dalam 1 bulan dapat memproduksi roti sebanyak 12624 pcs. Permasalahan yang ditemukan adalah hasil roti yang di produksi memiliki kecacatan yang dapat memengaruhi kualitas produk yaitu roti sobek, roti tidak mengembang, dan roti tidak rata. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui usulan perbaikan dalam mengurangi cacat produk roti dengan menggunakan metode PDCA. Berdasarkan hasil dari metode  PDCA, pada tahap plan yaitu ada beberapa faktor kecacatan roti yaitu manusia, alat dan mesin, lingkungan dan bahan baku. Cacat produk akan diperbaiki pada tahap do dengan menentukan tindakan perbaikan untuk bahan baku tepung, bahan baku mentega, alat loyang, dan komponen mesin busi. Pada tahap check melakukan pengujian sampel produksi setelah menerapkan tindakan perbaikan. Pada tahap action melakukan usulan perbaikan yang telah berhasil mengurangi cacat produk yaitu pembuatan SOP peraturan pekerja dan SOP pelaksanaan produksi.
Penerapan Six Sigma Dalam Pengendalian Kualitas Produk Mebel Pada PT Alis Jaya Ciptatama Galih Adi Wibowo; Ari Zaqi Al Faritsy
Jurnal Teknik Mesin, Industri, Elektro dan Informatika Vol. 2 No. 3 (2023): September : JURNAL TEKNIK MESIN, INDUSTRI, ELEKTRO DAN INFORMATIKA
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jtmei.v2i3.2290

Abstract

The obstacle faced by PT Alis Jaya Ciptatama is that the production process carried out in 2022 still has many product defects. For this reason, it is necessary to improve the quality of the product. In this case the method used is the Six Sigma method as a quality improvement tool. The results of analysis using Pareto diagrams obtained the highest type of defect with a percentage of 38.2%, and there are three elements that influence this type of defect, namely human, machine and material elements. Through DMAI analysis, the company's average sigma value of 2.70 is still far from the company's expectations of 6, with a Defect Por Million Opportunities (DPMO) of 115362.894. This value is the most critical failure mode so it needs to be repaired. The proposed improvement is by implementing 5S and providing Standard Operating Procedures (SOP) so that operators work in accordance with operational standards in the mill 1 work area. Then a comparison is made between before and having been given the SOP, so the DPMO value is 72,666 and the sigma value is increased by 0.53.
Meminimasi Waste Proses Produksi Dengan Pendekatan Lean Manufacturing Bagas Wahyu Dwi Nugroho; Faritsy, Ari Zaqi Al
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/japti.v5i1.5208

Abstract

PT. X merupakan perusahaan yang bergerak di industri percetakan, salah satu produknya adalah buku cetak soft cover. Pada proses produksinya terdapat permasalahan seperti pengerjaan ulang karena ketidak sempurnaan hasil, keterlambatan bahan baku dan pengadaan dan kendala mesin cetak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeliminasi aktivitas yang menyebabkan pemborosan produksi buku cetak soft cover dengan pendekatan lean manufacturing. Identifikasi pemborosan yang dilakukan dengan Borda Count didapatkan pemborosan tertinggi yaitu excess processing dengan bobot 0,17 dan waiting dengan bobot 0,15. Setelah itu akan dilakukan pengolahan dengan Value Stream Analysis Tools (VALSAT) untuk mengetahui detail mapping tools yang akan digunakan selanjutnya, dan diketahui hasil dari VALSAT yaitu tools Process Activity Mapping (PAM) dengan nilai sebesar 5,75. Setelah itu dilakukan pemetaan current state value stream mapping dari awal produksi hingga menjadi produk jadi. Adapun usulan perbaikan dilakukan dengan mengeliminasi aktivitas yang tidak menambah nilai dengan metode ECRS dan memberikan usulan dengan menerapkan standar operasional prosedur terkait pemesanan material untuk meminimasi pemborosan yang terjadi. Berdasarkan usulan perbaikan diketahui hasil untuk future process activity mapping dan future state value stream mapping dapat mengurangi waktu lead time yang semula 14 hari 188,21 menit menjadi 11 hari 156,97 menit atau berkurang selama 4343,24 menit atau 3 hari dan mereduksi aktivitas yang tidak menambah nilai (NVA) yang semula memiliki jumlah waktu selama 33,77 menit menjadi 2,68 menit atau berkurang 7,94%.
Co-Authors Abdul Fatah Adi Juwito Agustian Setyo Saputra Ahmad Fauzan Ahmad Sobirin alan, Alan Roso Dewanto Alfin Arif Rochim Andrian Susilo Nugroho Andrian Susilo Nugroho Angga Kusuma Putra Angga Suluh Wahyunoto Ari Frediansyah Ari Sugiharto Arief, Zidan Aghny Arni Solekha Arum Bella Adelia Avesena Ahmad Aim Matim Ma’ruf Bagas Wahyu Dwi Nugroho Belida Rahmanulia Chelsi Apriliani Davis Achriyandi Hisyammudin Dewa Saputra Anugrah Lukita Dwicahyo, Rikho Ardiyan Fahmi Fachrudin Falah, Atta Luthfi Nurul Fanny Aulia Noer Rachman Fatrohim, Danu Fattra ramadhan Fauzan Ahmad, Fauzan Fauzi Al Asyroof Florensia Rupang Sappa Furqon, Ahmad Nurul Galih Adi Wibowo hengky hari Hengky Hari Prasetiyo I Ketut Suada Ihsan syaifuddin Ihsan syaifuddin Ihsan syaifuddin, Ihsan syaifuddin Jamhari Jamhari Kristina Dora Yunita Lingga Muhamad Ramdani M. Akbarul Mukalimin Mahardhika, Syaqila Erie Marchimal Zulfian Dito Margaretta Felianti Sitorus Muhammad Ajiwibowo Syawaludin Muhammad Ali Abdurrahman Muhammad Arif Muhammad Khoiri Muslim Muhammad Krisna Agung Ndoro Jatun Kuncoro Jakti Nofal Azhar Pratama Nugroho, Yohannes Anton Otniel Odi Kurniawan Pangestu, Akbar Fitri Adi Purnama, Indra Putut Prasetyo Wibowo Rafi Pratama, Devonda Ridwan Adi Setio Budi Rizki Afif Pratama Rudi Setiadi Sandy Talenta .P Santoso, Aji Santoso Setiadi, Rudi Shafira Dyah Hapsari Sugiharto, Ari Sumantri Safitra Suseno Syaputra, Wahyu Teguh Yulianto Teguh Yulianto, Teguh Umami, Nizar Waafi, M. Shane Yohanes Anton Nugroho Yohannes Anton Nugroho Zalukhu, Wa’a Gunawan