Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search
Journal : AGRISCIENCE

Analisis Manajemen Rantai Pasok (Supply Chain Management) Cabai Rawit di Kabupaten Kediri Irma Ratih Anjasmara; Slamet Subari
Agriscience Vol 4, No 1: Juli 2023
Publisher : Department of Agribusiness, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriscience.v4i1.15888

Abstract

Hasil pertanian utama di Desa Bulupasar adalah cabai rawit, namun karena kendala pemasaran, produsen belum sepenuhnya memetik hasilnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi struktur pola rantai pasok cabai rawit dan efisiensi pemasaran di Desa Bulupasar Kabupaten Kediri. Baik data primer maupun data sekunder merupakan sumber informasi. Observasi maupun wawancara dengan bantuan kuesioner digunakan sebagai teknik pengumpulan data.Hasil analisis menunjukkan bahwa di Desa Bulupasar terdapat tiga saluran pemasaran cabai rawit yaitu: (1) petani-pedagang pengepul-pedagang besar-pedagang pengecer-pedagang keliling-konsumen akhir (2) petani-pedagang pengepul-pedagang besar-pedagang pengecer-konsumen akhir (3) petani-pedagang pengepul-pedagang pengecer-konsumen akhir. Margin pemasaran pada saluran pemasaran I sebesar Rp.53.000 , saluran II sebesar Rp.33.000 dan saluran III sebesar Rp.33.000. Berdasarkan farmer share-nya semua saluran pemasaran masuk ke kategori efisien dimana nilai farmer share lebih dari 50%. Pada nilai efisiensi pemasaran saluran pemasaran III dikatakan paling efisien dimana nilainya sebesar 4,5%. Saran yang dapat diberikan yaitu sebaiknya petani cabai rawit dan lembaga pemasaran mempertimbangkan kembali menggunkan saluran pemasaran III,agar keuntungan yang didapat oleh petani dan lembaga pemasaran lebih besar. Tetapi tidak berarti petani dan lembaga pemasaran untuk tidak menggunakan saluran pemasaran I dan II.
Analisis pemasaran garam di Desa Bunder, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan Arba'in, Mia; Subari, Slamet
Agriscience Vol 4, No 2: November 2023
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriscience.v4i2.17736

Abstract

Petani garam dalam kegiatan usahanya menghadapi berbagai masalah salah satunya pada aspek pemasaran terkait dengan saluran pemasaran yang tidak tepat serta adanya informasi yang tidak seimbang (asimetrik informasi) antara  petani dengan lembaga pemasaran. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui saluran pemasaran serta menganalisis besarnya bagian yang diterima oleh petani, efisiensi saluran pemasaran, margin pemasaran serta keuntungan pemasaran. Data yang didapatkan dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk mendapatkan informasi terkait margin pemasaran, biaya pemasaran, keuntungan pemasaran, farmer’s share serta efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua saluran pemasaran garam di Desa Bunder. Pada saluran pemasaran satu total margin rata-rata sebesar Rp.550.000/ton atau 40,74%, dengan total rata-rata keuntungan sebesar Rp.144.762/ton atau 10,72%, sedangkan pada saluran pemasaran dua total margin rata-rata sebesar Rp.500.330/ton atau 38,48%, dengan total rata-rata keuntungan sebesar Rp.233.422/ton atau 17,95%. Berdasarkan farmer’s share, saluran pemasaran dua memiliki nilai persentase tertinggi sebesar 61,52%. Kedua saluran pemasaran yang ada diketahui belum efisien. Disarankan untuk mengefisiensi saluran pemasaran yang ada dengan memperkecil biaya pemasaran dan menjalin kerjasama maupun kemitraan dengan PN garam melalui peran kelompok tani, kerjasama dan kemitraan dinilai juga mampu mengoptimalisasi distribusi margin dan keuntungan dalam saluran pemasaran serta meningkatkan farmer’s share.
Strategi pengembangan usaha budidaya ikan bandeng di Kecamatan Blega Kabupaten Bangkalan Hafifah, Nur; Subari, Slamet
Agriscience Vol 4, No 3: Maret 2024
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriscience.v4i3.16889

Abstract

Ikan bandeng memiliki banyak manfaat salah satunya dapat meningkatkan gizi masyarakat. Selain itu, ikan bandeng memiliki rasa yang enak dengan harga yang terjangkau. Berdasarkan manfaat tersebut menjadikan komoditas ikan bandeng sebagai komoditas ekspor yang dapat meningkatkan perekonomian rakyat. Kecamatan Blega merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Bangkalan yang memiliki potensi budidaya ikan bandeng namun belum termanfaarkan secara optimal. Perkembangan budidaya ikan bandeng di Kecamatan Blega belum begitu maju. Perikanan tambak di kecamatan Blega sering mengalami permasalahan terkait kontinuitas produksi. penelitian ini bertujuan untuk menyusun strategi pengembangan budidaya ikan bandeng yang tepat  di Kecamatan Blega Kabupaten Bangkalan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analytical Hierarchy Prosess (AHP). Penyusunan strategi pengembangan usaha budidaya ikan bandeng di Kecamatan blega yang sesuai yang pertama yaitu meningkatkan kualitas SDM melalui pelatihan-pelatihan teknis. Kemudian yang kedua yaitu menyediakan atau mempermudah persyaratan akses modal serta memberikan bantuan modal untuk mempermudah petambak memperbesar usahanya.
Strategi pengembangan bisnis ayam krispi di PT. Lazizaa Rahmat Semesta Risnuaditya, Ivan Deputra; Subari, Slamet
Agriscience Vol 6, No 3: November 2025
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriscience.v6i3.21797

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menyusun strategi pengembangan yang dapat diterapkan agar bisnis yang dijalankan tetap kompetitif sehingga dapat meningkatkan omzet penjualan.Metode yang digunakan adalah Analytical Hierarchy Process (AHP). Analisis strategi pengembangan bisnis ini menggunakan tiga kriteria yaitu desain kemasan, tampilan outlet dan paket menu. Hasil penelitian ini menunjukan kriteria tampilan outlet menjadi prioritas utama dalam strategi pengebangan bisnis ayam. Sedangkan tiga alternatif strategi pengembangan ayam krispi dengan prioritas tertinggi adalah peningkatan layanan pelanggan, peningkatan iklan dan pemasaran, dan peningkatan branding. Saran yang dapat diberikan pada PT. Lazizaa Rahmat Semesta adalah untuk fokus pada strategi peningkatan layanan pelanggan seperti mendorong karyawan untuk berfokus pada kepuasan pelanggan, mewujudkan komitmen terhadap pelayanan pelanggan yang luar biasa, dan mempertimbangkan kepuasan pelanggan dalam pengambilan keputusan bisnis. Beberapa strategi yang dapat diterapkan perusahan untuk meningkatkan layanan pelanggan diantaranya: (1) Menginvestasikan pelatihan dan pengembangan karyawan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, (2) Memprioritaskan kepuasan pelanggan, (3) Meningkatkan kenyamanan pelanggan saat berbelanja dengan desain outlet yang ramah keluarga, nyaman, dan menyenangkan.
Strategi pemasaran wingko khas Lamongan (studi kasus pusat oleh-oleh wingko Lamongan) berdasarkan pola aglomerasi Qoififah, Elfina Yasmin; Subari, Slamet
Agriscience Vol 6, No 1: Maret 2025
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriscience.v6i1.17076

Abstract

Lamongan merupakan salah satu daerah yang mengembangkan usaha wingko, dimana setiap tahunnya permintaan wingko semakin meningkat. UMKM terbesar di Lamongan bergerak di bidang makanan, salah satunya UMKM wingko dimana para pelaku usaha memanfaatkan jajanan khas Lamongan ini sebagai salah satu lahan usaha yang dirasa cukup menjanjikan, karena dari banyaknya penjual wingko tidak membuat mereka mundur dalam menjalankan usaha ini. Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) Mengetahui kelebihan aglomerasi berdasarkan pengalaman pemilik usaha di pusat oleh-oleh wingko khas lamongan (2) Merumuskan strategi pemasaran wingko di Pusat Oleh-Oleh Wingko Khas Lamongan. Metode yang digunakan yaitu metode AHP. analisis AHP (Analytic Hierarchy Process) dapat disimpulkan bahwa strategi yang perlu mendapatkan prioritas pemasaran adalah produk dan Aglomerasi. Untuk produk titik tekannya pada ukuran.  Sedangkan untuk Aglomerasi titik tekannya pada pusat. Pada saat melakukan pemasaran untuk produknya lebih memperhatikan tekstur agar konsumen lebih tertarik untuk membeli. Aglomerasi atau Pemusatan aktivitas jual beli oleh-oleh khas Lamongan. Dengan berdekatan satu sama lain, manfaat yang didapat antara penjual dan pembeli adalah penghematan biaya,dapat saling bertukar informasi, keuntungan pelayanan dan lain sebaginya. Karena karakteristik aglomerasi adalah bahwa aktivitas dari suatu perusahaan juga menghasilkan keuntungan bagi perusahaan lainnya.
Analisis usaha dan nilai tambah UMKM kerupuk udang di Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan Nurhasniyah, Alfin; Subari, Slamet
Agriscience Vol 5, No 2: November 2024
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriscience.v5i2.16038

Abstract

Produksi kerupuk udang umumnya masih menggunakan teknologi dan manajemen yang sederhana. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pendapatan, kelayakan usaha, dan nilai tambah pada UMKM Kerupuk Udang. Penelitian ini dilakukan di UMKM Lamora dan UMKM Kerupuk Udang Junganyar Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan. Metode dalam penelitian ini menghitung biaya, penerimaan, pendapatan, R/C ratio, BEP, dan nilai tambah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) UMKM Lamora memiliki pendapatan lebih besar dibandingkan dengan UMKM Kerupuk Udang Junganyar. (2) UMKM Lamora memiliki nilai R/C ratio dan tingkat BEP yang lebih bagus dibandingkan dengan UMKM Kerupuk Udang Junganyar. Hal itu disebabkan karena UMKM Lamora menggunakan teknologi yang lebih bagus dengan penggunaan alat dan mesin penggiling. Perbedaan dalam manajemen sumberdaya manusia juga turut berpengaruh terhadap efisiensi biaya. (3) Nilai tambah yang diperoleh UMKM Lamora lebih kecil dibandingkan dengan nilai tambah yang diperoleh UMKM Kerupuk Udang Junganyar. Hal itu disebabkan karena terdapat perbedaan dalam hal harga bahan baku udang serta bahan campurannya. Maka, saran yang dapat diberikan pada penelitian ini yaitu untuk meningkatkan efisiensi dalam hal biaya, disarankan agar menggunakan teknologi dan manajemen sumberdaya manusia yang lebih baik. Sedangkan untuk meningkatkan nilai tambah disarankan untuk mendapatkan bahan baku udang langsung dari nelayannya sehingga mendapatkan harga yang lebih murah.
Analisis risiko wisata wahana Kampoeng Drenges (WKD) di Desa Drenges Kecamatan Sugihwaras Kabupaten Bojonegoro Rahayu, Dita Tri; Subari, Slamet
Agriscience Vol 6, No 3: November 2025
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriscience.v6i3.26979

Abstract

Pariwisata sangat rentan terhadap bencana alam seperti tanah longsor, angin kencang, dan kekeringan. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengidentifikasi sumber-sumber risiko pada Wahana Kampoeng Drenges (WKD), (2) merumuskan rekomendasi strategi risiko yang tepat dalam memitigasi risiko di Wahana Kampoeng Drenges dengan lebih efektif. Penentuan lokasi penelitian ini menggunakan metode purposive dengan penentuan sampel informan atau narasumber sebanyak tiga orang yang terdiri dari pengelola wisata, karyawan wisata dan pengunjung. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi secara langsung. Alat analisis yang digunakan adalah House Of Risk (HOR) yang terbagi HOR I dan HOR II. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa beberapa agen risiko dengan nilai Aggregate Risk Potential (ARPj) tertinggi mencakup adanya wisata sejenis, ketersediaan lahan yang terbatas, kurangnya perawatan dan pemeliharaan fasilitas wisata, promosi dan pemasaran yang masih terbatas, serta ketiadaan petugas kebersihan. Untuk mengatasi agen-agen risiko tersebut, startegi mitigasi risiko yang dapat direkomendasikan meliputi penyediaan paket liburan atau outbound dengan hatga terjangkau, memberikan pelayanan yang ramah, nyaman, dan informatif, melakukan diversifikasi produk, menjadwalkan perawatan fasilitas wisata secara berkala, serta membuat jadwal pembuatan konten terstruktur di media sosial.