Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

EDUKASI PENTINGNYA MELAKUKAN PEMERIKSAAN GOLONGAN DARAH DI SB JALAN KEBUN SELANGOR MALAYSIA Bastian, Bastian; Ulva, Maria; Yuniasari, Widya; Suratun, Suratun; Yasmin, Sri
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 4 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i4.2089

Abstract

Blood is the most important part of the body of living things. Blood circulates in the heart and blood vessels throughout the body carrying oxygen and nutrients. Types of blood tests performed include hemoglobin levels, blood cell count, hematocrit, ESR, erythrocyte index, hemostasis, blood type, diffcount (leukocyte count). One of the blood components circulating in the body that functions to transport oxygen and nutrients needed by cells is red blood cells (erythrocytes). On the surface of the red blood cell membrane there is a protein that determines the type of blood type. Blood type is a blood classification system based on the type of antigen it has. There are two most important types of blood types, namely A-B-O and Rhesus (Rh Factor). Blood transfusion from incompatible blood types can cause immunological transfusion reactions that result in hemolytic anemia, kidney failure, shock, and even death. Many people do not yet know the importance of blood type testing. Therefore, it is necessary to carry out socialization and education with the aim of increasing knowledge and understanding regarding the importance of blood type testing. The media used related to the Education on the Importance of Blood Type Checks is socialization and education through poster media, as well as demonstrations at the end of the activity
Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Pada Mal Pelayanan Publik Kabupaten Luwu Bastian, Bastian
Journal of Politics and Democracy Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Politics and Democracy (September)
Publisher : Indonesian Democracy Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61183/polikrasi.v5i1.102

Abstract

This study aims to formulate strategies for improving the quality of public services at the Public Service Mall of Luwu Regency. The research employed a descriptive qualitative method, with data collected through interviews, observations, and documentation at the Investment and One-Stop Integrated Service Office, which is responsible for managing the Public Service Mall. The findings reveal that efforts to enhance public service quality are carried out through five main strategies: (1) a core strategy that emphasizes employee performance and the availability of infrastructure, (2) a consequence strategy focusing on accountability and transparency through e-government and community feedback, (3) a customer strategy to ensure excellent services that meet public expectations, (4) a monitoring strategy utilizing the Community Satisfaction Index as the basis for evaluation, and (5) a cultural strategy that aligns service values and ethics with the social context of the community. These findings underscore the importance of integrating performance, accountability, public satisfaction, and local culture to achieve more responsive and higher-quality public services.
ANALISIS PENGARUH WAKTU PEMERAMAN CAMPURAN TANAH LEMPUNG DAN SEMEN TERHADAP NILAI CBR PADA STABILISASI TIMBUNAN JALAN Bastian, Bastian; Lubis, Kamaluddin
Buletin Utama Teknik Vol 21, No 1 (2025): Edisi September
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/but.v21i1.12140

Abstract

Kualitas tanah dasar (subgrade) sangat menentukan kestabilan konstruksi jalan, karena harus mampu menahan beban lalu lintas yang bersifat statis dan dinamis. Salah satu parameter yang digunakan untuk mengukur daya dukung tanah adalah nilai California Bearing Ratio (CBR). Tanah dengan nilai CBR rendah menunjukkan kemampuan dukung yang tidak memadai. Dalam kondisi tertentu, penggantian tanah dasar dengan material timbunan dari luar lokasi menjadi solusi umum. Namun, keterbatasan sumber daya menyebabkan tanah plastis tinggi seperti tanah klasifikasi A-7 sering dimanfaatkan sebagai alternatif timbunan, meskipun memiliki karakteristik teknik yang kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan daya dukung tanah plastis tinggi melalui metode stabilisasi kimia menggunakan semen Portland. Variasi kadar semen yang digunakan adalah 5%, 10%, dan 15% terhadap berat kering tanah, dengan waktu pemeraman selama 1, 7, 14, dan 28 hari pada kondisi kadar air optimum. Pengujian laboratorium dilakukan untuk menilai perubahan sifat fisik dan mekanik tanah, terutama nilai CBR. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan kadar semen dan perpanjangan waktu pemeraman secara signifikan meningkatkan nilai CBR tanah. Nilai tertinggi sebesar 69,31% diperoleh pada campuran 15% semen dengan pemeraman selama 28 hari, dibandingkan dengan nilai awal tanah tanpa stabilisasi sebesar 3,01%. Temuan ini menunjukkan bahwa stabilisasi menggunakan semen merupakan metode yang efektif dan aplikatif dalam meningkatkan daya dukung tanah plastis tinggi sebagai material timbunan jalan..
Meningkatkan Hasil Belajar IPA Materi Sumber Energi melalui Media Video Animasi pada Siswa Kelas III SD Negeri 112 Pekanbaru Bastian, Bastian; Safrudin, Safrudin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.31563

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA pada materi sumber energi melalui penggunaan media video animasi pada siswa kelas III SD Negeri 112 Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas III dengan jumlah 30 peserta didik. Data dikumpulkan melalui observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan motivasi dan keterlibatan aktif siswa selama proses pembelajaran serta peningkatan hasil belajar secara signifikan. Rata-rata nilai hasil belajar pada siklus I mencapai 65, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 80, dengan persentase ketuntasan belajar klasikal mencapai 85%.
EDUKASI TEKNIK PENGAMBILAN DARAH KAPILER PADA PETUGAS LABORATORIUM RS MUHAMMADIYAH PALEMBANG Bastian, Bastian; Hartati, Dewi
Khidmah Vol 1 No 2 (2019): Khidmah
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/khidmah.v1i2.388

Abstract

Blood collection techniques are very important to do to help laboratory workers reduce the error rate at the preanalytic stage. Counseling on capillary blood collection techniques is carried out to laboratory workers at Muhammadiyah Palembang Hospital with educational methods through leaflets and perform capillary blood collection techniques which aim to improve the understanding of laboratory workers with total of 20 participants. In the results of counseling on capillary blood collection techniques, laboratory staff at Muhammadiyah Palembang Hospital already know that the techniques in capillary blood collection must be carried out properly so that the results are accurate, precise, and reliable for specimen collection. Specimen collection must be determined because it may be because taking a blood specimen is the beginning in determining a medical diagnosis.
Edukasi Penggunaan Six Sigma Matrix Untuk Pemantapan Mutu Internal Dilaboratorium Bastian, Bastian
Khidmah Vol 6 No 2 (2024): Khidmah
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/khidmah.v6i2.506

Abstract

Quality control adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mengevaluasi proses pengujian sehingga sistem mutu berjalan dengan baik, serta menjamin hasil pemeriksaan Laboratorium yang akurat, meminimalkan penyimpangan dan mengetahui sumber dari penyimpangan. Meningkatnya otomatisasi di bidang klinis laboratorium telah meningkatkan kebutuhan bahan QC untuk pemantauan kinerja laboratorium. Peningkatan mutu laboratorium melibatkan tiga kegiatan yaitu kegiatan Good laboratory practice, pemantapan mutu internal (PMI) dan kegiatan pemantapan mutu eksternal (PME). Kegiatan pemantapan mutu internal (PMI) dibagi menjadi tiga fase: fase pra-analitik, fase analitik, dan fase pasca-analitik. Kesalahan terbesar terjadi pada tahap pra-analitik (60-70%), tahap analitik (10-15%). Untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan maka dilakukan suatu alat manajemen mutu yang umum digunakan yaitu Six Sigma. Penerapan Six Sigma dalam pemantapan mutu internal dapat menggambarkan penyimpangan dalam setiap proses dan menunjukan seberapa sering terjadi kecacatan yang mungkin terjadi. Permasalahan yang dihadapi petugas laboratorium adalah kurangnya pengetahuan mengenai pentingnya pengaplikasian penggunan six sigma untuk pemantapan mutu internal dilaboratorium, sebagai upaya dalam menjawab permasalahan yang dihadapi petugas laboratorium berkaitan dengan hal ini maka perlu dilakukan sosialisasi dan edukasi melalui media poster, dan mendemonstrasikannya di akhir kegiatan. dengan tujuan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pada petugas laboratorium mengenai pengaplikasian penggunaan six sigma sebagai wujud dari peningkatan kontrol kualitas di laboratorium untuk menganalisis kontrol kualitas yang dilakukan di laboratorium agar terjamin mutu dan keselamatan pasien. Media yang digunakan pada pengabdian Masyarakat ini adalah edukasi sosialisasi yang dimulai dengan Pre test, melalui media poster, dan post test di akhir kegiatan.
Pemanfaatan Pooled Sera sebagai Bahan Kontrol Pemantapan Mutu Internal Pemeriksaan SGPT Bastian, Bastian; Ulva, Maria; Rahmadani, Inoy Rizky
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 9, No 2 (2024): May
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.95611

Abstract

Latar Belakang: Meningkatnya otomatisasi di bidang klinis laboratorium telah menjadi kebutuhan material quality control untuk memantau kinerja laboratorium. Parameter kendali mutu yang paling banyak dilakukan pemeriksaan adalah Serum Glutamic Pyruvate Transaminase (SGPT). Bahan kontrol yang umum di laboratorium kimia klinis adalah serum kontrol komersial, namun bahan kontrol ini memiliki kelemahan yaitu harganya yang mahal. Oleh karena itu, diperlukan alternatif bahan kontrol yang dapat digunakan sebagai bahan kontrol buatan sendiri, yaitu pooled serum. Pooled serum merupakan kumpulan serum manusia yang mudah diperoleh dan diolah, serta tidak memerlukan biaya yang besar dalam produksinya.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahan kontrol Pooled sera dapat dimanfaatkan sebagai bahan kontrol pemantapan mutu internal pemeriksaan SGPT.Metode: Penelitian ini menggunakan eksperimen murni yang dilakukan pada bulan Februari sampai Maret 2024 di Rumah Sakit Kayu Agung. Pengambilan data menggunakan dua perlakuan yaitu quality control komersial dan Pooled sera untuk pemeriksaan SGPT pada 30 sampel pasien. Data dianalisis  menggunakan aplikasi SPSS 26.0 uji T-Berpasangan.Hasil: Hasil penelitian menunjukan p<0,001, mean QC komersial (22,8 U/L) dan Pooled sera (9,8 U/L), nilai SD dan CV kurang dari 5% menyatakan kedua kontrol termasuk ketelitian sedang, serta dibuktikan dengan grafik levey jennings chart.Kesimpulan: Terdapat perbedaan pemeriksaan SGPT pada QC komersial dan pooled sera.