p-Index From 2021 - 2026
7.372
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Keperawatan Nurse Media Journal of Nursing Idea Nursing Journal JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing) Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat CENDEKIA UTAMA JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA IJNP (Indonesian Journal of Nursing Practices) Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Journal Of Holistic Nursing Science Indonesian Contemporary Nursing Journal (ICON Journal) SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan Media Keperawatan Indonesia JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Kreativitas PKM Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan JURNAL NERS LENTERA Jurnal Kesehatan Saelmakers PERDANA (JKSP) Jurnal Sehat Mandiri Health Sciences and Pharmacy Journal Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Jurnal Keperawatan Malang (JKM) JURNAL PENELITIAN PERAWAT PROFESIONAL Jurnal Surya Muda: Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara JURNAL PENELITIAN KEPERAWATAN MEDIK Indonesian Community Service and Empowerment Journal (IComSE) Vivabio : Jurnal Pengabdian Multidisiplin Jurnal Keperawatan Florence Nightingale Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Jurnal Keperawatan Cikini Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Journal of Nursing Science Update DUNIA KEPERAWATAN: JURNAL KEPERAWATAN DAN KESEHATAN Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO) Jurnal Andragogi Pedagogi dan Pemberdayaan Masyarakat SENAPAS Abdi Masyarakat UIKA Jurnal ABDIMAS MUTIARA Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Scientific Development Journal Jurnal Abdimas Kesehatan Jurnal Ners Lentera Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Jurnal Keperawatan Terapan
Claim Missing Document
Check
Articles

Relationship Between Self-Efficacy and Independence in Performing Activities of Daily Living Among the Elderly Fadilla, Fany; Sianturi, Sondang Ratnauli
Side: Scientific Development Journal Vol. 3 No. 1 (2026): Side: Scientific Development Journal
Publisher : Arbain Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/fqyfqb21

Abstract

The rapid growth of the elderly population in Indonesia has increased the demand for long-term care and support, particularly in institutional settings. Maintaining independence in activities of daily living is a critical determinant of quality of life among older adults. Psychological factors, especially self-efficacy, play a pivotal role in sustaining functional independence. This study aimed to examine the relationship between self-efficacy and the level of independence in performing ADL among older adults residing in a social care institution. A quantitative, descriptive-correlational study with a cross-sectional design was conducted among 66 older adults living at PSTW Budi Mulia 2 Cengkareng,Jakarta. Participants were selected using purposive sampling. Self-efficacy was measured using the Indonesian version of the General Self-Efficacy Scale, while ADL independence was assessed using the Barthel Index. Data were analysed using the Chi-square test with a significance level of p< 0.05. The majority of participants demonstrated high self-efficacy (95.4%) and were independent in ADL (96.9%). A statistically significant association was found between self-efficacy and ADL independence (p < 0.05). Older adults with high self-efficacy were significantly more likely to perform daily activities independently than those with low self-efficacy. Self-efficacy is significantly associated with functional independence among institutionalized older adults. Strengthening self-efficacy through structured physical, psychological, and social interventions may contributed to sustaining independence and improving quality of life in elderly care institutions.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Perilaku Perawat dalam Pencegahan Phlebitis di Rumah Sakit Wardani, Ika Kusuma; Sianturi, Sondang Ratnauli
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37718

Abstract

Phlebitis merupakan salah satu Healthcare Associated Infections (HAIs) yang sering dialami oleh pasien rawat inap, phlebitis merupakan infeksi atau peradangan pada pembuluh darah vena yang disebabkan oleh kateter vena ataupun iritasi kimiawi zat adiktif dan obat-obatan yang diberikan sebagai perawatan dirumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan. Untuk menghindari terjadinya phlebitis, perawat perlu meningkatkan pengetahuan tentang terapi intravena, melakukan cuci tangan sebelum maupun sesudah tindakan pemasangan infus serta memperhatikan pergerakan konektor infus, lokasi penusukan infus, pencampuran obat-obatan antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku perawat dalam pencegahan phlebitis. Desain penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan Cross-Sectional. Sampel penelitian adalah perawat di unit rawat inap RS X sebanyak 79 responden. Terdapat hubungan antara pengetahuan dengan perilaku perawat dalam pencegahan phlebitis didapatkan nilai p-value yang dihasilkan dari analisis (0.022). Saran : Peneliti menyarankan agar perawat meningkatkan pengetahuan dan perilaku dalam meningkatkan praktik pencegahan phlebitis dengan mengikuti pelatihan ataupun seminar khusus yang terfokus pada phlebitis dan pencegahannya.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN ORANG DENGAN HIV/AIDS MINUM OBAT ARV Sondang Ratnauli Sianturi; Dorothea CB
Jurnal Keperawatan Terapan Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Keperawatan Terapan (E-Journal)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jkt.v6i2.1572

Abstract

Pengobatan ARV dapat menurunkan jumlah virus HIV hingga pada jumlah terendah, sehingga dapat mencegah resiko infeksi oportunistik atau penyakit penyerta seperti TBC. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan ODHA minum ARV. Desain penelitian ini menggunakan deskriptif korelasi melibatkan 113 responden. Berdasarkan uji univariat diperoleh hasil bahwa reponden berusia 22-40 tahun sebanyak 89,4% jenis kelamin laki-laki 91,2%, jenis pekerjaan sebagai karyawan swasta sebanyak 74,3%, responden dengan sisa 3-12 dosis obat dalam 30 hari sebanyak 57,5 %, untuk responden yang kurang mendapat dukungan keluarga sebanyak 61,3%, dan responden yang tidak patuh dengan dukungan keluarga baik sebanyak 50%. Hasil uji bivariate diperoleh nilai p value sebesar 0,363, yang berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan ODHA minum obat ARV.
Analisa Pengetahuan, Masa Kerja dan Pendidikan dengan Kepatuhan Perawat dalam Pelaksanaan SPO Pasien Resiko Jatuh: The Analysis between Knowledge, Work Period and Education of Nurse Obedience in Implementing Standard Operating Procedures for Falling Risk Wiji Lestari; Sondang Ratnauli Sianturi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 10 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i10.2504

Abstract

Latar Belakang: Jatuh merupakan kondisi serius dialami pasien yang mengakibatkan cidera hingga kematian. Tingginya angka pasien jatuh dan kurangnya kepatuhan perawat dalam penerapan SPO Risiko jatuh yang diterapkan di Rumah Sakit. Tujuan: Peneliti bertujuan menganalisis pengetahuan, masa kerja dan pendidikan perawat dengan kepatuhan pelaksanaan standar operasional prosedur risiko jatuh. Metode: Menggunakan pendekatan kuantitatif, metode cross sectional dan analisa korelasi deskriptif. Sampel penelitian 118 perawat pelaksana menggunakan teknik purposive sampling. Hasil: Hasil yang ditemukan Univariat yaitu 73,7% responden berpengetahuan baik, 51,7% responden dengan masa kerja > 5 tahun, 57,6% responden berpendidikan DIII keperawatan, 65% responden tidak patuh. Analisa bivariat uji kendall’s tau b (α = 0,05) didapatkan ada hubungan pengetahuan dengan kepatuhan perawat dalam pelaksanaan standar operasional prosedur risiko jatuh dengan nilai p-value = 0,008 (p<0,05), tidak ada hubungan masa kerja dengan kepatuhan perawat dalam pelaksanaan standar operasional prosedur risiko jatuh dengan nilai p-value = 0,083 (p>0,05) dan ada hubungan pendidikan dengan kepatuhan perawat dalam pelaksanaan standar operasional prosedur risiko jatuh dengan nilai p-value = 0,001 (p<0,05). Kesimpulan: ada hubungan pengetahuan, pendidikan dan tidak ada hubungan masa kerja dengan kepatuhan perawat dalam pelaksanaan standar operasional prosedur risiko jatuh.
Efektivitas Penerapan Foot Massage Terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Lansia Hipertensi Anjelin Nonifati Hia; Sondang Ratnauli Sianturi
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 20 No. 2 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v20i2.1321

Abstract

Latar Belakang  : Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan kondisi medis yang berbahaya karena dapat secara signifikan meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung, stroke, gangguan ginjal, dan berbagai penyakit serius lainnya Salah satu terapi yang dapat dilakukan untuk menurunkan hipertensi yaitu penerapan foot massage. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui efektivitas terapi Foot massage dalam menurunkan tekanan darah pada lansia yang mengalami hipertensi. Metode : Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Johar baru, Kelurahan Tanah Tinggi RW 07 pada lansia sebanyak 6 orang dengan penyakit hipertensi. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-Juni 2025. Studi kasus dengan dengan metode deskriptif observasional. Intervensi Foot massage selama tiga hari berturut-turut. Hasil : Foot massage efektif menurunkan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi, dengan penurunan rata-rata sebesar 13 mmHg sistolik dan 18 mmHg diastolik. Selain menurunkan tekanan darah, terapi ini juga meningkatkan kenyamanan, relaksasi, dan kualitas tidur responden. Kesimpulan : Terapi Foot massage terbukti efektif menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi.  
ACT (Aware, Check, Treat): A Community-Based Program to Enhance Adolescents' Awareness and Early Detection of Anemia Lorensia Panselina Widowati; Sondang Ratnauli Sianturi; Damelya Patricksia Dampang
AMK : Abdi Masyarakat UIKA Vol. 5 No. 2 (2026): JUNI
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/amk.v5i2.3546

Abstract

Adolescent anemia remains a major public health concern in many low- and middle-income countries, including Indonesia and the Philippines. Limited awareness, inadequate nutrition knowledge, and poor preventive practices contribute to the high prevalence of anemia among adolescents, particularly girls. Community-based health education is a promising strategy to improve anemia awareness and encourage early prevention. This community service program aimed to improve adolescents' knowledge and awareness of anemia prevention through the ACT (Aware, Check, Treat) – Teen Anemia Can't Wait educational intervention. The program was implemented in the International Collaboration Trip (ICT) 2025. It was conducted at Manila Central University High School, Philippines, involving 38 students. Most participants were 18 years old (44.4%), enrolled in Grade 12 (66.0%), and female (61.1%). Participants actively engaged in all educational activities and demonstrated a good understanding of the topics discussed. During the evaluation, most students answered questions on the causes, symptoms, prevention, and early detection of anemia correctly and confidently, indicating improved knowledge and awareness following the intervention. The ACT (Aware, Check, Treat) program effectively enhanced adolescents' knowledge and awareness of anemia prevention through interactive and skills-based health education. Similar community-based interventions should be expanded through sustained collaboration among schools, healthcare providers, and families to strengthen adolescent anemia prevention.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN MOTIVASI BERHENTI MEROKOK KEPADA KEPALA KELUARGA Agnesia Indras Ayu Pangesti; Sondang Ratnauli Sianturi
Jurnal Penelitian Keperawatan Medik Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Penelitian Keperawatan Medik
Publisher : Fakultas Keperawatan Institut Kesehatan Deli Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpkm.v8i2.2529

Abstract

Introduction: Smoking is a cause of health problems throughout the world. The age group of 25-44 years is an adult age group, and already has a job, a steady income, married and has the ability to buy and consume cigarettes. Heads of families who smoke are restricted in their smoking space, because they want to protect their children or wives. However, quitting smoking is difficult so it requires strong motivation. Purpose: to identify the relationship between the level of knowledge and family support of the motivation to quit smoking among the heads of households. Method: The method used was correlation analytical research with a cross-sectional approach carried out on 116 samples of heads of families who were active smokers. The research was conducted June – July 2024. Result: The results obtained were that 48.3% of respondents were early adults, 95.7% were actively working, 77.6% had a high school education, 76.7% had a good level of knowledge, 45.7% had a good level of family support, 56.9% have a high level of motivation to quit smoking. The results of Kendall's tau B analysis showed that there was a relationship between the level of knowledge and motivation to stop smoking with a p-value of 0.020 and the level of family support and motivation to quit smoking with a p-value <0.001. Conclusion: It is intended that there will be health education promotions with posters or seminars about smoking to increase motivation to quit smoking.
Relationship Between Drug Consumption, Supervisors' Knowledge and Support, and Patients' Obedience to Take Tuberculosis Drugs Widani, Ni Luh; Sianturi, Sondang Ratnauli
IJNP (Indonesian Journal of Nursing Practices) Vol. 4 No. 1 (2020): Indonesian Journal Of Nursing Practices
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ijnp.41107

Abstract

Background: Tuberculosis (TB) is a disease caused by Mycobacterium Tuberculosis generally attacking lungs, and the treatment is a minimum of six months. The recovery of TB clients requires adherence to medication treatment and Drug Consumption Supervisors (PMO). Objective: This study aims to analyze the relationship between drug consumption, supervisors' knowledge and support, and patients' obedience to take tuberculosis drugs.Method: This research employed a quasi-experiment with a total population sampling technique. The study was conducted in May-August 2019 in sector one, East Jambe, Karawang district (4 villages), and it employed 101 respondents of TB patients and 101 respondents of supervisors (family). Analysis in this study is used in the Spearman Rho Test.Result: The supervisor analysis reveals that 71.3% of the supervisors are 25-49 years old, 59.4% of them are female, 80.1% of them are unemployed, 70.3% of them have low education, and 52.5% of them are married couples. TB patient analysis reveals that 59.4% of the patients are 25-49 years old, 63.4% of them are male, and 59.4% of them have new TB The level of supervisors' knowledge is good at 78.2%, and their support is good at 63.4%, while the patients' adherence to taking drugs is good at 93.1%. The relationship analysis reveals there is no relationship between the supervisors' knowledge and patient's medication adherence (p-value 0.13); otherwise, there is a significant relationship between the supervisors' support and drug-taking adherence (p-value 0.04).Conclusion: The supervisors' knowledge does not affect adherence, but their support significantly influences the patients' obedience of taking TB drugs.
Co-Authors 1ti Wulandari Afriana, Denny Agnesia Indras Ayu Pangesti Andri Karmunianto Anjelin Nonifati Hia Antonius Janggeng Ayu, Eka Bere, Contriana Yusinta Bobby, Fransiskus Christine Wahyuningsih Chryest Debby Cicilia Ika Dampang, Damelya Patricksia Debby, Chryest Dilianty, Oktaviani Maria Dorothea CB Eki Pratidina Elifati Gulo, Klandinus Elin Sabrina Fadilla, Fany Fitriana Suprapti Fransiskus Bobby Gulo, Estifania Anggrening Gulo, Marscylia Harefa, Fetrianika Hidayah, Ainum Juhariah Hidayat, Faried Rahman Ides, Stefanus Andang Ika Kusuma Wardani Imelda Widiani Indah Permatasari Indriati Kusumaningsih Indriati Kusumaningsih Intan Manisha Natalia Josep Welerubun Kresensia Tania Kristina Lisum Kusumaningsih, Indriati Kususma, Clara Rida Latifah Ratnawati Latifah Ratnawati, Latifah Lia Natalia Lina, Rosa Nora Linawati Linawati Lisum, Kristina Lorensia Panselina Widowati Maria Angela Maria Lousiana, Maria Marliana Luret Marlina, Paramitha WN Monica Alfriyani Monica Regina Halim Naibaho, Romasa Natalius Regi Ni Luh Widani Novelita Saragih Novita, Regina Vidya Trias Oktavian, Agnes Vanessa Natalia Ola, Fransiska Keron Prabawati, Dewi Prapenta Hia, Panca Sinar Priyono, Adinda Eka Puspitasari, Katarina Indah Putri, Yohana Redjeki, Gerardina Sri Rekke, Priskilia Eklesia Rirendri, Ittai Hosan Rosa Nora Lina Rufina Haryani Rupianta Sianipar, Titin Sihombing, Ferdinan Solekhah Solekhah Sri Winda Rizky Steffi Cintya Sudibyo Supardi Sudibyo Supardi Suprapti, Fitriana Takur Lemunson Simorangkir Tarigan, Diana Umboh, Michael Hendich Waruwu, Oktavianus Welerubun, Josep Widani, Ni Luh Wihardja, Hany Wiji Lestari Wilhelmus Hary Susilo Wilhelmus Hary Susilo Wilhelmus Hary Susilo, Wilhelmus Hary Wulandari, Eko Wulandari, Eko Ratnauli Wulandari, Ranti Yana Aprianingsih